Sistem Dewi

Sistem Dewi
Bunuh diri


__ADS_3

Tubuh Miko bergetar saat Alyssa melangkahkan kakinya, menuju tempat dia berada. Meskipun saat ini Alyssa tengah tersenyum, namun di matanya senyum itu sangat mengerikan.


"Alvin, Boleh aku sedikit bermain dengannya? tanya Alyssa pada Alvin


"Kamu tidak boleh menyentuh laki-laki lain, sayang" ucap Alvin tidak suka


"Aku tidak akan menyentuhnya, Aku hanya ingin mencabut kukunya dengan tank, dan menempelkan ini ke wajahnya" ucap Alyssa dengan nada yang imut seperti dia sedang tidak ingin melakukan hal buruk.


Di mata Alvin, Alyssa tidak ada seram-seramnya, justru ia terlihat sangat menggemaskan, saat ia meminta sesuatu padanya.


"Baiklah" ucap Alvin pasrah dan setuju


Mendengar persetujuan Alvin, wajah Alyssa tampak begitu bahagia, seperti anak kecil di berikan mainan kesukaannya yang sangat dia inginkan.


"Aku akan mentreatmentmu" ucap Alyssa tersenyum lebar, membuat tubuh Miko bergidik


cetak!!!


"Aaaarrrgghhhh!!!" teriak Miko saat tank milik Alyssa itu menjepit dan menarik paksa kuku-kuku tangannya


Alyssa menikmati jeritan demi jeritan yang Miko lontarkan. Dan dia bersemangat melanjutkan treatmentnya pada Miko.


Cetarrr!!!


Cetarrr!!!


"Aaarrgghh sakiiittt!!" Teriak Nimar di sisi lain, yang sedang di cambuki oleh anak buah Alvin, Hingga membuat pakaian yang ia kenakan beberapa robek karena cambukan itu dan kulitnya memerah dan mengeluarkan darah.


"Uhh, sungguh meriah sekali..." ucap Alyssa terkekeh


"Kamu! Bawa barang yang aku minta!" ucap Alyssa menunjuk salah satu anak buah Alvin.


Anak buah Alvin langsung keluar dari dalam ruangan, tak lama kemudian dia datang lagi membawa alat bor di tangannya.


"Sayang, aku yang melakukannya atau kau saja yang melakukannya?" ucap Alyssa menatap Alvin


"Biar aku saja, aku nggak mau kamu menyentuh bajingan ini, yang ada nanti terkena virus rabies" ucap Alvin


Alyssa hanya terkekeh mendengar ucapan Alvin, kemudian menyuruh anak buah Alvin yang sedang mencambuk Nimar supaya berhenti.

__ADS_1


Setelah itu dia dengan santai menikmati adegan, di mana Alvin sedang mengebor terong dan kedua telor milik Miko. Hingga darah mencuat kemana-mana.


"Rrrrrrrrraaaahhhhhhh...!!!!" teriak Miko sekuat tenaga sekaligus tubuhnya bergetar karena rasa sakit yang sungguh luar biasa, menjalar ke seluruh tubuhnya.


"Bangsaaatttt hentikaaaaann!!.... arrggghhh,,, Ampuuuunnnn!!" teriak Miko lagi.


Setelah puas menyiksa Nimar dan Miko hari ini, Alvin pulang dan mengantar Alyssa ke mansion miliknya. Sebelumnya, mereka mandi terlebih dahulu dan mengganti pakaian mereka di markas.


Awalnya Alvin ingin Alyssa menginap lagi di rumahnya. Namun Alyssa menolak karena besok ia harus kuliah, dan juga ada sesuatu yang ingin dia bicarakan ke mamahnya, mengenai perusahaan kecantikan yang akan dia bangun, untuk mamahnya dan Sandra kelola itu.


...¤...


Keesokan harinya, di Kota M


Hanin keluar dari pintu mobil milik Kenan, yang senantiasa mengantar dan menjemputnya berangkat dan pulang bekerja.


Meskipun Kenan sangat sibuk dengan pekerjaannya, namun ia selalu menyempatkan waktu luangnya untuk menemani sang kekasih, yang sebulan lagi akan resmi menjadi istrinya itu.


Ya, Kenan sudah melamar Hanin, dia tidak sabar untuk menjadikan Hanin sebagai Ratu di dalam hidupnya. Dia berjanji akan berusaha terus membahagiakan Hanin.


Kenan sudah mengenalkan Hanin ke keluarga besarnya di kota B, dan seluruh keluarga Kenan menerima dengan senang hati dan ikut bahagia karenanya.


