
Mendengar cerita Ameera, baik Alyssa ataupun Azka sangat geram. Apa yang telah dilakukan Nimar dengan menyiksa Ameera, membuat emosi keduanya mendidih.
Meskipun Alyssa sudah tahu garis besar rahasia mamahnya, namun dirinya tetap terkejut dan merasakan sakit, saat mendengar cerita sebenarnya.
Mereka berdua juga tidak menyangka, Seorang Raiden, yang notabene nya adalah ayah kandung mereka.
Sekaligus suami dari Ameera, bisa berbuat hal memalukan yang amat menorehkan luka yang dalam bagi ketiganya.
Pengkhianatan bagi seorang Alyssa adalah hal yang tidak bisa di maafkan. Begitu pula yang di pikirkan Azka.
Alyssa akan membalas sampai hal paling terkecil yang telah mereka lakukan, terhadap orang-orang yang dia sayangi.
Dia akan melakukan segala cara untuk mendukung keputusan ibunya. Membalas perbuatan Nimar dan juga Raiden, Meskipun Raiden adalah ayah biologisnya.
"Aku akan menemui bajingan tua dan wanita ular itu, Beraninya mereka berbuat seperti ini pada mamah!!!" ucap Azka dan berdiri hendak beranjak pergi, dengan penuh emosi yang meluap.
Alyssa menghentikannya dengan memegang pergelangan tangan Azka.
"Kak jangan gegabah!! Aku juga sama marah dan emosi seperti dirimu. Tapi kita harus mendengarkan mamah bicara dulu sampai selesai. Aku tak akan menghalangimu untuk membalas perlakuan mereka, setelahnya. Tapi jangan sampai emosi membutakan matamu dan pikiranmu, Kak. Pikir dulu sebelum bertindak, jangan sampai kamu sendiri yang rugi karena emosi itu. Kakak tenang saja, aku akan membantumu untuk membalasnya nanti, kakak percaya padaku, bukan?" ucap Alyssa
"Maaf, aku terbawa emosi. Kamu benar Al, aku tak boleh gegabah. aku akan mendengarkanmu dan kita akan membalas mereka bersama-sama" ucap Azka kemudian duduk kembali.
"Itu baru kakakku" ucap Alyssa menghela nafasnya dan menepuk punggung kakaknya pelan.
"Mah, sekarang apa rencana mamah. Apa mamah tetap ingin menggugat cerai Tuan Raiden? Dan membalas mereka? Al akan mendukung semua keputusan mamah" tanya Alyssa, dirinya entah mengapa merasa jijik untuk mengucapkan kata papah lagi pada Raiden
"Ya, mamah akan tetap menggugat cerai. Perasaan mamah terhadapnya sudah hilang setelah apa yang dia lakukan padaku waktu itu. Tentu saja mamah ingin membalas rasa sakit baik fisik dan mental. Juga penderitaan kita yang sudah terpisah lama. Namun sebelum itu, mamah ingin kalian merebut hak perusahaan dan rumah yang dulu kita tinggali. Itu semua adalah atas nama mamah, dan bukan harta bersama. Karena itu semua adalah hadiah dari kakek kalian. Tapi kita butuh pengacara untuk mengurus masalah ini, agar bisa di proses cepat" ucap Ameera
"Untuk pengacara mamah tenang saja, biar Al uang mengurusnya. Dan masalah balas dendam aku akan memikirkan rencananya, aku harus mencari titik kelemahan mereka terlebih dahulu" ucap Alyssa
"Kakak percaya padamu Al, Kita harus membuat mereka hidup segan mati tak mau. Jangan sampai mereka lolos" ucap Azka
"Sudah, yang terpenting kita sudah berkumpul bersama lagi. Kita nikmati kebersamaan kita yang sempat terlewati, jangan biarkan orang tak penting mengganggu kebahagiaan kita sekarang" ucap Alyssa tersenyum
"Yang di katakan adikmu benar. Membalas mereka hanya membutuhkan waktu, tapi kebersamaan kita begitu berharga untuk di lewatkan" ucap Ameera tersenyum dan memeluk kedua anaknya.
_________
Sabtu Siang, Alyssa sudah selesai bersiap-siap untuk kembali ke kota M. Di mana besok, Fransiska akan menggelar acara fashion show disana.
Karena Alyssa sudah berjanji untuk datang. maka hari ini, dia bersama dengan Alvin, Doni, Ameera, juga Rara yang ia tugaskan untuk melindungi ibunya sekarang. Menaiki pesawat jet pribadi milik Alvin.
__ADS_1
Setelah sampai di Kota M, mereka menuju ke Brilliant Hotel. Di mana sudah lama Alyssa tidak mengunjunginya.
Suasana dan dekorasi di Brilliant Hotel sekarang sangat berbeda, terutama banyaknya karyawan baru.
Alyssa sudah menelepon Retno, dan dia akan segera sampai di hotel dalam 10 menit.
Karena sebenarnya hari ini Retno sedang mengambil liburnya, namun kedatangan Bosnya tidak bisa dia abaikan.
Alyssa melihat Ada 2 orang yang sedang sedikit berdebat dengan resepsionis baru.
Setelah melihat kedatangan Alyssa, salah satu dari resepsionis menyapanya dengan sopan.
