Sistem Dewi

Sistem Dewi
Ungkapan rasa Azka


__ADS_3

Alvin saat ini sedang bekerja di kantornya, sebagai Raja bisnis dengan perusahaan terbesar pertama di Negara ini.


Menuntutnya untuk selalu bekerja dengan sangat keras. Beruntung Alvin memiliki sahabat sekaligus asisten pribadi seperti Doni, yang selalu ada untuk membantunya dalam mengelola raksasa perusahaan miliknya itu.


Alvin saat ini mencoba menghubungi Noah, dan mendesaknya mengatakan dimana keberadaan Larasati.


Meskipun Alvin sudah tidak terlalu peduli dengan hal ini, namun ia tak ingin pengorbanan kekasihnya, sampai berpura-pura mengakhiri hubungan mereka.


Bahkan sulit untuk memiliki waktu berdua dengannya beberapa hari belakangan ini, akan menjadi sia-sia.


Namun Noah masih enggan mengatakan keberadaan adik dari Ibra itu padanya.


Bahkan Noah mengatakan, akan memberi tahu padanya saat Alyssa berhasil ia miliki. Itu membuat Alvin meradang penuh dengan emosi, karena merasa di permainan oleh Noah.


"****!!!" maki Alvin setelah mengakhiri Teleponnya dengan Noah.


"Bagaimana tuan?" tanya Doni penasaran.


"Bajingan itu menolak membuka mulut mengenai keberadaan Larasati, sebelum Alyssa menjadi miliknya" ucap Alvin menggertakkan giginya kesal.


"Apa anda akan mengatakannya pada nona Alyssa?" tanya Doni


"Aku pasti akan mengatakan tentang hal ini padanya, karena sebisa mungkin aku menyembunyikan pun pasti dia akan mengetahui nya. Wanitaku memiliki kemampuan yang sangat unik, aku hanya takut setelah ia mengetahui hal ini, dia akan berkorban lebih jauh lagi. Tapi aku tidak akan membiarkan itu sampai terjadi, aku memutuskan untuk menyerah pada janjiku dengan Ibra. Aku harap di alam sana Ibra tidak kecewa padaku" ucap Alvin menghela nafasnya


"Ibra tidak akan kecewa pada anda, tuan. Tuan sendiri tahu jika semasa hidup Ibra, ia tidak akan pernah memaksakan keinginannya pada orang lain. Larasati sudah dewasa, dia sudah tahu apa yang harus dia lakukan, dan tetus menjaganya. Kalian punya kehidupan masing-masing. tidak selamanya anda terus terbayang dan tertekan karena janji anda pada ibra seumur hidup" ucap Doni


"Kamu benar Doni, sudah saatnya aku melepas Larasati. Aku tidak bisa terus menerus merasa bersalah karena telah mengingkari janjiku pada Ibra. Lagipula selama ini aku sudah berusaha memenuhi janjiku padanya" ucap Alvin


"Bagaimana dengan progres perusahaan untuk mengakuisisi Tjahja Berlian?" tanya Alvin lagi


"Sepertinya kita tidak bisa mengakuisisinya lagi tuan. Tjahja Berlian sudah di akuisisi oleh perusahaan lain" ucap Doni


"Apa perusahaan Bumi Wijaya berhasil melobi pemilik tambang?" tanya Alvin


"Sepertinya yang berhasil melobi bukan perusahaan Bumi Wijaya, tuan" ucap Doni


"Apa ada perusahaan lain juga yang mengincar Tambang itu?" tanya Alvin heran


"Saya belum menyelidikinya tuan" ucap Doni


"Kalau begitu selidikilah! Aku ingin tahu, perusahaan mana yang bisa melobi pemilik tambang sampai ia rela menjualnya. Bahkan aku sendiri hampir menyerah di buatnya" ucap Alvin


"Baik tuan" ucap Doni


Kemudian dia keluar dari ruangan atasannya itu dan mulai menyelidiki perusahaan yang telah mengakuisisi tambang berlian yang sudah lama di incar A.S.A Group dan PT. Bumi Wijaya tersebut.


...¤...

__ADS_1


Raiden dengan sangat lelah pulang dari pekerjaannya di kantor. Di gerbang kompleks perumahan, dia bertemu dengan mang Ujang, security kompleks yang saat ini memanggilnya.


"Tuan Raiden, maaf mengganggu. Ini ada paket untuk anda" ucap ujang menyerahkan paket berupa sebuah amplop itu.


"Terimakasih mang Ujang, kalau begitu saya masuk dulu" ucap Raiden tersenyum


"Iya Silahkan tuan" ucap Ujang, yang sudah membuka pintu gerbang.


Raiden kemudian melajukan kembali BMW miliknya, menuju ke halaman parkir mobilnya.


Setelah masuk ke dalam kamarnya, Raiden langsung membuka paket Berupa amplop itu setelah meletakan tas kerja di atas kasur.


Ia sangat terkejut saat mengetahui jika isi dari amplop itu adalah surat dari pengadilan agama, gugatan cerai dari sang istri, Ameera.


Raiden terduduk lemas di lantai sambil memegangi dadanya dan memandangi surat dari pengadilan agama itu dengan bergetar.


"Tidak, ini pasti tidak benar. Ba-bagaimana ini mungkin?" ucap Raiden penuh dengan rasa tidak percaya.


