
"Kalau begitu katakanlah! Aku akan mendengarkannya" ucap Alvin
"Jadi semalam hmm, lebih tepatnya menjelang pagi. Anak buah Arumi mengirim lima pembunuh level A, untuk menghabisiku" ucap Alyssa menghela nafasnya sejenak sebelum melanjutkan bicara lagi.
"Kamu tidak apa-apa kan? Tidak ada yang luka kan?" ucap Alvin tersentak dan memeriksa tubuh Alyssa setelah mendengar ucapan Alyssa.
"Isshh, aku nggak kenapa-napa. Dengerin dulu napa, belum selesai ngomong nih" ucap Alyssa kesal
"Maaf sayang aku hanya khawatir kamu kenapa-napa. Ya sudah lanjutkan, aku akan diam dan mendengarkan" ucap Alvin, Alyssa pun lanjut berbicara.
"Mereka gagal, karena sebelum mereka membunuhku, karena Tama sudah terlebih dahulu menghabisi kelima pembunuh itu" ucap Alyssa
Alvin mengeryitkan keningnya, mendengar nama asing yang di sebut oleh Alyssa. Alyssa yang melihat itu paham dan menjelaskannya.
"Tama adalah manusia ciptaan yang aku buat, dengan teknologi paling canggih dan mutakhir" ucap Alyssa
"Tama, keluarlah!" ucap Alyssa membuat Alvin mengerut heran, lalu terlonjak kaget saat Tama tiba-tiba muncul di hadapannya.
"Salam nona" ucap Tama menyapa hormat.
Alvin tertegun saat melihat wajah Tama yang terpahat sangat tampan itu. Dia melirik Alyssa dengan tatapan tajamnya. mengisyaratkan "Kenapa kau buat yang modelan tampan seperti ini?" begitu kira-kira arti tatapannya.
Alyssa memegang tengkuknya dan tersenyum kaku hambar.
" Hais, kan benar saja, pria pencemburu ini pasti tidak senang" ucap Alyssa dalam hati
Lagian mana bisa aku merombak wajah Tama, kan itu buatan sistem. Kan nggak mungkin juga aku bilang itu buatan sistem pada Alvin juga.
"Alvin, itu hanya manusia buatan yang hanya menurut padaku. Lagian nggak tiap saat ia muncul" ucap Alyssa mencoba menenangkan
"Tapi aku nggak rela kamu dekat dengan cowok lain, meskipun cowok itu hanya manusia buatan" ucap Alvin kesal
"Terserah apa katamu, aku tidak bisa mengubah yang sudah aku buat. Aku juga tidak menyangka jika ciptaanku bisa setampan ini. Tama cuma kecerdasan yang aku buat, untuk jaga-jaga hal yang tak di inginkan terjadi kedepannya" ucap Alyssa
__ADS_1
"Lagian masih lebih tampan juga kamu kali, aku juga cuma cinta sama kamu, cinta banget malah. Kenapa nggak bisa percaya sih sama perasaanku pada kamu, cemburu terus yang di gedein. Nggak mungkinlah aku suka sama cowok lain, apalagi suka sama manusia buatanku sendiri yang jelas bukan manusia. Dasar calon suami posesif" omel Alyssa tanpa sadar mengungkapkan perasaannya, membuat Alvin tersenyum dan melupakan perihal rupa Tama.
Cup!
Sebuah kecupan mendarat di bibir Alyssa, membuat sang empunya terdiam kaget.
Bagaimana dengan Tama? Ya dia diam saja, mana ngerti manusia buatan, tentang hal seperti ciuman dan sebagainya. Yang ia tahu hanya menuruti perintah tuannya, Alyssa.
"Alvin!!" ucap Alyssa sedikit teriak
"Yes, My Future wife" ucap Alvin tersenyum manis
"Kenapa kau menciumku?" ucap Alyssa kesal
"Karena aku bahagia mendengar ucapanmu yang mengatakan kamu mencintaimu dan bilang aku paling tampan" ucap Alvin terkekeh
"Ka-kapan aku bilang seperti itu? Ka-kamu salah de-denger pasti" ucap Alyssa berkilah dan gagap.
