
Alvin dan yang lainnya sedang berada di sebuah restoran seafood yang terkenal dengan kepiting saus padangnya yang sangat lezat.
Mereka memakannya dengan sangat hidmat, meskipun Ayu awalnya merasa sangat canggung.
Namun semakin lama dirinya cukup nyaman dan bisa beradaptasi, karena baik Alyssa maupun yang lain sangat ramah dan welcome padanya.
Meskipun Alvin tidak berbicara padanya 1 kata pun, karena fokus perhatiannya hanya untuk nonanya tercinta.
Ayu sedikit terkekeh melihat CEO dingin seperti Alvin, sangat bucin pada nonanya yang sangat luar biasa itu.
TING!!!
Saat makan HP Alvin berbunyi, sebuah pesan masuk padanya.
Alvin kemudian melihat HP nya dan membaca pesan yang masuk.
Alvin yang awalnya selalu tersenyum ceria karena sedang berdekatan dengan wanita yang paling di cintainya itu, mendadak senyumnya memudar dan hawa di sekitar mendadak terasa dingin.
Alyssa yang melihat perubahan raut wajah Alvin setelah melihat HP nya pun bertanya.
"Ada apa Alvin?" tanya Alyssa
"Tidak apa-apa?" jawab Alvin sambil tersenyum yang dia tunjukan pada kekasihnya itu.
"Tidak masalah jika kau keberatan memberitahuku" ucap Alyssa mengangkat bahunya lalu melanjutkan ritual makannya.
Alvin dan yang lain juga melanjutkan makannya.
Alyssa sedari sejak makan tidak membuka suara sama sekali, wajahnya datar seperti tidak ada yang dia pikirkan.
Namun terasa sangat dingin, karena tanpa ada satu kata pun terucap darinya.
Bahkan Alvin yang sedang terpecah pikirannya karena pesan itu pun merasa sikap kekasihnya itu ada yang aneh.
"Ica, ada apa Hmm?" tanya Alvin menggenggam tangan Alyssa lembut saat berada di dalam mobil, hendak mengantar kekasihnya itu kembali ke perusahaan.
"Tidak ada apa-apa" ucap Alyssa setelah diam cukup lama, dan melepaskan pegangan tangan Alvin.
Alvin merasa ada yang tidak beres dengan sikap Alyssa padanya.
"Kenapa kau jadi diam sejak saat kita makan, apa ada masalah?" tanya Alvin lagi dengan lembut
"Tidak ada" ucap Alyssa singkat masih dengan memasang wajah datarnya.
"Apa aku sudah melakukan kesalahan?" tanya Alvin, dia terus merasa sikap Alyssa padanya ada yang salah.
__ADS_1
"Tidak ada" ucap Alyssa
"Doni, tolong turunkan aku di Mall depan sana!" ucap Alyssa lagi, Doni hanya mengangguk.
"Doni tolong menepi sebentar!" ucap Alvin dengan sedikit menekan
"Baik tuan" jawab Doni
Setelah mobil berhenti, Alvin menggenggam tangan Alyssa dengan Erat. Dan kembali berbicara pada Doni.
"Doni, kau keluar dulu, bawa ayu juga!!" ucap Alvin
"Baik" Doni kemudian keluar dari mobil dan Ayu mengikutinya keluar juga dari mobil.
"Ica, ada apa? Apa aku melakukan kesalahan yang tidak aku ketahui?" tanya Alvin dengan lembut
"Tidak" ucap Alyssa
"Jangan mendiamiku seperti itu sayang, jika aku melakukan kesalahan tolong beritahu aku. Biar aku sadar dan memperbaikinya" ucap Alvin
"Apa kau mempercayaiku Alvin?" tanya Alyssa
"Tentu saja" ucap Alvin yakin
"Apa kau tidak menyembunyikan sesuatu padaku?" tanya Alyssa lagi
"Dan sekarang kau mengingkarinya" ucap Alyssa
"Maksudnya? Aku menyembunyikan apa? Aku selalu terbuka padamu" ucap Alvin bingung
"Termasuk masalah Noah yang mengirimmu pesan dengan photo Larasati di dalamnya? Kau pikir aku tidak tahu? Apa kau sudah lupa jika aku bisa mengetahui apapun meskipun kau tak bilang padaku? Lalu sekarang kau merasakan kegelisahan di hatimu, dan goyah bukan?" ucap Alyssa yang membuat Alvin terhenyak sadar yang di maksud kekasihnya.
"Alvin tanyakanlah pada hatimu, sebesar apa sesungguhnya arti keberadaan aku di hatimu. Kamu punya otak kan? pikirkan itu juga!!! Bukankah aku sudah bilang aku akan membantu menemukan Wanitamu itu?? Jika aku harus memilih saat ini, aku tidak ingin punya kemampuan intuisi yang kuat, agar aku tidak terluka seperti ini" ucap Alyssa menatap Alvin tajam
Alvin memeluk Alyssa sangat erat, dalam hatinya menyusup rasa ketakutan, sangat takut.
