
Malam harinya, Tuan besar Diningrat, Sanjaya Setyo Diningrat. Tenggelam dalam pikiran yang bercabang, hatinya sakit saat tahu anak dan cucunya memiliki konflik.
Bahkan sang anak sudah merencanakan dan melakukan tindakan pembunuhan terhadap cucu satu-satunya itu.
Terdengar suara mobil perlahan masuk ke halaman rumah dan berhenti. Sanjaya tahu jika itu adalah mobil putra sulungnya, Alaric.
Siang tadi, ia memberi tahu Alaric untuk datang ke kediaman tua miliknya. Sebagai anak yang berbakti, Alaric pun memenuhi permintaan ayahnya dan datang bersama sang istri.
"Ayah" sapa Alaric dan istrinya secara bersamaan menyapa Sanjaya dengan sopan dan hormat.
"Masuklah!" ucap Sanjaya
Keduanya pun masuk dan duduk di ruang tamu.
"Alaric kau ikut aku ke ruangan kerja" ucap Sanjaya
Meskipun bingung, Alaric tetap mengangguk dan beranjak dari duduknya, mengikuti langkah sang ayah. Sedangkan Deswita Istri dari Alaric, menunggu nya di ruang tamu.
Deswita tidak berminat ikut dalam urusan bisnis suami dan mertuanya, dan lebih memilih menikmati secangkir teh dan makanan ringan yang di bawa maid barusan.
"Ada apa ayah?" tanya Alaric saat mereka berdua sudah masuk ke ruangan kerja.
Dirinya di panggil ke kediaman tua, pasti ayahnya itu memiliki suatu hal yang penting untuk di bahas dengannya.
"Aku memiliki dua kabar, baik dan buruk. Aku memerlukan kamu untuk memberikan saran dan mengambil tindakan setelah kau mendengarnya" ucap Sanjaya serius
"Kabar apa itu?" tanya Alaric mengerutkan keningnya.
"Kabar baiknya adalah, aku sudah menemukan keberadaan putramu, Gibran. Dia sekarang di panggil dengan nama Rayhan oleh orang-orang di dekatnya" ucap Sanjaya
__ADS_1
"Benarkah? Ayah tidak bohong kan? Gibran, putraku sudah ketemu?" ucap Alaric kaget dan juga sangat bahagia mendengar kabar itu.
Bahkan jantungnya saat ini berdetak dengan cepat. Mendengar kabar bahagia tentang Putra tercintanya bersama Anggun mendiang istrinya dulu. Tentu saja Alaric tidak bisa berkata-kata untuk melupakan rasa bahagianya.
Sudah 17 tahun ia mencari keberadaan sang anak dengan berbagai cara, tak peduli harus mengeluarkan banyak uang untuk itu. Namun tetap saja hasilnya nihil, ia tidak menemukan petunjuk sama sekali.
"Tentu saja benar, bahkan ayah sudah memastikan dari bukti yang ayah terima. Bahkan wajahnya sangat mirip denganku saat masih muda. Test DNA juga mengatakan jika Rayhan adalah anakmu" ucap Sanjaya.
Test DNA yang di maksud adalah salah satu bukti yang di dapat Aras. Jadi Dulu Hendriko sempat melakukan Test DNA dengan rambut milik Rayhan dan kakaknya secara diam-diam. Dan hasilnya cocok 99,9% ayah dan anak. Dokter menyatakan jika Rayhan adalah anak kandung kakaknya.
Di data itu terlampir di rumah sakit mana Hendriko mendapatkan hasil itu. Alyssa juga melampirkan Video Hendriko menerima hasil Test itu. Banyak bukti lainnya, dari jejak digital, foto, video dan dokumen. Dan ada bukti lainnya yang sengaja Alyssa masukan ke dalam Flashdisk.
"Lalu di mana putraku sekarang, Yah? Aku ingin menemuinya sekarang juga" ucap Alaric antusias dan tidak sabar.
"Kita akan menemuinya setelah menyelesaikan kabar buruknya lainnya dulu" ucap Sanjaya menunduk
"Katakan, kabar buruk apa itu?" ucap Alaric penasaran dan ingin cepat-cepat bertemu putranya.
"Apa?? Siapa yang sudah berani mencelakai putraku??" ucap Alaric mengeram marah dan mengepalkan tangannya.