Lalu dia mengingat ucapan putra semata wayangnya, Azka. Yang menginginkan ibunya untuk menceraikannya.


Raiden meremas surat gugatan itu dan mengambil Hp nya dan mendial nomor telepon Azka, namun nomor teleponnya sudah terblokir.


Raiden tidak ingin membuang waktunya, ia kemudian langsung memesan tiket pesawat ke ibukota.


Dia memutuskan untuk menemui dan bertanya pada putranya secara langsung, yang ia pikir mengapa Azka berani mendaftarkan gugatan cerai mewakili ibunya.


...¤...


"Ayu, aku antar kamu pulang yah" ucap Azka tersenyum manis di depan wanita pujaannya itu.


"Maaf Pak, saya bawa kendaraan saya sendiri. Saya berangkat bekerja pakai skuter" ucap Ayu menolak secara halus


Azka merasa kecewa ternyata Ayu menolak ajakan pulang bersama dengannya. Belakangan ini Ayu terus menghindar darinya, itu berhasil membuatnya merasa uring-uringan.


"Kau pulanglah bersama Kak Azka, Ayu. Tinggalkan motormu di sini, karena besok aku ingin kau ikut denganku, aku akan menjemputmu besok jam 9 pagi" ucap Alyssa yang tiba-tiba saja keluar dari ruangannya.


Azka mengangkat jempolnya ke arah adiknya itu sambil tersenyum penuh arti. Alyssa hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah kakak laki-laki nya itu.


"Baik Nona" ucap Ayu menurut.


Ia menurut pada atasannya itu, dan pulang bersama dengan Azka.


Sepanjang perjalanan Ayu diam tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Dia sangat canggung berduaan saja dengan kakak bosnya itu.


"Kenapa kamu diam saja? Apa kamu tidak suka saya mengantarmu pulang?" ucap Azka melihat Ayu diam, dia merasa tidak enak sendiri.


"Maaf, bukannya saya bermaksud begitu Pak, sa-saya hanya canggung. Saya tidak terbiasa berduaan dengan laki-laki, apa lagi bapak adalah kakak dari Nona Alyssa" ucap Ayu menunduk

__ADS_1


"Azka, panggil Aku Azka! Jangan panggil Pak, saya belum tua. lagian selisih umur kita hanya 3 tahun saja" ucap Azka


"Saya tidak berani, Pak" ucap Ayu menolak


"Panggil mas juga boleh, ini perintah tidak menerima penolakan" ucap Azka


"Ba-baik kalau begitu Pak, eh Mas. Tapi di kantor saya tetap panggil Pak Azka ya, tidak enak di dengar karyawan lain" ucap Ayu menyerah.


Azka hanya mengangguk dan tersenyum puas saat Ayu memanggilnya dengan sebutan, mas.


Gadis cantik dan lembut itu, mampu menggetarkan hatinya. Bahkan selalu terbayang setiap saat di pelupuk matanya.


Azka menyadari dia sudah jatuh dalam pesona yang Ayu miliki. Dan bertekad untuk mendapatkan dan membahagiakannya.


"Kamu sudah punya pacar atau teman dekat laki-laki, Ayu?" tanya Azka tiba-tiba menyerempet ke hal pribadi.


"Be-belum Pak, eh mas" ucap Ayu gugup dan masih belum terbiasa dengan panggilan barunya pada Azka


"Kamu sudah pernah pacaran?" tanya Azka dan hanya di balas dengan gelengan kepala Ayu.


"Apa sudah ada cowok yang kamu sukai?" tanya Azka lagi


"Belum ada, siapa juga yang suka dengan wanita miskin macam saya" ucap Ayu, di ujung katanya sangat pelan, namun masih dapat terdengar Azka


"Saya suka kok" ucap Azka spontan


"Hah?" ucap Ayu kaget mendengar ucapan Azka, dia mungkin sedang berhalusinasi sekarang. Pikirnya


"Saya bilang, saya suka sama kamu" ucap Azka mengulangi kata-katanya


"Ba-bapak, bisa saja bercandanya" ucap Ayu gugup dan mengalihkan kata-kata Azka


Azka menepikan Mobilnya di pinggir jalan. Lalu membuka seat belt nya dan membungkuk dan mendekatkan wajahnya pada Ayu.


Ayu sontak memundurkan wajahnya, terkejut. Melihat begitu dekatnya jarak antara wajah Azka dengan wajahnya.


"Apa aku terlihat sedang bercanda?" ucap Azka menatap Ayu.


"M-mas Azka, an-anda terlalu dekat" ucap Ayu dengan wajah yang memerah


"Aku serius Ayu, aku menyukaimu. Aku jatuh cinta denganmu sejak pertama kita bertemu" ucap Azka tanpa memundurkan sedikit pun wajahnya dari hadapan Ayu, yang sangat dekat itu.


Bahkan Aroma mint dari Azka tercium oleh Ayu. Ayu yang mendengar ungkapan cinta Azka terkejut dan menunduk.


"Menikahlah denganku Ayu" ucap Azka dengan serius


Ayu mendongakkan wajahnya mendengar ajakan menikah dari Azka, ia jauh lebih dari terkejut lagi karenanya.

__ADS_1


Astaga sepertinya kakak dari atasannya ini salah makan sesuatu sampai-samai pikirannya menjadi gesrex seperti ini, dan bahkan bisa-bisanya dia melamar dirinya. Pikir Ayu


__ADS_2