Sistem Dewi

Sistem Dewi
Pembantaian Dark Moon


__ADS_3

BUGH!!!


Tendangan itu berhasil mengenai perut, namun bukan perut Alyssa, melainkan Arumi. Hingga membuat Arumi terpental dan terjerembab.


"Aaarrgghh!!" teriak Arumi


"Bagaimana rasanya Nona Arumi?" Ucap Alyssa mendongakkan kepalanya metap tajam arumi dan tersenyum mengejek.


"Dasar wanita sialan, Beraninya kau menendangku!" teriak Arumi


"Oh, lalu apa yang harus aku lakukan? pasrah saja, begitu? No, no, no... Itu tidak akan mungkin terjadi, kau tidak akan bisa melukaiku, meskipun seujung rambut pun" ucap Alyssa menyeringai.


"Heh, masih bisa kau berkata sombong, Hah?? Lihat dirimu, kau sedang berada di wilayah kekuasaanku. Bahkan kau sedang dalam keadaan terikat, sangat mudah bagiku menyiksa apalagi membunuhmu" ucap Arumi sambil berusaha berdiri, meskipun ia masih merasakan rasa sakit di perutnya.


"Maksudmu, ikatan ini? Ah, maaf sepertinya sudah terlepas tuh" ucap Alyssa dengan wajah polosnya, memperlihatkan tangannya yang sudah terlepas dari ikatan.


"Kau... Ba-bagaima bisa?" ucap Arumi tidak percaya. Karena beberapa saat yang lalu, Alyssa masih terikat kuat.


"Tentu saja bisa. Sekarang coba tunjukkan padaku, kehebatan dan kekejamanmu nona Arumi. Ah ya, Atau harus kah aku sebut, Ketua Organisasi pembunuh bayaran, Dark Moon" ucap Alyssa menyeringai


Arumi terkejut saat Alyssa mengetahui identitas miliknya. Jangankan Arumi, Austin pun sam terkejutnya.


"Karna kau sudah tahu sedang berhadapan dengan siapa, sudah pasti kau tidak akan bisa lepas dari kematianmu hari ini. Anak buahku sangat banyak dan aku akan membunuhmu Alyssa ja**ng, ha-ha" ucap Arumi tertawa.


"Oh ya? Lakukan lah, aku tidak sabar" ucap Alyssa mencibir.


"Apa kalian hanya diam saja, cepat serang wanita ini! Buat dia lumpuh! Tapi jangan sampai mati" teriak Arumi pada anak buahnya.


Semua anak buahnya yang ada di ruangan, sekitar 11 orang maju menyerang Alyssa. Namun Alyssa dengan santai nya duduk kembali di kursi sambil meniup jemari tangannya.


SRET!!!


SRAK!!!


SLASH!!!


DUK!!!


"Aaaaaarrrrgggghhhhh......!!!" teriakan demi teriakan dari kesebelas anak buah Arumi secara hampir bersamaan.


Setelah itu, Kepala, Tangan dan Kaki semuanya terpisah dari tubuh mereka. Darah mencuat kemana-mana, ruangan di sana tiba-tiba di penuhi darah. Suasana menjadi sepi mencekam karena yang anak buah Arumi yang ada di sana, semuanya telah mati.


Arumi dan Austin tertegun. Terlebih Arumi, dia gemetar karena teringat kepala Hendrawan yang putus tiba-tiba. Dia sekarang tahu, jika kejadian yang menimpa dirinya saat itu, ada sangkut paut dengan Alyssa.


"K-kau... Ti-tidak mungkin kau orang yang..." ucap Arumi


"Kenapa tidak mungkin Nona Arumi? Kau kaget? Bukannya dua bulan yang lalu, aku sudah memberikan hadiah paling indah padamu? Sekarang aku hanya menambahkannya. Bagaimana, apa kau suka dengan hadiah yang ku berikan?" ucap Alyssa mendekati Arumi yang terduduk di lantai.


"Ja-jangan mendekat" ucap Arumi ketakutan.


"Kenapa? Kau takut sekarang? Cih seorang ketua organisasi pembunuh bayaran, ternyata seorang penakut" ucap Alyssa masih terus melangkah ke arah Arumi

__ADS_1


"Austin, apa kau hanya diam saja? Cepat serang dia. Kau pikir kau akan selamat jika diam saja Hah??? Cepat hubungi anak buah yang lain" ucap Arumi


"Ah, ya-ya" ucap Austin linglung


Austin kemudian menekan ponselnya dengan gemetar. Dan menelepon anak buahnya yang lain agar cepat datang.


"Tama, kau habisi semua anggota Dark Moon, kecuali kedua orang ini. Aku beri kau waktu 5 menit" ucap Alyssa berhenti melangkah dan diam di tempat


"Baik, Nona" ucap Tama yang hanya bisa di dengar Alyssa


"Kau pikir kau hebat Hah? Tidak semudah itu kau menghabisi anak buahku segitu banyaknya" ucap Arumi mengejek


"Kita lihat saja nanti" ucap Alyssa


Karena selama beberapa saat, anak buah Arumi dan Austin tidak ada yang datang. Mereka berdua merasa sedikit ketakutan.


