
Meskipun Rayhan sudah sembuh dari patah tulang dan luka di sekujur tubuhnya. Namun Alyssa tetap memintanya untuk menginap beberapa hari di rumah sakit.
Karena akan menjadi pertanyaan orang-orang jika Rayhan terlihat baik-baik saja setelah kecelakaan tangkis alami.
Bu Titik dan Rayhan mengangguk mengikuti arahan Alyssa, bagaimana pun itu semua demi kebaikan mereka bersama.
Saat semua orang sudah tidur, Alyssa diam-diam keluar dari ruang rawat Rayhan. Ia duduk di kursi di sekitaran lorong rumah sakit, tak jauh dari ruang rawat Rayhan. Lorong di sana cukup sepi, meskipun ada beberapa yang lewat.
"Aras, apa kau sudah menemukan siapa pelakunya?" ucap Alyssa menghadap ke jam pintar miliknya.
"Sudah nona" ucap Alyssa
"Salin ke HP ku semua datanya" ucap Alyssa
Meskipun di sana relatif sepi, Alyssa tidak mau mengambil resiko orang yang tidak ia kenali, mengetahui kecanggihan jam tangan pintar miliknya.
Aras memang hanya bisa di gunakan oleh Alyssa, tidak dapat di gunakan oleh orang lain. Kecuali jika Alyssa yang sebagai tuan mengizinkannya.
Tapi tetap saja karena pada dasarnya, sifat manusia yang serakah, menginginkan hal yang mereka anggap menarik.
Benar kata slogan bang Napi yang sangat terkenal. Kejahatan bukan semata-mata karena ada niat dari pelakunya, tetapi juga karena ada kesempatan!
Dan Alyssa tidak ingin menciptakan kesempatan itu.
Setelah data sudah selesai di salin ke HP nya, Alyssa bergegas membukanya. Di sana terdapat bukti Video tabrak lari yang merekam tipe mobil, plat nomor mobil pelaku dan wajah pengemudi.
Terlihat di sana, ekspresi wajah pengemudi tidak terkejut sesaat sebelum dan setelah menabrak Rayhan. Pengemudi itu malah menyunggingkan senyum. Kecelakaan ini jelas di sengaja, itu membuat Alyssa menjadi geram marah.
Alyssa membuka data pengemudi yang di dapat oleh Aras, Orang yang menabrak Rayhan ternyata hanyalah seseorang yang di bayar untuk membunuh Rayhan.
Alyssa terus melihat semua data hingga mendapatkan data dalang dari semua kejadian ini. Alyssa cukup terkejut saat tahu dalang dari itu semua, yang merupakan anak dari salah seorang terpandang di negara ini.
Dan data terakhir yang di buka Alyssa membuatnya berdecih jijik, setelah tahu alasan mengapa orang itu berniat menyakiti dan membunuh adiknya.
"Aras, putus sementara kamera CCTV di lorong ini" ucap Alyssa
"Sudah Nona" ucap Aras cepat
__ADS_1
"Tama" panggil Alyssa dengan nada menahan rasa emosi yang sudah hampir memuncak itu.
"Saya Nona" ucap Tama yang muncul di sisi Alyssa tiba-tiba.
Itu alasan kenapa Alyssa memutus sementara CCTV tempat ia berada, karena jika di ketahui orang lain. Itu menyebabkan kegemparan karena sosok Tama, yang muncul dan menghilang.
"Bunuh orang ini! Kirim kepalanya pada orang yang menyewanya, sebagai hadiah dariku" ucap Alyssa dengan mata memerah karena amarah.
"Baik nona" ucap Tama langsung menghilang lagi.
"Itu baru cicilan, kau tunggu saja pelunasannya dariku, yang pastinya akan membuatmu sangat senang. Suruh siapa kau berani menganggu orangku, maka kau harus berani juga terima resikonya" ucap Alyssa menyeringai dan mengepalkan tangannya.
...
Di sebuah rumah tua di pinggir hutan. Seorang laki-laki dan dua orang perempuan yang sedang menengguk minuman keras.
