Sistem Dewi

Sistem Dewi
Ini aku...


__ADS_3

Setyono saat ini tidak kembali ke rumah utama setelah pergi dari rumah di distrik 3 Utara kota S. Ia justru pergi ke tempat pacarnya yang lain.


Ya meskipun sudah memiliki 8 Istri, Setyono yang dulunya saat muda adalah seorang Casanova. Ia tidak pernah puas berhubungan hanya dengan satu wanita.


Dia selalu berpetualang untuk permainan Oreo, pada wanita yang ia inginkan. Termasuk ia mengincar istri dari adik iparnya sendiri, yaitu istri Zacky.


Namun Istri Zacky yang sangat mencintai suaminya itu, tidak pernah tergoda oleh bujuk rayu Setyono, suami dari kakak iparnya itu. Ia justru selalu menghindar agar tidak pernah bertemu muka dengan sosok menjijikan seperti Setyono.


Selain istri dan juga Indah, istri Zacky yang menjadi incarannya. Setyono memiliki 2 orang gadis muda lainnya yang berumur 20 tahunan sebagai pacarnya.


"Om, kok tumben om datang ke sini, saat hari kasih terang? Tidak kerja?" tanya salah satu pacar Setyono, kita sebut saja dia Mawar.


"Om merindukanmu sentuhanmu sayang" ucap Setyono yang langsung masuk ke sebuah apartemen yang ia belikan untuk pacarnya itu.


"Om bisa saja, Mawar juga rindu sentuhan om. Tapi om, hmmm" ucap Mawar pura-pura ragu untuk bicara.


"Ada apa hm? Katakan apa yang kamu inginkan sayang?" tanya Setyono yang melingkarkan tangannya di pinggang pacarnya itu. Setyono sangat paham jika pacar gelapnya itu menginginkan sesuatu.


"Mawar naksir sama satu tas, tapi harganya sangat mahal. Mawar jadi kepikiran terus karena tidak bisa membelinya" ucap Mawar terlihat sendu di wajah nya.


"Tas? Memang berapa harganya?" tanya Setyono


"Aku lihat di website resmi, harganya 600 juta, om" ucap Mawar.


"Hanya 600 juta, Om akan belikan itu untukmu, asalkan... Kau tahu kan apa yang harus kau lakukan, sayang?" ucap Setyono sambil mengangkat dagu wanita muda itu, lalu mencium nya dengan rakus.


Tentu saja mawar mengerti keinginan sugar Daddy nya. Dan terjadilah perang sahut-menyahut suara yang ambigu untuk di dengar, karena itu adegan untuk dua puluh satu tahun ke atas, yang menjijikan. Silahkan pembaca berimajinasi sendiri🤭


...


Erick dan Alvin beserta timnya yang lain sudah bersiap untuk berangkat ke Kota S. Alvin. sengaja tidak memberitahukan Istrinya, jika kedatangannya ke kota S di maju kan hari ini, bukan besok.


Dan saat mereka sudah sampai di kota S, Alvin dan Erick langsung ke penthouse Alyssa. Sedangkan tim yang lain berkumpul di markas militer kota S, menunggu perintah lanjutan dari Jendral besar yaitu, Erick.


TING! TONG!

__ADS_1


"Tama, bukain pintu" ucap Alyssa, ia hendak mandi, jadi ia meminta Tama untuk membukanya. Ia pikir makanan yang ia pesan sudah datang.


Tama yang di perintah langsung, menurut dan membuka pintunya. Erick yang melihat Tama mengerutkan keningnya, ia sama sekali tidak pernah melihat pria tampan seperti Tama sebelumnya.


Di tambah Tama yang hanya diam saja, tidak menyapa atau menanyakan tujuan dari Erick datang. Erick pikir ia salah lantai atau salah unit.


"Vin, apa kita tidak salah lantai atau unit? Benar ini penthouse milik Ica?" tanya Erick pada putranya itu


"Ini bener kok, penthouse Ica. Lagian penthouse cuma satu pah tidak ada yang lain di kota ini dan ini lantai paling atas" ucap Alvin yang tengah membawa barang dan tidak melihat di depannya.


Alvin yang sampai di pintu, melihat ke arah penthouse Alyssa, ia terkejut saat Tama yang membukakan pintu. Ia menyadari jika papah nya tidak mengenali Tama.


"Ayo masuk Pah" ucap Alvin. langsung nyelonong masuk.


