
Sonia masuk ke dalam rumahnya dengan air mata yang terus keluar dari matanya.
Ibu Sonia yang melihat anaknya pulang dalam keadaan menangis bingung, dia menghampiri putrinya itu, dan mendudukannya di sofa ruang tamu.
"Sonia kenapa kamu menangis?" tanya ibu Sonia yang bernama Siska itu.
"Mah, Alvin membuat aku malu di perusahaannya dan juga tante Sandra juga membela Alvin dan merestui hubungan Alvin dengan wanita lain" ucap Sonia
"Maksud kamu Alvin sudah punya pacar? Dan Sandra merestui mereka?" ucap Siska kaget mendengarnya
"Ya" ucap Sonia sesenggukan.
"Bukannya Alvin tidak pernah dekat dengan wanita manapun?" ucap Siska bingung
"Ya, wanita itu merebut Alvinku, dia juga merebut pekerjaanku" ucap Sonia
Kemudian Sonia menceritakan semuanya kepada Siska.
Jelas Siska marah, karena calon menantu potensial nya di rebut oleh gadis lain. Siapa yang tidak ingin putrinya menjalin hubungan dengan Alvin?
Pria muda terkaya di negara ini, bahkan perusahaannya masuk kedalam 3 perusahaan terbesar di Asia.
Masa depan putrinya pasti akan terjamin karenanya. Tapi sekarang Alvin sudah memiliki pacar.
Meskipun awalnya Siska dan Sandra bersepakat untuk mendekatkan anak mereka, namun itu tak ada perjanjian khusus mengenai kelanjutan hubungan itu.
Hanya saja Sonia terlalu membanggakan dirinya, jika dia yang akan menjadi calon istri dari seorang Alvin.
Meskipun Alvin selalu menolak, bahkan untuk bertemu Sonia pun dia enggan.
Siska juga sama dengan putrinya, dia juga mengharapkan mereka bersama, hingga keluarganya bisa merangkak naik ke kelas lebih tinggi
Keluarga Sonia merupakan keluarga kaya raya dengan total aset beberapa Triliun. Di bidang Perkebunan Kelapa sawit.
"Mamah akan coba bicara dengan Sandra mengenai masalah ini. Kamu sekarang istirahat dan tenanglah diri dulu" ucap Siska
Sonia menurut dan dia bergegas masuk ke dalam kamarnya.
_____________
Alvin mengerjakan pekerjaannya, sedangkan Alyssa duduk di sofa memainkan gadget nya. Sesekali dia melihat Alvin yang sangat serius dengan pekerjaannya.
prianya itu, memang sungguh mempesona, bahkan saat dia sedang bekerja.
Setelah hampir jam 3 sore, pekerjaan Alvin menyelesaikan pekerjaannya. Akan ada jadwal meeting dengan klien jam setengah 4 di ruangan meeting kantornya.
Alvin mendekati Alyssa lalu merebahkan kepalanya di pangkuan Alyssa.
"Kenapa Hmm? Apa kau lelah?" ucap Alyssa mengelus lembut rambut Alvin.
"Sangat lelah, namun adanya kamu di sini, lelahku seketika menghilang" ucap Alvin tersenyum
"Ih gombal" ucap Alyssa dengan wajah memerah.
Alvin bangun dan menatap Alyssa lekat, kemudian dia mencium bibir Alyssa dengan sangat lembut penuh perasaan.
__ADS_1
Keduanya larut dalam ciuman panjang mereka, saling berpagut mesra.
Ceklek!
Pintu terbuka dari luar, lalu masuk seorang wanita muda berusia 20 tahunan, dengan pakaian kerjanya yang cukup ketat di badannya, memperlihatkan lekuk tubuhnya.
"Ah, maaf!" ucap wanita itu kaget saat melihat atasannya itu sedang berciuman mesra diatas sofa.
"Natasha!! Kenapa kau tidak mengetuk pintu terlebih dahulu" ucap Alvin marah, momen bersama Alyssa terganggu.
"Maafkan saya Pak, Saya lupa untuk mengetuk pintu. Saya hanya ingin mengingatkan tentang meeting setengah jam lagi, saya sungguh tidak sengaja" ucap wanita itu lagi
"Keluar sekarang!!" Bentak Alvin
"Ba- baik!" ucapnya kemudian keluar
Setelah wanita itu keluar, Alyssa dengan wajah memerah nya memukul dada Alvin ringan.
"Itu sangat memalukan Alvin, astaga" ucap Alyssa menutup wajahnya dengan tangannya.
"Tak perlu malu, dia yang salah tidak mengetuk pintu terlebih dahulu" ucap Alvin
"Siapa wanita itu? Dia sangat cantik" ucap Alyssa
"Sekretarisku, Natasha. Tidak ada yang secantik kamu, Ica. Ayo kita lanjutkan tentang tadi" ucap Alvin
"Alvin!" ucap Alyssa memerah
"Hahaha, kamu sangat cantik sayang. Aku tak bisa menahannya" ucap alvin
"Sepertinya kamu sangat senang berada di kantor, karena sekretaris mu begitu seksi" ucap Alyssa
"Tidak, siapa yang cemburu" ucap Alyssa cemberut
"Tenang sayang, aku tidak akan tergoda wanita lain. Aku hanya akan melihatmu, jika kau tak menyukainya, aku bisa memecatnya sekarang juga dan menggantinya dengan sekretaris laki-laki" ucap Alvin
"Tak perlu memecatnya, aku tak masalah dengan itu. Asal kau tahu batasannya" ucap Alyssa
"Tentu saja" ucap Alvin
Alvin merengkuh dan mendudukan Alyssa dalam pangkuannya, dan menciumnya lagi.
