
"Bodooohhh!!!! Kau sungguh tidak becus!!!" ucap Arumi marah, saat anak buahnya mengatakan jika mobil yang sudah anak buahnya sabotase, justru di pakai oleh Alvin.
"Maaf nona, itu di luar prediksi" ucap Austin
"Bagaimana jika terjadi apa-apa dengan calon suamiku, Hah??? Dasar brengsek, be*o.... Dasar An**ng!!!" ucap Arumi marah, memaki Austin
BUKK!!!
Dia menendang perut Austin dengan kencang, melupakan rasa amarahnya.
"Aaarrrggghh, Kalau ada apa-apa dengan Alvin, apalagi sampai ia meninggal. Kau akan habis di tanganku Austin!!" teriak Arumi lagi
...¤...
Alyssa saat ini melajukan motornya dengan kecepatan penuh, dia terus berdoa dalam hati untuk keselamatan Alvin.
Jika terjadi sesuatu dengan pria yang ia cintai, ia akan menyesal seumur hidupnya. Karena tanpa sengaja ia yang mendorong Alvin dalam bahaya. Karena ia yang tanpa sadar minta Alvin menggunakan mobilnya.
"Alvin aku mohon bertahanlah" gumam Alyssa
Alyssa mengendarai motornya sangat kencang, untung hari sudah jam 10 malam. Jadi jalanan tidak terlalu ramai, namun tetap saja ia terkena makian oleh pengguna jalan yang masih ada beberapa di pinggir jalan, sekedar berjalan atau ingin menyebrang. Yang mengumpatnya karena terlalu kencang membawa kendaraannya.
Tak lama ia memacu motornya, ia melihat mobil yang familier. Ia yakin itu adalah mobilnya, Mobilnya melaju dengan cukup kencang. Alyssa berusaha mengejar mobil itu.
"Alviiiinnn!!!!!" panggil Alyssa berteriak kencang setelah membuka visor helm miliknya.
Namun sepertinya Alvin tidak mendengar teriakan Alyssa, mobil itu masih berjalan dengan kecepatan yang sama.
TIN!!!
TIN!!!
TIN!!!
Alyssa terus menerus menekan klakson motor, namun tetap tidak ada respons. Kemudian ia berhasil mengimbangi kecepatan si jalu, salah satu mobil milik Alyssa, yang saat ini di pakai Alvin.
Bugh!!!
Bugh!!!
"Alviiiinnn!!!" ucap Alyssa menggedor kaca kemudi mobil.
__ADS_1
Alvin yang di dalam terkejut melihat Alyssa sedang menggedor kaca si jalu dan mengendarai motor dengan cukup kencang.
Ia mengetahui, jika itu Alyssa karena gaun yang Alyssa pakai saat ini. Alvin menurunkan kaca mobilnya setengah, karena entah mengapa kaca itu tidak bisa turun sepenuhnya.
"Ica, kamu ngapain?" tanya Alvin heran bercampur khawatir melihat wanita yang ia cintai mengendarai motornya dengan kencang.
"Alvin, Hentikan Mobilnya. Ada yang coba sabotase mobilku. Cepat hentikan!!!" teriak Alyssa sekuat tenaga.
Alvin yang mendengar itu terkejut, ia langsung menekan kopling dan juga Rem di saat yang bersamaan. Namun ia terkejut rem tidak berfungsi.
Ia mencoba buka kaca mobil, atap mobil dan juga pintu. Namun NIHIL, semuanya macet dan tidak bisa terbuka.
"*S****ial rem nya tidak berfungsi. Dan semua jalan keluar macet. Be*o, kenapa aku tidak menyadarinya dari tadi" ucap Alvin dalam hati***
Alvin memang belum menyadari ada yang salah dengan mobil yang ia pakai. Karena sepanjang perjalanan, jalanan terlihat lengang lancar. Jadi ia hanya melakukannya di atas rata-rata namun tidak terlalu kencang.
Alyssa yang mendengar itu cemas, jantungnya berdetak kencang. Saat ini ia sungguh panik, namun ia mencoba menahan untuk tidak bertindak gegabah dan berpikir jalan keluarnya.
Apalagi ia tahu, jika tak jauh di depan sana ada turunan yang cukup curam dan berkelok. Karena kediaman Aletta memang berada di pinggir selatan Ibukota, yang mana termasuk dataran tinggi.
"Ica, jangan kejar aku, bahaya!!! Rem nya blong!! Menjauhlah sayang!!" ucap Alvin memohon, ia merasa takut jika Alyssa nekat dan ikut terseret dalam kecelakaan nantinya.
"Sayang aku mohon menjauhlah!! aku tidak ingin kamu kenapa-napa. Aku janji akan selamat, Oke.." ucap Alvin meyakinkan, meski dalam hatinya ia sendiri ragu bisa selamat dari musibah ini.
