
Mobil yang di kendarai Alyssa, kini sudah memasuki halaman luas mansion milik Alvin. Penjaga di sana sudah akrab dengan Alyssa, mereka tahu jika Alyssa adalah calon nyonya Ardhana. Jadi mereka membiarkan Alyssa masuk setelah sebelumnya mereka memberi salam padanya.
Tok! Tok! Tok!
Alyssa sengaja mengetuk pintu utama yang terbuka itu, dengan kepala melongok kedalam. Terlihat Alvin dan Doni sedang berada di sofa ruang tamu tak jauh dari sana.
Mendengar ketukan pintu, keduanya menoleh. Melihat Alyssa datang, Alvin bergegas menghampiri wanitanya itu.
"Kau sedang apa? Kenapa nggak langsung masuk, Ica" ucap Alvin terkekeh melihat tingkah Alyssa.
"He-he" Alyssa hanya tertawa pelan.
"Kelihatannya kalian serius sekali, sedang membicarakan apa?" tanya Alyssa.
"Membicarakan yang mamah ceritakan siang tadi" ucap Alvin, Alyssa mengangguk mengerti
Alyssa kini sudah masuk dan duduk di samping Alvin. Karena Alvin menariknya untuk mendekat, membuat Doni memutar mata melihatnya.
"Dasar permen karet" ucap Doni mencibir
"Sayang, kasihan ada jomblo abadi di depan kita, tuh" ucap Alvin, Alyssa hanya terkekeh mendengarnya.
"Sialan kau Alvin" ucap Doni kesal
"Ha-ha-ha" Alvin tertawa senang, karena meledek sahabat sekaligus asisten pribadinya itu.
"Aku sudah mengirim datanya via email. Kau bisa mengeceknya sekarang" ucap Alyssa, memotong pembicaraan.
Alvin segera menatap Doni, Doni paham dan langsung mengeluarkan Laptop dari dalam tas kerja milik Alvin.
Ia langsung masuk ke akun email milik Alvin yang sudah di simpan otomatis di laptopnya.
KLIK!
Doni mengklik tautan di sana, dan terbuka beberapa data. Alvin dan Doni melihat data di sana satu per satu, tercengang. Di sana terdapat informasi lengkap, mengenai data Ibra, Larasati, dan juga Rencana keduanya.
__ADS_1
Setelahnya mereka melihat satu persatu Video yang terlampir juga di sana.
mulai dari Video rencana awal Ibra meminta Larasati mendekati Alvin, dengan mengaku sebagai adiknya.
Video memanipulasi semua orang tentang kematiannya. Video percakapan Keduanya via telepon. Video pengakuan Larasati yang sebenarnya mencintai Alvin saat di kediaman tua, Video Larasati yang mencoba menjebak dengan mencampur minuman Alvin dengan obat.
Juga Bukti yang di ucapkan mamahnya ternyata benar. Di video terlihat jelas jika Larasati saat itu berusaha menusuk mamahnya menggunakan pisau dapur.
Meskipun CCTV sudah di rusak, namun Aras memulihkan datanya seperti semula.
"Ini... Sialan, akan ku bunuh mereka berdua!!!" teriak Alvin setelah melihat Video terakhir yang ia buka.
Yaitu percakapan Larasati dengan Ibra, tentang rencana mereka ingin masuk ke dalam perusahaan Alyssa, menggelapkan dana, mengakuisisi perusahaan, juga rencana untuk melecehkan dan membunuh Alyssa.
Amarah kini menguasai diri Alvin, dia ingin membunuh keduanya dengan kedua tangannya sendiri.
"Alvin tenanglah" ucap Doni menenangkan, padahal dirinya juga sama terkejut dan marah melihat semua data dan video itu.
"Bagaimana aku bisa tenang Doni? Kau bisa melihat semuanya. Tidak cukup wanita sialan itu ingin membunuh mamahku. Sekarang ia berniat menghancurkan wanita yang paling aku cintai. Aku tidak terima!!!" Teriak Alvin
"Alvin! Hei tenanglah" ucap Alyssa memeluk Alvin mencoba memenangkannya.
Awalnya ia pikir Alyssa tidak ingin menikahinya, karena tidak ingin bersama dan tidak benar-benar mencintainya. Namun dia salah, Justru dengan menikahi Alyssa saat ini, ia akan menempatkan wanitanya dalam bahaya.
