
Setelah makan, Alyssa mengambil baju dari ruang penyimpanannya, yang ia pindahkan ke tas Ranselnya.
"Ganti bajumu, agar kau tak di kenali mereka, lalu ikut aku keluar agar aman" ucap Alyssa menyodorkan bajunya pada Yana
Ukuran baju Yana kurang lebih hampir sama dengan Alyssa hanya saja Yana sedikit lebih kurus dan lebih pendek dari Alyssa.
Setelah mengganti bajunya, Yana kembali ke meja Alyssa, Alyssa kemudian memberikan masker untuk Yana untuk di pakai menutup wajahnya.
Mereka berjalan keluar tanpa di kenali 2 orang laki-laki suruhan rentenir itu.
Saat masuk di dalam mobil, Yana sangat terkejut dan tak henti-hentinya memuji mobil Sport yang sedang dia naiki sekarang. Dia memikirkan jika Alyssa pasti mewarisi kekayaan kedua orang tua angkatnya.
"Kita mau kemana sekarang?" tanya Yana
"Ke Rumah Sakit, kebetulan hari ini aku akan menengok seseorang, apa kau tidak masalah untuk ikut? " ucap Alyssa, dan Yana hanya mengangguk tidak masalah.
Sesampainya di Rumah sakit, Alyssa langsung menuju ruang rawat Rindu, namun telinganya mendengar sesuatu yang menarik dari ruangan sebelah.
Ya, itu ruang rawat inap Bianca, terdengar dari sana jika ada dokter dari berbagai cabang lain datang untuk mengevaluasi penyebab kelumpuhan Bianca yang tiba-tiba dan mencari solusi pengobatannya, namun sayangnya itu tidak berhasil di ketahui.
Alyssa menyeringai, dia merasa puas dengan apa yang menimpa Bianca, itu adalah hadiah yang indah dari Alyssa untuknya.
Yang dokter tidak ketahui, Bianca tidak akan sembuh jika bukan Alyssa yang menyembuhkannya dengan Magic Liquid.
Ceklek!
Alyssa dan Yana masuk ke ruang rawat Rindu.
Rindu, Raffi, dan ibunya senang melihat kedatangan Alyssa. Namun Alyssa tak melihat adanya Hanin. Alyssa hanya berpikir jika Hanin mungkin masih mengajar di sekolah.
"Halo, Om, Tante, Rindu" ucap Alyssa
"Jangan panggil tante, panggil saja nenek" ucap Ibu Raffi malu karena di panggil tante oleh anak seumuran Alyssa.
"itu siapa, kakak peri?" ucap Rindu menunjuk ke arah Yana.
__ADS_1
"Itu teman kakak, namanya Kak Yana" ucap Alyssa, dan Yana menganggukkan kepalanya pada semuanya sopan.
"Bagaimana kondisi Rindu sekarang?" ucap Alyssa lagi
"Berkat obat yang kamu kasih Rindu sudah pulih sekarang, tapi masih harus di cek lanjutan. Kemungkinan besok sudah boleh pulang" Ucap Raffi
"Syukurlah kalau begitu" ucap Alyssa
"Kakak peri, mana boneka Rindu?" ucap Rindu
"Besok kakak bawa bonekanya" Alyssa tersenyum pada Rindu.
"Asiiikkk, aku nggak sabar nunggu besok" ucap Rindu
semua di ruangan itu tertawa, dan bahagia melihat Rindu sudah sehat lagi.
Alyssa tak lama berada di sana, dia dan Yana kemudian pamit pada ketiganya, untuk pulang.
Sesampainya di Lobby rumah sakit, Alyssa melihat Siswanto dan beberapa orang berJas putih menghampirinya.
"Selamat siang Nona Alyssa" ucap Siswanto
"Ah itu, sebenarnya ada sedikit masalah urgent, salah satu pasien di sini ada yang menderita kelumpuhan secara tiba-tiba, semua dokter Ahli dari berbagai cabang Health Hospital ada disini untuk mengevaluasi dan memutuskan cara pengobatan yang tepat, namun belum menemukan penyebabnya dan juga cara pengobatannya" ucap siswanto
Lalu tiba-tiba Siswanto teringat sesuatu, dia menoleh ke arah Alyssa.
Dia ingat, Bosnya ini juga ahli dalam mengobati dan meracik obat, bahkan Rindu yang normalnya akan pulih paling cepat 1 minggu perawatan, namun berkat obat yang di berikan Alyssa sangat manjur, 2 hari mengkonsumsi herbal, Rindu sudah pulih.
"Nona bisakah anda..." ucapan Siswanto terpotong,
"Tidak" ucap Alyssa langsung, dia paham apa yang ingin siswanto bicarakan.