"Selamat siang Nona, ada yang bisa saya bantu?" ucapnya
"Siang, tolong siapkan 3 kamar presiden suite No. 0318, 0319, 0320 dan 0321" ucap Alyssa
Dia memesan kamar khusus yang hanya di sediakan untuk keperluannya dan tidak di buka untuk umum.
Kamar itu terletak di lantai paling atas dan hanya ada 4 kamar di lantai tersebut.
Resepsionis baru yang mendengar Alyssa menyebutkan nomer kamar itu, terlonjak kaget.
Karena dia tahu kamar tersebut adalah kamar khusus untuk pemilik hotel dan tidak di buka secara umum.
"Maaf, untuk menyucikan data, boleh saya minta kartu identitas anda Nona?" ucap Resepsionis itu sopan.
Jika benar wanita di depannya adalah Bos nya, dia akan memberikan kartu akses kamar tersebut.
Menurut peraturan di Hotel, hanya 2 orang saat ini yang boleh mengakses kamar tersebut. Yaitu Alyssa sebagai pemilik Hotel, dan juga Enzy selaku asisten pribadi sekaligus tangan kanan Alyssa.
"Apa kamu sudah memesan kamarnya?" ucap seorang wanita berumur sekitar 25 an yang datang bersama seorang pria berumur 30 an, tiba-tiba menyela sebelum Alyssa menjawabnya.
Dia bermaksud ingin bernegosiasi untuk memberikan mereka 1 kamar, dan mereka akan mengganti uang yang Alyssa keluarkan.
"Aku tak perlu memesan, karena aku sudah punya kamarku sendiri" Jawab Alyssa apa adanya.
"Kamar sendiri? Apa-apaan ini? Hai kamu, Aku yang datang duluan tidak bisa mendapat kamar, karena kau bilang semua kamar sudah penuh. Kenapa wanita ini bisa dapat kamar walaupun sebelumnya dia tidak memesannya?" teriak wanita itu marah-marah sambil menunjuk jarinya ke arah Alyssa dan resepsionis bergantian.
"Turunkan jari busuk anda dari calon istriku!!" ucap Alvin dengan nada yang mengintimidasi.
Wanita itu melirik ke arah Alvin hendak memaki, namun setelah melihat ketampanan Alvin dia malah tersipu dan tersenyum malu-malu.
__ADS_1
Sontak ini membuat Alvin merinding di buatnya, yang membuat Alyssa menahan tawanya melihat kekasihnya merinding, hanya karena melihat kelakuan wanita di depannya itu.
Sedangkan pria yang di samping wanita itu merasa geram, dan berkata.
"Cih, Kenapa kau malah senyum-senyum tidak jelas di depannya, kau suka padanya? Dan kalian, kalian pikir kalian siapa bisa seenaknya meminta kamar tanpa booking terlebih dahulu? Aku yang keponakan pemilik Hotel ini saja tidak bisa mendapatkan kamar, karena resepsionis bilang kamar di sini sudah penuh" ucap pria itu sombong
"Dan kalian hanya resepsionis, berani sekali kalian padaku. Lihat saja, aku akan membuat kalian segera di pecat!" ucapnya lagi
"Maaf sayang, aku khilaf barusan" ucap wanita itu tersadar, setelah mendengar perkataan pria di sampingnya.
"Kamu keponakan pemilik Hotel ini?" tanya Alyssa mengangkat alisnya mendengar ocehan pria di depannya itu.
"Ya itu benar, aku keponakannya. Saya saja tidak bisa, jadi kalian tidak bisa seenaknya meminta kamar yang jelas belum kalian pesan" ucap nya lagi, meskipun sebenarnya dia juga terpana melihat kecantikan Alyssa.
"Ha-ha-ha" Baik Alyssa maupun Alvin tertawa terbahak-bahak mendengar itu.
"Apa Kak Azka punya anak setua ini, Ca?" tanya Alvin di sela tawanya
"Nanti akan aku tanya saat aku sudah pulang ha-ha-ha" jawab Alyssa masih tertawa
"Kalian menertawakanku Hah??? Beraninya kalian!!! aku akan minta pada pamanku, pemilik hotel ini untuk memblacklist kalian semua" ucap pria itu marah
"Sejak kapan aku berubah gender??" tanya Alyssa setelah terdiam dari tawanya, dan menatap pria di depannya dengan tatapan tajam.
Membuat pria itu merinding melihat tatapan itu, dan tanpa sadar mundur 2 langkah ke belakang.
"Ada apa ini?" ucap Retno yang baru saja datang.
Melihat Manajer umum mereka datang, resepsionis itu terkejut dan mengangguk sopan, menyapa.
"Nona, maaf saya terlambat" ucap Retno menyapa dengan hormat pada Alyssa.
"Siapa kamu?" ucap pria itu lagi
Retno menoleh ke arah pria dan wanita lain di di belakangnya.
"Saya Manajer umum di sini" tanya Retno datar
Saat masuk Retno sudah mendengar samar-samar orang berdebat.
saat mengetahui salah satunya adalah Bosnya dia bergegas untuk datang.
__ADS_1
Pria itu mendengar bahwa Retno manajer umum di hotel, terlihat terkejut. Namun sebisa mungkin dia bersikap tenang.