Sistem Dewi

Sistem Dewi
Cara mendapatkan kapal #1


__ADS_3

Alvin masih tenggelam dalam pikirannya, ia memikirkan bagaimana caranya, ia bisa mendapatkan kapal pesiar produksi terbaru, dan besok harus sudah ada.


Ia memijat keningnya pusing, untuk harga ia tidak masalah. Berapapun mahalnya, akan ia belikan untuk wanita tercintanya. Namun jika harus ada besok, Astaga... Kepala Alvin serasa ingin pecah.


"Kenapa kamu diam saja? Kamu tidak bisa membantuku?" ucap Alyssa sedikit sedih.


Bagaimana tidak? Kalau dia tidak berhasil menjalankan misi, bisa mati dia di setrum dengan listrik bertegangan tinggi.


"Sayang, aku bisa membelikan kapal pesiar untukmu seberapapun itu mahalnya. Tapi kalau besok, kapalnya harus ada. Aku tidak bisa menjanjikannya, karena membeli kapal pesiar tidak semudah membeli mobil keluaran terbaru. Itu butuh waktu pemesanan yang memakan waktu paling lama satu tahun" ucap Alvin dengan sabar menjelaskannya.


Mendengar itu Alyssa kecewa, dia beranjak dari pangkuan Alvin. Ia mengambil tasnya dan melangkah pergi keluar ruangan, namun Alvin dengan cepat menahannya.


"Sayang, jangan ngambek dong. Beri aku waktu oke, aku akan mencari cara. Tapi aku butuh waktu paling lama 1 bulan, gimana?" ucap Alvin berusaha membujuk Alyssa.


"Kalau tidak bisa bantu nggak apa-apa. Aku nggak ngambek kok, aku cuma butuh tempat tenang untuk cari cara mendapatkan apa yang aku mau" ucap Alyssa datar


Ia tidak marah pada Alvin, hanya saja dia kesal dengan sistem yang membuat misi yang membuatnya pusing dan darah tinggi. Jadi dia memilih pergi menenangkan diri dan mencari cara lain. Dari pada ia melampiaskan marah pada Alvin yang tidak tahu apa-apa, kan kasihan.


"Kenapa kamu terburu-buru ingin mendapatkannya?" tanya Alvin


"Entah lah, kau tahu sendiri jika aku menginginkan sesuatu, harus segera aku dapatkan bukan?" ucap Alyssa dan Alvin hanya mengangguk


"Aku semalam bermimpi, menaiki kapal pesiar saat aku sudah sah menjadi istrimu. Dan kita berbulan madu di atas kapal pesiar, berlayar di lautan lepas. Aku pikir itu sangat menyenangkan, dan aku selalu terbayang saat aku bangun tidur" ucap Alyssa mengarang dengan ekspresi wajah yang berbinar, sungguh akting yang sangat menjiwai.


Mendengar kata bulan madu, semangat Alvin membara. Ia sangat tersentuh, Alyssa sudah memikirkan jauh sampai sana. Dia membayangkan waktu berdua dengan Alyssa saat honey moon nanti.


Dasar babang Pe'a, otaknya udah mikir mesum aja, nikah aja belom😂


"Kamu jangan pergi dulu, aku akan tanyakan pada Doni dan Nino. Mungkin saja mereka tahu sedikit, hmm" ucap Alvin


Alyssa hanya mengangguk. Tidak ada salahnya menunggu sebentar. Mungkin benar, bisa saja Doni atau Nino tahu sesuatu.


Alvin langsung menghubungi Doni melalui interkom, dan memintanya datang ke tangannya bersama Nino.


Doni dan Nino yang baru saja selesai mengurus penandatanganan kerja sama. Kedua sedikit mengeluh karena baru sedetik mereka istirahat, harus menghadapi Bos dingin lagi.


...


Tok! Tok! Tok!


Pintu di ketuk, lalu masuk ke dalam ruangan setelah Alvin mempersilahkan keduanya masuk.

__ADS_1


"Ada yang bisa saya bantu tuan muda/pak?" tanya Doni dan Nino serempak.


"Aku ingin tanya pada kalian. Apa kalian tahu sesuatu tentang kapal pesiar keluaran terbaru yang di produksi Jerman?" tanya Alvin


"Saya tidak tahu tuan muda. Tapi saya pernah dengar, kemarin dua buah kapal pesiar edisi terbaru sudah jadi dan di kirim ke pembeli. Setelah 11 bulan pemesanan" ucap Doni


"Apa kau tahu siapa pemilik kapal pesiar itu?" ucap Alyssa antusias


"Saya tidak tahu nona" ucap Doni, raut wajah Alyssa kembali murung.


"aku tahu" ucap Nino kemudian


Mendengar itu Alvin dan Alyssa menatap Nino. Nino yang di tatap merasa canggung dan kikuk, aneh saja di tatap oleh orang yang notabene atasannya.


"Siapa?" tanya Alvin langsung


"Nona Arabella dari Stain Company dari negara S dan juga Tuan Kenzo Okada dari Okada Group, Negara J" ucap Nino


Mendengar itu Alvin membeku seketika.


