Sistem Dewi

Sistem Dewi
Positif hamil


__ADS_3

Alyssa membawa Alvin ke ruang kerja milik Alvin yang ada di markas. Meskipun dekorasi ruangan kerja Alvin di sini, tidak sebagus ruangan kerja Alvin di kantornya atau di rumahnya. Namun itu cukup nyaman untuk bekerja dan santai.


Juga ruangan itu tidak seseram ruangan lainnya yang ada di dalam markas.


Alyssa mencoba menenangkan Alvin terlebih dahulu. Jika Alvin menyiksa Miko dengan emosinya yang sedang meluap-luap seperti sekarang ini. Alyssa takut Alvin kalap dan membunuh Miko saat ini juga.


Tidak masalah jika Miko mati, tapi yang Alyssa inginkan adalah menyiksa Miko secara perlahan namun sangat menyakitkan. Bagi Alyssa, kematian terlalu mudah untuk Miko maupun Nimar.


Dia sudah bersumpah akan membalas keduanya 100x lipat. Dan membuat mereka hidup segan, mati tak mau.


"Apa kau sudah tenang sekarang?" tanya Alyssa yang saat ini sedang memeluk Alvin dan mengelus kepala Alvin dengan lembut.


"Hmm, ini jauh lebih baik" ucap Alvin menikmati pelukan dan usapan lembut calon istrinya itu.


"Syukurlah" ucap Alyssa tersenyum


"Terimakasih sudah memenangkan ku, ica. Jika tidak, mungkin aku akan menyesal karena terlalu cepat membunuh bajingan itu, tanpa menyiksanya terlebih dahulu" ucap Alvin mengecup pipi Alyssa


"Ya, kita akan menyiksa mereka bersama-sama nanti" ucap Alyssa


"Lalu apa yang ingin kamu lakukan pada mereka selanjutnya?" tanya Alvin


Alyssa menyeringai lalu membisikkan sesuatu pada Alvin, apa yang akan dia lakukan setelah ini.


"Kau sungguh mengerikan, sayang" ucap Alvin terkekeh


"Tentu saja, apa kau baru menyadarinya? Atau kau sekarang merasa menyesal?" ucap Alyssa bercanda


"Tentu saja aku tidak menyesal, justru aku bangga dan sangat beruntung memiliki wanita hebat seperti dirimu di sisiku" ucap Alvin mencium lembut bibir manis Alyssa, yang di balas dengan lembut pula oleh Alyssa.


...¤...


Cinta saat ini mengerjapkan matanya, dia bangun dari pingsannya dengan memegang kepalanya yang masih terasa sakit, perutnya juga terasa seperti kram.

__ADS_1


"Uugghh..." gumam Cinta


Cinta melihat sekelilingnya, dia menyadari jika dirinya pingsan di ruang tamu. Dan dia tidak sadarkan diri lebih dari 4 jam. Namun tidak ada yang mengetahui kondisinya, sampai ia bangun sendiri dari pingsannya, karena tidak ada satupun orang tau dan menolongnya.


Dia kemudian duduk untuk menenangkan diri sejenak, karena pandangannya masih sedikit kabur.


"huuggh.. " Cinta merasa mual dan ia buru-buru lari menuju wastafel, dia memuntahkan isi perutnya yang kosong. Hingga mulutnya terasa sangat pahit, ketika lendir berwana kuning itu yang keluar.


Cinta membuka kulkas dan mengambil air minum dari sana. Kemudian dia mengambil roti dan selai di meja makan, untuk mengisi perutnya. Karena di sana tidak ada makanan selain roti dan bahan masakan. dan juga dirinya tidak bisa masak.


Karena merasa kepalanya masih sedikit sakit, dia memutuskan untuk pergi ke klinik untuk di periksa. Dia pun berangkat ke klinik dengan taxi online yang susah dia pesan sebelumnya.


Setelah menunggu antrean yang tidak banyak, hanya 3 orang. Giliran dia masuk ke ruangan Dokter untuk di periksa.


"Selamat malam Nona Cinta, ada ada yang bisa saya bantu?" ucap Dokter perempuan itu


"Malam Dok, sejak pagi saya terus mual-mual, kepala saya pusing dan juga saya pingsan lebih dari 4 jam, dan badan saya juga lemas" ucap Cinta pelan mamun masih terdengar jelas.


