Sistem Dewi

Sistem Dewi
Penyiksaan Arumi Part II


__ADS_3

#Warning BAB ini mengandung adegan penyiksaan cukup ekstrem, boleh di skip BAB ini jika tidak suka.


Adegan di Novel ini tidak patut untuk di tiru ya.


Karena ini murni cerita fiktif dari imajinasi Author semata.


..._ยค_...


Teriakan itu menggema di seluruh ruangan, bahkan para penjaga yang menjaga di sana pun bergidik ngeri. Mereka teringat, bagaimana Alyssa menyiksa Nimar dan Miko dengan kejamnya.


Dan mereka pikir, jika mainan kali ini. Akan mendapatkan siksaan yang teramat sadis juga.


"Wah, karya ku sangat bagus sekali, he-he" ucap Alyssa terkekeh


Alvin memilih untuk menyeret kursi dari luar dan membawanya masuk, lalu ia duduk menghadap ke arah lain. Karena setelah pakaian yang Arumi pakai terkoyak dan memperlihatkan bagian atasnya yang terbuka. Alvin spontan melengos, tidak ingin melihatnya karena jijik.


Namun ia tidak beranjak dari sana, karena Alyssa sudah berjanji, akan memperlihatkan efek cairan Q padanya.


"Sialaaaan kaauu Alyssaaa!!" teriak Arumi


Arumi mengayunkan kakinya yang masih bisa ia gerakkan, namun Alyssa dengan sigap menangkap dan mematahkan kedua kakinya.


KRAK!!!


KRAK!!!


"Aaarrgghhh.... Sakiiittt... " teriak Arumi menggema.


Alyssa tidak menggubris teriakan Arumi, kini dia kemudian mendekatkan belati miliknya ke wajah Arumi.


"Ma-mau apa lagi kau?" ucap Arumi ketakutan namun tidak bisa apa-apa


"Tentu saja ingin melukis di wajahmu yang sangat buruk itu" ucap Alyssa menyeringai


JLEB!!!


SREEETTT!!


"Aaaaaaarrgghhh...Cuukuuuuppp Aaakkkh... Sakiiittt" teriak Arumi lagi, sungguh kesakitan.


Alyssa menyayat wajah Arumi dengan pelan sekali, membuat Arumi merasakan sakit yang berkepanjangan di seluruh badan dan wajahnya.


"Aaarrgghh... hen-tiiikan tooo-loong Hiks" teriak Arumi memohon dan menangis.


Air matanya yang jatuh mengenai luka dataran di pipinya, membuatnya mendesis makin terasa sakit dan perih.


"Sekarang kedua tanganmu aku lukis juga ya, kamu suka kan?" ucap Alyssa


"Dasaaar Psikopat!!" maki Arumi namun tidak di guntur oleh Alyssa.

__ADS_1


SREETT!!!


Kali ini giliran tangan kanan dan kiri Arumi, di sayat pelan. Arumi terus berteriak kesakitan dan minta tolong untuk menghentikan penyiksaannya.


Namun tak ada satu kata maaf pun terucap dari mulut kotor Arumi. Sungguh, di saat nyawa di ujung tanduk, dia masih tetap arogan dan mengangkat harga diri dan gengsi terlalu tinggi.


"Cih, aku tidak akan membiarkanmu mati dengan mudah wanita gila" ucap Alyssa setelah melihat Arumi pingsan


"Yang di luar!! Bawakan air mendidih dan campuran garam dan cuka di dalamnya!" teriak Alyssa


"Baik nona" ucap Anak buah Alvin.


Tak lama kemudian anak buah Alvin membawa air mendidih dengan campuran garam dan cuka di dalamnya.


"Siram dia!" perintah Alyssa


BYURR!!!


"Auuupphhh...!!" Desis Arumi


Anak buah Alvin mengguyurkan air itu ke Arumi, sontak Arumi gelagapan dan merasakan sakit, perih dan panas di sekujur tubuhnya. Badannya kini mengepul sedikit uap, karena air itu benar-benar air yang sangat panas.


"Aaaarrrggghhhh panaaasssss, periihhhhhhh, tolong aakuuu, hiks-hiks... Sakiittt aaakhhhh" teriak Arumi


Kini tubuhnya memerah dan sedikit melepuh, terutama di bagian yang terluka, makin kian mengangah lebar.


SREETT!!!


Alyssa kemudian mengambil sebuah benda seperti balok kayu bulat dan panjang bergerigi tajam, dengan ukuran 18cm.


Dengan sadisnya, Alyssa memasukan dan mengoyak gua milik Arumi, hingga berdarah dan rusak.


"Sakiitttt Aaarrggghhh... daaasar monsterrrr biadaap, psiiikopaaattt hentikaaaannn sakiiitttttt" teriak Arumi


"Aku bukan Monster sayang, tapi aku adalah ratunya kalau kau mau tahu ha-ha" ucap Alyssa tertawa, membuat semua orang merinding termasuk Alvin ๐Ÿ˜‚


Meskipun Alvin tidak melihat, tapi dia bisa mendengar teriakan dan juga ucapan Alyssa yang membuatnya merinding disko.


