Sistem Dewi

Sistem Dewi
Saingan Cinta


__ADS_3

"Boleh, aku memelukmu?" ucap Azka


Alyssa hanya mengangguk, mengiyakan. Dia merasa Azka sekarang butuh tempat sandaran.


Azka memeluk Alyssa, rasanya sangat nyaman. Setidaknya itu meringankan beban di hatinya.


"Aku harap, kau benar-benar Alyssa, adikku. Karena sekarang aku hanya memilikimu" ucap Azka.


Dia tidak ingin menangis, namun air matanya keluar dengan sendirinya. Terlalu menyesakan! itu yang di rasakan Azka saat ini.


Alyssa tak menjawab ucapan Azka, dari dalam lubuk hatinya dia juga menginginkan hal yang sama dengan harapan Azka.


Harapan memiliki sebuah keluarga yang sebenarnya.


Azka tertidur dalam pelukan Alyssa, Enzy yang terbangun karena haus terkejut, melihat nonanya memeluk seorang pria asing.


Alyssa hanya memberikan petunjuk untuk diam dan jangan berisik pada Enzy. Meskipun penasaran, Enzy tetap diam menuruti nonanya itu.


"Siapa pria itu?" ucap Enzy di dalam hati.


Enzy meneruskan langkahnya mengambil minum, setelahnya dia melirik Alyssa lagi dan lagi.


Alyssa yang melihat tingkah Enzy menahan tawanya. Lalu dia memberikan isyarat gerakan mulut, untuk membawakannya Selimut.


Enzy menyerahkan selimut itu, Alyssa kemudian menyelimuti Azka dan dirinya dalam posisi bersandar di sofa.


Tidak nyaman memang untuk tidur posisi seperti ini, namun Alyssa tidak mau membangunkan Azka yang tertidur pulas.


¤


Pagi harinya Azka terbangun dan mendapati dirinya tidur di sofa.


"Pasti aku ketiduran" Gumamnya


"Astaga, aku tertidur di pelukan Alyssa? Ya Tuhan, aku malu sekali" ucap Azka lagi, setelah mengingat semalam.


"Kau sudah bangun?" ucap Alyssa begitu keluar dari kamarnya setelah mandi dan sudah berpakaian rapih.


"Sudah, maafkan aku tentang semalam" ucap Azka canggung


"Tidak masalah, mandilah terlebih dahulu. Aku sudah menyiapkan Baju untuk mu, aku tunggu di meja makan untuk sarapan" ucap Alyssa


"Baiklah" ucap Azka


Azka bergegas mandi dan ikut bergabung dengan Alyssa di meja makan. Dia melihat ada wanita di sisi Alyssa, dia menatapnya bingung.


Alyssa melihat Azka datang, meminta nya untuk duduk, lalu dia memperkenalkan Enzy padanya


"Perkenalkan, ini Enzy Asisten pribadiku, dan Enzy perkenalkan ini Azka, kemungkinan dia Kakak kandungku" ucap Alyssa


Enzy terkejut mendengar ucapan nonanya itu, namun iya segera sadar dan menyodorkan tangannya yang di sambut oleh Azka


"Enzy" ucapnya

__ADS_1


"Azka" balas Azka


"Azka, apa rencanamu setelah ini?" ucap Alyssa


"Entahlah, aku butuh waktu sendiri untuk menjernihkan pikiranku" ucap Azka


"Baiklah aku mengerti, tapi besok pagi aku akan pergi ke Ibukota. Apa kau ingin ikut?" ucap Alyssa


"Sepertinya aku akan menetap disini dulu. Disini sangat nyaman, aku ingin menikmatinya dalam beberapa hari. Apa kau lama di ibukota?" ucap Azka


"Kurang tahu, tapi aku akan kembali ke Kota M jika hasil Test DNA kita keluar" ucap Alyssa


"Kalau begitu aku akan menunggumu di kota M" ucap Azka


___________


Kota S, Kediaman Bagaskara


Raiden sedari semalam dia terus mencoba menghubungi Azka, namun Azka tidak mengangkatnya, bahkan sekarang nomornya tidak aktif.


Dia sangat khawatir dengan putranya, dia sudah mencarinya di apartement, namun dia hanya menemukan koper yang Azka bawa dari rumah, namun Azka tidak nampak sama sekali.


"Astaga Azka, kamu di mana nak? Maafkan papah" ucap Raiden dengan raut wajah khawatir.


Raiden teringat kata-kata Azka, tentang ibunya. Jika nanti ibunya ternyata masih hidup dan di temukan, dia akan meminta Ameera untuk meninggalkannya.


Raiden merasakan sesak di dalam hatinya. Jika Ameera masih hidup, entah apa yang dia lakukan.


