
A.S.A Group
Mamah Alvin sudah sampai di depan perusahaan putranya. Dia hendak masuk, namun sebuah suara wanita memanggilnya.
"Tante Sandra, tante di sini?" ucap wanita muda memakai pakaian branded berusia 21 tahun.
"Sonia, kau sedang apa di sini?" ucap Sandra melihat Sonia di depan perusahaan putranya.
"Aku baru saja selesai makan siang di sana" tunjuknya pada restoran di samping gedung perusahaan Alvin. "Apa tante ingin menemui Alvin? Boleh Sonia ikut?" ucap Sonia
"Ah, maaf Sonia, tante sedang ada urusan pribadi di sini, tidak bisa mengajakmu. Tante kesini tidak menemui Alvin, karena Alvin sedang berada di luar negeri sekarang" ucap Sandra
Sandra mengingat ucapan Alvin, benar adanya jika sampai calon menantunya itu tahu, tentang rencana dia yang mencoba mendekatkan Alvin dengan Anak temannya.
Bisa jadi calon menantunya salah paham dan meninggalkan Alvin. Alvin pasti akan patah hati dan sangat sedih.
Sandra tidak mau hal itu sampai terjadi, dia sebisa mungkin menjaga jaraknya dengan Sonia mulai saat ini.
"Seperti itu, kalau begitu Sonia permisi tante, semoga urusan tante lancar" jawab Sonia tersenyum dan meninggalkan sandra dan masuk ke dalam mobilnya.
Sandra melangkah menuju ruangan Alvin berada, dia langsung mendekat ke arah meja Alvin.
Ternyata benar yang di bilang Doni, disana ada photo Alvin yang sedang bersama seorang gadis cantik.
Di photo itu Alvin terlihat sangat dekat dengan seorang gadis yang dia peluk dari belakang. Wajah keduanya terlihat sangat bahagia.
"Inikah calon menantuku? Sangat cantik, sangat cocok dengan Alvin, tapi kenapa wajahnya begitu familiar. Aku seperti pernah melihatnya, Ah mungkin cuma perasaanku saja" ucap Sandra.
Sandra kemudian membuk kamera ponselnya dan mengambil gambar photo mereka berdua di HP nya. Sandra akan menyelidiki calonn menantunya itu sendiri, nanti.
__________
Alyssa dan Azka tiba di Health Hospital. Mereka di langsung di sambut Siswanto, yang sebelumnya sudah di telepon terlebih dahulu.
"Nona dan tuan Azka, Silahkan ikuti perawat untuk di ambil sampel darahnya terlebih dahulu" ucap Siswanto
Keduanya pun di ambil sampel darahnya untuk di periksa kecocokan DNA mereka. Setelahnya mereka berdua kembali ke ruangan Siswanto.
"Saya harap, anda bisa menjaga hal ini tidak bocor ke luar" ucap Azka
"Tentu saja, saya akan menjaga tentang hal ini. Hasil Test DNA akan keluar paling cepat 2 minggu lagi, saya akan mengabarkannya jika hasilnya sudah keluar" ucap Siswanto
"Baik, terimakasih atas bantuannya" ucap Azka
__ADS_1
"Terimakasih Paman" ucap Alyssa
Keduanya hendak keluar dari ruangan, namun tidak jadi karena Siswanto menahan Alyssa.
"Tunggu sebentar Nona, mohon maaf saya lancang. Saya ingin mengabaran sesuatu. Beberapa waktu lalu, keluarga dari pasien yang menderita kelumpuhan secara mendadak, datang kesini dan memohon untuk bisa menemui anda" ucap Siswanto
"Keluarga Bianca?" ucap Alyssa menaikan sebelah alisnya.
"Benar nona, Orang tua Bianca ingin menemui anda untuk meminta maaf atas kelakuan putrinya dan berharap anda melupakan kejadian di masa lalu dan mau mengobati Bianca agar pulih seperti dulu" ucap Siswanto
"Oh, mereka ingin meminta maaf dan memintaku mengobati putrinya? Mereka tidak tahu diri sama sekali" ucap Alyssa dingin.
Siswanto merinding dan tertekan seperti berada di ruangan Pendingin mendengar suara Bosnya yang dingin itu.
Sedangkan Azka dia kaget dengan sikap Alyssa yang awalnya dia kenal sangat beretika sopan dan hangat, menjadi sosok dominan dengan aura misterius yang dingin sekarang.
"Apa yang terjadi?" tanya Azka yang tidak mengerti duduk persoalan yang mereka bicarakan.
"Tidak ada apa-apa, hanya saja ada orang di dunia ini yang sudah tidak punya rasa malu" ucap Alyssa
"Baiklah, Katakan padanya. Aku bersedia menemui mereka, aku ingin melihat seberapa besar upaya mereka meminta maaf padaku? Aku sibuk akhir-akhir ini, aku akan menemui mereka di sini pada hari jum'at jam 2 siang" ucap Alyssa kemudian melangkah keluar.
