
Pagi-pagi sekali Raiden sudah rapih dengan pakaian kerjanya, meskipun wajahnya pucat, dengan mata yang sembab karena kebanyakan menangis.
Ia tetap memutuskan untuk tetap berangkat ke kantor, dia sengaja tidak ikut sarapan. Karena ia malas jika harus menjelaskan pada ayahnya tentang keadaannya saat ini.
Karena pasti ayahnya akan menyalahkan dirinya, bahkan menyalahkan Ameera yang sedari awal ayahnya tidak memulainya.
Hanya saja ayahnya bersikap baik dulu, karena ia menginginkan harta menantunya itu. Lalu Raiden langsung mengemudikan mobilnya itu ke kantor.
Di kediaman orang tuanya, ia tak terlihat Nimar ada di sana. Karena saat malam hari Nimar pulang ke rumahnya sendiri, karena Cinta mencarinya namun dirinya tidak ada di rumah.
Lain halnya Alyssa yang di saat bersamaan sudah berangkat ke kampusnya sendirian, karena saat ini Ayu masuk ke kantor karena tidak adanya jadwal kuliah, yang tentu saja di jemput oleh kakaknya, Azka.
"Al...." teriak seorang laki-laki memanggil Alyssa dari kejauhan, yang ternyata adalah sepupunya Rio.
"Hai kak" sapa Alyssa tersenyum pada sepupunya itu
"Ada kuliah pagi?" Tanya Rio, yang di jawab anggukan kepala oleh Alyssa
"Masih ada setengah jam lagi bukan? Kamu Udah sarapan?" tanya Rio setelahnya
"Sudah Kak, Kakak belum sarapan?" tanya Alyssa balik, yang di angguki oleh Rio
"Iya nggak sempet He-he" ucap Rio nyengir kuda
"Ya Udah yuk sarapan, Al temenin!" ucap Alyssa
"Oke" balas Rio
Kemudian mereka berdua berjalan menuju kantin. Lain halnya dengan Rio yang menyantap nasi goreng sebagai sarapannya, Alyssa hanya meminum kopi instan, karena di kantin hanya ada kopi sachet.
Melihat mereka berdua sangat akrab, mahasiswa yang lain mengira mereka menjalin hubungan.
Sampai gosip itu tersebar, di forum kampus. Hingga sampai ke telinga Bryan CS.
"Kakak dengar tante Ira akan pengadilan sama papah, kamu nggak ikut hadir?" tanya Rio sambil menyuapi dirinya sendiri makan.
"Aku akan ke sana nanti setelah selesai kelas kuliah kak" ucap Alyssa
"Kalau begitu kakak antar ya?" ucap Rio
"Lah emang kakak nggak bawa mobil? Terus juga, emangnya nggak ada kelas?" tanya Alyssa
"Mobil kakak ngadet kemaren, berangkat kuliah aja tadi nebeng sama Kak Riana, kebetulan dia mau keluar ketemu pacarnya. Kakak cuma ada kelas pagi, hari ini" ucap Rio
"Oke nanti Al tunggu di parkiran pas pulang aja kalau begitu" ucap Alyssa
"Oke Adikku yang cantik, senang deh akhirnya kakak bisa rasain punya adik" ucap Rio mengacak rambut Alyssa dengan tersenyum
__ADS_1
"Kenapa kakak nggak minta adik aja, sama om dan tante" tanya Alyssa asal ceplos
"Udah sering Al, malah nih ya, kakak Udah kirim suplemen penyubur dan panduan buat mamah dan papah. Eh ujung-unjungnya yang ada kakak malah di tabok" ucap Rio
"Emangnya panduan apa Kak?" tanya Alyssa penasaran
"Itu loh Buku Kam*sutra" bisik Rio pelan, tepat di telinga Alyssa.
"Suweee, pantas aja kakak kena tabok" ucap Alyssa tergelak tertawa.
"Kan biar semangat lagi, biar kaya pengantin baru lagi, terus belajar banyak gaya" ucap Rio masih dengan berbisik
"Ha-ha-ha, kakak tuh ada-ada aja. Sudah pasti Om dan tante lebih berpengalaman soal begitu Kak, tak perlu Kakak ajarin" ucap Alyssa
"iya juga ya Al Ha-ha-ha" tawa Rio
"Wah curiga, jangan-jangan kakak.... " ucap Alyssa memicingkan matanya tajam ke arah Sepupunya itu
"Eiiittt, eeiiittt, kakak nggak kaya yang kamu pikirkan Al, sumpah" ucap Rio panik
"hayo loohh... Emang apa yang Aku pikirin?" goda Alyssa
"Udah Ah... Yuk ke kelas, Udah waktunya masuk " ucap Rio lagi mengalihkan pembicaraan, kemudian buru-buru membayar makanannya dan minuman yang di minum sepupunya itu.
mereka jalan menuju kelas dengan di iringi gelak tawa Alyssa yang menggoda Rio, tak memperhatikan jika sedari tadi, sepasang mata menatap keduanya dengan tajam dan tangan terkepal.
