
Maaf Updatenya telat, karena baru sempet upload ๐
..._ยค_...
Pagi hari ini, di mansion Alyssa sangat ramai karena banyak orang yang menginap. Baik dari keluarga Sastro Wardoyo, Keluarga Hesti, keluarga Ayu, Keluarga Diana dan juga Juna.
Sedangkan Alvin dan Noah pulang ke kediamannya masing-masing. Namun pagi tadi Noah berangkat menggunakan jet pribadi ke kota A, untuk menemui kedua orang tua dan kakeknya.
Begitu juga dengan Raiden yang sudah kembali ke kota S subuh tadi, yang sebelumnya bermalam di Giant hotel.
Azka dan Ayu, tentu saja mereka berdua sedang menikmati manis dan nikmatnya MP.
Rencananya Alyssa dan Alvin akan ke markas pagi ini, namun di undur jadi sore nanti. Karena ia tidak enak meninggalkan rumah saat ini masih banyak tamu di sana.
Sesuai janjinya, pagi-pagi sekali Dion keluar mengajak Desti keliling Ibukota, menggunakan motor miliknya. Tentunya dengan Izin dari orang tua Desti, Ameera dan Kakak-kakaknya.
Sedangkan para orang tua asik mengobrol dengan yang lainnya di ruang tamu. Dan Diana saat ini sedang berada di dalam kamar Utama milik Alyssa.
Mereka mengobrol santai di bangku balkon kamar, di temani satu toples camilan dan juga teh manis hangat.
"Al aku dengar katanya kamu mau married?" tanya Diana yang di balas anggukan kepala Alyssa.
"Really?" tanya Diana memastikannya lagi.
Diana menganga tidak percaya, bagaimanapun usia mereka berdua masihlah sangat muda. Tapi sebagai sahabat, Diana hanya bisa mendukung dan mendoakan semua yang terbaik untuk sahabatnya itu.
"Ya, tapi belum di pastikan kapannya. Aku dan Alvin sepakat menunggu mamah nikah dulu, baru kami akan nyusul" ucap Alyssa ringan.
"Aku nggak percaya kamu akan nikah di usia muda Al" ucap Diana
"Aku juga, tapi baik aku dan Alvin sudah lebih dari siap untuk menjalani kehidupan yang baru. Aku harap keputusanku tidak salah, karena di lihat dari sisi manapun, Alvin adalah laki-laki terbaik yang banyaknya pria yang aku kenal" ucap Alyssa
"Ya kau benar, aku juga melihat Alvin adalah laki-laki penuh cinta dan tanggung jawab. Aku harap kebahagiaan menyertai kalian berdua" ucap Diana tulus.
"Oh iya aku dengar dari Kak Juna, saat di kota S kamu sedikit buat keributan di rumah sakit" ucap Alyssa
"Ha-ha-ha jangan di bahaslah. Aku malu kalau ingat hal itu" ucap Diana
"lah menuangnya apaan, aku penasaran. Kak Juna saat itu mau cerita, tapi belum sempat cerita dia udah ngakak duluan, dan nggak berhenti-berhenti ketawanya. Ya sudah aku tinggal aja dia sendirian" ucap Alyssa
"Tapi janji ya jangan di ketawain" ucap Diana serius
"Aku nggak janji, tapi akan aku usahain nggak tertawa jika masih sanggup di tahan" ucap Alyssa.
__ADS_1
"Jadi saat itu..."
#Flashback
Setelah Raiden berhasil di sembuhkan, Diana ngantuk dan tidur sejenak, setelah bangun ia merasa lapar dan dia pamit ke kantin membeli camilan, dia di temani Juna pergi ke kantin.
Namun saat di jalan ia melihat beberapa orang mendorong brankar dan masuk ke UGD. Sepertinya orang yang di dorong habis jatuh dan terkilir.
Dalam keadaan setengah sadar Diana mendekati beberapa orang di depan UGD itu.
"Hei, harusnya kalian mencegah dokter agar tidak mengobatinya" ucap Diana ngigo
"Lah kenapa memangnya?" tanya salah satu orang itu tidak mengerti
"Bukannya kalian tahu, jika ada pepatah mengatakan 'Lebih baik mencegah dari pada mengobati'. Jadi lebih baik kalian Cepat cegah itu dokter sebelum dokter itu mengobatinya" ucap Diana masih belum terkumpul nyawanya itu.
Orang-orang di sana melongo sesaat. Kemudian mereka merasa di kebuli dan lari mengejar Diana, hingga mereka saling kejar di koridor. Hingga di maki semua orang yang berada di rumah sakit.
