Sistem Dewi

Sistem Dewi
Ocehan Ibu Negara


__ADS_3

Pagi hari tidak seperti biasanya, Alvin berangkat ke kantor mengemudikan mobilnya sendiri. Biasanya Doni pagi-pagi sekali sudah menjemputnya berangkat ke kantor. Namun hari ini Doni tidak datang menjemputnya.


Alvin hanya menghela nafasnya, dia memikirkan saat ini pasti Doni masih marah padanya. Karena mengira dirinya sudah putus dengan Alyssa.


Setibanya di kantor, Alvin melihat Doni sudah duduk di tempat kerjanya.


Melihat Alvin datang, Doni dan Nino membungkuk menyapanya sopan.


"Selamat pagi Tuan / Pak Alvin" ucap Doni dan Nino bersamaan


"Doni, ikut ke ruangan saya!" ucap Alvin


"Baik" ucap Doni


Doni pun mengikuti Alvin masuk ke dalam ruangan kerja milik atasannya itu.


"Ada yang bisa saya bantu Tuan?" ucap Doni, meskipun ia masih sangat kesal sekarang, namun dia tetap harus profesional dalam bekerja.


"Kenapa kau tidak menjemputku di mansion pagi ini?" tanya Alvin


"Maaf, saya sibuk hari ini tuan, banyak berkas yang harus saya periksa pagi ini" jawab Doni


"Baiklah, aku ingin tanya satu hal padamu. Apa kau masih marah padaku terkait masalah kemarin?" tanya Alvin


"Maaf Tuan, saya tidak bisa menjawabnya karena ini bukan masalah pekerjaan" ucap Doni


"huft, terserah kamu saja. Yang jelas aku akan mengatakannya padamu, jika aku dan Alyssa tidak benar-benar putus. Kita hanya pura-pura putus untuk sementara waktu" ucap Alvin mengklarifikasi pada Doni.


"Maksud tuan, saat ini anda masih berpacaran dengan Nona Alyssa?" ucap Doni terkejut


"Tentu saja! Tapi kenapa wajahmu terlihat sangat gugup?" tanya Alvin heran melihat raut wajah Doni


Ring! Ring! Ring!


Telepon Alvin berbunyi


"Mamah?" ucap Alvin mengangkat sebelah Alisnya saat melihat nama ibunya di layar HP nya.


Alvin kemudian melirik Doni yang sedang berdiri dan gugup.


"Maafkan aku tuan, aku tidak sengaja memberi tahu nyonya tentang masalah anda dan nona Alyssa" ucap Doni merasa bersalah


"Astaga..." ucap Alvin menepuk jidad dan menghela nafasnya

__ADS_1


"Alviiiinn!!!" teriak Sandra dari ujung telepon, sesaat setelah Alvin menekan tombol jawab di layar HP nya.


Alvin sampai menjauhkan HP nya dari telinganya, namun teriakan mamahnya masih bisa terdengar.


"Apa yang kau lakukan pada menantu kesayangan mamah, Hah?? Kau malah memilih perempuan ****** itu di bandingkan menantu kesayangan mamah yang sangat luar biasa itu?? Di taruh di mana otak kamu Viiin!!!" Teriak Sandra lagi


"Mah.. " ucap Alvin ingin menjelaskan


"Apa? Kau ingin membela Wanita ****** gila itu Hah? Dengar! Sampai kapan pun mamah nggak akan pernah merestui kamu dengan si perempuan sundel itu" ucap Sandra penuh dengan emosi 1000 Watt.


"Mah, Alvin..." ucap Alvin lagi-lagi terpotong ucapan mamahnya


"Mamah nggak mau tahu, pokoknya sekarang juga kamu harus minta maaf ke Alyssa. Mamah nggak mau kehilangan menantu terbaik mamah. Ingat Alvin, mamah nggak akan pernah restuin kamu dengan wanita selain Alyssa, camkan itu!!!" ucap Sandra lagi


"Mah.." ucap Alvin


Tut tut tut... Telepon di akhiri


"Astaga, kenapa mamah nggak kasih kesempatan buat aku ngomong sih? Aku cuma mau jelasin kalau aku dan Alyssa tidak putus sana sekali, malah teleponnya di putus. Ya Tuhaaaan!!" Gumam Alvin mengelus dadanya


Alvin kemudian menoleh melihat Doni sedang mengendap-endap keluar dari ruangan Alvin.