Mereka tidak mempermasalahkan Status Hanin yang Janda. Bagi mereka, janda dan gadis sama saja. sama-sama wanita Ha-ha😂


Mereka sanfat senang saat Kenan mengatakan punya dia kekasih hati, dan berniat menikahinya. Kenan juga mengatakan jika pacarnya adalah tante dari Alyssa, sang penolong kakaknya.


"Sayang, Aa nggak bisa jemput kamu nanti sore karena ada meeting penting dengan klien, maaf ya" ucap Kenan dengan nada sedih dan tidak rela karena tidak bisa menjemput Hanin.


"Tidak apa-apa, aku bisa pulang naik taxi nanti" ucap Hanin tersenyum dengan manis.


"Ah, kamu jangan tersenyum seperti itu nanti saat ada orang lain" ucap Kenan posesif


"Kenapa?" tanya Hanin


"Aa takut nanti makin banyak saingan buat dapetin kamu, dan aa pasti semakin ketat pertahanin kamu" ucap Kenan yang membuat Hanin tersipu


"Gombal terus" ucap Hanin malu


"kenyataan sayang. Oh iya, nanti siang aa tetap ke sini ya, ajakin kamu makan siang" ucap Kenan

__ADS_1


"Iya a, aa hati-hati di jalan, Hanin tunggu saat jam makan siang" ucap Hanin melambaikan tangannya, yang di balas oleh Kenan.


Hanin kemudian melangkah masuk ke dalam sekolah, dia mulai mengajar seperti biasa. Hanin juga sudah mengajukan cuti hari jumat minggu ini, kerena ia dan Kenan akan ke Ibukota menemui Alyssa dan keluarganya. Untuk memberitahukan Kabar bahagia mereka.


...¤...


Alyssa kuliah seperti biasa, dia menikmati masa kuliahnya. Di luaran sana banyak remaja yang sulit untuk melanjutkan kuliah, bahkan sekolah menengah pun susah, karena kendala faktor biaya. Maka dari itu Alyssa sangat bersyukur dan benar-benar menikmati masa kuliahnya.


[ Selamat Host, anda memicu sebuah misi. Mencegah seorang mahasiswa melakukan bunuh diri. Hadiah : 10.000 Hektare lahan pertanian di kota Y ]


Alyssa yang saat itu sedang belajar di dalam kelas terkejut mendengar suara sistem tiba-tiba. Untungnya dia tidak sampai teriak, kalau tidak ia akan sangat malu.


"Sistem, kamu ngagetin saja" ucap Alyssa dalam hati


[ Maaf host ]


"Iya tidak apa-apa, lain kali kecilan volumenya ya. Kaget beneran nih" ucap Alyssa


[ Baik Host ]


"Di mana orang yang mau bunuh diri, siapa namanya?" tanya Alyssa


[ Maaf host, host harus mencari tahu nya sendiri. Cuma saya beri sedikit bocoran. Jika orang itu akan melakukan bunuh dirinya setengah jam dari sekarang ]


"Apa???" Teriak Alyssa lalu berdiri karena saking terkejutnya.


Semua mahasiswa-mahasiswi dan dosen menatapnya heran.


"Ada apa Alyssa?" tanya Dosen, aslinya dosen itu terkejut dan sedikit marah, karena dia tidak suka di ganggu saat proses mengajar.


Namun saat ia melihat Alyssa, amarahnya ia coba tahan dan ia hilangkan. Bagaimanapun Alyssa adalah mahasiswi Jenius di kampus ini.


"Maaf Pak, saya tidak bermaksud mengganggu. Cuma saya baru ingat kalau hari ini jadwal si bulan datang, makanya perut saya sakit, jadi saya mau izin ke toilet dan mau beli obat penahan nyeri juga, takut si tamu keburu datang Pak" ucap Alyssa berbohong dan dia sangat malu saat mengatakannya.


"Oh, saya kira kenapa, ya sudah sana kamu ke toilet dan jangan lupa beli obatnya setelahnya" ucap Dosen mengerti jika ada masanya para wanita mengalami hal seperti itu tiap bulannya.


"Terimakasih pak" ucap Alyssa, lalu mengambil tas miliknya dan keluar dari kelas.


Alyssa menoleh ke kanan dan ke kiri menggunakan mata tembus pandangnya. Namun ia tidak melihat tanda-tanda orang berbuat sesuatu yang mencurigakan.

__ADS_1


Alyssa kemudian mendongak ke atas, menelusuri pandangannya ke lantai atas. Mata Alyssa terbelalak kaget, saat melihat seorang mahasiswa berada di Rooftop bangunan fakultas Hukum.


Dengan sigap Alyssa berlari naik tangga ke tempat laki-laki itu berada.


__ADS_2