"Bulan ini, belum waktunya saya menstruasi, Dok. Biasanya saya haid mulai dari tanggal 20-25 setiap bulannya" ucap Cinta meskipun bingung dia tetap menjawabnya.


Karena hari ini tanggal 18, dokter pun mengangguk dan meminta Cinta untuk berbaring di brangkar untuk di periksa.


Dokter mengernyit, saat memeriksa perut Cinta. Dia kemudian menyuruh Cinta untuk duduk kembali.


"Nona, apa anda tidak keberatan untuk melakukan testpack untuk mengetahui hasilnya?" ucap Dokter itu lagi


Meskipun Cinta bingung, namun ia tetap menurut saja. Karena ia pikir, tidak mungkin dirinya hamil, karena dia tidak telat datang bulan.


Setelah hasil Test keluar, Dokter langsung mengatakan hasilnya pada Cinta.


"Selamat Nona, anda Hamil. Dan usia kandungan anda sudah memasuki 3 minggu" ucap Dokter, sambil memperlihatkan Testpack bergaris dua itu.


"Apa??? Saya hamil Dok?? B-bagaimana bisa? Bukannya saya tidak telat datang bulan" ucap Cinta terkejut

__ADS_1


"Ya, meskipun begitu, janin bisa di deteksi setelah 7 hari masa pembuahan. Jadi wajar jika anda di ketahui hamil sebelum periode menstruasi anda mulai. Anda bisa menunggu sampai jadwal menstruasi, akan keluar atau tidak. Jika anda kurang yakin, anda bisa datang ke dokter spesialis kandungan dan melakukan USG" ucap Dokter menjelaskan


Mendengar itu,tentu saja Cinta merasa syok. Ia sangat terkejut mendapati dirinya tengah berbadan dua. Dan yang ia kandung itu adalah anak dari ayah kandungnya sendiri.


Cinta tidak menerima apa yang dia dapatkan saat ini, dia tidak mau mengandung anak dari hasil perbuatan incest yang dia lakukan dengan Miko.


"Ya Tuhan, apa yang harus saya lakukan? Aku tidak ingin hamil dari hasil hubungan sedarah yang aku lakukan" ucap Cinta dalam hati.


Sekarang jiwanya hancur berkeping-keping, dia sendiri bingung apa yang harus ia lakukan saat ini. Ayah dan ibunya, bahkan sudah menelantarkan dia.


Cinta berteriak frustrasi, dia tidak terima atas takdir yang ia dapat, akibat dosa yang dia perbuat di masa lalu.


Di dalam rumah Miko cinta mengamuk sejadi-jadinya. Dia kini hilang akal, dia tertawa dan menangis dalam waktu yang bersamaan, kadang dia berteriak histeris, memaki Miko dan Nimar yang tega membuangnya.


...¤...


Raiden saat ini sudah berada di kediaman ayahnya. Dia mengurus sang ayah yang terkena struk.


Raiden juga tidak bisa menyewa perawat untuk merawat ayahnya, jadi dia membagi waktunya sendiri untuk mengurus ayahnya dan juga pergi untuk mencari pekerjaan di perusahaan-perusahaan besar dan kecil.


Namun sampai saat ini, dia belum ada menerima panggilan untuk interview, dari satu perusahaan pun.


Bahkan rekan bisnis yang dulu cukup dekat dengannya pun, tidak dapat membantunya untuk memberinya pekerjaan.


"Kemana lagi aku harus mencari pekerjaan, ya Tuhan" ucap Raiden dalam hati di sela ia menyuapi ayahnya makan.


Sampai detik ini, Raiden mengandalkan uang dari hasil ia menjual mobil satu-satunya yang ia miliki. Jika sampai satu bulan ia tidak mendapat pekerjaan, ia akan membuat usaha bengkel kecil-kecilan.


Ia sampai saat ini masih menyesali perbuatannya dulu terhadap mantan istrinya. Jika waktu bisa di putar, dia ingin selamanya setia dan membahagiakan wanita yang paling di cintainya itu.


Namun sayang, waktu terus berjalan, dan waktu tidak akan pernah berhenti apalagi menoleh ke belakang.


Raiden menghela nafasnya, dia mencoba untuk menerima nasib yang harus ia terima karena buah dari perbuatannya dulu.

__ADS_1


__ADS_2