Sistem Dewi

Sistem Dewi
Kenapa aku punya Papah sebodoh ini?


__ADS_3

Ruangan VVIP sangat heboh dengan suara kekaguman teman-teman Alyssa.


"Waaahhh, Ruangan ini sangat clasik dan menarik, aku seperti berada di ruangan jamuan bangsawan kerajaan" ucap salah satu gadis, melihat luasnya ruangan itu.


"Benar, lihat lukisan ini, sepertinya sangat bernilai seni tinggi" ucap yang lainnya


"Ahh, aku tahu, itu lukisan yang ada di pelelangan Ibukota 2 tahun lalu, aku disana bersama ayahku saat itu. Kalau tidak salah itu terjual 100 Milyar" ucap salah satu cowok


"Astaga 100 Milyar, itu uang yang sangat banyak" ucap lainnya


"Vas bunga juga sangat cantik sekali"


"Eh, hati-hati itu vas mahal, aku pernah lihat yang sama persis, di rumah bos ayahku. Itu harganya lebih dari satu Milyar"


"Apa satu milyar" ucap anak yang memegang vas itu lalu meletakkannya hati-hati


Alyssa dan Diana hanya menggeleng melihat kelakuan Teman-temannya itu.


Tak lama kemudian, masuk beberapa pelayan membawa troli yang penuh dengan makanan lezat yang menggugah selera.


Harga makanannya tentu saja satu porsi kecil saja sudah jutaan,sedang yang ini porsi besar dan banyak sekali.


Salah satu pelayannya adalah Aldo, dia terkejut melihat Alyssa di ruangan VVIP. lagi?? Kenapa Alyssa bisa datang ke ruangan ini sesuka hati? pikirnya


Aldo bertanya-tanya dalam hatinya, namun tidak berucap satu kata pun. Alyssa yang melihat Aldo hanya tersenyum sopan.


Mereka semua dengan sangat bersemangat menyantap hidangan lezat di depan mereka.


Canda dan tawa menghiasi ruangan itu. Semuanya bersuka cita, hal yang terjadi malam ini, akan menjadi cerita menarik dan membanggakan bagi mereka. Karena pernah makan di dalam ruangan VVIP Platinum Brilliant Hotel.


¤


Di ruangan VIP, Ridho dengan sangat sigap menyambut Wanita paruh baya yang menjabat Kepala Cabang Silver Bank itu.


Setelah menjamu dengan berbagai makanan lezat, Ridho dengan semangat mengajukan proposal pengajuan pinjaman, sebesar 10 milyar kepada kepala cabang itu.


"Saya harap pengajuan saya dapat segera Approved oleh pihak Bank anda, Bu Desi. Saya sangat berharap banyak akan hal itu" ucap Ridho dengan penuh harap.


"Pak Ridho bercanda dengan saya? Apa anda berpikir dengan mengajak saya makan malam di sini, pengajuan anda dapat Approved oleh Bank? Perusahaan anda bahkan tidak dapat mengajukan pinjaman walau hanya beberapa ratus juta" Cibir Desi


"Tapi saya sudah memenuhi semua persyaratan yang di ajukan oleh Bank, perusahaan saya juga memiliki total aset puluhan Milyar. Itu sepadan jika saya mengajukan pinjaman 10 Milyar atau lebih pada Bank" ucap Ridho


"Ya, anda memang sudah memenuhi syarat kecil. Tapi Direksi memutuskan untuk menolak. Saya permisi!" ucap Desi lalu meninggalkan Ridho yang sangat syok di buatnya.

__ADS_1


"Dasar membuang-buang waktuku saja, siapa suruh kamu bersaing dengan anak dari salah satu Direksi" Gerutu Desi


Ya, kenyataannya Ridho menjadi ancaman dari pesaing bisnisnya di bidang kuliner. Yang kebetulan anak dari salah satu Direksi di Silver Bank.


Tentu saja ajuan proposalnya akan di tolak, Desi hanya memerankan perannya untuk menerima ajakan makan malam, agar Ridho merasa senang sesaat, karena mendapatkan solusi dari jalan buntu keuangannya.


Ridho sangat terpukul saat berpikir usaha yang dia rintis dari muda itu akan segera gulung tikar. Keuangannya macet, resto tidak akan bisa beroperasi jika dana tidak segera turun. Belum lagi karyawan yang belum di gaji bulan lalu.


Enzy masuk ke dalam ruangan, Ridho yang melihat Enzy masuk pun kaget.


"Halo tuan Ridho, mohon maaf saya mendengar semua yang anda bicarakan dengan wanita barusan. Perkenalkan nama saya Enzy, saya asisten pribadi Nona Alyssa. Saya ingin menawarkan sesuatu yang bisa menyelamatkan perusahaan anda" ucap Enzy to the point


"Halo, nona Enzy. Maaf, penawaran apa itu?" tanya Ridho


"Nona Alyssa menyuruh saya menawarkan investasi pada perusahaan anda. Nona akan berinvestasi 20 Milyar" ucap Enzy


Ridho yang mendengar ini sangat kaget dan juga merasa seperti mendapat nafasnya kembali. Dia mendapat kesempatan untuk menjalankan usahanya lagi.


