Sistem Dewi

Sistem Dewi
Harapan baru


__ADS_3

"Jangan bicarakan tentang itu!" ucap Alvin dingin


"Kenapa Ica membahas masalah ini? Aku tidak ingin dia sedih karena itu" ucap Alvin khawatir dalam hati


"Tapi kita harus membahas masalah ini Alvin" ucap Alyssa kekeh


"Bukannya aku sudah mengatakan padamu? Apapun keadaannya, aku akan tetap menginginkan kamu menjadi satu-satunya wanita yang aku cintai dan mendampingi ku sampai nafas terakhir yang ku hirup" ucap Alvin


"Kamu menginginkan anak bukan? Jujurlah!" ucap Alyssa menatap Alvin lekat


"Huft, kau benar. Tentu saja sebagai manusia, aku menginginkan anak, aku tidak bisa berbohong padamu. Asal kau tahu aku juga sakit, saat mendengar vonis dokter mengenai keadaanmu. Tapi, aku lebih sakit jika kau meninggalkan aku. Aku lebih menginginkan kamu di sampingku, aku tidak masalah jika kita tidak bisa punya anak. Asal kau terus di sampingku. Aku sangat mencintaimu sayang, aku tidak bisa hidup tanpamu. Mengenai anak, aku sudah memikirkannya. Mamah dan papah juga sudah setuju, kita bisa mengadopsi anak, jika kau menginginkannya" ucap Alvin jujur dan terbuka.


Alyssa menundukkan kepalanya, tak sengaja ia meneteskan air mata. Alvin tersentak kaget dan bergegas menghapus air mata Alyssa dan mengecup kedua kelopak mata milik Alyssa.


"Jangan menangis sayang, percaya padaku. Kita bisa menghadapi hal itu bersama-sama. Jangan pernah memikirkan hal-hal negatif, apalagi memikirkan hal seperti aku akan meninggalkanmu atau berkhianat dengan wanita lain. Karena itu tak akan pernah terjadi!! Aku akan membuktikannya. Aku sudah berjanji padamu, pada diriku sendiri, dan pada kedua orang tuaku dan juga orang tuamu. Bahwa kau satu-satunya wanita yang akan mengisi hatiku sampai aku mati" ucap Alvin memeluk Alysaa


"Makasih" ucap Alyssa


"Tidak perlu berterimakasih, ini adalah hal yang memang seharusnya aku lakukan untuk wanita yang paling aku cintai" ucap Alvin


"Alvin, aku bisa menyembuhkan rahimku" ucap Alyssa tiba-tiba, membuat jantung Alvin saat ini berdetak lebih cepat.


"Ap-apa yang kau katakan tadi sayang?" ucap Alvin


ia takut salah mendengar ucapan Alyssa barusan.


"Aku memiliki obat untuk menumbuhkan kembali rahimku" ucap Alyssa menatap Alvin sambil tersenyum


"Be-Benarkah?" ucap Alvin dengan mata berkaca-kaca dan juga harapan itu tumbuh besar di hatinya


"Ya, aku memilikinya" ucap Alyssa


"Kenapa kau baru mengatakannya? Apa sengaja kau ingin menguji cintaku padamu terlebih dulu?" tanya Alvin, Alyssa menggeleng.


"Aku baru mengingatnya saat pulang ke mansion kemarin" ucap Alyssa tidak mungkin ia bilang tahu sejak di rumah sakit, yang ada makin sedih Alvin mengira yang tidak-tidak.


"Obat apa itu?" tanya Alvin


"kau ingat obat yang ingin aku berikan pada Tuan Raiden, namun ia tolak?" tanya Alyssa


"Ayahmu?" tanya Alvin, Alyssa mengangguk


"Aku ingat... Yang kamu bilang hanya satu-satunya yang kau miliki saat ini, bukan?" ucap Alvin dengan mata membola, karena mengingat pil yang di maksud Alyssa.


"Ya, aku membuat obat itu hanya dua butir Pil, karena langka dan sulitnya mendapatkan bahan yang di butuhkan untuk membuatnya. Salah satu pil nya sudah di konsumsi mamah Ira. Pil itu bernama Pil Pemulihan Tubuh, kegunaan Pil itu seperti kita terlahir kembali. Baik itu Fisik, mental dan juga pikiran. Seperti mamah yang saat itu memiliki gangguan mental dan luka yang sangat parah. Selain itu Pil Pemulihan tubuh juga bisa mengembalikan ingatan dari orang yang kehilangan ingatannya. Bagian tubuh yang terpotong atau hancur juga akan tumbuh kembali" ucap Alyssa menjelaskan

__ADS_1


GREP!!