"Serem dan sadis banget my Calbin, Ratu monster katanya, Ya Tuhan. Untung sayang..." Gumam Alvin dalam hati


Alyssa yang sibuk menyiksa mainannya, jadi dia tidak mendengar batinan Alvin.


"Aku hanya melakukan apa yang kamu sukai kok, kamu pasti senangkan?" ucap Alyssa dengan nada dan mimik wajah imutnya


"Ini tidak seberapa Arumi, tapi ini sebagian dari balasan karena kau! Aku dan Alvin mengalami kecelakaan, membuat keluargaku bersedih dan membuat rahimku, masa depanku hancur" ucap Alyssa kali ini dengan suara menekan dan tatapannya yang sangat tajam.


"Ah iya aku lupa, ini juga balasan untuk kamu. Aku akan membalasnya berkali-kali lipat" ucap Alyssa


Lalu Alyssa mengambil sebuah katana dari ruangan penyimpanannya. Tidak ada yang melihat kapan dan dari mana katana itu datang, yang kini sudah berada di tangan Alyssa.

__ADS_1


JLEP!!!


JLEP!!!


JLEP!!!


JLEP!!!


Berkali-kali Alyssa menusuk perut Arumi dengan katana yang ada di tangannnya, hingga menembus kebelakang, darah pun mencuat kemana-mana. Dan memercik ke tubuh dan wajah Alyssa.


Dengan brutal Alyssa terus menerus menancapkan Katana itu ke perut Arumi.


"Aaaakkhhh sakkiiit, ampuuunnn" ucap Arumi dengan suara yang kian melemah


Arumi kini sekarat, karena luka yang sangat parah di tubuhnya. Darah nya juga sudah hampir terkuras habis, membuatnya hampir hilang kesadaran dan nyaris mati.


Tidak ingin Arumi sampai meninggal, Alyssa meminumkan Pil darah pada Arumi. Hingga darah yang mengalir pun berhenti.


Arumi perlahan membuka matanya, tubuhnya kini tidak mengalami sakit. Melihat kondisinya yang sangat parah, Ia memandang ke Alyssa penuh dengan permusuhan dan juga kebencian.


Alyssa yang di pandangi begitu tajamnya hanya menyeringai dan menepuk-nepuk pipi Arumi.


"Jangan menatapku seperti itu, karena aku tidak takut sama sekali. Harusnya kamu bersyukur dan terimakasih, karena aku tidak membiarkan kamu mati dengan mudah. Kamu saat ini tidak merasakan sakit bukan? Aku terlalu baik karena menghilangkan rasa sakitmu sementara" ucap Alyssa


"Karena aku masih ingin bermain-main dengan mu, mainanku sayang. Dan kau tidak akan bisa lari dari malaikat mautmu, yaitu Aku sang ratu monster yang imut dan cantik Ha-ha" ucap Alyssa tertawa


Lagi adegan serem dan sadis, sempet-sempetnya narsis Al ๐Ÿ™„๐Ÿ˜…


"Bunuh saja aku, ja**ng!!" teriak Arumi


"Wow-wow santai bos, nggak usah ngegass juga. Sampe hujan lokal nih, haisss... Jorok sekali epribadeh" ucap Alyssa terkekeh


"Tenang saja, aku pastikan kamu mati, kok. Tapi tidak sekarang sayang, karena aku masih ingin menyiksamu, pelan-pelan" ucap Alyssa menyeringai


"Dasar psikopat gila! Ja**ng sialan! Bed*bah A*jing! Ba*i!" teriak Arumi sambil mengumpat


PLAK!!!


"Jaga ucapanmu ja**ng gila!!! Beraninya kau mengumpati wanitaku" ucap Alvin menampar Arumi


"Alvin, kenapa kau menamparku Hah? Harusnya kau membelaku, karena aku wanitamu, dan aku adalah istri masa depan mu" ucap Arumi


"Hayalanmu terlalu tinggi, Dasar Gila. Kau bilang apa tadi? Wanitaku? Apa kau tidak memiliki cermin di rumah? Oh iya kan kamu ada di ruangan penjara markas ku, mana ada cermin. Jadi mana sempat ia bercermin" ucap Alvin


"Baiklah aku kasih tahu padamu. Kamu adalah wanita yang paling menjijikkan, paling jelek, paling gila, paling menyebalkan, paling nggak waras, paling blo'on, paling tidak punya muka dan paling aku benci. Jadi buang-buang jauh pikiranmu, karena sebentar lagi kau tidak lagi menginjakkan kaki di bumi" ucap Alvin lagi


"Sudahlah Alvin tidak perlu ladenin, percuma kamu tampar dia juga. Dia tidak akan merasakan sakit selama 4 jam. Lebih baik kita ke ruanganmu sekarang Yuk, istirahat dulu. Aku juga mau mandi, ini lengket dan jijik aku terkena najis dari darah wanita gila itu" ucap Alyssa


Alyssa dan Alvin kemudian melangkah keluar. Anak buah Alvin membiarkan Arumi tergeletak di lantai tidak bisa berbuat apa-apa, karena kedua tangan dan dan kakinya sudah di patahkan.

__ADS_1


...


__ADS_2