Sistem Dewi

Sistem Dewi
ulang tahun Alvin


__ADS_3

Alyssa keluar dari kamarnya, dia melihat di meja makan sudah sangat ramai. Bahkan terlihat Noah dan Azka yang mulai berdebat lagi dan lagi. Alyssa hanya menggelengkan kepalanya saja, melihat tingkah mereka berdua jika sudah bertemu.


"Tidak akan aku Biarkan kau mendapatkan mamahku dengan mudah. Mamahku terlalu berharga. Aku ingin tahu sampai di mana perjuanganmu" ucap Azka dalam hati


"Ya Tuhan, kenapa calon anak sambungku yang satu ini, sikapnya terhadap ku seperti Kucing bertemu tikus. Saling kejar-kejaran sampai-sampai kelakuan kita, membuat malu tokoh di anime kartun Tom&jerry. Karena kalah serunya dengan tingkah kita berdua. Semoga saja cepat atau lambat, ini anak satu bisa luluh padaku" ucap Noah dalam hati.


Alyssa terkekeh mendengarkan suara hati keduanya. Dia juga merasa lega, ternyata Noah bukan tipikal orang yang munafik. Yang bicara, lain di mulut lain di hati.


Setelah sarapan, Alyssa pergi mengendarai Mobilnya menuju ke BK' Cake & Cookies. Sebelumnya ia sudah pesan sebuah Kue ulang tahun, lalu setelahnya ia melajukan Lembu ireng ke arah mansion Milik Alvin.


Suasana di mansion sangat tenang, karena tidak banyak pelayan di sana hanya ada security yang menjaga di gerbang. Alvin memang tidak suka banyak orang di rumahnya. Pembantu hanya datang pagi hari dan sore hari, hanya untuk membersihkan rumah. Alyssa melangkah masuk ke mansion mewah itu.


Di dalam juga sangat sepi, Alyssa melihat keadaan sekeliling menggunakan mata tembus pandangnya, lalu ia mendapati Alvin masih tertidur di kamarnya.


Alyssa berjalan menuju ke kamar Alvin di lantai dua. Di liatnya Alvin masih meringkuk di dalam selimutnya. Padahal saat itu, waktu sudah menunjukkan jam 9 pagi.


Alyssa menyentuh wajah tampan tunangannya itu, lalu mengelus pelan pipi Alvin. Alvin yang merasa ada yang menyentuh wajahnya, sontak bangun dan menghempas tangan itu dengan kasar.


"Aww, Alvin!" ucap Alyssa kaget karena tiba-tiba Alvin menghempaskan tangannya lumayan kasar.


"Sa-sayang... Ya Tuhan, maaf aku kira bukan kamu. Apa kamu tidak apa-apa?" ucap Alvin kaget, saat mendengar suara Alyssa. Ia lalu mendekati Alyssa dan memegang tangannya yang baru saja ia hempaskan.


"Ini Hantu! Nyebelin! Memangnya ada selain aku yang datang ke mansion?" ucap Alyssa cemberut


"Maaf, aku tadi kaget karena tadi sedang tidur pulas. Selain kamu, wanita yang pernah kesini hanya mamah" ucap Alvin


"Kamu jam segini kenapa baru bangun? Tumben, apa sedang tidak enak badan?" tanya Alyssa khawatir


"Aku semalam begadang, karena ada berkas yang harus aku lihat. Jadi baru tidur jam 4 subuh" ucap Alvin tersenyum


"Bisa kan, pekerjaan itu di lanjut esoknya? Kenapa memaksakan diri untuk bekerja berlebihan? Lagian kan hari ini hari minggu, jangan terus memikirkan pekerjaan. Tubuh dan otak kamu juga butuh istirahat" ucap Alyssa kesal, karena Alvin sangat berlebihan dalam bekerja.


"Aku tidak bisa tidur karena memikirkan kamu. Hais, kenapa dia tidak ingat hari ini ulang tahunku? Makanya semalam aku begadang lihat laporan, sambil menunggu dia mengucapkan selamat ulang tahun padaku, saat jam 12 malam. Tapi tidak ada tanda-tanda ia Chat atau telepon. Tapi aku sangat senang, sekarang dia datang ke sini, atas inisiatifnya sendiri. Apa saat ini ia sedang merindukanku?" ucap Alvin dalam hati


Alyssa terkekeh mendengar ucapan Alvin dalam hatinya. Dia juga merasa bersalah karena semalam ia tidak mengucapkan selamat ulang tahun padaNya.

__ADS_1


Alvin yang lihat Alyssa tertawa kecil mengerutkan keningnya heran.


"Apa ada yang lucu?" tanya Alvin cemberut


"Nggak ada. Oh iya, kamu belum sarapan kan? Bagaimana kalau aku siapkan sarapan buat kamu, kamu mandi dulu gih" ucap Alyssa hendak beranjak


Namun Alvin bukannya beranjak mandi, malah memeluk Alyssa sangat erat. Hingga Alyssa tidak jadi bangun dari duduknya.


"Apa kau tidak ingin mengucapkan sesuatu?" tanya Alvin mengharap


"Tentu aku ingin mengucapkan sesuatu, tapi itu tidak nyaman jika dalam kondisi perutmu yang kosong. Nanti kau bisa sakit Alvin. Kau juga mandikan dulu, biar segar" ucap Alyssa lembut.