¤
"Siapa wanita itu? beraninya dia menyentuh priaku" ucap Natasha mengepalkan tangannya
Dia tidak mengetahui tentang kejadian di Lobby dan masuknya mereka kedalam ruangan.
Saat itu dia masih berada di mejanya mengerjakan laporan. Dan kembali dari istirahat makan di luar lebih lambat dari yang lainnya.
Natasha sebenarnya adalah salah satu putri keluarga kaya di Ibukota, hanya saja dia sengaja melamar kerja sebagai sekretaris Alvin 3 bulan yang lalu, agar bisa melihat Alvin dari dekat.
Dia sebelumnya melihat Alvin di pesta salah salah satu kolega bisnis ayahnya, dari situ dia sudah jatuh cinta dengan Alvin.
Saat awal bekerja, dia mendengar rumor tentang Alvin dan Sonia, dirinya sangat marah saat itu.
__ADS_1
Namun saat melihat Alvin dengan dingin menolak Sonia, dia akhirnya merasa tenang dan merasa memiliki kesempatan untuk menarik Alvin ke sisinya.
Tapi saat ini kondisinya berbeda, dia melihat lelaki pujaannya sedang berciuman mesra di dalam kantor. Dia merasa terbakar cemburu karenanya.
"Natasha, kenapa kamu melamun?" ucap Doni yang baru masuk dari mengecek pekerjaannya di lantai bawah.
"Ah, tidak Pak, saya hanya memikirkan sesuatu. Oh iya Pak, siapa perempuan yang ada di dalam ruangan Pak Alvin?" ucap Natasha
"Saya lupa menjelaskannya padamu. Dia adalah nona Alyssa, dia pacar tuan muda Alvin dan juga calon istri sebenarnya. Jadi kamu harus lebih sopan padanya di masa depan" ucap Doni
Natasha yang mendengar kenyataan itu sangat terkejut. Dia tidak akan membiarkan seorang pun mencuri prianya dari sisinya.
"Baik Pak" ucapnya menahan emosinya.
¤
Alyssa menunggu di kamar khusus di ruangan Alvin, begitu dia masuk dia terkejut melihat photonya bersama dengan Alvin yang sedang berhadapan mesra, tercetak begitu besar memenuhi satu sisi dinding kamar.
"Astaga Alvin" ucap Alyssa terharu melihatnya, dia tak menyangka Alvin mencetak photo mereka sebesar ini.
Alyssa merebahkan dirinya di kasur empuk milik Alvin, dan menatap photo mereka di depannya. Tak terasa Alyssa tertidur setelahnya.
Jam 5 sore, Alvin selesai melakukan meeting. Dia begitu bersemangat berjalan menuju ruangannya.
Doni hanya menggelengkan kepalanya melihat tuan mudanya begitu antusias bersemangat menemui Alyssa.
Dia tidak menyadari jika Natasha mengepalkan tangannya, menahan rasa sakit di hatinya dan emosi yang ia pendam.
Dia memutuskan untuk mencoba memprovokasi Sonia, dia akan menggunakan tangan Sonia untuk membuat Alvin menjauhi Alyssa.
Alvin bergegas masuk ke kamarnya, dia melihat gadisnya sedang tertidur pulas.
Cup
Alvin mencium kening Alyssa, Alyssa terbangun karena tidurnya terusik.
"Alvin, kau sudah selesai meetingnya?" ucap Alyssa dengan suara serak khas bangun tidur.
Alvin mendengar suara Alyssa yang baru bangun tidur, terdengar begitu seksi di telinganya.
"Maaf aku mengganggu tidurmu. Aku sudah selesai, Yuk kita pulang. Kamu tak usah menginap di Hotel, kamu bisa tidur di rumahku" ucap Alvin
"Kata siapa aku tidur di hotel? Aku juga tidak bisa tidur di rumahmu" ucap Alyssa
"Kalau bukan di hotel atau di rumahku, kamu ingin tidur di mana?" ucap Alvin bingung
"Tentu saja di rumahku sendiri" ucap Alyssa
"Kau punya rumah di Ibukota?" tanya Alvin kaget
"Ya, aku tinggal di King's Village No.1" ucap Alyssa
"King's Village No.1? Mansion mewah itu milikmu?" tanya Alvin lebih terkejut lagi, Alyssa hanya mengangguk.
"Kau memang gadis misterius sayang" ucap Alvin "Kau tahu, setelah mansion itu selesai di bangun, mansion itu menjadi rebutan semua orang superkaya di Ibukota. Bahkan Kakak perempuanku menginginkannya, aku membantu mendapatkan mansion itu untuknya. Namun aku sedikit terlambat karena mansion itu di beli orang misterius. Dan ternyata, orang misterius itu kamu" ucap Alvin lagi
__ADS_1
Alyssa yang mendengar itu tersenyum canggung, tidak mungkin dirinya bilang jika itu pemberian dari Sistem, bukan.
Setelahnya Alvin ikut Alyssa, dia mengendarai mobil Alyssa, pulang ke King's Village No.1.