Sistem Dewi

Sistem Dewi
Hari pernikahan


__ADS_3

Tak terasa sudah tiba hari pernikahan Alyssa dan Alvin. Meskipun berusaha untuk tenang Alyssa tetap saja merasa gugup, karena ini adalah momen paling bersejarah baginya.


Gaun pengantin yang sangat indah sudah ia kenakan, wajah yang biasanya polos tanpa make up, kini di sulap begitu cantiknya. Mungkin jika para bidadari melihat, mereka akan merasa iri fan minder dengan kecantikan Alyssa saat ini.


Diana, Enzy dan Ayu berada di ruangan itu menatap Alyssa dengan takjub. Bahkan mereka bertiga yang seorang wanita pun merasa jatuh cinta saat melihat kecantikan seorang Alyssa.


Terdengar pemberitahuan lewat HT di tim W.O. Jika saat ini pengantin pria sudah sampai di tempat akad, jantung Alyssa makin berdegup kencang.


Ceklek!


Seorang pria paruh baya dengan wajah yang terlihat seperti akhir 20 an atau baru menginjak 30 an datang. Meskipun umur sebenarnya sudah lebih dari 40 tahun namun ia tetlihat sangat muda. Tak lain dan tak bukan, pria itu adalah Raiden.


Raiden menatap putrinya itu dengan senyum di wajahnya. Ia melangkah mendekati Alyssa yang sudah menjelma bak dewi khayangan itu.


"Putri papah cantik sekali" ucap Raiden memuji Alyssa dengan tulus.


"Tentu saja" ucap Alyssa terkekeh


"Ayo kita keluar, Calon suamimu sudah tak sabar menunggu pengantin cantiknya datang" ucap Raiden tersenyum melingkarkan lengannya.


"Hmm" ucap Alyssa mengangguk tersenyum dan tangannya ia lingkarkan di tangan Raiden.


"Kau gugup?" tanya Raiden lembut sambil berjalan menuju tempat sakral itu.


"Sedikit" ucap Alyssa dengan tangan yang sedikit gemetar


"Jangan gugup, semuanya akan berjalan lancar hm" ucap Raiden menenangkan putrinya.


Mereka berdua sampai di tempat pernikahan, semua orang terpana akan kecantikan Alyssa. Semua orang setuju jika Alyssa adalah pengantin yang paling cantik yang pernah mereka lihat.


Alvin menatap lekat wajah cantik wanita yang sebentar lagi sah menjadi istrinya itu. Ia sangat terpesona melihatnya.


Raiden menyerahkan tangan Alyssa ke tangan Alvin, dan menatap keduanya sekilas sebelum berkata.


"Aku titipkan putri tercintaku padamu. Tolong jaga dia segenap jiwa dan ragamu, cintai dia dengan seluruh hatimu dan hidupmu. Bahagiakan dia semampu yang kau bisa. Jika kau tidak sanggup lagi, maka kembalikanlah dia padaku dengan cara yang baik. Sama seperti saat kau memintanya padaku dengan cara yang baik pula" ucap Raiden dengan serius pada Alvin.


"Aku berjanji, akan selalu mengutamakan Alyssa dalam hal apapun, mencintainya, menjaganya dan juga membahagiakannya. Tidak akan aku sia-siakan kepercayaan anda padaku. Dan tidak akan pernah aku mengkhianati dirinya degan alasan apapun. Aku akan membuktikan selalu setia dan berada di sampingnya dalam kondisi apapun hingga Tuhan mengambil nyawaku" ucap Alvin tegas dan tulus

__ADS_1


"Berbahagialah nak, restuku bersamamu" ucap Raiden lagi.


"Terimakasih Papah, aku mencintaimu. Kau akan selalu menjadi laki-laki pertama yang aku cintai di hidup ini. Terimakasih sudah hadir dan memberikan restumu" ucap Alyssa menahan air matanya agar tidak terjatuh.


Raiden terkejut dan merasa bahagia, karena akhirnya putri tercintanya mau memanggil dirinya Papah.


"Papah juga mencintaimu nak, terimakasih sudah menerima papah kembali" ucap Raiden menghapus air mata bahagianya dan tersenyum.


Tak jauh dari sana Ameera juga menahan tangisnya, bukan karena ia bersedih. Namun dirinya juga bahagia Alyssa telah melepas sepenuhnya kebenciannya terhadap Raiden.


