
Alyssa menikmati weekend dengan mengunjungi Hill's Villa di Kota G.
Dia tidak sendiri, dia datang bersama Enzy, untuk menikmati pemandangan pantai yang sangat indah.
Di sana dia mendiskusikan tentang Perusahaan yang akan didirikannya. Juga mengenai pembahasan perpanjangan kontrak penyewa Indo Building.
Alyssa meminta Enzy untuk mengatur pertemuan dengan perwakilan penyewa setiap lantai, pada hari rabu depan.
Sekolah sudah tidak ada kegiatan, dan hanya menunggu berita kelulusan, Pesta perpisahan dan ujian masuk perguruan tinggi.
Karenanya, mereka akan berangkat pada Selasa siang ke Ibukota.
Alyssa juga meminta Enzy untuk tidak membawa banyak pakaian, karena mereka akan membeli pakaian di sana.
Memikirkan jika Mansion miliknya, pasti masih belum ada sehelai pakaian pun menggantung di sana. Jadi dia berencana untuk melihat mansion dan akan mulai mengisinya.
"Nona, saya sudah mengatur untuk pekerja di mansion anda. Anda bisa lihat biodata mereka, jika anda tidak keberatan, besok mereka sudah bisa mulai bekerja di sana" ucap Enzy menyerahkan tablet kepada Alyssa
Alyssa melihat satu persatu calon pekerja di mansionnya, dia mengangguk puas.
Latar belakang semuanya sangat baik di bidangnya masing-masing. Seperti Chef, Kepala Asisten Rumah Tangga bersertifikasi internasional dan lain-lain.
"Masalah gaji, sudah seperti yang anda katakan, Nona. Dan mereka tidak merasa keberatan.
"Aku percaya, kamu bisa mengatur yang terbaik. Aku tidak keberatan dengan mereka" ucap Alyssa
"Baik, saya akan menghubungi mereka sekarang" ucap Enzy
Enzy sudah mengatur sekitar 25 orang pekerja di mansion.
8 pembantu yang bertugas untuk kebersihan seluruh area mansion, dan 3 tukang kebun yang bertugas untuk taman, dengan gaji masing-masing 10 juta/bulan
6 Security yang di ambil dari perusahaan keamanan terkenal dengan reputasi yang sangat baik di Ibukota. Dengan gaji masing-masing 15 juta/bulan
6 Chef sertifikasi kelas bintang lima dan juga 1 orang ahli gizi. Mereka terbagi menjadi Chef Western, tradisional dan Pastry. Masing-masing di gaji 35 juta/bulan
1 orang sebagai Kepala Asisten Rumah Tangga, yaitu Irwan Hadi Pertama. Seorang pria berumur 39 tahun sangat berpengalaman di bidang ini.
Irwan memiliki sertifikat Internasional di tangannya, dan baru saja kembali dari luar negeri setelah mengabdi selama 5 tahun di keluarga kaya raya di Inggris sebagai kepala ART.
Enzy menawarkan gaji 100 juta/bulan untuk Irwan, dan dia setuju untuk bekerja dengannya.
Semua itu belum termasuk bonus untuk mereka semua, nantinya.
Enzy sudah menyiapkan fasilitas mobil untuk Kepala ART, untuk keperluan logistik, dan lain-lain. Sesuai dengan arahan Alyssa.
"Enzy, bagaimana persiapan perekrutan karyawan perusahan? Dan juga persiapan kantor" ucap Alyssa
"Segala sesuatu tentang Perusahan, saya sudah mengatur orang untuk mengganti semua barang dan furniture dengan yang baru, berkualitas terbaik. Semua pengerjaan untuk renovasi dan dekorasi sudah di selesaikan dengan baik. Mengenai karyawan, saya sudah mengiklankan lowongan kerja, kita sudah mendapatkan banyak surat lamaran. Kamis depan saya akan sortir untuk interview lebih lanjut" jelas Enzy
"Kerja bagus Enzy, saya sudah banyak merepotkanmu" ucap Alyssa
"Sudah tugas saya, Nona" ucap Enzy sedikit membungkukan badannya hormat.
__ADS_1
"Aku akan menaikkan gajimu mulai dari sekarang. Aku akan menggajimu 500 juta/bulan dengan juga intensif minimal 200 juta/bulan" ucap Alyssa
"Terimakasih banyak, Nona" ucap Enzy
"Apakah kamu ingin tinggal bersama di mansion? Atau kau ingin membeli rumah sendiri?" tanya Alyssa
Mansion King's Village, sangatlah luas. memiliki 2 ruang tamu berbeda sisi, 1 ruang keluarga, Dapur kotor dan dapur bersih, Area Olahraga, tempat beribadah, Ruang kerja, 2 Ruang koleksi (satu berada di lantai satu, satunya lagi berada di samping kamar mandi pribadi kamar utama)
Mansion memiliki banyak kamar. Total 8 kamar, 5 antaranya memiliki luas 30 meter persegi.
2 kamar Lainnya memiliki luas 48 Meter persegi, dan 1 kamar utama dengan luas 72 meter persegi.
Belum termasuk kamar mandi di dalamnya
Tentu saja Alyssa menempati kamar utama.
Selain itu Area Mansion juga terdapat Area parkir khusus, dan sebuah paviliun tempat tinggal pekerja yang menetap.
Di paviliun terdapat 6 kamar tidur dengan luas masing-masing 12 meter persegi, dengan kasur bertingkat di dalamnya.
1 ruang tamu, 3 kamar mandi dan sebuah dapur kecil.