"Maafkan aku, aku selalu menempatkan kamu dalam bahaya, Ica" ucap Alvin masih memeluk Alyssa.
"Kau bicara sembarangan, lihatlah aku! Aku sehat dan baik-baik saja. Kau tidak perlu khawatir, aku bisa menjaga diri sendiri. Yang perlu kamu khawatirkan adalah keselamatan kamu dan keluargamu saat ini, karena orangtuamu juga di incar oleh mereka" ucap Alyssa
"Tapi kamu juga termasuk di dalam rencana mereka, sayang. Bagaimana aku tidak khawatir? Untuk keluargaku, aku sudah memberi tahu papah, dan papah sudah melakukan persiapan untuk itu" ucap Alvin
"Bagus kalau kau sudah memberitahu papah Erick" ucap Alyssa tersenyum
"Bukankah dia melamar menjadi sekretarismu? Tolak dia, jangan berikan dia akses sedikit pun untuk masuk ke perusahaan" ucap Alvin
"Aku sudah melakukannya, jangan khawatir. Besok aku akan membicarakan hal ini dengan Noah dan Om Yoga, untuk antisipasi" ucap Alyssa.
__ADS_1
"Kenapa kau melarangku untuk membunuh mereka sekarang?" tanya Alvin
"Biarkan saja dulu, jika dia sudah bertindak atau menyakiti orang yang kita sayang. Aku sendiri yang akan membawanya ke hadapan kamu saat itu juga" ucap Alyssa menghibur Alvin.
"Biarkan kali ini aku yang mengurusnya. Kamu tidak aku izinkan menyentuh kedua orang yang menjijikan itu. Aku ingin melenyapkan keduanya dengan tanganku sendiri" ucap Alvin serius
"Baik-baik, terserah kamu. Tapi jangan salahkan aku, yang akan bertindak. Jika mereka sendiri yang mengantarkan nyawa mereka padaku" ucap Alyssa
"Tentu, tapi biarkan Tama yang menanganinya" ucap Alvin posesif
"Ya-ya terserah apa kata kamu" ucap Alyssa tersenyum paksa, Alvin yang melihat hanya terkekeh gemas.
...
Perumahan tingkat Tiga, Ibukota.
Dua sejoli masih bergulung selimut, setelah kegiatan olahraga rutin yang selalu mereka lakukan.
Keringat masih menetes, nafas keduanya masih memburu. Bahkan AC yang menyala pun tidak bisa mendinginkan suhu panas di tubuh mereka.
"Bagaimana? Apa sudah ada panggilan interview di AL Group?" tanya laki-laki yang tak lain adalah Ibra
"Belum, Lagian baru pagi tadi aku kirim CV nya. Kemungkinan besok atau lusa baru ada kabar" ucap Larasati
"Baiklah, aku yakin kau pasti bisa masuk ke sana" ucap Ibra yakin
"Tentu saja, aku sangat baik dalam pendidikan dan pengalaman kerja yang sangat kompeten. Siapa yang tidak tertarik. Lagian aku yakin, jika Pacar Alvin tidak tahu menahu soal aku, terutama tentang kamu yang di ketahui sudah meninggal lebih dari 5 tahun yang lalu" ucap Larasati percaya diri.
"Bagus, jika nanti kau sudah berhasil masuk. Kau jerat Wanita itu agar percaya padamu, lalu kita bisa memanipulasi dana perusahaan agar masuk ke dalam rekening kita. Dan kau alihkan perhatian nya untuk mendapatkan tanda tangan pengalihan saham dan properti, atas namamu. Pada saat nya tiba, kita mengambil semua miliknya dan melenyapkannya dari muka bumi" ucap Ibra.
"Tentu" ucap Larasati, dengan senyum penuh makna dan tangan yang saat ini meraba dan melakukan gerakan ke dada Ibra yang terbuka itu.
"Pada saat yang sama, setelah aku mendapatkan harta milik wanita itu dan Alvin di bawah kendaliku. Aku akan melenyapkan wanita benalu itu dan juga dirimu, Ibra sayang. Dan aku bisa hidup bahagia bersama Alvin dan harta yang melimpah, selamanya" ucap Larasati dalam hati dan tertawa.
...
__ADS_1
Maaf Author update 1 Bab dulu, Real Live lagi sibuk-sibuknya.
Besok di usahakan Doble update seperti biasanya. 🙏🙏