Setelah ciuman yang berlangsung lebih dari 5 menit itu terlepas, Alyssa menatap tajam Alvin.
"Maaf sayang, bibir kamu manis. Aku kecanduan karenanya, ingin menye*apnya terus menerus" ucap Alvin terkekeh
"Isshh mesum, Udah ayo lanjut lagi bicaranya, atau aku pulang aja nih" ucap Alyssa mengembungkan pipinya menggemaskan.
"Iya sayang, maaf. Lanjutkan pembicaraan tadi" ucap Alvin mencoba menahan rasa gemas pada Alyssa dan fokus mendengarkan apa yang ingin di sampaikan Alyssa.
"Aku tak ingin kamu ikut campur dengan hal menyangkut Arumi, biar aku yang menanganinya. Jangan kamu pikir aku tidak tahu, setelah kamu tahu Arumi pelakunya. Kamu menyuruh Red Eagle, untuk mencari tahu keberadaannya dan juga mencari tahu di mana markas Dark Moon bukan?" ucap Alyssa
"He-he ketahuan, emang ya aku tidak bisa menyembunyikan hal apapun darimu" ucap Alvin
"Hmm, Aku juga ingin membiarkan Arumi untuk menikmati hidupnya beberapa hari ini. karena aku juga butuh rencana dan memikirkan, hadiah apa yang akan aku berikan pada fans fanatikmu itu. Aku pastikan, dia akan senang jadi mainanku selanjutnya he-he" ucap Alyssa
"Iya iya, aku akan mengikuti semua yang kamu inginkan. Asalkan kamu janji, tidak akan membahayakan dirimu sendiri. Dan kau juga tidak aku izinkan terluka, tergores, bahkan sehelai rambutpun tidak boleh terjatuh" ucap Alvin
__ADS_1
"Lebay kamu" ucap Alyssa terkekeh
"Aku serius sayang, berjanjilah" ucap Alvin
"Ya, aku janji" ucap Alyssa
"Tapi sayang, Dark Moon bukanlah tempat sembarangan. Itu sangat berbahaya, bahkan sampai saat ini aku belum menemukan di mana markas utama mereka" ucap Alvin
"Aku sudah tahu dimana markas utama mereka" ucap Alyssa ringan
"Hah, kok bisa?" ucap Alvin terkejut
"Kau lupa, aku punya Aras yang bisa menyelidiki apapun yang tidak bisa orang lain dapatkan, bahkan sangat detail. Kalaupun tak ada Aras, aku masih sanggup mencari semua data yang aku inginkan. Karena aku juga ahli dalam meretas" ucap Alyssa yang lagi-lagi membuat Alvin terkejut.
"Banyak sekali hal yang mengejutkan dari dirimu, Ica. Kau sangat misterius di bandingkan Dark Moon ataupun organisasi terkenal lainnya di negara ini bahkan dunia. Aku bangga memiliki wanita hebat seperti dirimu, dan kau adalah milikku sayang. Dan asal kau tahu, harta, hati, jiwa dan ragaku juga segalanya yang kumiliki adalah milikmu juga" ucap Alvin dalam hati
Alyssa mendengar itu hanya tersenyum, kepercayaan pada Alvin semakin meningkat. Dan ia juga akan berjuang demi terus bersama pria yang ia cintai itu.
"Alvin" ucap Alyssa
"Ada apa lagi Hmm?" ucap Alvin membawa Alyssa duduk di pangkuan dan menghadap ke arahnya.
Alvin memeluk dan menghirup ceruk leher Alyssa, di sana ia merasa tenang.
"Tama kamu sembunyilah dulu!" ucap Alyssa, Tama yang mendapat perintah pun menurut dan menghilang tanpa jejak.
"Aku ingin membicarakan satu hal penting lainnya" ucap Alyssa
"Tentang apa? Bicarakan saja" ucap Alvin masih setia menghirup aroma tubuh Alyssa yang menenangkan
"Tentang kita, dan tentang aku yang tidak bisa memberikan kamu keturunan" ucap Alyssa, yang sukses membuat Alvin terkejut dan menatap Alyssa dengan raut wajah yang sulit di artikan dan sedikit sendu.
...
__ADS_1