Laki-laki itu bersenang-senang dengan wanita malam yang ia sewa dari tempat lokalisasi fi pinggir kota. Uang yang ia dapatkan saat ia berhasil menabrak seseorang, cukup banyak untuk ia bersenang-senang.
"Ayo minum lagi sayang!!" ucap laki-laki itu, serah setengah mabuk.
Tangan satunya yang memegang botol minuman, tangan satunya lagi meraba bo*ong sintal wanita di sampingnya. Sedangkan wajahnya ia benamkan ke dada wanita satunya lagi yang berada di depannya.
"Empuk sekali, enak, aku ingin ****..." ucap laki-laki itu terkekeh setengah sadar, dan melepas pegangan tangan yang memegang botol minuman itu.
Ia membuka paksa pakaian wanita di depannya, ia kemudian melahap rakus buah yang bergelantung di sana.
Di tengah-tengah kesenangan mereka, tiba-tiba kerah baju laki-laki itu di tarik oleh sosok tak terlihat.
BRUGH!!!
KRAK!!!
"Aaakkkhhh..... " teriak laki-laki itu saat kedua kakinya seperti di patahkan seseorang.
Kedua wanita itu memandang heran, karena mereka tidak melihat orang lain di sana selain mereka bertiga. Meskipun salah satu wanita itu merasakan perih di choco chips miliknya, karena di tarik secara paksa.
CRASH!!!!
__ADS_1
Duk..!!!
Tiba-tiba saja, sebuah kepala terpisah dari tubuh, menggelinding dan darah mencuat mengenai kedua wanita itu dengan sangat cepat.
"Aaaaaahhhhhhhhhhh....!!!" teriak kedua wanita itu mundur kebelakang, bergetar ketakutan lalu mereka pingsan.
Tama, mengambil tubuh laki-laki itu kemudian membakarnya, lalu membersihkan bekas darah dan mengambil kepala laki-laki tadi.
Setelah melihat tidak ada CCTV atau kamera apapun di rumah tua itu, Tama langsung menghilang bawah lampu dengan cahaya remang-remang itu.
...
Kota B
Seorang laki-laki menyilang kedua kakinya dan meletakkannya di atas meja, di ruangan pribadi apartemennya. Dia menggoyangkan gelas berleher panjang dengan cairan merah keunguan mengisi gelas itu.
Ia menyesap pelan minuman itu, ia menikmati minumannya. Karena hari ini ia merasa sangat senang, karena orang ia benci sudah berhasil di lenyapkan.
"Mampus kau bocah, Ha-ha-ha kematianmu adalah yang terbaik untukku. Aku sudah berbaik hati mengirimmu ke alam baka, yang merupakan tempat ternyaman untukmu sekarang" ucap laki-laki itu.
GLOTAK!!!
Tiba-tiba bunyi suatu benda yang terjatuh di atas meja, di mana kedua kaki laki-laki itu berada.
"Aahhhhhh, setaaannn kepalaaaaa!!! " teriak laki-laki itu kaget.
Ia terkejut dan juga ketakutan melihat kepala orang yang ia kenal, jatuh di depannya dengan darah masih mengalir, mata melotot dan lidah yang menjulur keluar.
Pemandangan itu begitu menyeramkan, laki-laki itu gemetar ketakutan.
Laki-laki itu tahu jika kepala itu adalah orang yang ia suruh untuk membunuh Rayhan, orang yang ia benci. Keringat dingin mengalir di tubuhnya, ia merasakan perasaan buruk akan segera menimpanya.
Dengan tubuh gemetar, ia meringkuk di sudut ruangan dan menelepon orang kepercayaannya, agar segera datang ke tempatnya berada.
Ia ketakutan, ia yakin ini ada hubungannya dengan Rayhan, yang ia suruh orang lain untuk membunuhnya hari ini. Ia berpikir arwah Rayhan tidak tenang dan membalaskan dendam padanya. Apalagi dia tidak melihat seorang pun di sana, yang membuat ia yakin, dugaan ia menguat bahwa itu adalah arwah Rayhan yang gentayangan karena ingin membalas dendam kematiannya.
...
__ADS_1
Maaf Author hanya update 1 bab... Soal nya lagi ngecamp 😁 jadi nggak bisa fokus 🙏
...