"Tidak, aku akan membantumu" ucap Alyssa
Sedetik kemudian Alyssa memacu motornya lebih kencang dan mendahului Alvin cukup jauh di depan.
Alyssa meminggirkan motornya, membuka high hills yang ia pakai. Lalu melangkah ke tengah jalan tanpa menggunakan alas kaki.
"Huft, Tuhan. Tolong bantu aku!!!" ucap Alyssa berdoa, setelah mobil Alvin sudah mulai terlihat dari kejauhan.
Sontak Alvin yang melihat calon istri tercinta nya berada di tengah jalan berdiri menatap ke arahnya. Rasa takut, cemas dan khawatir meliputi Alvin saat ini.
Ia melongokan kepalanya di kaca mobil yang hanya setengah terbuka itu dan berteriak.
"Icaaa, tolong minggir, ini bahaya!!!" teriak Alvin
Alyssa yang berdiri di sana tidak bergeming, ia terus merapalkan do'a agar ia bisa menghentikan mobil itu.
Sraaakkkk!!!
__ADS_1
"Akkkkkhhh...!!!" teriak Alyssa saat ia mencoba menghentikan laju mobil dengan tangan kosong.
Ia mengerahkan seluruh tenaganya untuk menghentikan mobil itu, namun mobil itu masih terus melaju dengan kencang, dan mendorongnya. Karena jalan itu merupakan jalan menurun, jadi sangat sulit menghentikannya.
Alyssa merasakan sakit yang luar biasa pada kedua kaki dan tangannya, telapak kaki Alyssa berdarah, terluka sangat parah karena ia tidak memakai alas kaki saat ini. kedua tangannya pun lecet berusaha mendorong mobil.
"Icaaa!!! Apa yang kau lakukan. Ya Tuhan!! Kenapa kau lakukan ini Hiks..." ucap Alvin
Saat ini perasaan Alvin kalut, bergejolak campur aduk. Melihat Alyssa sedang berjuang untuk menghentikan mobilnya.
"Sayang, tolong hentikan!!! Ke-kenapa kau membahayakan dirimu sendiri!!! Hiks, jika terjadi apa-apa padamu, aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri" teriak Alvin, menahan rasa sakit di dadanya, saat melihat ekspresi Alyssa menahan rasa sakit dan berusaha mendorong mobil yang terus melaju kencang.
Alyssa tersenyum saat matanya bertemu dengan mata penuh rasa khawatir Alvin, ia melihat Alvin menggelengkan kepalanya. Menyuruhnya untuk berhenti.
Namun bukan Alyssa namanya jika ia menyerah begitu saja. Alyssa berusaha mengeluarkan semua usaha yang ia bisa, sebelum mobil masuk ke tepian tebing, yang terdapat jurang yang tidak terlalu tinggi itu, hanya 5 meter.
Namun meskipun begitu, Alyssa tidak ingin mengambil resiko meskipun jurang itu tidak terlalu tinggi.
Alyssa menghembuskan nafasnya, sebelum ia mengalirkan semua kemampuan yang ia miliki.
"Hiyaaaaaaa!!!!" teriak Alyssa menekan mobil dengan seluruh tenaga yang tersisa. Dan ia berhasil, mobil saat ini sudah memelan dan berhenti, tepat di bibir terbing.
Jantung Alvin berdegub dengan cepat, ia terkantuk kemudi mobil saat mobil berhenti secara mendadak. Yang membuat dahinya sedikit luka dan berdarah. Namun ia hanya merasakan sedikit sakit dan masih dalam kondisi sadar.
Ia merasakan Mobil sudah berhasil berhenti, ia melihat ke depan, Alyssa tersenyum padanya.
"Syukurlah kamu selamat, sayang!" ucap Alyssa, dengan banyaknya keringat yang mengalir di wajahnya, bahkan bibirnya terluka karena ia gigit, agar kesadarannya tetap bertahan.
Namun kondisi luka di kakinya membuat dia tidak bisa berdiri dengan tegak, tubuhnya lemas, tenaganya terkuras.
Saat itu pula, ia terperosok ke dalam jurang dan terjatuh.
"Aaakkkkhhhh!!!" teriak Alyssa saat ia terjatuh dengan posisi terlentang ke dasar jurang.
"Icaaaaaa!!!!" teriak Alvin saat melihat Alysaa terjatuh
Dia berusaha membuka pintu mobil, membuka kaca mobil dan juga atap mobil. Namun sia-sia saja karena itu tidak bisa terbuka.
Alvin kemudian mencari benda yang bisa memecahkan kaca, Lalu ia menemukan pekakas di sana, dan berusaha memecahkan kaca mobil.
"bertahanlah sayang, aku mohon!!!" ucap Alvin dengan tubuh bergetar, ia berusaha untuk memecahkan kaca mobil.
__ADS_1