Ya, itu adalah Bryan. Dia melihat wanita yang di cintainya jalan bersama laki-laki lain yang ia kenal juga, karena Rio sama populernya dengannya.
Dan sekarang ia melihat Rio sangat akrab dengan Alyssa, yang membuatnya sangat cemburu.
...¤...
Siang harinya Alyssa menunggu kakak sepupunya itu di dekat parkir, tak lama kemudian Rio terlihat sedang berlari menghampirinya.
"Sudah lama Al" tanya Rio ngos-ngos an
"Nggak kok. Oh iya, kakak yang nyetir ya" ucap Alyssa melempar kunci lembu ireng pada Rio.
Rio kemudian melajukan mobil mewah milik Alyssa keluar dari area parkir kampus.
"Si*l!!!" teriak Bryan ketika melihat keduanya sudah menghilang dari pandangannya.
"Sabar bro, mungkin mereka hanya berteman" ucap Denis menghibur sahabatnya itu.
Namun dalam hatinya, ia juga meragukan ucapannya sendiri.
Dia sangat tahu sifat Rio yang seakan anti terhadap wanita di kampusnya selama ini. Dan kini terlihat dekat dengan Alyssa, yang notabene nya, warga baru di ibukota.
__ADS_1
"Bagaimana kalau mereka beneran pacaran Nis? Gue gimana?" ucap Bryan mengusap wajahnya kasar
"Ya nggak gimana-gimana... Kan tinggal cari wanita lain" ucap Denis ringan.
"Tapi gue sudah terlanjur cinta dengan Alyssa, Nis. Lu tau sendiri, bahkan gue berusaha keras berubah dan berjuang untuk bisa sebanding dengannya. gue nggak bisa nikotin gimana jadinya, jika dia memilih yang lain" ucap Bryan frustrasi
"Udah tenang dulu, biar gue nanti tanya sama Alyssa" ucap Denis
"Ya, tolongin gue ya Nis. Gue terlalu malu jika harus menanyakannya sendiri" ucap Bryan.
"Tentu Bro" ucap Denis menepuk bahu Bryan pelan.
...¤...
Alvin sedang sibuk dengan pekerjaannya saat ini, walaupun banyak sekali yang ia pikirkan.
Termasuk kenapa Noah tidak lagi menghubunginya dan mengancam seperti biasanya.
Bahkan dari pantauan anak buah Alvin, yang saat ini memantau gerak gerik Noah pun mengatakan, jika saat ini Noah ataupun anak buahnya, tidak ada membuat gerakan apapun.
"Aneh..." gumam Alvin
Alvin menggelengkan kepala, menghalau pikirannya yang bingung dengan kelakuan rivalnya itu.
Tok! Tok! Tok!
Pintu ruangan kerja di ketuk dari luar, Doni masuk setelah ia mendengar jawaban masuk dari tuan mudanya itu.
"Tuan muda" ucap Doni
"Ada apa Doni?" tanya Alvin
"Saya sudah berhasil menemukan, siapa yang sudah mengakuisisi tambang Berlian Tjahja" ucap Doni dengan wajah yang sumringah
"Oh siapa itu? Dan kenapa wajahmu terlihat senang?" ucap Alvin heran
"Saat tuan tahu siapa milik saat ini, pasti akan senang sama seperti saya" ucap Doni
"Siapa?" tanya Alvin penasaran, siapa orang sudah berhasil melobi pemilik Tambang sebelumnya, yang terkenal alot dan keras kepala untuk di ajak bernegoisasi.
"Ini Silahkan anda lihat" ucap Doni masih dengan wajah sumringahnya, menyodorkan map berisi data terkait pemilik tambang Berlian Tjahja.
Alvin dengan sedikit malas namun ia juga penasaran, lalu membuka map itu. Seketika mata Alvin membola sebelum kemudian ia tertawa.
"Ha-ha-ha... " tawa Alvin
"Tuan, nona besar memang sangat hebat" puji Doni
__ADS_1
"Tentu saja Doni, Ha-ha-ha tentu saja calon istriku sangat hebat. Bahkan dia bisa dengan mudahnya mengakuisisi dari pemilik sebelumnya yang sangat keras kepala itu" ucap Alvin dengan senangnya.
Hanya saja Alvin tidak tahu, jika Alyssa mendapatkan itu karena sistem yang ia miliki.