Karena dirinya juga sudah melepaskan dendam dan rasa bencinya pada Raiden. Baginya saat ini ia sudah bahagia dengan memiliki keluarganya sendiri bersama Noah. Jadi ia tidak lagi terpaku dengan masa lalu mantan suami.


Noah di sampingnya memeluk dan mengelus lengan sang istri. Tidak ada cemburu di mata dan hatinya, ia paham apa yang di rasakan Ameera.


Noah percaya, hati istrinya tak ada lagi nama Raiden di sana dan hanya ada nama Noah seorang terukir di hatinya saat ini.


Kemudian Raiden turun dari mimbar, dan proses pernikahan itu berjalan dengan lancar tanpa hambatan. Sehingga keduanya telah sah menjadi suami istri.


...


"Istriku sayang" ucap Alvin memeluk Alyssa dari belakang, wajahnya ia benamkan di ceruk leher sang istri.


Alyssa terkekeh geli melihat tingkah Alvin, ia tahu jika saat ini Alvin memikirkan hal-hal yang menjurus ke hal berbau dewasa.


"Alvin, kita istirahat dulu! Lagi pula, sebentar lagi acara resepsi mulai. Jangan macam-macam" ucap Alyssa.


"masih ada beberapa jam lagi sayang, aku cuma satu macam kok" ucap Alvin


"Nggak, aku tahu kamu sangat buas saat memakanku dulu dan itu tidak cukup satu kali" ucap Alyssa menolak


"Aku janji sekali aja, Oke" ucap Alvin penuh harap menatap sang istri


"No, kau ingin buat aku nggak bisa jalan dan berdiri dengan benar saat resepsi? Tahan sebentar saja, nanti malam aku akan membiarkanmu memakanku sepuas kau mau" ucap Alyssa


Alyssa tidak memikirkan jika ia akan menyesal setelah malam tiba.


Meski harus kecewa dan menahan lebih lama, namun mata Alvin berbinar saat Alyssa berjanji akan membiarkannya memakan istrinya itu sepuas yang ia inginkan.

__ADS_1


Saat ini mereka memutuskan mandi dan istirahat sebentar sebelum persiapan resepsi.


Sebelum Alyssa menutup matanya untuk tertidur, Alyssa memikirkan sistem yang di rasa makin aneh.


Pasalnya, hadiah yang ia terima dari misi terakhir, yaitu mengenai pengetahuan obat dan racun tingkat tinggi. Membuatnya mengerutkan keningnya heran dan kepikiran hingga saat ini.


#Flashback 3 hari yang lalu.


Setelah istirahat pasca pingsan, usai menerima pengetahuan tentang obat dan racun tingkat tinggi, Alyssa terdiam cukup lama dan berpikir.


"Sistem" panggilnya


[ Ya, Host ]


"Kenapa sistem menghadiahiku pengetahuan semacam ini? Apa tidak ada kesalahan yang terjadi?" tanya Alyssa


[ Tidak ada host, itu sesuai dengan apa yang seharusnya anda terima ]


"Tapi bukankah itu pengetahuan yang bahkan resep obat yang tersedia di toko sistem juga termasuk di dalamnya?" ucap Alyssa bingung


[ Menjawab Host, Itu benar dan tidak ada kesalahan ]


"Kenapa sistem memberiku pengetahuan itu?" tanya Alyssa


Entah mengapa dirinya merasa takut. Perasaan Itu seperti dirinya akan kehilangan sesuatu yang paling berharga dalam dirinya.


[ Tidak ada jawaban untuk saat ini Host, Host akan mengetahuinya nanti setelah waktunya tiba ]


"Tidakkah kau memberiku bocoran sedikit?" tanya Alyssa


[ Maaf Host, tidak ada bocoran untuk hal ini. Yang harus Host ingat, semua hal yang di berikan Sistem. Pastilah hal yang baik dan menguntungkan untuk host ]


"Aku tahu itu" ucap Alyssa menghela nafasnya dalam.


Ia memandang langit-langit kamarnya dengan pikiran yang berkecamuk. Ia harap apapun itu, adalah hal baik untuk dirinya dan semua orang yang dia sayangi di dunia ini.


#Flashback Off

__ADS_1


__ADS_2