"Aku senang mendengar ada cara untuk membuatmu pulih, hingga kamu tidak lagi bersedih dan menderita karena kebanyakan pikiran" ucap Alvin memeluk Alyssa lebih erat


"Tapi Pil itu ada efek sampingnya" ucap Alyssa


"Apakah efek sampingnya buruk? Tu-tunggu.... " ucap Alvin memikirkan sesuatu yang ia ingat


"Maksud kamu Pil itu membuat orang yang mengkonsumsinya kembali muda? Jangan-jangan kau akan berubah menjadi anak kecil begitu?" tanya Alvin kaget


"Aku tidak tahu, mungkin saja itu terjadi. Karena Pil ini baru di minum sekali yaitu oleh mamah Ira. Bisa jadi kalau Pil itu tidak akan efek samping apapun juga, aku bingung dan ragu karena hal ini" ucap Alyssa


"Kalau kamu berubah jadi anak kecil, bukankah aku seperti om-om pedo, yang mencintai anak kecil begitu?" ucap Alvin polos


Tak!


Dahi Alvin terkena jitakan


"Awwwss, sakit sayang" ucap Alvin mengusap kening karena sentilan pedas jari Alyssa


"Kalau ngomong asal ceplos aja, nggak di saring dulu" ucap Alyssa


"Maaf sayang... Terus gimana? Kamu akan tetap meminum Pil itu?" tanya Alvin serius


"Ya, aku akan meminumnya" ucap Alyssa yakin dengan keputusannya


Ia kemudian melirik Alvin dan menatapnya, sebelum menelan Pil itu. Alvin menganggukan kepalanya.


"Lakukanlah apa yang kamu yakini. Apapun yang terjadi, aku akan selalu di sampingmu" ucap Alvin tersenyum mendukung segalanya tentang Alyssa


GLEK!!!


Alyssa menelan Pil itu...


Apa yang terjadi??


...


Di sisi lain Catty yang di usir dari perusahaan Alvin, merengut kesal. Selama hidup, ia tidak pernah di permalukan seperti ini.


"Isshh, awas aja kau bawahan Bodoh, saat aku menjadi istri Alvin nanti. Aku pastikan kalian berdua di pecat dan menjadi gelandangan" ucap Catty geram mengingat ia di seret oleh Doni dan Nino.


"Wanita sialan itu, awas aja, aku akan memberikan pelajaran untuk kamu nantinya" ucapnya lagi saat mengingat Alyssa


Catty berjalan menuju mobil miliknya, namun sebelum ia masuk. Sosok hitam membekapnya dari belakang dengan obat bius yang membuatnya pingsan.

__ADS_1


Entah berapa lama ia tidak sadarkan diri, ia terbangun di ruangan gelap yang tidak ia tahu di mana.


"Di mana aku? Heeii, Bajingan lepaskan aku!!!" teriak Catty saat ia tahu dirinya terikat di kursi.


Tak!


Tak!


Suara langkah kaki mendekat


Ceklek!


Pintu ruangan gelap itu terbuka, membuat cahaya merangsek masuk.


"Sudah sadar rupanya?" ucap seorang wanita


"Siapa kamu? Lepaskan aku!!!" ucap Catty teriak dan berontak


"Lepaskan kamu? tidak semudah itu jal*ng...Plak!!!" ucap wanita itu dan menampar keras pipi Catty


"Aakkkhh, sakit!! Kurang ajar!! Beraninya kau menamparku? Apa kau tidak tahu siapa aku?" ucap Catty


"Tentu saja aku berani, memangnya siapa kamu?" ucap wanita itu


"Aku adalah putri dari Tuan besar Leonard, orang terkaya no. 6 di negara ini. Dan aku juga calon istri dari Alvin Saga Ardhana, orang terkaya di negara ini dan juga di Asia" ucap Catty tersenyum dengan sombong nya.


"Cih, kau mengaku-ngaku sebagai calon istri dari calon suamiku?? Mimpi saja kau sana!" teriak wanita yang tak lain adalah Arumi.


Bugh!!


Bugh!!


Cleb!!!


Cleb!!!


Sret!!


"Aaarrrrggghhh...!!!" teriak Catty saat menerima pukulan di wajah, menusuk kedua tangannya dan juga goresan belati tajam di lehernya hingga mati.


"Cih!!! Dasar benalu lemah... Wanita sepertimu tak pantas mendekati apalagi dengan Beraninya kau memeluk calon suamiku... " ucap Arumi berdecih saat Catty menghembuskan nafas terakhirnya.


"Berikan mayat ini pada Zota, dia pasti senang mendapatkan makanan enak hari ini" ucap Arumi pada anak buahnya.


"Baik Nona" ucap anak buah Arumi

__ADS_1


Bagaimana Arumi tahu tentang Catty?


...


__ADS_2