Sistem Dewi

Sistem Dewi
Sang bayi bangun


__ADS_3

BRAK!!!


Mobil yang di kemudikan Rara tak sengaja menabrak mobil yang berhenti di depannya. Benturan itu cukup keras hingga ketiganya sangat terkejut, beruntung tidak ada yang terluka.


"Ya Tuhan, Nyonya. Maafkan saya, saya tidak sengaja. Apa nyonya dan nona Ayu tidak apa-apa?" ucap Rara panik dan merasa bersalah


Kini ia memanggil Ayu dengan sebutan nona. Setelah tahu Ayu adalah calon dari Azka.


"Tidak apa-apa, Apa kamu dan Ayu tidak apa-apa?" tanya Ameera kemudian


"Tidak apa-apa nyonya" ucap Rara


"Ayu tidak apa-apa, mah" ucap Ayu


"Ayo kita turun!" ucap Ameera


"Biar saya saja nyonya" ucap Rara


"Tidak Rara, saya juga harus turun" ucap Ameera kemudian turun dari mobil di ikuti Ayu dan Rara.


"Maaf kami tidak sengaja menabrak mobil anda, apa kalian tidak apa-apa?" ucap Ameera melihat 2 orang yang sedang melihat bagian mobil mereka yang rusak parah, sama seperti bumper depan mobil Ameera.


"Bisa tidak kalian membawa mob... Eh, Alyssa!!" ucap seorang laki-laki yang tak lain adalah Noah, yang baru saja sampai di Ibukota sejam yang lalu.


Dia melihat wanita di depannya, yang sangat mirip dengan wanita pujiannya itu. Namun ia segera sadar jika wanita di depannya bukan Alyssa, mereka hanya sekilas mirip saja.


Deg-deg-deg!!!


Jantung Noah berdetak dengan sangat cepat, bahkan Noah sendiri bingung.


Kenapa jantungnya berdetak dengan kencang, bahkan saat melihat Alyssa, jantungnya tidak pernah berdetak sekencang ini.


"kamu kenal Alyssa?" ucap Ameera tersenyum sangat manis terlihat di mata Noah


Wajah Noah seketika menahan sesuatu. Ya, sang bayi di bawah sana mulai menggeliat bangun, saat Noah melihat senyum Ameera.


"Ya, tuhan. Kenapa Sang bayi yang sudah lama tertidur, mendadak bangun? Apa karena wanita ini? Tidak mungkin!! Pasti karena dia mirip Alyssa, ya mungkin karena itu! Tapi saat aku dekat dengan Alyssa tidak pernah sang bayi di bawah sana bangun" Gumam Noah dalam hati, bingung.


"Hei, apa kau mendengarku?" Ameera melambaikan tangannya di depan Noah yang menatapnya dengan melamun.


"Ah, maaf! Tadi saya melamun" ucap Noah sesaat setelah ia tersadar.


"Apa kau kenal putri saya, Alyssa?" tanya Ameera lagi


"Kenal.. Eh, apa tadi Pu-putri? Ta-tapi anda.. " ucap Noah kaget melihat Ameera dari ujung ke ujung.


"Karena saya terlihat masih muda?" tanya Ameera dengan tersenyum, yang lagi-lagi membuat sang bayi Noah kembali bereaksi.

__ADS_1


"Astaga sepertinya bagian bawahku bermasalah" Gumam Noah dalam hati


"Ya.. " ucap Noah


"Saya adalah mamah kandung Alyssa, hanya memang saya terlihat sangat muda dari usia saya sebenarnya, karena obat yang putri saya buat. Kamu kenal Alyssa di mana?" ucap Ameera


"Ah, saya Noah, saya teman Alyssa dari kota S" ucap Noah mengulurkan tangannya


"Ameera, panggil saja saya tante Ira" ucap Ameera menjabat tangan Noah.


Sontak saja sentuhan itu membuatnya seperti tersengat listrik dan membuat ribuan kupu-kupu terbang di perutnya.


"Oh iya, maaf sudah menabrak mobil kamu, nanti biar Rara memanggil orang bengkel dan memperbaikinya, biar biaya saya yang tanggung" ucap Ameera


"Ah tidak perlu, Lagian saya tidak apa-apa" ucap Noah


"Saya tidak enak kalau begitu. Begini saja, ini kartu nama tante, kamu tinggal kasih tahu berapa biaya perbaikannya. Kamu bisa hubungi tante setelah selesai, biar nanti tante ganti biayanya" ucap Ameera menyodorkan kartu namanya.


"Maaf Noah, tante buru-buru karena harus kembali ke rumah mengambil barang yang tertinggal. Dan harus segera kembali ke hotel untuk acara pertunangan Alyssa. Tante permisi ya, jangan lupa kasih tahu rincian biayanya" ucap Ameera kemudian pamit pergi


"I-iya T-tan-tante" ucap Noah terbata-bata


Setelah Ameera menghilang dari pandangannya, Noah tersadar.


