Sistem Dewi

Sistem Dewi
Kritis


__ADS_3

Ambulans yang membawa Alyssa berhenti di Health Hospital Ibukota cabang selatan. Petugas medis langsung membawa Alyssa menuju ruang ICU.


Erick yang menaiki mobilnya dan mengikuti ambulans dari belakang, segera turun dan menghampiri Alvin yang saat ini masih terus menggenggam tangan Alyssa.


"Maaf tuan, tolong anda tunggu di luar" ucap perawat


"Tidak, aku ingin masuk!!" ucap Alvin bersikeras


"Alvin, hei Son... Biarkan Dokter melakukan tugasnya. Tenang lah" ucap Erick menenangkan putranya


"Ica akan selamat kan, Pah? Ica nggak akan meninggalkan Alvin kan, Pah?" ucap Alvin di landa kecemasan luar biasa


Erick hanya bisa menepuk bahu putranya itu pelan, mencoba terus menenangkannya.


Sejujurnya Erick ragu akan keselamatan Alyssa, mengingat kondisi Alyssa yang sangat parah. Namun ia berusaha percaya jika keajaiban itu pasti ada, dan calon menantunya itu adalah wanita yang kuat.


"Lebih baik kau obati lukamu dulu" ucap Erick melihat luka di kepala Alvin


"Aku tidak apa-apa, Pah. Ini hanya luka kecil, tidak sebanding dengan apa yang Alyssa rasakan saat ini" ucap Alvin


Seorang Dokter dan juga kepala cabang rumah sakit datang langsung memeriksa keadaan Alyssa. Setelah di beri tahu perawat jika ada pasien dengan wajah dan juga nama yang sama dengan bos besar mereka. Dan sekarang dalam kondisi kritis di ruangan ICU.


Dr. Fadilah, langsung bergegas menuju ICU dan mengecek langsung kondisi Bos besarnya itu.


Ia sangat terkejut melihat kondisi bos nya. Telapak tangan lecet bahkan melepuh, Kedua kakinya terluka parah dan terlihat tulang, bahkan kulit dan daging sudah tidak ada, karena habis bergesekan dengan Aspal.


Setelah di cek beberapa ruas jari, pergelangan, dan tulang kering pun patah. Bahkan jika sembuh pun tidak bisa untuk berjalan bahkan sekedar berdiri pun tidak bisa.


Selain itu, kepala Alyssa juga mengalami benturan, meskipun tidak terlalu keras. Namun itu membuatnya tidak sadarkan diri bahkan mungkin koma.


Yang paling mengejutkan adalah kondisi perut yang tertancap Akar hingga menembus. Dokter sendiri bergetar melihat keadaan Bosnya. Yang ia tahu Bosnya itu adalah orang yang paling berpengaruh di rumah sakit, selain itu dia adalah seorang Jenius di bidang kedokteran.


"Sebenarnya apa yang terjadi sampai Nona seperti ini?" Gumam DR. Fadilah


Ceklek!!!


Pintu ruangan ICU terbuka. Alvin dan Erick langsung menghampirinya.


"Bagaimana kondisi calon istri saya Dok?" tanya Alvin harap-harap cemas.

__ADS_1


"Tuan, Kondisi Nona Alyssa saat ini masih dalam keadaan kritis. Banyaknya luka di tubuhnya dan juga luka serius di perutnya yang mengoyak Rahim hingga tak terbentuk. Harus segera di lakukan tindakan operasi secepatnya, hanya saja nona saat ini kehilangan banyak darah. Operasi tidak bisa di lakukan jika tidak ada stok darah. Jika selamat pun, Nona Alyssa kemungkinan tidak dapat berjalan kembali dan juga tidak bisa memiliki keturunan" ucap Dr. Fadilah menunduk


Bak tersambar petir, tubuh Alvin lemas mendengarkan hal itu. Hatinya terasa sakit, sangat sakit mendengar kondisi wanita yang ia cintai, sedemikian parahnya


Erick memapah tubuh lemah putranya, ia tahu jika putranya saat ini sedang menyalahkan dirinya sendiri.


"Gara-gara aku Pah, hiks... Ini semua gara-gara Alvin... Andai saat itu Alyssa tidak menyelamatkan aku... " ucap Alvin terisak


"Son, tenanglah!! Papah yakin Alyssa bisa selamat" ucap Erick


"Golongan darah apa yang di butuhkan Dok?" tanya Erick mencoba menenangkan dirinya juga


"AB rhesus negatif, kebetulan stok di sini tidak ada. Mungkin saja ada salah satu keluarga Nona Alyssa yang memiliki darah yang sama" ucap Dr. Fadilah


Erick mendudukkan Alvin di bangku, kemudian ia mencoba menelepon Ameera. Sayangnya nomor Ameera tidak aktif, Erick kemudian menelepon Yoga, dan tersambung.


