
"Icaaaaaa!!!!" teriak Alvin saat melihat wanitanya terjatuh
"AL..!!!" teriak Diana tak kalah panik saat melihat sahabatnya terjatuh dari lantai tiga Mall.
"Aaakkhhh...!!!" terdengar juga teriakan dari pengunjung Mall yang melihatnya.
Dari ketinggian kurang lebih 12 meter itu, Alyssa terjatuh. Membuat kehebohan di antara pengunjung.
BRUK!!!
Alyssa terjatuh di lantai dasar.
Namun dia jatuh dengan posisi kaki yang mendarat terlebih dahulu, karena Alyssa sudah mengambil ancang-ancang sebelumnya.
Meskipun jatuh dari ketinggian seperti itu bagi orang biasa, bisa menyebabkan nyawa melayang. Mungkin jika masih hidup mengalami patah tulang dan pendarahan hebat akibat benturan keras.
Namun tidak dengan Alyssa yang notabene nya, punya Skill yang mumpuni. Namun dia juga manusia biasa, dia bukan tokoh superhero yang ada di film atau pun artis FTV misteri di saluran ikan terbang.
Jadi saat Alyssa terjatuh, ia mengalami benturan cukup keras. Yang mengakibatkan pergelangan kedua kakinya tergeser dan mengalami sedikit retak tulang.
"Aakkhhh...!!!!" Teriak Alyssa tapi tidak kencang, karena begitu mendarat ia merasakan sakit di kakinya dan oleng.
Semua pengunjung Mall terkejut melihat Alyssa yang baik-baik saja setelah terjun bebas dari lantai tiga Mall mewah di Kota B itu.
Beberapa orang membantu Alyssa duduk dan memeriksa keadaannya. Dan mereka bernapas lega juga takjub. Melihat Alyssa tidak apa-apa.
"Icaaaa!!" teriak Alvin begitu ia turun melalui eskalator sambil berlari ke tempat terjatuhnya Alyssa.
Grep!!!
Alvin memeluk Alyssa dengan erat, ia tidak peduli banyak pasang mata yang melihat. Badannya gemetar, dia begitu khawatir dan takut terjadi sesuatu yang tidak ia inginkan pada wanitanya.
"Ka-kamu, tidak apa-apa sayang? Ya Tuhan aku sangat takut Ica..." ucap Alvin yang tidak terasa menjatuhkan butiran hangat di ujung matanya.
Alyssa tersentak sekejap melihat air mata dari laki-laki yang ia cintai itu. Tangannya bergerak menghapus air mata Alvin yang terjatuh dari sudut mata tajamnya yang kini sendu itu.
"Aku tidak apa-apa, kau bisa lihat. Jangan khawatir, aku adalah perempuan yang kuat" ucap Alyssa berusaha untuk tersenyum dan mencoba menenangkan getaran hebat di tubuh calon suaminya itu.
__ADS_1
"Aku sangat takut, aku takut kamu meninggalkanku. Tolong, jangan berbuat nekat seperti tadi. Kau tidak tahu betapa ketakutannya diriku, hatiku sakit dan jiwaku hampir menghilang saat melihat kamu terjatuh" ucap Alvin
Raut wajahnya terlihat tidak bisa di artikan. Karena perasaan takut, panik, sedih, cemas, menyesal, marah dan juga penuh syukur karena wanitanya selamat, melebur menjadi satu.
"Maaf, membuatmu khawatir aku tidak apa-apa, sungguh" ucap Alyssa meyakinkan
"AL... Hiks, kamu nggak apa-apa?" ucap Diana menangis dan memeluk sahabatnya itu, dengan tubuh yang hampir sama bergetarnya dengan Alvin karena panik dan takut.
Ia berlari ke bawah saat melihat sahabatnya terjatuh, meskipun Reno sempat menahannya dan mengucapkan kata maaf terus menerus.
Namun Diana tidak menggubrisnya, dan langsung lari menyusul Alvin yang berlari terlebih dahulu. Ia juga menyerobot kerumunan orang-orang yang ada di lantai dasar.
"Syukurlah, kamu tidak apa-apa Na" ucap Alyssa tersenyum, bersyukur jika sahabatnya itu baik-baik saja dan selamat.
"Al, kenapa kau selamatkan aku? Kamu tahu itu bahaya, bisa saja kamu... " ucap Diana berhenti dan bergidik ngeri dan merasa sangat bersalah. Jika terjadi sesuatu yang tidak ia inginkan pada sahabat baiknya itu.
"Jangan berpikir yang tidak-tidak. Lihatlah, aku baik-baik saja bukan?" ucap Alyssa, ia tahu Diana saat ini merasa bersalah.
"Nak, sebaiknya minum dulu. Agar kalian bisa tenang" ucap seorang ibu-ibu paruh baya menyerahkan tiga botol mineral untuk di minum, agar ketiganya tenang dulu setelah kejadian menegangkan nan berbahaya tadi.