Juna yang mendengar itu terkekeh dan menepuk keningnya, lalu menarik Diana pergi. Sambil berlari ia berteriak minta maaf, dan mengatakan jika adiknya sedang dalam kondisi mental terganggu.
"Maaf ya, adik aku ini sedang sakit mentalnya, sedikit terganggu. Maaf jika menyinggung kalian" Teriak Juna sambil berlari menarik Diana menjauh.
Lalu beberapa orang itu berhenti mengejar mereka berdua. Dan nafas mereka ngos-ngosan.
"Oohh, jadi tuh orang kurang waras toh. Cantik-cantik Gila, kasihan" ucap yang kejar Juna dan Diana
"Kan yang di bilang Na bener Kak" ucap Diana ngeyel
"Tapi nggak gitu juga konsep nya Nana... kamu ini, pengen tak hiiihh" ucap Juna gemas, apalagi saat melihat wajah Diana masih setengah sadar.
"Udah ayo ke kantin, kayanya kamu kurang minum Mizone, makanya otaknya agak miring dan belum sadar sepenuhnya" ucap Juna Lagi.
#Flashback off
"Ha-ha-ha... Lagian kamu ada-ada aja, ha-ha-ha" tawa Alyssa saat mendengarnya.
"Tuh kan malah ketawain aku" ucap cemberut
"Maaf aku nggak kuat bahan tawa Na, Lagian kamu kocak banget. Udah tahu kebiasaan kalau abis bangun tidur kaya gitu, bukannya minum sama cuci muka dulu. Untung ada Kak Juna" ucap Alyssa
"Ish, nyebelin. Tapi gara-gara itu aku jadi deket loh sama Kak Juna. Meskipun masih agak kesel di bilang gila" ucap Diana memerah.
"Kamu jadian sama Kak Juna?" tanya Alyssa kaget dan tidak percaya.
__ADS_1
"Belum sih, masih dalam tahap PDKT. Tapi aku sedikit ragu karena jarak kita yang berjauhan" ucap Diana
"Jalani saja, jika cocok tidak salah jika segera jadian. Kalau nggak, ya usahakan jangan sampai putus pertemanan" ucap Alyssa
"Ya kau benar, aku akan jalani dulu" ucap Diana
...
Di kota A
Noah baru saja turun dari pesawat yang ia tumpangi, Ia di jemput Griffin yang saat itu tidak ikut bersama dengannya ke ibu kota, karena ada yang harus di urus di kota A mewakili dirinya.
Mobil yang mereka berdua tumpangi memasuki sebuah mansion mewah dan klasik. Noah turun dari mobil dengan gagahnya.
"Baru ingat pulang kamu, anak nakal?" ucap Raditya Adi Wijaya, Ayah Noah
"Sayang kau pulang, mamah kangen" ucap Liana Wijaya, Ibu Noah berdiri dan mendekati Noah.
Noah menghentikan langkahnya, ia tidak menjawab dan berjalan menghampiri sang ibu yang mendekat ke arahnya lalu memeluknya.
"Bagaimana kabarmu Nak?" tanya Liana pada putranya itu
"Baik Mah. Mamah bagaimana, baik-baik saja kan?" ucap Noah tersenyum. Liana menganggukan kepalanya tanda ia juga baik-baik saja.
"Kamu pulang, pasti membawa kabar baik kan?" tanya Tuan besar Rudi Adi Wijaya.
"Kakek bagaimana kabarmu?" tanya Noah, tidak menjawab pertanyaan yang kakeknya tanyanyakan.
"Baik, kau belum menjawabnya Noah" ucap Rudi.
"Benar kek, aku... " belum sempat mengatakannya, ucapannya di potong oleh sang ayah
"Kau tidak menanyakan kabarku?" ucap Raditya kesal
"Kau terlihat sangat sehat Pak tua, jadi aku tidak perlu menanyakannya, karena sudah terlihat jelas" ucap Noah dengan nada bercanda.
Namun netranya menangkap seorang wanita yang tidak ia kenal duduk di sebelah ibunya. Liana paham dan memperkenalkannya pada Noah.
"Namanya Vina, dia anak dari rekan bisnis ayahmu. Rencananya kalian akan di jodohkan, bagaimana menurutmu? apa kau tertarik sayang?" ucap Liana menatap Noah
Noah membelakkan matanya terkejut, sedangkan wanita itu tersenyum malu dan sesekali mencuri pandang ke arah wajah tampan Noah.
"Maaf, aku menolak" ucap Noah tegas dengan raut wajah yang berubah datar dan dingin.
__ADS_1
Semua yang ada di sana, kecuali Rudi dan Griffin, terkejut karena Noah secara langsung menolak wanita cantik di depan orangnya.
...