
Alyssa memanggil Enzy ke dalam ruangan kerja miliknya di rumah.
Alyssa menceritakan kejadian Dion bertemu dengan pamannya barusan, lalu Alyssa datang dan membawa Dion pergi setelahnya.
Enzy yang mendengar itu jelas sangat marah, darahnya mendidih mendengar nama keramat itu terucap.
Dia sangat membenci Jumadi sampai ke tulang-tulang, Enzy ingin sekali mencabik-cabik paman sekaligus penghancur keluarganya itu.
"Brengsek!! akan ku bunuh dia!!" geram Enzy penuh dengan emosi yang meluap.
"Enzy, tenangkan dirimu, kau tidak bisa bertindak gegabah. Bukankah aku sudah pernah mengatakannya padamu. Gunakan otakmu jangan cuma mengandalkan otot. Yang ada kamu sendiri yang rugi nantinya" ucap Alyssa sedikit menekan kata-katanya.
"Maafkan saya nona" ucap Enzy menunduk mendengar teguran dari nonanya
Apalagi mendengar nada bicara Alyssa seperti sedang menahan emosinya. Enzy tidak ingin Nonanya kecewa dan marah padanya.
"Angkat kepala kamu Enzy!!" ucap Alyssa
Enzy menurut langsung mengangkat kepalanya.
"Kau harus tahu, kau tidak sendirian sekarang. Ada Aku, yang akan membantumu membalaskan dendammu pada pria bajingan itu. Jangan terburu-buru dan terbawa emosi. Kita masih punya banyak waktu untuk merencanakannya dengan matang" ucap Alyssa
"Terimakasih nona" ucap Enzy menitikkan air matanya, dia sangat menghargai nonanya melebihi apapun.
Karena baginya, Alyssa adalah sebuah harta berharga baginya. Bahagia nonanya adalah bahagianya juga.
Sama seperti Alyssa yang menganggapnya bukan sebagai orang luar, melainkan sodaranya sendiri.
"Menangislah, karena aku hanya mengizinkan kamu menangis sekali ini saja. Setelahnya kamu harus menjadi Enzy yang kuat seperti yang aku kenal" ucap Alyssa
Enzy menangis dalam pelukan Alyssa, Alyssa dengan sabar dan lembut menepuk punggung Enzy pelan.
..._____...
Keesokan harinya, Alyssa masih berkutat dengan pekerjaannya. Meskipun Ada Enzy, Alex dan kakaknya yang mengurus perusahaan, dia juga menyempatkan diri untuk melihat perkembangan perusahaan dan mengecek semuanya.
Di tambah anak perusahaannya sekarang bertambah, membuat pekerjaan yang lain bertambah banyak dan harus lebih teliti lagi.
Namun dengan kemampuan bisnis yang di milikinya, tidak membuatnya merasakan kesulitan apapun mengecek semuanya, baik dari pemasaran, keuangan, kerja sama, progress, dan lain-lain.
Berbeda dengan Alyssa yang sedang sibuk, Alvin saat ini memasuki perusahaan milik kekasihnya itu.
Dioni sang asisten yang setia menemaninya pergi. Doni menempelkan kartu akses yang di berikan Alyssa pada Alvin itu ke lift khusus.
Alyssa memang secara khusus memberikan Alvin kartu akses lift khusus Indo building.
Setelah sampai di lantai 62, kedatangan Alvin dan Doni membuat semua orang terkejut staf di sana.
Meskipun ada gosip yang mengatakan jika Pemilik AL Group adalah kekasih Pemimpin A.S.A Group saat itu.
Namun mereka tidak bisa membuktikan kebenarannya, karena selama mereka bekerja di sini, mereka belum pernah melihat keduanya terlihat bersama.
__ADS_1
"Nona, boleh saya tahu di mana ruangan Nona Alyssa berada?" Ucap Doni pada resepsionis
"Ah, maaf tuan. Apa anda sudah memiliki janji bertemu dengan bos sebelumnya?" tanya Resepsionis itu
"Tuan muda saya sudah memiliki janji dengan Nona Alyssa, untuk bertemu di ruangannya" ucap Doni
"Kalau begitu, Silahkan duduk! Mohon tunggu dulu sebentar, saya akan memberi tahu sekretaris Ayu sebentar" ucap resepsionis itu.
"Terima kasih" ucap Doni
Dia bergegas menelepon Sekretaris Ayu, dan memberi tahu jika Alvin, pemimpin perusahaan A.S.A Group datang ingin menemui Bosnya.
Ayu langsung memberitahu Alyssa, setelah di konfirmasi oleh Alyssa, Ayu pribadi menjemput Alvin di ruang tunggu.
"Tuan Alvin, Tuan Doni, silahkan ikuti saya! Nona Alyssa sudah menunggu anda di dalam" sapa Ayu sopan
Ayu sedikit gugup saat melihat orang kaya nomer 1 di negara ini. Terlihat aura Alvin yang mendominasi itu menekan rasa percaya dirinya.
Sungguh bos besar! Gumam Ayu dalam hati
Sejauh ini, Ayu belum mengetahui hubungan romantis Alyssa dengan Alvin.