"Kenapa? Kau kenal dengan keduanya?" tanya Alyssa yang di balas anggukan kepala Alvin.


Doni dan Nino melongo tidak mengerti, sedangkan Alvin memijat pangkal hidungnya pusing.


"Nona, apa maksud anda?" tanya Doni memberanikan diri.


"Aku ingin membeli kapal pesiar milik mereka berdua. Mungkin saja salah satunya ingin melepas kapal pesiar mereka untukku" ucap Alyssa


"Hah???" Ucap keduanya kaget


Bos dan nyonya bos mereka pengen beli kapal pesiar seperti pengen beli kuaci. Gampang bener ngomongnya, kaya nggak ada beban. Sultan mah beda...


"Kenapa?" tanya Alyssa bingung


"Hmm itu, mungkin agak sulit nona" ucap Doni ragu


"Katakan alasannya!" ucap Alyssa menatap tajam pada Doni.


"Biar aku saja yang cerita" ucap Alvin menyela


"Tidak! Aku ingin Doni yang cerita. Katakan Doni!" ucap Alyssa dengan aura yang mencekam

__ADS_1


Doni merasakan dingin dan mencekam, dia menoleh ke arah Alvin. Alvin hanya menghela nafas dan mengangguk mengizinkan.


"Nona Arabella adalah putri sulung dari Ketua Stain Company dari negara S. Yang merupakan perusahaan nomor satu di negara itu. Ia tahun ini berusia 34 tahun, memiliki sifat yang sangat sombong dan suka merendahkan orang lain. Dan dia juga sudah menyukai Tuan muda sejak 2 tahun lalu, mereka bertemu saat pertemuan pengusaha sukses se Asia. Dan yang terakhir 1 tahun lalu saat pemotretan untuk majalah Forbes. Nona Arabella juga pernah menyatakan perasaannya lebih dari 10x namun langsung di tolak oleh Tuan muda" jelas Doni


"Hais, kenapa banyak yang nomplok sama kamu sih Vin. Kalau nggak cabe, ja**ng, ular. Kalau nggak yang pakaiannya model baju anak TK, kekecilan tapi di muat-muatin. Kayaknya kamu butuh di ruqyah, biar nggak di tempelin segala jenis jurig dan sekawannya" ucap Alyssa menghela nafas.


Doni dan Nino menahan tawanya mendengar ocehan Alyssa.


"Bisa saja Nona Alyssa Ha-ha" ucap keduanya dalam hati


Berbeda dengan Alvin yang tertohok di hatinya. Karena memang benar dirinya selalu di tempelin jurig, bahkan mungkin lebih dari jurig atau bisa di samakan dengan wewe dot wewe gombel dot kom. Yang selalu umbar da*a di obral sepuluh ribu dapat tiga.


"Coba aja hubungi, tuh si Anabelle, barangkali dia mau lepas tuh kapal" ucap Alyssa membuat Yang lain termasuk Alvin tertawa.


"Arabella bukan Anabelle Ha-ha... Tapi bener sih cocok juga di panggil Anabelle, mirip kelakuannya" ucap Alvin tertawa


"Udah Cepet telepon!" ucap Alyssa nggak sabar


"Iya ini mau di telepon" ucap Alvin menelepon Arabella menggunakan telepon kantor, dia tidak mau menggunakan nomor pribadinya.


"Halo, dengan siapa ini" ucap Arabella yang bisa di dengar oleh yang lainnya, karena di loudspeaker


"Halo nona Arabella, saya Alvin dari A.S.A Group. Ada yang ingin saya bicarakan dengan anda" ucap Alvin


"Oh My Godness, mimpi apa aku semalam di telepon sama my Crush. Ada apa Alvin sayang? Kau merindukanku? Ah senang deh" ucap Arabella manja, centil dan sok imut, dengan pede nya.


Alvin mendengar itu kesal dan jijik sendiri, sedangkan Alyssa hanya terkekeh geli mendengar nada bicara Arabella yang centil dan manja. Terlebih melihat Alvin yang bergidik jijik, merupakan hiburan tersendiri.


Tidakkah Alyssa cemburu?


Tidak! Karena Alyssa tahu Alvin hanya mencintainya dan juga hanya akan jadi miliknya. Tidak ada yang bisa mengambilnya, jika ada yang berani nekad, nyawa taruhannya.


Kecuali jika Alvin sendiri yang memintanya, maka saat itu juga Alyssa akan melepasnya.


Alyssa adalah tipe wanita yang akan menjaga dan mempertahankan yang pantas. Jika orang itu tidak menginginkan kehadirannya, dia tidak akan memaksa orang itu untuk tinggal.


Cinta boleh, Bodoh jangan...


pertahankan orang yang ingin mempertahankan kita. Jadi jangan terlalu tenggelam dengan nama Cinta, yang mungkin saja bisa hilang karena tertiup angin.


...

__ADS_1


__ADS_2