Sistem Dewi

Sistem Dewi
Bau Khas


__ADS_3

Enzy berjalan menuju lobby Giant Hotel. Wajahnya penuh dengan senyum cerah, ia saat ini duduk di sofa panjang di sana, setelah memesan sebuah kamar president suite.


Perasaan Jumadi sedang berbunga-bunga, dia membayangkan malam erotis, yang akan dia lalui bersama dengan wanita cantik, bernama Enzy, malam ini.


Ya, Jumadi sudah tahu nama Enzy. Saat ia berbagi pesan dengannya melalui Chat, kemarin. Enzy bilang, jika bersedia menemuinya dan berbagi malam panas dengannya.


Dengan syarat, Enzy meminta sebuah rumah mewah, mobil dan juga uang tunai. Enzy juga meminta Jumadi untuk memesan kamar president suite, di hotel Mewah, Giant Hotel.


Jumadi langsung setuju, asalkan dia bisa menghabiskan malam dengan wanita cantik seperti Enzy. Uang tidak berarti baginya.


"Apa aku terlambat?" ucap Enzy dengan mengubah suaranya menjadi sedikit manja dan centil.


Jumadi yang melihat penampilan Enzy yang sangat sexy, hampir meneteskan air liur nya.


"Ah, tidak-tidak. Kau tidak terlambat sama sekali" ucap Jumadi menatap penuh lapar pada Enzy.


"Syukurlah, Aku takut pria gagah seperti dirimu, bosan menungguku" ucap Enzy dengan nada di buat manja dan senyum palsu di wajahnya.


Enzy Sejujurnya sangat mual mengatakan hal menjijikkan seperti itu. Namun ia harus menahannya sedikit lebih lama.


"Tentu saja aku tidak akan bosan menunggu seorang wanita secantik dirimu, sayang" ucap Jumadi menatap Enzy dengan tatapan mesumnya.


"Ayo kita ke kamar kita, biar kita leluasa bergerak" ucap Jumadi melingkarkan tangannya ke pinggang ramping Enzy.


"Astaga, ingin sekali aku patahkan tangan mesumnya ini" Gumam Enzy dalam hati.


...¤...


Alyssa saat ini sedang menikmati makanan yang di pesan Enzy sebelumnya, sesuai perintah Alyssa pada Enzy yang di sampaikan ke Koki hotel.


Sesekali ia menyuapi Alvin, yang menerimanya dengan senang hati.


"Astaga, saya berasa jadi obat nyamuk, pemirsa. Jadi kangen mesra-mesra an juga sama Stella" Gumam Alex dalam hati


Alyssa tertawa mendengar ucapan Alex dalam hatinya. Sedangkan Alvin dan Alex menatap Alyssa dengan penuh tanda tanya.


"*Apa Ica salah makan? Kenapa tiba-tiba ia ketawa?" Gumam Alvin dalam hati


"Nona kesambet jurig penunggu kamar ini kah? Atau jangan-jangan Nona kesurupan. Ya Tuhan...." Gumam Alex dalam hati*.


Alex kemudian merasa merinding menatap sekeliling ruangan. Padahal perasaan dingin itu, karena aura dari Alyssa.

__ADS_1


"Alex, sepertinya kamu di ikuti kuntil sembok, yang sedang menggelayutimu di belakang" ucap Alyssa dengan wajah pura-pura terkejut.


"Aakkhhh... Nona, tolong usir Kuntil nya!!!" Sontak Alex kaget dan berteriak ketakutan, karena mengira benaran ada hantu dan menutup matanya


"Katanya, dia nggak mau pergi. Dia bilang, dia mau jadiin kamu Kuntil bapak, biar bisa hasilin Kuntil anak, setelah kalian menikah nanti" ucap Alyssa terkekeh dengan jahil.


"Aakkhh aakkhh, nggak mau, pergi sana jurig!!! aku maunya nikah sama ayang beb Stella, dan punya anak kesebelasan. Jangan ganggu aku!!" teriak Alex.


"Ha-ha-ha kau lucu sekali Alex.... Aku hanya bercanda" ucap Alyssa sambil tertawa nakal.


"Jadi kuntinya nggak ada, Nona?" Tanya Alex menatap nonanya


"Tidak ada Alex, di sini tidak ada apa-apa, aku hanya bercanda. Makanya jangan berpikiran yang tidak-tidak" ucap Alyssa


"Syukurlah, aku kira beneran" ucap Alex menarik nafas lega. Akhirnya dia selamat, nggak di jadiin Kuntil bapak.