"Baiklah, aku jadi dulu" ucap Alvin.


Setelah Alvin beranjak ke kamar mandi, Alyssa juga pergi ke dapur untuk memasak nasi goreng untuk sarapan Alvin.


Alyssa kemudian kembali ke kamar Alvin membawa nampan berisi makanan dan minuman di atasnya.


"Wangi sekali" ucap Alvin Setelah selesai mandi dan menuju walk ini closet, lalu bergabung dengan Alyssa ke sofa di kamarnya.


"Sarapan dulu" ucap Alyssa


"Terimakasih sayang, masakanmu sangat nikmat sekali" ucap Alvin mengacungkan jempolnya.


"Oh iya aku ada sesuatu, tunggu sebentar" ucap Alyssa lalu keluar mengambil kue ulang tahun yang di atasnya sudah ada lilin yang menyala di atasnya. Lalu menyanyikan lagu selamat ulang tahun.


"Selamat ulang tahun, Alvin. Aku hanya bisa berdoa, semoga panjang umur, sehat selalu, dan apapun yang kamu inginkan bisa cepat terwujud. Tiup kuenya! Jangan lupa buat permohonan pada, Tuhan" ucap Alyssa tersenyum manis


Alvin sangat terharu, ia pikir Alyssa sudah melupakan hari ulang tahunnya. Ternyata Alyssa sangat manis memberinya kejutan padanya.


Setelah meniup lilin, Alyssa menaruh kue dan menghampiri Alvin lalu memeluknya, dan mencium kedua pipi Alvin. Yang membuat Alvin terkejut dengan sentuhan lembut bibir Alyssa di pipinya.


"Maaf aku tidak membeli kado untukmu. Karena kamu sudah memiliki segalanya, jadi aku tidak membeli apapun kecuali kue ini. Tapi aku ada sesuatu untukmu, aku membuatnya sendiri, semoga kamu suka" ucap Alyssa lalu memberikan Sebuah lukisan mozaik, yang tersusun membentuk Gambar dirinya dan Alvin sedang berpelukan.


"Kau yang membuatnya?" tanya Alvin tersenyum berbinar melihat lukisan itu.

__ADS_1


"Ya, aku membuatnya sendiri. Apa kau suka?" tanya Alyssa


"Aku sangat menyukainya, terimakasih Ica" ucap Alvin lalu membawa Alyssa ke dalam pelukan hangatnya lalu mencium seluruh wajah Alyssa, dan berakhir dengan ciuman panjang di bibir merah merekah milik calon istrinya itu.


...¤...


Enzy saat ini dengan menahan perasaan jijik, menelpon pamannya, Jumadi. Dengan enggan ia berpura-pura berkata dengan nada manja, yang ia sendiri tidak tahan ingin muntah dengan apa yang baru saja ia ucapkan.


Setelah bersiap-siap, Enzy dan Alex berangkat menuju ke Giant Hotel. Tempat di mana ia akan melancarkan aksinya malam ini.


Ia memang berangkat lebih awal, karena ia akan mengatur segala hal yang akan membantunya untuk menjebak Bajingan tengik itu.


Staf hotel tentu saja, mengikuti semua arahan Enzy dan Alex. Karena Hotel itu sendiri adalah milik Nona mereka, Alyssa.


"Apa semua sudah siap?" tanya Enzy


"Sudah Nona, semuanya sudah di siapkan sesuai dengan apa yang anda arahkan" ucap salah satu staf hotel.


"Kerja bagus, tolong di ingat untuk tidak menerima tamu di lantai ini" ucap Enzy kemudian


"Baik Nona" ucap staf itu lagi kemudian pergi.


"Apa kamu yakin akan melakukan ini? Bagaimana jika terjadi apa-apa di dalam?" ucap Alex khawatir


"Kau tenang saja. Lagi pula ada kamera tersembunyi dan kau bisa mengawasinya dari ruangan yang sama dengan Nona" ucap Enzy


"Baiklah, tapi kau harus hati-hati, hmm" ucap Alex memeluk kekasihnya itu.


"Tentu saja, kau tidak perlu khawatir. Aku akan baik-baik saja, justru yang harusnya khawatir adalah bajingan itu. Aku tidak sabar untuk bisa bermain-main dengannya" ucap Enzy menyeringai.


Selang waktu setengah jam sebelum waktu janjian, Alyssa dan Alvin sudah datang dan langsung menuju ke kamar yang sudah di siapkan, yang terletak tepat di sebelah kamar Target.


Alyssa duduk di sofa dengan Alvin dan Alex yang berada di sana juga. Dia menyediakan cemilan yang banyak di atas meja untuk menyaksikan drama action secara Live, yang ia lihat tepat di layar besar di depan mereka yang saat ini duduk di sofa.


"Bajingan itu sudah datang, sudah waktunya kau menjemput mangsamu, Enzy. Berikan pengalaman supeeeerrr manis, yang tidak akan ia lupakan dalam seumur hidupnya" ucap Alyssa terkekeh

__ADS_1


"Tentu Nona, akan ku buat dia merasakan arti dari yang namanya nikmat hidup" ucap Enzy tertawa.


"Let's play, Bastard!!" ucap Enzy lalu beranjak dari duduknya, menghampiri mangsa yang akan dia beri hadiah spesial itu, di Lobby hotel.


__ADS_2