"Halo" ucap Yoga


"Yoga, apa kamu masih ada di resepsi pernikahan? Apa Ameera ada di sana?" tanya Erick


"Ya, kami masih berkumpul di sini, ada apa?" tanya Yoga


"Bisakah Kamu bawa Ameera dan Azka ke Ruangan ICU Health Hospital cabang Selatan sekarang? Alyssa kecelakaan, dan dia butuh transfusi darah secepatnya" ucap Erick


...¤...


Seluruh penghuni mansion Alyssa kecuali Alex dan Enzy, juga Yoga dan Noah yang mendampingi. Saat ini sudah sampai di Health Hospital. Raut wajah semuanya di penuhi ke khawatiran.


"Apa yang terjadi?" tanya Yoga


Erick kemudian memberi tahu kronologis kejadian yang di Alami Alyssa dan Alvin. Semua orang di sana terbelalak kaget.


"Maafkan Alvin tante, ini semua gara-gara Alvin. Alvin yang membuat semua ini terjadi" ucap Alvin bersimpuh di bawah kaki Ameera.


"Bangunlah nak, ini semua adalah musibah. Tidak ada orang yang ingin menginginkan hal itu terjadi. Al melakukan ini pasti dia sangat bersalah jika terjadi sesuatu yang buruk padamu. Karena bagaimana pun, target awalnya adalah dirinya bukan kamu" ucap Ameera menangis


Noah membawa Ameera dalam dekapannya, ia tidak menyangka kejadian buruk ini menimpa mereka. Ia coba untuk menenangkan wanitanya.


"Hiks... Tapi aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri. Andai dia tidak mencoba menyelamatkanku" ucap Alvin lagi

__ADS_1


"Alvin, jangan berkata seperti itu. Hiks... Kau tahu seperti apa sifat Alyssa, bukan? Dia tidak akan mendengarkan pendapat orang lain, jika menurutnya tindakan itu harus ia lakukan" ucap Azka menangis dan di kuatkan oleh genggaman tangan Ayu.


"Apa keluarga Nona Alyssa sudah ada di sini? Apa di antara kalian ada yang memiliki golongan darah AB Rhesus negatif?" Tanya Dr. Fadilah yang baru keluar dari ruangan.


"Golongan darahku O, bagaimana denganmu Azka" tanya Ameera dengan sangat cemas


"Golongan darah Azka juga O, Bukannya yang AB Rhesus negatif adalah Raiden?" ucap Azka mengingat ayah nya memiliki darah yang sama dengan Adiknya itu.


Semua orang di sana juga tidak ada yang memiliki golongan darah yang sama dengan Alyssa.


"Kalau bisa, orang yang bernama Raiden di minta untuk kemari secepatnya. Kondisi Nona Alyssa sangat rentan, dia membutuhkan transfusi darah segera. Jika dalam kurun waktu setengah jam tidak dapat, mungkin nyawanya tidak tertolong" ucap Dr. Fadilah serius.


Ucapan dokter membuat semuanya lemas, Jika pun Raiden bisa datang, itu membutuhkan waktu 2 jam dari kota S.


"Pah, aku melupakan sesuatu. Aku memiliki Magic Liquid yang di berikan Alyssa saat itu. Tapi sekarang ada di mansion milikku" ucap Alvin teringat obat ajaib kekasihnya


Mansion Alvin berjarak cukup jauh, dan itu bisa di tempuh 1,5 jam bolak-balik.


"Alvin akan ke sana!!" ucap Alvin hendak berdiri, namun terhenti saat sebuah suara menghentikannya.


"Tidak perlu tuan muda. Aku memilikinya dan membawanya sekarang" ucap Enzy dengan suara serak dan mata yang sembab, ia berjalan dengan tergesa-gesa menghampiri semuanya.


Ia masih memakai gaun pengantin, ia tidak sengaja mendengar ucapan Yoga pada Ameera saat itu. Lalu ia bergegas kembali ke kamar rias, mencari sesuatu di tas miliknya.


Dia selalu membawa Magic Liquid dan Pil Darah kemana-mana, untuk berjaga-jaga. Setelah berhasil menemukannya, Enzy dan Alex menyusul yang lain ke rumah sakit.


Bagaimana dengan pestanya?


Pestanya di urus oleh sekretaris Enzy, sampai berakhir nantinya.


...


"Kau memiliki Magic Liquid?" tanya Alvin memiliki sebuah harapan


"Ya, beberapa hari yang lalu nona memberikannya padaku. Hiks, tak perlu khawatir tentang transfusi darah. Karena aku juga memiliki Pil darah bersamaku" ucap Enzy meneteskan Airmata.


"Ayo kita masuk" ucap Alvin pada Enzy.


"Tuan, nona, anda tidak bisa masuk" ucap Dr.Fadilah

__ADS_1


"Kau lupa siapa bos kalian? Kalian tenang saja, aku akan bertanggung jawab atas apa yang akan terjadi nanti" ucap Enzy.


Dia menarik Alvin masuk ke ruangan ICU, ia yakin jika ia tidak mengajaknya. Alvin akan memberontak dan memaksanya untuk ikut masuk.


__ADS_2