"Austin serang Alyssa! Mumpung assasin miliknya, yang tidak terlihat itu sedang tidak ada" ucap Arumi pelan


Austin mengangguk dan ia mulai menyerang Alyssa dengan belati di tangannya.


Alyssa dengan cepat tanggap menangkis hingga belati terjatuh, dia kemudian memukul tepat di rahang Austin. Hingga beberapa gigi Austin Rontok.


BUGH!!!


SET, KRAKK!!!


Alyssa menarik tangan Austin dan mematahkan tangannya.


Dia menekan Jari Austin ke belakang, satu persatu.


KRAK!!! KRAK!!!


Semua jari tangan Austin patah ke arah belakang.


"Aaaaarrggghhh, Ammpuuunnnn sakiitttt" teriak Austin


"Sakit Hah? Ini belum seberapa. Dan jangan berteriak dengan bibir bebek dower mu itu, menjijikkan!" ucap Alyssa menatap jijik


Jleb!!!


Jari Alyssa menusuk kedua mata Austin dan menarik keluar Bola mata Austin secara paksa.


"Aaaarrrrrggggghhhhh!!! Ma- matakuuuuuu" teriak Austin merasakan sakit di kedua matanya hingga wajahnya kini di penuhi darah yang keluar dari ceruk matanya.


"Itu akibatnya karena kau tidak bisa menjaga pandanganmu, dan menatapku dengan cabul. Dasar pria tua bangka sialan!!!" ucap Alyssa.


BUGH!!!


BUGH!!!


alyssa memukul perut Austin beberapa kali, hingga segumpal darah keluar dari mulutnya.

__ADS_1


DOR!!!


DOR!!!


Dua buah tembakan menggema, saat Arumi menarik pelatuk pistol laras pendek di tangannya.


Namun ia gagal menembak Alyssa, karena tingkat kepekaan Alyssa tinggi dan bergegas menarik Austin untuk menjadikannya tameng.


Austin mati seketika tembakan itu mengenai punggung dan tembus mengenai jantungnya. Satunya lagi mengenai pinggang nya.


"Yah, mati" ucap Alyssa dengan nada sedih dan bibir mengerucut. Karena salah satu mainannya mati sebelum ia puas bermain.


"Ja-jangan mendekat!!! A-atau ku tembak kamu" ucap Arumi gemetaran memegang pistol di tangannya, karena Alyssa saat ini berjalan ke arahnya.


Alyssa tidak mempedulikan Darah yang mengenai baju dan wajahnya. ia terus berjalan mendekati Arumi.


Saat Arumi ingin menarik pelatuk, Dirinya tiba-tiba pingsan. Tak lama kemudian Tama muncul di sebelah Arumi.


Ya, Tama yang memukul Arumi hingga tidak sadarkan diri.


"Kerja bagus tama. Biarkan dia di sana. Kita tunggu Alvin datang. Lalu membawa wanita gila itu ke markas untuk kita beri hadiah nanti" ucap Alyssa


"Baik" ucap Tama


"Bagaimana dengan anggota dark Moon yang lain?" tanya Alyssa


"Sudah saya bunuh semuanya, sesuai perintah Nona. Tidak terkecuali, termasuk Hewan peliharaan wanita gila ini" ucap Tama


"Kerja bagus Tama" ucap Alyssa tersenyum puas.


...


Di luar Markas Dark Moon,


Alvin dan anggota Red Eagle sudah berada di luar gerbang markas, tepat setelah 2 jam. Alvin dan yang lain masuk menerobos markas Dark Moon, untuk menyerang.


Namun mereka di kejutan oleh pemandangan yang memenuhi area luar markas. Semuanya di penuhi oleh darah, dan bagian semua tubuh di sana sudah terpotong. Entah, tangan, kaki dan kepala.


"Astaga, ini mengerikan sekali" ucap Anggota Red Eagle


"Ayo kita masuk, jangan sampai Calon istriku kenapa-napa" ucap Alvin


Mereka dengan total 30 orang belum termasuk Alvin, masuk ke dalam markas. Di sepanjang jalan, darah dan potongan tubuh, tumpah di mana-mana.


Sampai akhirnya Mereka sampai di salah satu ruangan tempat Alyssa di sekap.


BRAK!!


Pintu di buka, Alvin yang melihat Alyssa sedang duduk di sebuah bangku, dengan tubuh penuhi oleh Darah. Bahkan wajahnya terkena cipratan darah.


"Ica..!!!" teriak Alvin saking panik, ia berlari menghampirinya. Takut calon istrinya itu terluka.

__ADS_1


...


__ADS_2