Sangat takut menyakiti wanita di depannya, sangat takut kehilangan cintanya, sangat takut hal yang tidak dia inginkan terjadi menimpanya, dan sangat takut dengan dirinya sendiri.
"Ica, maafkan aku. Aku tidak sadar menyakitimu lagi dan lagi. Aku tidak bermaksud menyembunyikannya darimu, sungguh. Tolong jangan katakan jika dia adalah wanitaku. Wanitaku selamanya hanya kamu, tidak pernah ada yang lain. Maaf aku tidak mengatakannya padamu tentang pesan Noah dan photo Larasati yang sedang dia sekap. Aku hanya khawatir dia kenapa-kenapa, aku hanya merasa sangat bersalah dengan Ibra tidak bisa menjaga adiknya dengan baik" ucap Alvin
"Ibra menyelamatkanmu, itu adalah pilihannya. Jangan terlalu terbebani karena permintaannya. Larasati juga sudah dewasa, sudah tahu jalan mana yang dia pilih. Sekarang aku tanya jika aku dan Larasati secara bersamaan dalam keadaan bahaya, siapa yang kau pilih, untuk kau selamatkan terlebih dahulu?" ucap Alyssa
"Aku akan menyelamatkanmu tentu saja, jika kau tidak selamat, apa gunanya aku hidup" ucap Alvin yakin menggenggam tangan Alyssa erat
"Terimakasih atas jawabanmu. Kalau begitu lebih baik kita putus Alvin..." ucap Alyssa terpotong
__ADS_1
"Tidak!!! Aku bilang aku akan menyelamatkanmu terlebih dahulu, kenapa kau tetap ingin meninggalkanku" ucap Alvin bergetar meneteskan air matanya
"Sayang, Tolong lihat aku, tatap aku!! Aku menyesal sudah menyembunyikan tentang pesan itu padamu. Aku mohon jangan putuskan aku, oke!! Aku akan meninggalkan semuanya, aku tidak akan peduli dengan janjiku lagi pada Ibra.Tapi aku mohon jangan putuskan aku hmm!" ucap Alvin dengan tubuh yang masih bergetar takut.
"Tapi itu satu-satunya cara kau bisa menemukan dan menyelamatkan Larasati" ucap Alyssa
"Aku tidak peduli lagi tentang itu, tolong jangan tinggalkan aku" ucap Alvin memohon dengan sangat mengiba
Alyssa yang melihat Alvin memohon padanya, merasakan sakit di hatinya.
Dia melepas genggaman Alvin dan mengambil kertas dan pena dari dalam tasnya, lalu dia menuliskan sesuatu.
"Alvin, aku tidak serius memutuskanmu, aku tetap menjadi pacarnya. Tolong sekarang berpura-puralah jika kita putus, ada alat penyadap di dalam mobilmu" tulis Alyssa
Alvin melihat apa yang di tulis Alyssa terkejut, dia menghapus air matanya dan menatap Alyssa dengan senyum lega saat tahu Alyssa tidak serius memutuskannya.
Alvin mencubit pipi kekasihnya gemas, Alyssa hanya menahan tawanya agar tidak terdengar.
"Aku tetap ingin putus denganmu, lupakan pertunangan kita Alvin, kejar wanitaku itu" ucap Alyssa masih dalam mode aktingnya
"Tapi aku mencintaimu Ica, tolong pikirkan lagi" ucap Alvin mengikuti Alyssa
"Cintamu padaku hanya sekadar pelarian karena dulu dia menghilang, dan sekarang dia sudah kembali padamu, jadi tolong lepaskanlah aku" ucap Alyssa
Alvin dan Alyssa berbicara seakan mereka sedang berdebat untuk berpisah, padahal mereka saat ini sedang berpelukan dan berciuman dengan mesra tanpa suara.
"Anggap kita sudah selesai sampai di sini, kejarlah wanitamu itu!!" ucap Alyssa lagi
Alyssa kemudian tuan dari mobil dan menghampiri Ayu yang sangat bingung kenapa nonanya tiba-tiba turun dari mobil Alvin dan menariknya masuk ke dalam taxi.
Alyssa mengirim pesan pada Alvin setelah turun dari mobil.
"Selama kita pura-pura putus, kita tidak bisa bertemu dulu. Karena orang suruhan Noah selalu mengikutiku" tulis Alyssa
"Bagaimana jika aku kangen padamu sayang?" tulis Alvin
"Bersabarlah, sampai semuanya berjalan dengan yang kita inginkan" tulis Alyssa
"Baiklah, jaga dirimu sayang. Kamu tahu, aku sangat mencintaimu" tulis Alvin
"Aku tahu" tulis Alyssa
"Bukan Aku juga?" tulis Alvin
"Ya, aku juga" tulis Alyssa
__ADS_1
Alvin hanya tersenyum melihat jawaban kekasihnya itu. Dia tahu pasti saat ini kekasihnya itu sedang merona.
"Ah, baru di tinggal sebentar saja aku sudah rindu padanya" Gumam Alvin dalam hati.