"Kamu jahil sayang" ucap Alvin terkekeh melihat kejahilan wanitanya.


"Kamu juga sama, jangan menggumam yang nggak-nggak di dalam hati. Aku tertawa karena teringat hal lucu, bukan karena salah makan atau kerasukan hantu" ucap Alyssa.


Alvin dan Alex membelakkan matanya kaget, karena Alyssa bisa tahu apa yang mereka pikirkan.


"Jangan pikirkan aku tahu hal itu dari mana. Karena itu semua terlihat jelas di wajah kalian, bahkan orang Bodoh juga bisa menebaknya" ucap Alyssa datar


"He-he maaf sayang" ucap Alvin mengusap lehernya


"Maaf Nona" ucap Alex karena ketahuan menggumam yang tidak-tidak.


"Tidak apa-apa, anggap aja ini sedang iklan, agar kalian Rileks sebentar. Sebelum drama utama akan di mulai" ucap Alyssa


"Sudah, lihat itu!! Sepertinya Drama sebentar lagi akan di mulai.


...¤...


Jumadi menggandeng mesra enzy, yang saat ini mati-matian menahan emosi yang hampir meledak. Dia sangat jijik, tubuh indahnya di sentuh bajingan macam Jumadi.


Mereka sampai di kamar 307, Jumadi dan Enzy melangkah masuk ke dalam kamar itu.


Setelah pintu tertutup, Jumadi menekan Enzy dan hendak menciumnya. Namun Enzy menghindar dan dengan nada lembut menghentikan tindakan Jumadi.


"Sayang, aku lapar, apa kau tega membiarkan aku bergulat panas denganmu, dengan perut kosong" ucap Enzy dengan wajah lembut dan memelas.

__ADS_1


"Maaf sayang, aku sudah tidak tahan melihat wajah cantikmu" ucap Jumadi


"Makan dulu, Yuk!!" ucap Enzy lembut


Di sana sudah tersedia makanan yang sangat lezat, yang tersedia di meja di dalam kamar.


"Sayang kamu melakukan ini untukku? Ah romantis sekali" ucap Enzy dengan mata berbinar.


"Cih, menjijikkan sekali" Gumam Enzy dalam hati


"Tentu saja sayang, aku akan menyenangkanmu malam ini. Bukan hanya kepuasanmu di atas ran**ng tapi juga perutmu akan di puaskan dengan makanan lezat" ucap Jumadi tersenyum


"Wah, pihak hotel mewah, memang benar-benar memberikan pelayanan yang nomor satu. Mereka menyiapkan semuanya" Gumam Jumadi dalam hati


Mereka kemudian menyantap makanan yang ada di atas meja. Beberapa saat kemudian, Jumadi sudah menarik kembali Enzy dalam kungkungannya.


"Sayang, sabar. Aku ingin mandi dulu" ucap Enzy tersenyum lembut.


"Aku tidak sabar sayang, aku tidak tahan! Tidak usah mandi, nanti saja setelah kita berolah raga di ran**ang, kita mandi bareng" ucap Jumadi mesum


Jumadi langsung membuka kancing kerjanya satu persatu, memperlihatkan perutnya yang buncit seperti wanita hamil 9 bulan.


Ia juga membuka gesper dan celana panjangnya. Menyisakan boxer berwarna hijau muda, Enzy hanya melihatnya dengan jijik dan mual.


Jumadi kemudian mendekati Enzy, namun langkahnya berhenti tiba-tiba dan memegangi perutnya.


Ia merasakan perutnya bergemuruh dan terasa sangat sakit.


PRETT...!!!


PRETT...!!!


Bunyi Khas Gas yang keluar dari mulut naga, yang menyemburkan bau yang tidak sedap, menyerbak.


"Ah maaf... " ucap Jumadi langsung mengambil langkah seribu, lari ke kamar mandi.


"Hoeeekkkk" Enzy yang baru saja menahan nafasnya karena mencium bau busuk, dari kentut Jumadi. Ia keluar dari kamar dan masuk ke kamar Nonanya berada.


"Kamu tidak apa-apa?" tanya Alex khawatir dan membantu memijat tengkuknya


"Tidak apa-apa, aku hanya mual mencium bau kentut bajingan itu yang sangat busuk. Huuffftt, indra penciumanku terganggu karena menghirup gas kotoran itu" ucap Enzy.

__ADS_1


__ADS_2