
Kerabat dekat Alyssa yang hadir di pernikahan Kenan dan Hanin. Semua di berikan fasilitas kamar hotel untuk menginap malam ini, dan semuanya sudah di bayar oleh Kenan.
Kecuali Alyssa yang memutuskan untuk tidur di unit Apartement miliknya, di Green Tower Kota B.
Alvin juga mengatakan, ia akan tinggal di luar pada yang lain, karena ada keperluan pekerjaan dengan mitra bisnis yang kebetulan sedang berada di kota B.
Tentu saja itu bohong, Alvin beralasan seperti itu agar ia bisa berduaan dengan Alyssa. Alyssa yang mengetahui pikiran dari Calon suaminya itu hanya terkekeh dan menggelengkan kepala.
"Kenapa kau mengikutiku Alvin? Bukannya kau ada pertemuan dengan mitra bisnismu?" tanya Alyssa pura-pura tidak tahu, setelah Alvin mengikutinya masuk ke dalam mobil, dan mengambil alih kemudi.
"He-he Sayang, masa kau nggak ngerti. Aku beralasan saja tadi, karena ingin berduaan denganmu" ucap Alvin terkekeh
"Tapi ini sudah malam, Alvin. Kan besok kita bisa ketemu lagi dan jalan-jalan berdua" ucap Alyssa
"Tidak mau! Aku mau menagih janji kamu sebulan yang lalu" ucap Alvin
"Janji? Janji apa??" tanya Alyssa bingung
"Tuh kan kamu lupa, bukannya kau janji menuruti satu permintaan dariku? Saat kau berhasil mendapatkan tanda tangan idolanya itu" ucap Alvin cemberut karena Alyssa lupa akan janjinya.
"Hmm, aku ingat sekarang. Memang apa yang kau inginkan?" tanya Alyssa
"Kalau aku minta menikah denganmu sekarang juga pasti nggak setuju kan? Jadi aku minta hal lain. Malam ini aku ingin kita tidur bersama" ucap Alvin
"Alvin, bukannya aku sudah bilang.... " ucap Alyssa terpotong
"Ica, yang aku maksud kita hanya tidur bersama. Aku janji tidak melakukan hal di luar batas, hanya tidur, pelukan, ciuman. Tapi, kalau kau menginginkan lebih, aku dengan senang hat... Awww!! sayang, sakit" ucap Alvin mengelus perut sixpack miliknya, yang terasa panas akibat cubitan maut Alyssa barusan.
"Sembarangan aja kalau ngomong" ucap Alyssa cemberut
"He-he bercanda sayang. Jadi gimana, boleh ya sayang, aku ingin tidur memelukmu malam ini" ucap Alvin memohon dan berharap
Alyssa menghela nafasnya, percuma saja ia menolak. Karena Alvin pasti tidak akan menyerah, ia juga salah karena sudah menjanjikan sesuatu pada Alvin. Jadi ia menerima permintaan Alvin.
"Ya" ucap Alyssa, yang sukses membuat Alvin merasa sangat senang.
"Tapi ingat, nggak lebih dari tidur saja, No celap-celup" ucap Alyssa menyilangkan tangannya
"Iya sayang" ucap Alvin mengecup punggung tangan Alyssa lembut.
Namun kenyataannya, mereka melakukan lebih dari sekedar peluk dan cium. Meskipun mereka tidak ber***ta. Namun mereka tetap melakukan make o*t, karena menara Alvin yang sudah tidak bisa di kontrol lagi.
..._____...
Ring! Ring! Ring!
Telepon Alvin berbunyi, yang membuat tidurnya merasa sedikit terganggu. Sedangkan Alyssa masih tertidur lelapnya di pelukan calon suami.
Saat itu waktu sudah menunjukkan jam 3 dini hari. Alvin dengan enggan melihat siapa yang sudah mengganggu waktu ternyamannya memeluk kekasih itu.
__ADS_1
Terlihat dari layar HP nya, tertulis 'Unknown Number'. Alvin langsung mereject panggilan itu, namun nomer itu terus menerus meneleponnya.
"Siapa Alvin?" tanya Alyssa yang terganggu tidurnya karena suara nada dering HP Alvin.
"Sayang kau bangun? Maaf membuatmu terbangun" ucap Alvin lembut dan mencium kening wanitanya itu
"Hmm, siapa yang telepon pagi-pagi buta begini, Alvin? Kenapa tidak kamu angkat?" tanya Alyssa
"Tidak tahu sayang. Udah aku reject, tapi terus-terusan telepon" ucap Alvin jujur
"Angkat aja, barang kali penting!" ucap Alyssa, sambil menduselkan wajahnya di dada Alvin, yang membuat Alvin merasa geli dan terkekeh.