Azka pun mengikuti Alyssa pergi. Mereka masuk kedalaman mobil milik Alyssa.
Alyssa meminta maaf tidak bisa mengantarnya ke airport, karena setelah ini dia ada janji menghadiri acara dan akan pulang mungkin Minggu siang.
Mereka sepakat untuk saling berkomunikasi, Azka akan kembali ke Kota M setelah hasil DNA keluar dua minggu kedepan.
¤
Alyssa sudah bersiap, dia memakai kaos yang di berikan Diana padanya, memakai Jeans, Sepatu boot wanita. Alyssa terlihat tinggi semapai.
Sudah jam 6 sore, Alyysa bergegas mengambil jaket RS Taichi RSJ832 GMX Arrow, yang dia letakan di atas kasurnya. Helm shoei X14 Marquest R93, juga Tas ransel kecilnya.
Alyssa melajukan motornya ke rumah Diana
¤
Di rumah Diana sudah ada sekitar 12 motor CBR berbagai Tipe, Andre sendiri memakai CBR600RR berwarna Merah.
Harga CBR600RR menembus 550 Juta. Tak sulit memang, bagi generasi kedua orang kaya membeli motor seharga setengah milyar.
Uang saku yang orangtua mereka berikan minimal Puluhan juta perbulan, sampai ratusan juta perbulan. Jadi mereka hanya mengumpulkan uang bulanan mereka dan bisa membeli barang yang mereka inginkan.
__ADS_1
Diana terhitung memiliki saku paling kecil, yaitu 30 juta perbulan. Orangtua Diana sebenarnya bisa memberikan lebih dari itu, namun mereka merasa itu bukanlah sesuatu yang baik jika mengajarkan anaknya menjadi boros.
Sangat kontras dengan Alyssa, sewaktu orangtua angkatnya masih hidup, dia hanya diberikan uang saku 20Ribu perharinya. Baginya itu sudah banyak saat itu.
Dan semenjak mereka meninggal, Alyssa bekerja paruh waktu di minimarket dengan gaji 1,5 sampai 2 juta perbulannya.
BROOM!!!
Sebuah motor masuk ke halaman rumah Diana, semua orang menatapnya dengan kagum saat melihat CBR1000RR terparkir di depan mereka.
Mereka lebih terkejut lagi saat Alyssa membuka Helm nya, mereka semua terpesona melihat Kecantikan Alyssa bak seorang dewi.
Bahkan Andre sendiri, yang sudah mengenal Alyssa ikut terpesona. Pasalnya sudah hampir satu tahun mereka tidak bertemu.
"Astaga, Alyssa ini kamu?" ucap Andre
"Kamu pikir siapa?" ucap Alyssa terkekeh melihat sepupu sahabatnya terkejut melihat dirinya.
"Gilaaa, kamu sangat banyak berubah, kamu semakin cantik dan seksi" ucap Andre menggerakkan tangannya melukiskan bentuk tubuh Alyssa
"Jangan naksir tapi ya, hahahaha" ucap Alyssa terkekeh
"Sstt.. Sstt.. Dre, siapa? kenalin napa" ucap pria di sebelah Andre.
"Oh iya Alyssa, kenalin mereka semua teman-temanku di Club" ucap Andre sambil memperkenalkan temannya pada Alyssa satu persatu.
"Halo Alyssa, namaku Viyan" ucap teman Andre bernama Viyan, yang tadi berdiri di samping Andre. Alyssa hanya tersenyum dan mengangguk sopan.
Sebelum mereka berangkat, mereka berdoa bersama, Setelahnya mereka memacu motor mereka secara tertib.
Viyan yang saat itu sebagai RC berada di paling depan, Alyssa berada di nomor 4. Sedang Andre yang membonceng Diana ada di nomor 5, mengawasi Alyssa dari belakang.
Setelah menempuh kurang lebih 1 jam, rombongan mereka masuk ke dalam sebuah Villa di atas bukit tempat acara berlangsung.
Begitu masuk, sudah terlihat banyaknya motor CBR yang berjejer rapi di halaman Villa, kurang lebih sekitar 300-400 motor dadi berbagai kota.
_____________
Hai, semuanya. Terimakasih atas dukungannya untuk karya novel pertama saya🙏
Awalnya saya iseng menulis novel ini, saat melihat komentar, saran dan kritik yang membangun dari kalian semua, saya merasa bersemangat menulisnya ☺
Maaf jika masih ada kesalahan dalam penulisannya. Saya akan menulisnya lebih baik lagi kedepannya.
__ADS_1
Peluk jauh dari saya 🤗🤗