"Jika anda tidak keberatan, saya ingin tinggal di dekat anda nona" ucap Enzy
"Tentu saja, aku tidak keberatan Enzy. Kau adalah salah satu keluarga yang ku miliki. Jika kau memiliki keinginan lain, kau bisa bicara denganku" ucap Alyssa
"Tentu saja, nona" ucap Enzy senang.
Setelahnya Alyssa berjalan kaki menelusuri tepian pantai. Cuaca sangat terik hari ini, namun tak mengusiknya.
Alyssa juga memikirkan Azka, apakah benar mereka bersaudara? Apa yang sebenarnya terjadi padanya saat 18 tahun yang lalu.
Baginya ini sebuah misteri yang membuat Alyssa penasaran dan ingin menguaknya.
Apa yang sebenarnya terjadi?
Dia memutuskan untuk mencari tahunya di masa depan.
___________
Kota S
"Bagaimana Si berengsek itu lolos dari maut yang sudah aku rencanakan dengan matang" ucap seorang pria paruh baya dengan emosi.
"Sudahlah sayang, jangan marah-marah terus. Kita bisa memikirkan cara lain lagi untuk membunuhnya" ucap seorang wanita di sampingnya
"Aku tidak akan tenang sebelum dia mati" ucap pria itu lagi
"Kenapa kau tidak coba membunuh putranya terlebih dahulu? Dia merupakan satu-satunya pewaris di keluarga Ardhana dan harta paling berharga di hidupnya" ucap Wanita itu.
"Tidak, bagaimanapun dia anak dari wanita yang sangat aku sayangi" ucap pria itu
"Lantas kau ingin ingin berbuat apa?" ucap Wanita itu
__ADS_1
"Aku akan memikirkan cara lainnya untuk membalas kematian Ameera dan putrinya" ucap pria itu dengan penuh amarah yang membara.
"Baiklah, tapi kamu juga harus menjaga dirimu, ingat aku dan anak-anak kita, yang masih membutuhkanmu" ucap wanita itu pasrah dengan segala tindakan dan rencana suaminya.
"Tentu saja" ucap pria itu
¤
"Kenapa kau ke sini??" ucap Azka dengan nada sarkasnya
"Azka sayang, tante ke mari ingin mengajak kamu dan ayahmu makan malam" ucap Nimar
"Aku menolak, Silahkan pergi!" ucap Azka mengusir Nimar.
"Azka tunggu, kenapa kau selalu bersikap dingin dengan tante? Apa salah tante padamu?" ucap Nimar dengan mata berkaca-kaca
"Hapus air mata buaya kamu, pergi dari sini! aku tak ingin melihatmu!!!" teriak Azka
"Kenapa kau memperlakukanku seperti ini? aku sangat menyayangimu seperti anakku sendiri, Azka" ucap Nimar terisak
"Ada apa ini?" Raiden keluar dari kamarnya setelah mendengar keributan dari depan rumahnya
"Mas Rai" ucap Nimar
"Nimar, kenapa kau ada disini, dan kenapa kau menangis?" ucap Raiden
"Aku tidak apa-apa, aku datang kemari ingin mengajak kalian berdua makan malam" ucap Nimar
"Sudah aku katakan, aku menolak. Apa kau sudah tuli? Keluar dari sini sekarang juga!!" teriak Azka lagi
Plak!!
"Azka!!! Jaga mulutmu!!! Kau sungguh tidak tahu sopan santun" ucap Raiden
"Kau menamparku demi membelanya?? Bagus sekali, baru saja kemarin kau bilang padaku, kau sudah menolaknya, dan berkata masih mencintai ibuku. Tapi sekarang lihat!!! Bahkan dia masih berani menginjakan kakinya disini, Bulsyiitt!!" ucap Azka marah
"Azka, dengarkan papah, papah tidak bermaksud untuk menamparmu, Papah tidak sengaja, hanya..." ucap Raiden
"Aku sudah tidak peduli lagi sekarang, kau mau menikahinya sekarang, Silahkan! Aku tidak akan menentangnya lagi. Aku akan keluar dari rumah ini!!!" ucap Azka melangkah menuju ke kamarnya dan membereskan pakaiannya.
"Azka, hei, kau salah paham nak. Papah tidak bermaksud menamparmu, papah juga tak ada niat untuk menikah lagi" ucap Raiden panik
"Kau tidak tegas sama sekali, jika kau tidak menginginkan pernikahan itu, kau tidak akan membiarkan perempuan lain masuk dalam kehidupanmu. Kau menolaknya namun disisi lain kau menerimanya. Jangan kau fikir aku tidak tahu apa yang kalian perbuat di kantor. Saat aku menemukan mamah kembali, aku tidak akan membiarkanmu melihatnya. Aku akan meminta mamah menceraikanmu saat itu" ucap Azka kemudian pergi membawa koper berisi pakaiannya.
Raiden mendengar itu hati nya remuk redam. Dia sangat syok mendengar Azka tau perbuatannya.
Azka benar, dirinya kurang tegas. Sebagai pria normal dirinya juga menginginkan perhatian dari seorang wanita, setelah bertahun-tahun di tinggal istri.
Meskipun dirinya sangat mencintai Istrinya, dan dia menolak menikahi Nimar karena alasan itu dan berat dengan Azka.
Tapi dirinya juga tidak menolak perhatian dan kelembutan Nimar selama ini.
Dirinya merasa dilema, apakah dia benar-benar masih mencintai istrinya atau sudah berpaling hati dengan kelembutan yang Nimar berikan.
__ADS_1
Dia pun tak mengerti kenapa Azka, mendadak tidak menyukai Nimar dan sangat membencinya. Padahal saat Ameera masih ada, Azka dengan lengket dengan Nimar.