Alvin dan Doni bergegas mengikuti Ayu dan masuk ke dalam ruangan kerja Alyssa, setelah sebelumnya Ayu mengetuk pintu terlebih dahulu.
"Sayang, apa kamu terlihat sangat sibuk?" ucap Alvin begitu berada di ruangan kerja kekasihnya.
Alvin langsung berjalan mendekati, memeluk dan mencium kening Alyssa dalam. Yang membuat Ayu terkejut mengetahui kenyataan jika atasannya itu memiliki hubungan romantis dengan Alvin.
"Kau tidak lihat ada Ayu dan Doni di sini, ishh dasar tidak tahu malu" ucap Alyssa mencubit pinggang Alvin
"Apa sakit? Maaf" ucap Alyssa merasa bersalah
"Tidak apa-apa sayang, cuma sedikit panas saja bekas cubitanmu. Ternyata calon istriku sangat ganas" ucap Alvin terkekeh.
"Kau ini, dasar! Apa kita pergi sekarang?" tanya Alyssa
"Iya, Yuk nanti sekalian makan siang di resto dekat sana" ucap Alvin
Mereka berempat berangkat menuju tempat di mana Alvin memesan cincin tunangannya.
Di sepanjang jalan keluar dari ruangan Alyssa, semua karyawan menatapnya terkejut saat melihat Alvin berjalan sambil menggandeng mesra bos mereka, Alyssa.
Dan berita tentang pasangan spektakuler itu dengan cepat menyebar di seluruh antero AL Group.
Setelah sampai di toko perhiasan, pasangan itu langsung mencoba cincin yang mereka pesan dari designer perhiasan terkemuka itu.
Terdapat nama mereka berdua terukir di kedua cincin tersebut.
"Apa kau menyukainya?" tanya Alvin
"Hmm, aku menyukainya" ucap Alyssa mengangguk dan tersenyum sangat cantik
__ADS_1
"Aku senang mendengarnya, kamu sangat cantik saat tersenyum sayang, jangan pernah tersenyum di depan pria lain, Oke" ucap Alvin memeluk erat pinggang Alyssa.
"Astaga ini di tempat umum Alvin, aku malu" ucap Alyssa
"Ha-ha-ha kau sangat menggemaskan sayang" ucap Alvin malah mencium pipi Alyssa
Ayu yang melihat kemesraan mereka berdua, hanya terbengong. Dia sungguh tidak percaya dengan penglihatannya saat ini.
Saat melihat Alvin yang terkenal dingin itu, bisa tertawa lepas dan sangat lengket dengan nonanya itu.
"Tuan Doni, maaf boleh aku tanya sesuatu?" ucap Ayu
"Tanya Apa?" tanya Doni
"Apa Nona Alyssa dan tuan Alvin berpacaran?" tanya Ayu meskipun dia sudah tahu jawabannya karena melihat kedekatan antara keduanya
"Ya, mereka juga akan segera bertunangan tidak lama lagi" ucap Doni
"Wow, jadi mereka sudah sampai tahap ini?" ucap Ayu takjub
"Ya, kalau saja Nona Alyssa tidak menolak untuk menikah muda, mungkin tuan Alvin akan menikahinya sekarang juga" ucap Doni terkekeh
"Maksud anda, Nona menolak menikah dengan Tuan Alvin?" tanya Ayu terkejut mendengar itu
"Bukan menolak, lebih tepatnya nona Alyssa belum siap karena usianya yang masih muda. Dan meminta tuan menunggu hingga lulus kuliah" ucap Doni lagi
"Apa tuan Alvin bersedia?" tanya Ayu lagi
"Tentu saja, kau tidak tahu saja betapa tuan muda sangat mencintai nona kamu itu. Selama saya mengikuti tuan muda, saya tidak pernah melihat tuan muda dekat dengan wanita manapun kecuali Nona Alyssa" ucap Doni
"Hmm mereka memang pasangan serasi" ucap Ayu tersenyum senang melihat kedekatan antara Bosnya itu dengan pengusaha besar No.1 seperti Alvin.
¤
Kota A
BRAK!!!
Noah menggebrak meja dengan keras, dia sangat marah dan cemburu ketika orang suruhannya yang di minta mengikuti Alyssa, memberi kabar yang tidak menyenangkan padanya.
Siang ini, Noah mendapatkan pesan yang melampirkan Photo Alvin yang sedang memeluk dan mencium pipi Alyssa.
Terlihat di photo itu, mereka sedang berada sebuah di toko perhiasan.
Dari mata-mata yang dia kirim untuk mengawasi Alyssa mengatakan jika Alyssa dan Alvin sedang mengambil cincin pertunangan mereka di toko perhiasan tersebut.
Sontak Noah sangat marah mendengar kabar itu.
"Alvin brengsek!!! Kau mengabaikan perkataanku dan tetap menjalin hubungan dengan gadisku! Harusnya aku yang berada di samping Alyssa" ucap Noah geram
"Lihat apa yang bisa aku lakukan untukmu. Apa kau masih bisa bersenang-senang dengan gadisku setelah ini" ucap Noah lagi
__ADS_1
Noah kemudian mengambil HP nya, kemudian dia mengirimi Alvin pesan dan juga sebuah photo.
Noah menyeringai setelah mengirim pesan itu pada Alvin.