Erick yang mengikutinya putranya itu, menoleh heran ke arah Tama yang hanya diam kemudian setelah keduanya masuk, Tama menutup pintunya.


Tama mengenali Alvin sebagai bagian dari tuannya, jadi dia diam saja saat Alvin dan papahnya masuk.


"Siapa itu Vin? Kok aneh banget. Ganteng-ganteng kok mukanya datar aja, mana diem aja lagi" ucap Erick lagi-lagi menoleh ke arah Tama karena penasaran.


"Ma-manusia buatan?" ucap Erick terkejut.


"Ya, namanya Tama, dia manusia buatan yang memiliki kekuatan spiritual, dia bisa menghilang dan muncul secara tiba-tiba. Aku harap papah tidak terkejut nantinya, apalagi jantungan saat dia tiba-tiba hilang dan muncul kaya Jin iprit. Tama bisa menyerang tanpa terlihat, dan membunuh dalam sekejap mata" ucap Alvin


"Wooaah, menantu papah memang luar biasa hebat" ucap Erick kagum.


"Tama, di mana tuanmu?" tanya Alvin.


Meskipun Tama hanya menuruti Alyssa sebagai tuannya, namun Alyssa memerintahkan ia untuk menjawab jika Alvin bertanya.


"Nona sedang mandi" ucap Tama singkat


Mendengar itu kata Alvin berbinar, dan betgegas menuju kamar Alyssa berada. Erick hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah absurd putra semata wayangnya itu, lalu duduk di sofa.


"Eh, ada tamu. Ya Tuhan... Hormat saya Jendral Besar militer Ardhana. Maafkan saya tidak sopan" ucap Juna yang baru saja keluar dari kamar terkejut dan langsung bersikap hormat di depan Erick.

__ADS_1


Saat di kamar, Juna mendengar bunyi bel, namun ia tetap diam di tempat. Karena takut orang lain mengenali dirinya yang tengah bersembunyi. Ia pikir itu adalah pengantar makanan dan seperti biasa Tama yang membukakan pintu.


Namun setelah ia keluar, ia melihat seseorang duduk di sofa, ia pikir itu Alvin yang datang tiba-tiba dan pasti ingin memberikan kejutan untuk istrinya.


Tapi siapa sangka jika yang di depannya saat ini adalah seorang jendral besar di militer, yang tak lain ayah dari Alvin.


"Tidak perlu begitu resmi, Juna" ucap Erick tersenyum


Juna dan Erick pernah bertemu saat acara pernikahan Alvin dan Alyssa. Namun, saat itu Juna belum sempat memberikan hormat yang seharusnya pada seorang jendral besar. Meskipun kepolisian dan militer tidak sama kepemimpinan nya. Tapi mereka juga sama-sama aparat dan abdi negara.


"Duduklah, aku ingin mendengarkan masalah kasusmu" ucap Erick


"Tuan percaya padaku?" tanya Juna


"Lebih tepatnya aku percaya pada menantuku, dan kau adalah kakak angkatnya jadi aku percaya dia tidak akan salah memilih seseorang yang di jadikan keluarga. Apalagi dia menemukan bukti kebenaran kasusmu, bukan? Namun meskipun itu adalah orang lain dan bukan kamu atau menantuku yang terlibat. Aku akan berusaha netral sebelum aku melihat bukti, bersalah atau tidak nya orang itu sebelum bertindak" ucap Erick


"Terimakasih sudah mempercayaiku. Jadi begini ceritanya......" Juna menceritakan kronologi nya.


...


Di dalam kamar Alyssa, Alvin diam-diam masuk, terdengar suara gemercik dari dalam kamar mandi dan senandung lagu yang merdu keluar dari suara indah Alyssa.


Setelah tahu pintu kamar mandi tidak terkunci, Alvin membuka seluruh pakaiannya dan masuk ke dalam kamar mandi.


GREP!!!


Alvin memeluk istrinya dari belakang, tubuh polos keduanya bersentuhan tanpa penghalang apapun.


Alyssa terkejut dan merasakan bahaya, ada nya orang cabul. Alyssa langsung menginjak dan menyikut perut orang yang memeluknya.


"Awwwwsss, sayang, ini aku... ini aku..." ucap Alvin menahan tonjokan yang hendak di layangkan Alysaa padanya.


"Alvin!" ucap Alyssa terkejut.


...••••...

__ADS_1


__ADS_2