"Mau kemana kamu Doniii?? Setelah bikin ulah kau malah ingin kabur, kemari kau!!" teriak Alvin


"He-he Tuan, Tuan muda maafkan saya. Habisnya kemarin tuan bilang jika hubungan anda dengan nona Alyssa berakhir, jadi saya keceplosan bilang sama nyonya karena saya kesal pada anda" ucap Doni


"Bu-bukan begitu tuan, kalau saja tuan kemarin bilang jika itu hanya pura-pura, saya jadi tidak salah paham. Maafkan saya tuan muda, sungguh" ucap Doni menunduk menyesal


"Aku kemarin tidak bisa bilang jika itu pura-pura karena ada alat penyedap di mobil. Dan itu salah kamu karena lengah membiarkan orang suruhan si brengsek Noah itu bisa menaruh alat Penyadap di mobilku" ucap Alvin


"Ya Tuhan, maafkan saya tuan, saya akan memeriksa mobil sekarang. Dan menghancurkan alat Penyadap itu" ucap Doni terkejut


"Tidak perlu, yang ada nanti bajingan itu curiga. Biarkan saja!! Kita bisa ganti mobil jika memang ada masalah mendesak dan rahasia" ucap Alvin


"Baik tuan" ucap Doni


"Sekarang kamu harus di hukum Push up 100x dan potong gaji bulan ini 50%" ucap Alvin


"Tuan..." ucap Doni memelas meratapi nasibnya.


...______...


Hari senin Alvin dan Doni berangkat ke Negara J untuk pekerjaannya selama 3 hari.

__ADS_1


Sedangkan Alyssa dan Azka berangkat ke kota S untuk misi mengambil semua dokumen pernikahan, surat-surat hak milik perusahaan dan Sertifikat Rumah milik ibunya.


Noah pun menerima kabar dari mata-mata yang dia bayar jika Alyssa dan Alvin pergi di saat yang bersamaan merasa curiga.


Namun kecurigaannya tidak terbukti benar, setelah mengetahui tujuan mereka berbeda, dan sudah di konfirmasi kebenarannya dari catatan penerbangan mereka.


Alvin pergi ke negara J untuk pekerjaan, kerja sama dengan pengusaha negara tersebut.


sedangkan Alyssa bersama kakak nya pergi ke Kota S, untuk tujuannya tidak di ketahui. Namun dari data yang dia dapat dari mata-mata, ayah Alyssa berasal dari kota S.


Namun entah mengapa setelah penyelidikan, baik Alyssa maupun kakaknya tidak memiliki nama belakang bagaskara seperti ayahnya, melainkan nama Sastro Wardhoyo nama belakang ibunya.


Noah merasa tenang setelah mengetahui gadisnya tidak dalam satu tempat dengan Alvib.


Walaupun mata-mata yang ia kirim, saat ini tidak bisa mengejar Alyssa dan mengawasi Alyssa. Di karenakan Alyssa menggunakan pesawat lain dan keling kakaknya.


"Al, kamu kenapa?" tanya Azka melihat Adiknya yang sedang menghela nafas lega.


Saat ini dirinya sudah berada di dalam mobil yang Azka sewa.


"Tidak ada apa-apa. Apa kakak tahu jam berapa orang itu keluar dari rumah?" ucap Alyssa


"Ya, Bajingan itu selalu pergi ke kantor jam setengah 8. Dia selalu berangkat jam segitu, tidak pernah meleset, kecuali dia sedang dinas ke luar kota" ucap Azka


"Kalau begitu sangat pas, sekarang jam 8. Perkiraan sampai rumah setengah jam, berarti jam setengah 9. Kakak harus ingat jika kita hanya punya waktu 10 menit untuk cari semua dokumen" ucap Alyssa


"Kakak tahu" ucap Azka


"Apa alamat lengkap rumah itu?" ucap Alyssa


"Untuk apa kau menanyakannya?" tanya Azka


"Tentu saja untuk meretas semua CCTV di rumah dan di sekitarnya" ucap Alyssa


"Kau bisa meretas?" tanya Azka terkejut


"Tentu saja, adikmu ini bisa di andalkan dalam segala hal" ucap Alyssa


"Cih, sombong!" cibir Azka


"Sombong boleh asal punya kemampuan" ucap Alyssa mengangkat bahunya cuek


Alyssa mengotak atik laptop yang dia bawa, pekerjaan angka dan huruf yang tidak di mengerti, dengan cepat berjalan dan berganti pada layar.

__ADS_1


Lalu layar itu muncul beberapa video, yang tak lain adalah rekaman CCTV.


"Done" ucap Alyssa setelah berhasil meretas semua CCTV dan mematikannya selama 4 jam kedepan.


__ADS_2