"Sayang, kamu jangan membangunkan singa yang sedang tidur. Bagaimana jika ia bangun?Jemari tanganmu masih lelah loh sayang" ucap Alvin menggoda, namun ia malah mengeratkan pelukan wanitanya dan mereject telepon yang berdering itu
"Ihhh mesum, Aku hanya suka wangi tubuhmu, makanya aku ingin peluk" ucap Alyssa merona
"Kalau begitu aku akan selalu memelukmu tiap saat" ucap Alvin tersenyum
"Sabar, tunggu kita menikah dulu" ucap Alyssa
"Aku selalu sabar" jawab Alvin
Ring! Ring! Ring!
Telepon itu terus berbunyi, membuat Alvin mengeram marah.
"Sialan! Ganggu aja, siapa sih tuh orang!" ucap Alvin kesal
Alvin dengan terpaksa mengangkat telepon itu.
"Alvin! Akhirnya kamu angkat juga, kenapa teleponku tidak di angkat-angkat sih? Aku khawatir tahu! Aku tidak menemukan kamu di manapun. Bahkan di rumah pun kamu nggak ada, kamu ada di mana?" ucap seorang wanita yang tak lain adalah Arumi
Tut! Tut! Tut!
Alvin langsung mematikan sambungan telepon itu. Ia merasa jijik mendengar suara wanita itu.
"Sial! Kenapa wanita gila itu, terus-terusan menerorku sih!! Jijik aku" Geram Alvin dalam hati
Alyssa yang mendengar itu juga sangat kesal, ia pikir jika otak wanita itu memang sudah konslet parah, karena terlalu terobsesi dengan Alvin.
Arumi ternyata tidak menyerah, ia terus Menerus menelepon Alvin kembali, yang membuat Alvin kesal dan mematikan Telepon selularnya.
"Arumi?" tanya Alyssa meskipun ia sudah tahu jawabannya
Alvin yang mendengar pertanyaan Alyssa, langsung menangkup wajah sang calon istri. Dengan pandangan Khawatir.
"Iya, dia terus menerus menerorku. Sayang, aku tidak ada hubungan apa-apa dengannya, kau harus percaya itu! Aku tidak tahu ia dapat monarki dari siapa" ucap Alvin, ia takut Wanitanya itu mengira yang tidak-tidak dan salah paham.
Dan mengira ia ada hubungan dengan wanita lain termasuk Arumi, karena waktu dini hari, meneleponnya terus-terusan, dan yang telepon ternyata seorang wanita.
__ADS_1
"Aku percaya" ucap Alyssa tersenyum.
"Syukurlah, aku takut kamu salah paham" ucap Alvin lega
"Aku tidak akan semudah itu percaya, aku pasti akan bertanya terlebih dahulu padamu. Lebih baik kamu ganti nomor yang baru" ucap Alyssa.
"Kamu benar" ucap Alvin.
Mereka kemudian melanjutkan tidurnya yang tertunda, dan melupakan telepon dari wanita gila itu.
...¤...
Alyssa bangun 2 jam kemudian, ia langsung menuju ke kamar mandi.
"Sistem Masuk" ucap Alyssa dalam hati
[ Selamat Host mendapatkan uang 100 Juta ]
TING!!! bunyi SMS masuk di HP milik Alyssa
[ Bank Central Asia, Nomer Rekening 123*** pada pukul 05.11 WIB menerima uang
Rp.100.000.000 ]
Alyssa hanya menghela nafasnya saja, namun tiba-tiba Sistem berbunyi lagi.
[ Selamat Host, anda memicu sebuah misi menyelamatkan seseorang. Hadiah : Hotel miracle, sebuah jam pintar Edisi Khusus ]
"Siapa yang harus aku tolong sistem?" tanya Alyssa
[ Maaf Host, tidak ada info lebih lanjut ]
"Apa tidak bisa kasih bocoran sedikit?" tanya Alyssa merayu
[ Tentu saja ada ]
"Tolong katakan, aku ingin tahu" ucap Alyssa menyimak dengan berbinar
[ Wani Piro??? ]
"Isshh Sistem, kenapa kamu berubah jadi jin Iprit yang jadi brand ambasador Djariiim 86" ucap Alyssa
[ Bercanda Host ]
"Kamu bisa bercanda juga? Hadeuuhh, Sistem ada-ada saja kamu" ucap Alyssa
"Tolong katakan, siapa yang harus aku tolong, setidaknya bocoran dikitnya gitu. Sistem yang baik, yang cakep, kasih tahu ya" bujuk Alyssa, membuat sistem senang.
[ Tidak ada data, siapa yang harus di tolong. Hanya saja kejadiannya di B.I Mall hari ini sekitar jam 11.00 - 12.00 siang ]
__ADS_1
"Oke, Terimakasih Sistem, itu sudah termasuk memberikan bantuan yang paling besar" ucap Alyssa.
[ Sama-sama Host ]