"Ayah ingin minta maaf padamu terlebih dulu" ucap Sanjaya menangis, membuat Alaric terkejut dan bingung.
"Ada apa sebenarnya ini yah? Kenapa ayah menangis?" ucap Sanjaya bingung
"Ayah bukanlah ayah yang baik, ayah gagal mendidik putra ayah" ucap Sanjaya
"Aku tidak mengerti kenapa ayah bicara seperti itu? Bagiku, ayah adalah ayah terbaik di dunia" ucap Alaric menepuk pelan pundak Ayahnya
"Maafkan ayah, ayah tidak becus mendidik Hendriko. Sampai-sampai, dia gelap mata dan berencana, bahkan sudah menjalankan rencananya untuk membunuh putramu. Maafkan ayah nak" ucap sanjaya
__ADS_1
"A-apa?? Ja-jadi... R-Rik-Riko yang hendak membunuh put-traku?" ucap Alaric terkejut,
Dadanya terasa sangat sakit mendengar kenyataan ini. Matanya memerah, Air matanya tiba-tiba saja jatuh tak bisa dia bendung lagi.
"A-apa salah putraku, ayah? kenapa Riko... " ucap Alaric menangis sambil meremas dadanya.
"Hendriko melakukannya dengan alasan, ia takut jika saham milikmu nanti jatuh ke tangan Raygan. Dan membuatnya kehilangan haknya sebagai pewaris" ucap Sanjaya berusaha untuk sedikit tenang dan menjelaskan.
"Putraku tidak salah apa-apa ayah. Dia masih kecil dan tak tahu apa-apa. Jika Riko menginginkan perusahaan, rumah atau apapun itu. Aku akan memberikan semua itu padanya, jika ia menginginkannya. Kenapa harus melakukan tindakan kriminal dengan maksud membunuh putraku. KENAPA??? Bukankah dia adalah Pamannya??? Dan Putraku adalah keponakannya" ucap Alaric berteriak.
Deswita yang di ruang tamu sampai mendengar teriakan suaminya. Dia panik dan berlari menghampiri ruangan kerja mertuanya. Namun ruangan itu terkunci dan dia terdiam, sayup-sayup mendengar percakapan keduanya.
"Memaafkan ayah, ayah yang salah Alaric, Ayah tidak mendidik adikmu dengan baik" ucap Sanjaya.
"Lalu apa yang akan ayah lakukan setelah mengetahui hal ini? Apa ayah akan membiarkannya begitu saja?" ucap Alaric dengan emosi yang menggebu.
"Ayah akan mengikuti keputusanmu. Dan Kakak angkat dari Rayhan menginginkan kita melaporkan masalah ini pada pihak berwajib. Jika tidak, ia sendiri yang akan menjebloskan Hendriko ke dalam penjara" ucap Sanjaya
"Aku setuju dengannya! Meskipun Hendriko adalah adikku, namun ini negara hukum. Segala sesuatunya harus siap di pertanggung jawabkan. Ini juga untuk memberikan pelajaran untuknya agar tahu, jika yang ia lakukan saat ini adalah salah dan berharap ia akan memperbaiki diri suatu hari nanti dan bertobat" ucap Alaric
"Baiklah, ayah akan melaporkan hal ini ke kepolisian besok. Selain itu, ada kabar buruk lainnya" ucap Sanjaya
"Apa lagi?" ucap Alaric memijat pangkal hidungnya.
"Hendriko terlibat penggelapan dana proyek perusahaan hingga 100 milyar, menerima suap dari rekan bisnis, terlibat jaringan pengedar narkoba tingkat internasional dan penyelundupan wanita pekerja se*s komersial dari kampung ke ibukota dan luar negeri" ucap Sanjaya, di ujung katanya ia tak tahan untuk menangis.
Tangisnya pecah, tubuh tuanya bergetar hebat. Sakit di hatinya sangat menyiksa.
Alaric yang mendengarnya pun terkejut lagi dan lagi, ia tidak menyangka. Jika adik kesayangannya sudah separah ini dalam menjalani hidup. Dan menimbulkan banyak masalah untuk keluarganya.
__ADS_1
Setelah membicarakan tentang Hendriko, Alaric melangkah keluar. Namun ia terkejut mendapati istrinya tengah berdiri mematung di depan pintu karena syok, atas berita yang ia dengar barusan.
...