
Noah saat ini sedang menemani sang istri, mengecek persiapan pernikahan sang putri. Sandra sudah berada di lokasi yang akan di jadikan tempat resepsi pernikahan Alyssa dan Alvin.
Ameera dan Sandra yang sangat antusias dengan pernikahan ini, rela mengurus semua persiapan sampai hal terkecil sekalipun.
"Akhirnya sebentar lagi kita akan jadi besan, Ira" ucap Sandra antusias dan senang.
"Iya mba. Aku juga senang bisa punya menantu seperti Alvin, aku harap keduanya bisa bahagia" ucap Ameera tulus dan berbinar
"Aku harap juga seperti itu" ucap Sandra memeluk lengan calon besannya dan melihat-lihat sambil mengobrol.
Mereka mengobrol berdua, mengabaikan Noah yang paling tampan sendiri, karena hanya dia seorang laki-laki di sana.
Namun dengan sabar Noah tetap duduk diam, memperhatikan dua wanita cantik yang sedang asik dengan dunia perkewanitaan.
...
Di sisi lain di ibukota seorang pria bersembunyi di sebuah gedung terbengkalai di sudut kota utara perbatasan dengan laut.
Pria itu tak lain adalah Hendriko, ia mengeram kesal karena salah satu bawahannya yang ia percaya tidak dapat di hubungi.
Saat penggrebekan polisi di kediamannya, ia kabur melalui jalan lain di belakang rumahnya. Ia menyangka jika polisi datang karena perbuatannya sebagai salah satu bandar dan pemakai Narkoba. Atau keterlibatannya atas pemasok wanita PSK, tercium oleh polisi.
Sebenarnya tebakan Hendriko itu tidak sepenuhnya salah. Salah satu alasan polisi bertindak cepat melakukan penangkapan dan penggrebekan. Salah satunya adalah ia sebagai salah satu dari jaringan pengedar narkoba terbesar di negara ini.
Namun yang paling utama adalah kasus pembunuhan berencana dan juga penggelapan dana perusahaan dan serta pajak. Namun ia tidak menyadari itu.
"Sial, kenapa Reno tidak bisa di hubungi! Apa dia tertangkap oleh polisi? Sial-sial, sungguh sial... Yang terpenting, aku harus kabur dulu dari sini, sampai situasinya kembali kondusif" Gumam Hendriko pada dirinya sendiri.
Meskipun sedikit jijik, karena harus berada di gedung yang kotor dan tak layak. Ia tidak memiliki pilihan lain, ia harus menahan diri agar tidak keluar, sebelum malam tiba.
Karena rencananya, ia akan kabur dari ibukota melalui jalur laut malam ini.
Wusshh!!!
Angin menerpa dirinya, Hendriko memegang tengkuknya dan meringsut ketakutan. Bayangan teror arwah Rayhan menakutinya, ia takut jika arwah Rayhan mengikutinya sampai ke tempatnya sekarang berada.
"Nggak mungkin tuh setan dateng, kan? Astaga, kenapa sial banget hidupku sekarang" ucap Hendriko.
KLOTAK!!!
Tiba-tiba salah satu barang terjatuh, membuat Hendriko terkejut dan menoleh ke sumber suara. Tubuhnya gemetar ketakutan, ia pikir jika hantu Rayhan saat ini sedang mengintai dirinya.
__ADS_1
Cit! Cit!
Suara tikus terdengar, Hendriko menghela nafas lega.
"Syukurlah, Ternyata cuma tikus" monolog Hendriko.
Pada dasarnya, perbuatan jahat yang ia lakukan, membuat perasaan takut terkadang muncul dalam hatinya. Entah itu karena menyesal, atau karena tidak ingin tindakannya di ketahui oleh orang lain.
Wusshh!!!
Sebuah bayangan hitam dan angin menerpa tubuh sebelah kirinya. Perasaan itu kian menguat karena ia melihat sendiri bayangan itu melintas di antara kegelapan ruangan yang tersamar karena cahaya dari celah atap dan jendela yang terbuka.
Tak! Tak! Tak!
Suara langkah kaki terdengar kian mendekat, Hendriko bersembunyi di antara kursi yang bertumpuk di sampingnya.
Ia melihat jelas sosok pria yang tidak bisa ia lihat wajahnya karena membelakangi cahaya dari celah jendela, mendekat ke arahnya dengan pelan.
"I-itu orang apa hantu?" Gumam Hendriko dalam hati
Ia menahan nafasnya, sesaat orang itu mendekat hanya berjarak dua langkah darinya.