"Jika anda tidak keberatan, saya akan mengunjungi perusahaan anda besok. Untuk membahas kontrak yang harus di sepakati" ucap Enzy


"Tentu, tentu saja saya bersedia. Saya akan menunggu anda di kantor saya besok" ucap Ridho dengan semangat.


Dia tidak akan melewatkan kesempatan emas di depan mata. Dan ini 2x lipat dari pengajuan pinjamannya di Bank


Alyssa bangun pagi-pagi sekali, dia berjoging di taman depan dan membeli bubur ayam Bang Jali, sebelum berangkat ke sekolah.


Kini dirinya sangat populer di kalangan ibu-ibu. Dirinya selalu bertegur sapa dengan orang yang tinggal di Luxury Residence atau yang tinggal di sekitar taman.


"Eh, Neng Alyssa. Sarapan neng" ucap wanita paruh baya bernama Marni.


Marni adalah warga asli yang tinggal di perumahan dekat taman, dia sering bertemu Alyssa saat beli bubur Bang Jali.


"Iya Bi, Bibi Marni juga mau beli bubur?" tanya Alyssa sopan.


"Iya Neng, Eh Neng Alyssa kan tinggal di Luxury Residence ya, bisa nggak bantu bibi" ucap Marni


"Apa itu Bi?" Tanya Alyssa


"Promosiin Katering punya bibi, barangkali ada yang mau pesan. Bisa request isi apa saja, bisa Makanan berat atau snack" ucap Marni, sembari memberikan beberapa lembar brosur yang tertera nomer kontak Marni di bagian bawahnya.


"Nanti Alyssa bantu promosiin Bi" jawab Alyssa tersenyum


"Terima kasih Neng geulis" ucap Marni lagi

__ADS_1


Alyssa kembali ke Apartement nya, mandi lagi karena badannya penuh keringat dan segera bersiap pergi ke sekolah.


¤


Kota S


"Pah, kenapa setelah kembali dari Kota B papah sering melamun?" ucap Pria berumur 25 tahun.


Dia mendekati Papahnya yang sedang duduk di meja makan hendak sarapan, namun Papahnya itu hanya melamun saja.


"Ah, Azka... Kamu sudah siap berangkat ke kantor?" ucap Raiden


"Kenapa tanya balik, papah kenapa? Jangan bilang papah lagi mikirin usulan pernikahan papah sama tante Nimar" ucap Azka dengan raut wajah tidak suka.


"Tidak Azka, papah sudah menolak usulan pernikahan dari para tetua itu" ucap Raiden


"Baguslah kalau begitu, papah tahukan Azka tidak suka papah nikah lagi, apa lagi sama tante Nimar" Ucap Azka


Raiden juga bingung, awalnya Azka sangat lengket dengan Nimar semenjak masih kecil. Tapi sikap Azka berubah drastis sejak usianya 8 tahun, tepat 1 tahun setelah berita kematian ibunya.


"Papah bertemu dengan gadis usia sekitar 18 tahun, dia sangat mirip dengan ibumu" ucap Raiden.


Azka yang sedang mengunyah makanannya mendadak tersedak karena kaget.


"uhuukkk... Apa yang papah bilang barusan?" ucap Azka


"Minum dulu" ujar Raiden menyodorkan satu gelas air putih.


"Apa itu Alyssa? Berarti mamah juga kemungkinan masih hidup?" ucap Azka setelah meneguk air putih sampai tandas.


"Papah juga berpikir seperti itu, bahkan kebetulan namanya juga Alyssa" ucap Raiden


"Kenapa papah tidak membawa Alyssa kemari" tanya Azka


"Saat itu papah masih terkejut, dia menyelamatkan papah dari orang yang ingin menembak papah. Kejadiannya begitu cepat, Alyssa di bawa teman laki-lakinya dan Papah juga tidak tahu harus berbuat apa saat itu" ucap Raiden


"Apa Alyssa terluka setelah menolong papah? Kenapa papah jadi bodoh seperti ini, kenapa papah tidak mengikutinya, kenapa papah tidak mendekatinya dan mencari tahu kebenarannya" ucap Azka menggebu.


"Saat itu perasaan papah bercampur aduk Azka, papah tidak bisa memastikan dia Alyssa adik kamu atau bukan. Bisa saja itu hanya kebetulan mereka mirip" ucap Raiden


"Iiisshh, otak papah yang sangat jenius itu kemana papah letakan? Dia sangat mirip dengan mamah, juga memiliki nama yang sama dengan adikku yang menghilang. Bukankah itu tandanya tuhan memberikan kita petunjuk. Aaaarrgghh, kenapa aku punya papah sebodoh ini" ucap Azka


"Aku akan mencarinya sekarang, aku akan menemukan adik dan ibuku, sendiri" ucap Azka kemudian melangkah pergi keluar.

__ADS_1


"Ya, aku bodoh. Azka benar, aku harus mencari keberadaan dan menyelidiki kebenarannya" Gumam Raiden yang juga meninggalkan meja makannya.


__ADS_2