"Tuan, anda baik-baik saja" ucap Griffin yang sedari tadi diam, melihat tingkah aneh dari Tuannya.


"Griffin, selidiki wanita itu. Apa benar dia ibu dari Alyssa!" ucap Noah kemudian


"Baik tuan" ucap Griffin


Mereka kemudian masuk ke dalam mobil dan melaju ke arah Hotel tempat Noah menginap, yang sama dengan acara Alyssa dan Alvin bertunangan, Giant Hotel.


...¤...


Semua orang dari kedua keluarga sudah berkumpul di ruangan khusus yang sudah Enzy dan Doni siapkan, untuk acara pertunangan Nona dan Tuan mudanya itu.


Alvin yang melihat Alyssa yang tampil sangat cantik di balut kebaya modern, terpesona di buatnya.


"Hei boy, tutup mulutmu! Bisa-bisa semuanya terhisap masuk Ha-ha" ucap Erick tertawa menggoda putranya itu.


"Benar itu Pah" Sahut Aletta dan Zavier berbarengan.


Alvin langsung menutup mulutnya yang terbuka, karena saking terpesonanya melihat kecantikan kekasihnya.


Alyssa saat ini sedang bersama Ameera dan keluarga Sastro Wardoyo.


Dia tengah berbincang dengan kedua sepupunya, Rio dan Riana.

__ADS_1


Alyssa tidak menyangka jika Rio, kating di kampusnya adalah sepupunya, begitupun dengan Rio yang sama terkejutnya.


Sedangkan dengan Riana, Alyssa baru bertemu kali pertama. Sepupu perempuannya itu sedang mengambil S2 di Negara E. Dia lebih muda 1 tahun dari Alvin, dan terpaut 2 tahun dari Rio.


"Hai" ucap Alvin menyapa ketiganya


"Hai juga" ucap ketiganya tersenyum


"Boleh aku pinjam Alyssa sebentar? Ada hal penting yang ingin aku bicarakan pada nya" ucap Alvin


"Duh ya, tahan bentar napa, bang! Kan bentar lagi juga di ikat" goda Rio cengengesan


Membuat Alvin malu dan yang lainnya tertawa


"Kak, aku bicara dengan Alvin dulu ya" ucap Alyssa


"Iya, tapi jangan lama-lama sebentar lagi acaranya mau di mulai, Al" ucap Riana


"Oke..." ucap Alyssa dan Alvin bersamaan.


Alvin menggenggam tangan Alyssa menuju Ruangan sebelah yang saat ini masih kosong.


"Ada apa Vin?" tanya Alyssa


"Kamu pasti tahu apa yang ingin aku katakan, bukan?" ucap Alvin menatap Alyssa dengan sendunya dan menggenggam erat tangan Alyssa.


Ia percaya kekasihnya itu pasti tahu apa yang ingin dia sampaikan, tanpa ia berucap.


Alyssa hanya tersenyum lembut dan kemudian mengangguk


"Jadi apa yang ingin kamu lakukan sekarang?" tanya Alyssa


"Aku nggak tau. Tapi sayang, aku mohon jangan batalkan pertunangan kita yah? Aku tak mau kehilangan kamu!" ucap Alvin memohon


"Tapi bagaimana dengan ancaman Noah? Bagaimana jika Larasati benar-benar akan ia bunuh? Lebih baik pertunangan ini kita batalkan saja" ucap Alyssa menatap manik Alvin


"Tidak! Aku nggak mau pertunangan kita batal. Sebenarnya aku tak mau kamu tahu tentang ini, karena aku takut kamu akan membatalkan pertunangan jika kamu tahu. Aku takut kamu akan mengalah lagi demi janjiku pada Ibra. Tapi aku juga tahu, walaupun aku menyembunyikannya, kamu pasti tahu sendiri. Tapi sayang, aku mohon kali ini saja. Perjuangan cinta kita ya! Aku tak ingin kamu mengalah lagi. Aku ingin pertunangan kita tetap berjalan sebagaimana mestinya" ucap Alvin dengan tulus


"Lalu bagaimana dengan Larasati?" tanya Alyssa


"Aku sudah mengerahkan anak buahku untuk mengawasi Noah dan antek-anteknya. Setidaknya aku berusaha mencegah pembunuhan itu terjadi, sesuai janjiku pada Ibra. Tanpa aku harus melepaskan masa depanku dengan kamu, hanya karena janjiku di masa lalu" ucap Alvin


"Hmm, aku akan mengikuti keinginan kamu, ayo kita lanjutkan pertunangan kita" ucap Alyssa tersenyum sangat manis


"Terimakasih sayang" ucap Alvin kemudian memeluk erat Alyssa dan mencium keningnya lama.


"Ekhhhmm... Kalian sedang apa berduaan di sini, heh?" Sebuah suara mengagetkan Alvin dan Alyssa hingga pelukan mereka berdua terlepas.

__ADS_1


__ADS_2