BRAK!!!
"Aaaahhh" teriak Hendriko terkejut.
"Si-siapa k-ka-kamu?" tanya Hendrik dengan gagap karena ketakutan.
Sosok itu hanya diam dan berjalan mendekati Hendriko yang tengah meringkuk di sana.
"Ja-jangan mendekat!" teriak Hendriko
BUGH!!!
Sebuah pukulan mengenai leher belakang Hendriko yang refleks menutup mata dan meringkuk melindungi kepalanya. Setelah melihat sosok itu hendak memukulnya.
Namun pukulan itu mengenai tengkuk nya dan membuat Hendriko pingsan.
Sosok yang tak lain adalah Tama itu, mejambak rambut Hendriko yang sedikit panjang itu kemudian menghilang. Sedetik kemudian ia muncul kembali di sudut gang dekat kantor polisi.
Ia berjalan sambil menggendong Hendriko seperti karung beras, dan meletakannya di depan petugas kepolisian yang sedang piket saat itu.
__ADS_1
"Saya mengantarkan buronan yang kalian cari" ucap Tama
"Saya permisi" ucap Tama tanpa menunggu jawaban polisi, kemudian ia pergi.
Polisi itu mengejar Tama ke depan, namun ia kehilangan jejaknya. Polisi itu kemudian berbalik untuk mengecek Hendriko yang tengah tak sadarkan diri itu, polisi terkejut saat melihat wajah Hendriko.
Buru-buru ia berjalan dan menelepon seseorang.
"Halo, komandan. Saya Bripda Sandi dari distrik 4 ibukota Utara. Saya menemukan buronan 340, 111-116, 297, 372-377, Atas nama Hendriko Setyo Diningrat. Sekarang tersangka sedang tidak sadarkan diri, dan saya akan masukannya ke penjara lapas Distrik 4 sementara waktu. Sebelum tim pusat datang untuk mengambil alih" ucap Bripda Sandi
"......"
"Siap komandan" ucap Bripda Sandi kemudian menutup teleponnya.
Ia langsung membawa Hendriko yang masih pingsan ke lapas sementara di sana.
"Sepertinya hari ini keberuntunganku. Karena hal ini, bukankah kemungkinan promosi jabatanku semakin cepat terjadi" monolog Bripda tersenyum.
...
Di Ruangan VIP Briliant Hotel, kota M.
Alyssa dan Alvin tengah menikmati jamuan dengan tamu, yaitu para rekan bisnis Alyssa. Di sana ada Erlan, Retno, Rangga, Hilman, Hesti, Putra, Rita dan yang lainnya.
Mereka semua di undang makan siang bersama, dan Alyssa menyampaikan maksud dan tujuannya. Yaitu mengundang secara pribadi dan juga memberikan undangan untuk datang di acara pernikahannya dengan Alvin.
Para kenalan Alyssa, sedari awal terkejut dan tidak menyangka. Jika mereka bisa duduk bersama dengan legenda hidup dalam dunia bisnis itu. Yaitu sosok Raja bisnis Alvin Saga Ardhana.
Mereka memikirkan betapa besar kekuasaan nanti, saat keduanya menikah dan mempunyai anak. Karena kemungkinan dua perusahaan besar akan bersatu, setelah ini.
[ Host anda mendapat kabar dari Tama, Target Hendriko sudah berhasil di tangkap dan di antarkan ke biro kepolisian. Tama saat ini tengah menjalankan misi utama menjaga Rayhan selama anda pergi ]
Alyssa yang sedang makan tentu saja terkejut mendengar suara Sistem yang tiba-tiba. Membuat Alyssa tersedak.
"Pelan-pelan makan nya sayang. Minum dulu hm" ucap Alvin
Alvin dengan sigap menepuk punggung Alyssa dan memberikannya minum. Yang lain melihat berapa Alvin yang cepat tanggap dan perhatian dengan penuh cinta. menatap penuh makna dua Sejoli itu.
"Memang dunia orang yang sedang jatuh cinta memang beda. Memamerkan kemesraan di depan orang lain, seakan kita semua hanya butiran debu yang tidak terlihat" ucap yang lain dalam hati.
Wajah Alyssa memerah malu saat mendengar batinan yang lain. Namun ia saat ini justru memilih mengumpat Sistem yang mengagetkannya.
__ADS_1
"Sistem kampret!! Ngomong nggak pake cek sound, nggak permisi dulu, salam dulu kek, ngagetin aja" Gumam Alyssa dalam hati.
...