
Di sebuah kamar di hotel Giant, Noah mendengar kabar dari Griffin. Jika pertunangan Alvin dan Alyssa berjalan dengan lancar dan tidak ada tanda-tanda Alvin memutuskan hubungannya dengan Alyssa.
Namun respons Noah kali ini hanya diam saja, tidak seperti sebelumnya yang selalu mengamuk. Saat mendengar tentang hubungan Alvin dan Alyssa, apa lagi saat ini wanita pujaan hatinya bertunangan dengan orang lain.
Griffin hanya diam, dia bingung. Dia tidak tahu apa yang sedang dalam pikiran Noah sekarang.
Begitupun apa yang sedang di rasakan Noah. Dia sendiri bingung, kenapa tidak ada rasa kesal seperti sebelumnya.
Justru bayangan senyuman Ameera, ibu dari wanita pujaannya itu sore tadi. Selalu menari-nari dalam pikirannya saat ini.
"Astaga apa yang aku pikirkan saat ini? Memikirkannya saja membuat sang bayi langsung bangun" Gumam Noah dalam hati
"Griffin, kamu sudah mendapatkan info tentang wanita yang kita temui sore tadi" tanya Noah
Griffin sangat kaget, karena tuannya yang saat ini ada di depannya. Yang malah mengalihkan pembicaraan tentang wanita pujaannya, pada wanita yang menabrak mobil mereka sore tadi.
"Sudah tuan" ucap Griffin
"Apa saja yang kau temukan?" tanya Noah
"Pernyataannya tentang dia adalah Ibu dari Nona Alyssa memanglah benar adanya. Wanita itu bernama Ameera Sastro Wardoyo, anak bungsu Hartanto Sastro Wardoyo dari ibu kota. Umurnya saat ini 46 tahun, tak seperti umurnya yang sudah hampir setengah abad. Nyonya Ameera memiliki wajah yang sangat awet muda, terlihat seperti seorang gadis berusia 20 an. Menurut informasi, itu semua di kerenakan obat yang di racik Nona Alyssa. Bukan Hanya Nyonya Ameera, namun ibu dari Alvin dan adik dari ibu angkat Nona Alyssa, juga mengkonsumsi obat yang di buat oleh nona Alyssa. Yang membuat mereka tampak awet muda" ucap Griffin
"Astaga, kalau benar aku saat ini jatuh cinta dengan dia... Apa mungkin aku mencintai wanita yang sudah beristri? Bahkan anak pertamanya saja seumuran denganku." gumam Noah dalam hati.
"Lanjutkan!" ucap Noah lagi
"Anda pernah meminta saya untuk mencari tahu bukti apa yang sedang di cari nona Alyssa bukan?" tanya Griffin
"Ya, lalu apa hubungannya dengan itu?" tanya Noah
"Itu berhubungan dengan hilangnya Nona Alyssa dan Nyonya Ameera 18 tahun yang lalu" ucap Griffin
"Maksud, kamu? tolong kamu jelaskan dengan jelas!!" ucap Noah terkejut hingga ia menegakan posisi duduknya.
__ADS_1
"Saya sudah mencari informasi tentang itu. Saya mendapatkan kenyataan yang mengejutkan. 18 Tahun yang lalu, Nyonya Ameera saat itu sedang berlibur ke kota C bersama keluarga sang suami. Namun ia mendapati suaminya selingkuh dengan sahabatnya sendiri, bernama Nimar" ucap Griffin lalu menarik nafas sebelum melanjutkan ucapannya.
"Mata-mata yang tuan suruh mengawasi nona Alyssa pernah mendengar pertengkaran Nyonya Ameera dan sang suami belum lama ini. Pernyataan nona Ameera jika dia di siksa secara terus menerus hingga cacat di wajahnya, yang menderita luka bakar dan luka di sekujur tubuhnya. Nyonya Ameera bahkan pernah terkena gangguan mental, ia menjadi gila selama belasan tahun dan di tinggalkan di rumah sakit jiwa, di ibu kota oleh salah satu pelaku. Sampai akhirnya, nyonya Ameera bertemu dengan putrinya, nona Alyssa. Dan Nona Alyssa berhasil mengobati kejiwaan ibunya dan juga mengembalikan kecantikan Nyonya Ameera seperti muda lagi" sambung Griffin lagi
"Saat ini Nyonya Ameera sudah mengajukan gugatan cerai dan hak untuk mengambil Alih kepemimpinan perusahaan Bagaskara Corp. Termasuk rumah yang saat ini Raiden tempati" ucap Griffin.