"Meskipun aku tahu cara mengobatinya, aku tidak akan melakukannya. Aku tidak melarang Dokter yang lain mencoba menyembuhkannya" ucap Alyssa
Ucapannya membuat Siswanto dan para dokter terkejut. Para dokter tidak tahu siapa Alyssa, tapi mereka yakin Alyssa punya kemampuan pengobatan yang bagus.
__ADS_1
Melihat dari seragam yang Alyssa kenakan mereka yakin Alyssa adalah jenis bidang kedokteran, itu terlihat dari cara kepala cabang Rumah Sakit yang sangat sopan dan menghormatinya, bahkan ingin meminta bantuannya.
"Nona, saya tidak tahu siapa anda. Tapi, apa anda tidak terlalu berlebihan? Jika anda memiliki kemampuan, bukankah lebih anda menggunakannya untuk menolong orang lain?" ucap salah satu dokter, yang ternyata Dokter Pandu dari Kota B.
"Saya hanya ingin membantu dan mengobati orang yang memang pantas untuk di bantu, aku punya hak untuk menolaknya" ucap Alyssa
"Anda memang punya hak untuk menolak, tapi setidaknya kita sesama manusia wajib tolong menolong tanpa membedakan orang tersebut, bukan? di mana rasa kemanusiaanmu? " ucap Pandu lagi, sedikit kurang setuju dengan pandangan Alyssa
"Yang dikatakan Dokter Pandu benar" ucap dokter yang lain
"Aku tanya padamu, apa jika ada seseorang yang berniat bahkan sudah merencanakan pembunuhan terhadapmu, dengan menyuruh orang lain melakukannya. Namun kau masih bisa selamat dari pembunuhan itu, namun kau mengalami kerugian bahkan luka secara fisik dan mentalmu. Namun orang itu tidak ada penyesalan terhadap apa yang dilakukannya bahkan tetap berharap kamu mati. Lalu kemudian kamu mendengar orang yang mencelakaimu menderita suatu penyakit dan kau sebenarnya bisa menyembuhkannya, akankah kau mau menyembuhkannya dengan alasan kemanusiaan?" ucap Alyssa
Semuanya diam, mereka semua tak bisa menjawabnya jika itu terjadi pada mereka.
"Tapi kau tidak mengalami hal seperti itu bukan?" ucap Pandu lagi.
"Aku mengalaminya, dan orang yang sedang lumpuh itu yang melakukannya terhadapku. Dia ada di ruang VIP 2 bukan? Aku mengetahui ini secara tidak sengaja karena kamarnya bersebelahan dengan kenalanku yang di rawat" ucap Alyssa
"Aku tetap membiarkan Dia dirawat dengan baik di Rumah Sakitku sendiri, dan membiarkan para medis mencoba menyembuhkannya, dengan alasan rasa kemanusianku. Lalu dimana salahnya jika aku yang bisa mengobatinya namun menolak, bukankah ini adalah hak ku dan orang lain tak bisa memaksanya" Ucap Alyssa lagi.
Semua orang di sana kaget dengan pernyataan Alyssa, Rumah Sakitku? apa artinya Health Hospital adalah miliknya? mereka bertanya-tanya.
Alyssa mengabaikan mereka lalu keluar dari rumah sakit di ikuti Yana.
Setelah kepergian Alyssa Siswanto dan para Dokter Neurologi, semua pergi ke ruangan Siswanto.
"Pak Siswanto, sebenarnya apa identitas nona itu?" ucap Dokter yang lain
"Dia adalah pemilik saham terbesar di Rumah Sakit ini, dan dia juga jenius dalam pengobatan" ucap Siswanto, semua nya tentu saja terkejut mendengarnya.
Pemegang saham terbesar Health Hospital ternyata seorang siswa berumur 18 tahun dan merupakan jenius dalam pengobatan.
Siswanto kemudian menceritakan perihal Alyssa yang mengalami kecelakaan cukup parah namun sembuh dengan cepat, bahkan bekas lukanya pun menghilang. Di tambah resep herbal untuk Rindu yang terkena Demam berdarah yang cukup parah, namun bisa di sembuhkan hanya dalam waktu 2 hari menggunakan Herbal.
Semua sontak terkejut, pantas saja Siswanto minta bantuan gadis itu, dan kemungkinan untuk pasien yang mengalami kelumpuhan itu untuk sembuh.
__ADS_1
Sayangnya pasien itu tidak beruntung, karena sebelumnya punya konflik yang sangat besar terhadap Alyssa
Mereka tidak tahu jika sebenarnya yang membuat Bianca lumpuh adalah Alyssa sendiri.