Dia mengakui sangat mencintai istrinya, namun dia juga tidak bisa melepas Nimar, meskipun dia tidak bisa menikahinya.


Nimar adalah orang yang menemaninya dengan kesabaran dan kelembutan di saat Ameera tak ada di sisinya.


Dia juga yang membantu membesarkan Azka dengan kasih sayangnya. Meskipun dia tidak tahu kenapa, setelah 1 tahun menghilangnya Ameera, Azka berubah dingin dan tidak ingin dekat dengan Nimar.


Raiden juga merasa ragu tentang perasaannya pada Nimar saat ini.


"Azka, apa yang harus papah lakukan, agar kamu memaafkan papah?" Gumam Raiden


__________


Hanin menerima pesan dari Raffi, dia mengatakan jika rindu ingin bertemu dengannya.


Walau dia masih merasa canggung bertemu Raffi, namun Hanin setuju untuk bertemu dengan rindu setelah dia pulang mengajar.


Dan disini lah mereka bertiga bertemu, disebuah Cafe, di dekat dengan Kompleks tempat tinggal Raffi.


"Tante Hanin, Rindu kangen" ucap Rindu lalu berlari memeluk Hanin, begitu ia datang


"Halo sayang, apa kabar?" ucap Hanin pada Rindu


"Baik tante" ucap Rindu tersenyum semringah


"Ayo pesan makanan dulu, Rindu pasti lapar" ucap Hanin, Rindu mengangguk.

__ADS_1


Ketiganya mengobrol dan bercanda, orang yang melihat itu pasti mengira, mereka adalah sebuah keluarga yang bahagia.


Raffi tersenyum melihat kedekatan putri dan wanita yang sangat di cintainya itu.


Dia pun sangat mengharapkan Hanin membuka hatinya, untuk menerimanya kembali.


"Hanin, kamu ada di sini" ucap Kenan yang kebetulan mampir ke sebuah cafe untuk minum kopi.


"Kenan, kau juga ada di sini" ucap Hanin tersenyum


"Apa ini suami dan anakmu?" ucap Kenan, yang sebenarnya menahan rasa sakit di hatinya, jika kenyataan wanita yang di cintainya ini sudah menikah.


"Ah, ini temanku, namanya Raffi dan ini putrinya bernama Rindu. Raffi kenalin ini Kenan, temanku" ucap Hanin


"Kenan" ucap kenan menyodorkan tangannya.


Kenan merasa lega setelah mendengar ucapan Hanin, itu artinya dia punya kesempatan untuk mendekati Hanin.


"Raffi" ucap Raffi menyambut tangan Kenan


Berbeda dengan Kenan, Raffi merasa sedikit merasa terancam. Instingnya mengatakan Kenan adalah saingan cintanya, Sirine tanda bahayanya berbunyi dalam hatinya


"Apa kau mau bergabung dengan kami?" ucap Hanin mengajak Kenan bergabung.


Itu membuat Raffi tidak menyukainya, namun iya tah bisa berbuat apa-apa.


Sangat jarang dirinya punya waktu bersama dengan Hanin. Namun sekarang ada pengganggu datang merusak semuanya.


"Apakah tidak apa-apa?" ucap Kenan merasa senang, karena dia bisa lebih dekat dengan Hanin.


"Tentu saja" ucap Hanin


Kenan memesan kopi dan makanan ringan, mereka kemudian menyantap makanannya setelah pesanan datang.


"Paman tampan sekali" ucap Rindu


"Benarkah? Kau juga perempuan paling cantik yang paman kenal" ucap Kenan tersenyum ramah dengan Rindu.


Hanin tersenyum melihat Kenan yang cepat akrab dengan anak kecil, sedangkan Raffi kesal melihat putrinya juga memuji saingannya.


"Hanin, terimakasih sudah membantu membujuk Alyssa, kau tahu dia sangat luar biasa. Lihat ini" ucap Kenan menunjukkan hasil photoshoot kemarin.


"Ini Alyssa, Waahh cantiknya" ucap Hanin terpesona


"Waaahhh apa itu kakak Peri? cantik banget paman" ucap Rindu yang ikut melihatnya


"Benar kakak Alyssa sangat cantik, Rindu juga pasti secantik Ka Alyssa kalau sudah besar" ucap Kenan mencubit pipi gembul Rindu dengan lembut


"Pastinya dong, siapa dulu Rindu" ucap Rindu, mengedipkan matanya, satu tangan tolak pinggang dan jari tangan satunya di tempelkan di pipinya, bergaya.


"Hahahaha" Kenan dan Hanin tertawa bersama melihat tingkah Rindu yang menggemaskan.


Raffi merasa kesal sekarang, dia merasa terabaikan, melihat mereka bertiga seperti sebuah keluarga harmonis, membuatnya merasa tak suka dan cemburu.

__ADS_1


__ADS_2