"Apa bukti itu sudah kau temukan?" tanya Noah,
Noah mengepalkan tangannya mendengar cerita Griffin mengenai Ameera.
Meskipun Noah bingung dengan perasaannya saat ini. Tetap saja, ia merasakan sakit di hatinya mendengar apa yang di alami Ameera.
Namun, tak dapat ia pungkiri. Dia merasa lega saat mendengar Ameera sudah menggugat cerai mantan suaminya.
"Maaf tuan, sayangnya saya belum belum berhasil mendapatkan bukti itu" ucap Griffin
"Perintahkan pada semua ahli, cari bukti terkait kejadian ini secepatnya!" ucap Noah
"Aku tidak mengerti dengan hatiku saat ini. Aku harus menetapkan hati dan pikiranku terlebih dahulu. Sebelum aku mengambil tindakan" ucap Noah dalam hatinya
...¤...
Hari ini Azka sudah memakai pakaian santai. Rencananya hari ini ia ingin membawa Ayu pergi berkencan.
Azka dengan senyum sumringah keluar dari kamarnya dan menuju garasi mansion yang berjejer banyak mobil
Mulai dari mobil APV untuk bolak balik pekerja membeli bahan masakan
Mercedes benz milik Enzy, Big-G milik alex, Ranger Rover milik Azka, Rolls-Royce Cullinan milik Ameera.
Dan sederetan mobil mewah lain milik Alyssa, kecuali Rara, yang menolak untuk membeli sebuah mobil, karena dirinya biasa berpergian dengan Ameera.
"Lihat mah, kelakuan anak laki-laki mamah yang sedang jatuh cinta sudah kaya orang gila" ucap Alyssa terkekeh
__ADS_1
"Biarkan saja namanya juga lagi kasmaran. He-he" ucap Ameera ikut terkekeh melihat putranya.
Azka yang tanpa sadar menjadi tontonan seluruh penghuni rumah, berjalan sambil senyum-senyum sendiri dan kadang bicara sendiri. Membuat orang-orang hanya geleng-geleng kepala.
Azka mengambil Range Rover miliknya, kemudian melajukan Mobilnya itu ke kontrakan Ayu. Sebelum tiba di sana, dia sudah menelepon Ayu terlebih dahulu.
Terlihat Ayu sudah bersiap di depan gang kontrakannya. Azka turun dari mobil terpesona melihat kecantikan Ayu, yang saat ini memakai Dress berpola bunga dengan pola sabrina. ia juga hanya memoles bedak tipis dan lipstik berwarna peach di wajah cantiknya.
"Sudah lama Hon?" ucap Azka tersenyum manis
"Baru saja mas" ucap Ayu merona malu mendengar Azka memanggilnya Honey.
"Silahkan masuk tuan putri" ucap Azka sambil membuka pintu mobil untuk Ayu.
Mereka kemudian menikmati masa kencan mereka, Azka membawanya ke pantai dan menikmati deburan ombak yang menenangkan hati.
Azka merengkuh tubuh wanita pujaannya itu dalam pelukannya dari belakang.
"Aku senang banget hari ini, bisa berkencan denganmu, kamu cantik sekali dan aku suka wangimu Honey" ucap Azka mengendus pundak Ayu yang terbuka.
"Mas, ini tempat terbuka" ucap Ayu menahan desiran halus saat hidung Azka menyentuh pundaknya.
"Biarkan saja, orang-orang sedang sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Honey, mas sangat mencintai kamu" ucap Azka setengah berbisik di telinganya, membuat wajah Ayu memerah.
Setelah mereka menikmati kebersamaan dan bermain di pantai. Azka mengajak Ayu makan siang di restoran seafood tak jauh dari sana.
Azka sebelumnya menanyakan apa yang ingin di makan Ayu, namun Ayu hanya ikut apa kata Azka.
"Kamu yakin, tidak apa-apa makan di sini? Apa kamu tidak ada alergi?" tanya Azka
"Nggak apa-apa, aku bukan tipe orang pemilih, yang penting makanannya enak" ucap Ayu.
"Baiklah Ayo kita ke sana" ucap Azka, lalu menggamit telapak tangan Ayu dalam genggamannya.
__ADS_1