[ Selamat Host, anda berhasil menyelesaikan sebuah misi : Menyelamatkan seseorang. Hadiah : Hotel miracle dan sebuah jam pintar Edisi Khusus ]
[ Surat-surat hak akuisisi saham 100% Hotel Miracle dan juga jam pintar, sudah di letakan di ruangan penyimpanan ]
[ Jam Pintar edisi khusus, adalah jam tangan khusus yang di buat oleh sistem dan satu-satunya di dunia. Jam tangan itu memiliki fungsi yang sama dengan jam tangan pada umumnya, yaitu melihat waktu. Fungsi lainnya yaitu sebagai pengingat data yang di simpan. Hal itu bisa di lakukan dengan penerapan input data, hanya bisa melalui perintah Host secara Mutlak ]
[ Selain itu, jam pintar adalah hampir sama dengan komputer ataupun gadget. Yaitu sebagai pencari informasi ulung. Dengan dasar peralatan canggih di dunia, seperti meretas Data, pelacakan lokasi dan pencarian bukti yang terekam kamera, dan dapat di lihat dari layar berbentuk hologram. Hanya saja ini di perintah secara langsung oleh satu pengguna saja, yaitu Host pemilik sistem ]
Alyssa mendengarkan secara terperinci yang di jelaskan oleh sistem. Sampai-sampai ia lupa tentang kejadian yang baru saja ia alami.
Awalnya ia ingin menanyakan hal detail tentang jam tangan pintar miliknya, namun ia goncangan badannya membuatnya sadar.
"Ica! Sayang, kau mendengarkan aku? sayang!" panggil Alvin sambil menggoyangkan badan Alyssa di liputi rasa panik, melihat Alyssa terdiam tanpa merespon ucapan dan seruan orang-orang.
"Eh..." ucap Alyssa, saat ia sadar masih ada di antara kerumunan orang.
Ia kemudian melirik ke arah Alvin dan Diana yang saat ini dengan raut wajah panik.
__ADS_1
"Kamu kenapa?" tanya Alyssa dengan polosnya malah bertanya pada keduanya.
"Ya Tuhan, Al. Aku yang harusnya bertanya padamu. Apakah kamu baik-baik saja? Kamu kenapa tadi hanya diam saja tidak merespon panggilanku ataupun Alvin. Lihat betapa khawatirnya kita berdua. Aku pikir kamu kerasukan jin penunggu Mall" ucap Diana mengomel seperti ibu-ibu yang tawar menawar di pasar.
"He-he maaf Na, tadi aku hanya memikirkan sesuatu" ucap Alyssa, tiba-tiba perut Alyssa berbunyi cukup kencang karena minta di isi secepatnya.
"Astaga Al, kamu lapar? Hayu kita makan dulu kalau begitu. Biar aku yang traktir kalian berdua" ucap Diana terkekeh
"Tidak perlu, biar aku saja yang bayar. Sayang kamu benar tidak apa-apa?" tanya Alvin masih dengan rasa khawatir
"Tidak apa-apa, aku sehat. Ayuk kita cari restoran. Untuk semuanya, terimakasih sudah membantu" ucap Alyssa dengan sopan lalu ia berdiri.
"Akkhh!!" teriak Alyssa merasakan kedua kakinya sakit. Untungnya Alvin dengan sigap menangkap tubuh Alyssa yang terhuyung hampir jatuh.
"Kenapa? Kamu terluka? Bagian mana?" tanya Alvin panik langsung melihat seluruh tubuh Alyssa. Yang tidak terlihat adanya luka itu.
"Iya Al, apa kamu terluka?" tanya Diana tak kalah khawatir. Dia merasa bersalah pada sahabatnya itu.
"Sepertinya pergelangan kakiku tergeser dan sedikit retak" ucap Alyssa
"Kenapa kau baru mengatakannya? Kita ke rumah sakit sekarang!" ucap Alvin
"Tidak perlu Alvin. Aku lapar sekarang, tolong bantu aku jalan ke restoran" ucap Alyssa
"Tapi.." ucap Alvin
"Aku baik-baik saja. Aku bisa menyembuhkannya. Kau lupa siapa aku?" tanya Alyssa terkekeh
Alvin pun menghela nafasnya, ia baru ingat jika calon istrinya itu adalah seorang ahli pengobatan dan peracik obat tiada duanya.
"Ahh... Alvin! Turunkan aku!" teriak Alyssa saat Alvin bukannya menuntun ia berjalan malah menggendongnya ala bridal style.
"Kedua kakimu terluka, kalau bukan di gendong lalu harus dengan cara apa? Kamu diam saja, aku akan membawamu ke restoran yang paling enak di sini" ucap Alvin memutuskan
"Ekhhmm, apalah dayaku, menjadi nyamuk jomblo yang tak terlihat di sini" ucap Diana cemberut yang di sambut tawa oleh Alvin dan Alyssa.
Kemudian mereka bertiga makan di restoran seafood di luar Mall, persis terletak di sebelah B.I Mall, untuk mengisi perut.
__ADS_1