
Alvin menoleh ke arah Alyssa yang masih terkekeh, ia mendengus kesal karena Alyssa sama sekali tidak cemburu. Ketika ia berbicara dengan wanita lain.
"Cukup basa-basinya, saya menelepon bukan karena kangen atau semacamnya. Saya ingin membeli kapal pesiar yang anda beli kemarin. Bisakah anda menjualnya pada saya? Saya akan membeli 2 kali lipat dari harga seharusnya" ucap Alvin membuat Alyssa mengerutkan kening tidak setuju, namun ia tetap diam karena telepon masih tersambung.
"Sialan Alvin, kenapa dia menaikkan harganya begitu tinggi" ucap Alyssa dalam hati kesal.
"Ternyata kamu berminat dengan kapal pesiar yang aku beli. Oke tidak masalah, aku akan memberikan kapal itu padamu. Dengan satu syarat" ucap Arabella dengan suara centilnya
"Apa syaratnya?" tanya Alvin curiga
"Gampang kok, cuma jadi suamiku. Jangankan kapal pesiar kecil ini, semuanya akan aku kasih untuk kamu, asal kamu menikah denganku, baby" ucap Arabella dengan nada sensual menggoda.
"Cih, dalam mimpimu!!!" ucap Alvin kesal dan jijik, ia langsung menutup teleponnya sambil bergidik.
Alvin kemudian menoleh ke arah Alyssa yang raut wajahnya tidak bisa di tebak.
"Ya Tuhan, jangan sampai Ica mikir yang macem-macem dan ngambek lagi" ucap Alvin
"Kenapa kau menatap ku seperti itu? Senang ya di lamar sama sugar Mommy?" tanya Alyssa tiba-tiba tertawa kencang di susul oleh Doni dan Nino yang ikut tertawa.
"Astaga tuan muda, wajah anda yang kesal, marah, jijik, dan panik sangat lucu sekali Ha-ha... Aku nggak nyangka tuan muda mau di jadikan sugar Baby" ucap Doni tertawa.
"Iya, saat wanita perawan tua itu bilang 'jadilah suamiku'. Astaga... Wajah Pak Alvin lucu banget Ha-ha" ucap Nino
"Doni! Nino! Berani kalian, mau aku hanguskan bonus kalian hah? Beraninya menistakan bos sendiri" ucap Alvin yang membuat Doni dan Nino Kicep.
"Kamu lagi sayang, berani ya kamu menertawakanku. Bukannya cemburu atau marah, malah seneng calon suaminya di goda wanita lain" ucap Alvin
"Maaf Ha-ha... Mukamu lucu sayang. Lagian kenapa aku harus cemburu sama wanita tua kaya, emang kamu doyan sama tuh anabelle?" ucap Alyssa
"Ya nggak lah, ogah banget" ucap Alvin
"Nah itu, jadi nggak ada faedahnya aku cemburu, sama hal yang tidak penting. Kesel sih ada, karena aku nggak bisa dapat kapalnya" ucap Alyssa kemudian cemberut.
"Maaf sayang" ucap Alvin merasa tidak enak tidak bisa mendapatkan kapal pesiar yang di inginkan wanitanya.
"Tidak apa-apa, ayo coba kita telepon yang satunya lagi. Siapa tahu dia mau jual tuh kapal" ucap Alyssa berharap.
Meskipun enggan, Alvin tetap menelepon Kenzo. Dia sebenarnya tahu watak Kenzo, si manusia dingin itu. (Definisi tidak sadar diri 😂)
Kenzo adalah orang kepala batu yang tidak suka, miliknya di ambil oleh orang lain. Meskipun itu orang tuanya sendiri.
__ADS_1
"Halo tuan Alvin, ada yang bisa saya bantu" ucap Kenzo dengan nada suara yang datar.
Alyssa yang mendengar suara Kenzo mengerutkan keningnya, dia seperti mengenal suara itu.
"Kenzo... Kenzo... Oh iya aku ingat, dia cowok yang ikut nolongin ibu-ibu saat di serang di jalan itu kan" ucap Alyssa dalam hati
"Halo tuan Kenzo, maaf saya menganggu" ucap Alvin sopan, namun dengan suara yang datar juga.
"Tidak masalah, apa ada hal yang mendesak, sehingga seorang Alvin menelepon saya tiba-tiba" ucap Kenzo
"Ya, saya berniat membeli kapal pesiar milik anda, yang baru datang kemarin" ucap Alvin to the poin
"Maaf, saya tidak berniat menjual apapun barang milik saya pada orang lain tuan Alvin. Mungkin anda lupa jika saya tidak suka jika milik saya di ambil oleh orang lain, baik secara baik-baik ataupun paksaan" ucap Kenzo dingin
Alvin menoleh ke arah Alyssa yang diam dengan raut wajah sedih.
"Bisakah anda memikirkannya lagi? Aku bisa membayar berapapun kau inginkan" ucap Alvin
"Tidak, saya tidak kekurangan uang, tuan Alvin. Bahkan jika yang meminta orang tua saya, saya tetap tidak akan memberikannya" ucap Kenzo kesal karena terus di desak.
Alvin menarik nafasnya panjang
"Maaf" ucap Alvin tanpa suara ke Alyssa yang sedang menatapnya.
"Tuan Kenzo" ucap Alyssa
Deg!
Jantung Kenzo berdetak dengan cepat hanya dengan sebuah suara, yang sangat ia ingin lupakan, namun tidak bisa.
"Alyssa" ucap Kenzo tak sadar
Alvin yang mendengar Kenzo mengucap nama Alyssa terkejut dan heran.
"Apa mereka saling kenal?" pikir Alvin
"Anda mengenal saya?" tanya Alyssa pura-pura tidak tahu
"Ah, aku pria yang ikut menolong ibu-ibu saat berada di ibukota Negaramu beberapa bulan yang lalu" ucap Kenzo lembut, membuat Alvin lagi-lagi terkejut sekaligus cemburu.
"Ah, saya ingat. Oh iya tuan Kenzo, yang ingin membeli kapal pesiar bukanlah Alvin. Melainkan saya yang menginginkannya, Alvin hanya membantu saya untuk bicara tadi. Bisakah anda memikirkannya lagi. Saya sangat menyukai kapal itu dan ingin sekali memilikinya" ucap Alyssa dengan nada suara sedih.
__ADS_1
Entah kenapa, mendengar suara Alyssa yang sedih, dirinya ikut merasakan sakit.
"Kenapa aku masih lemah jika berhadapan dengannya" ucap Kenzo dalam hati.
"Jangan bersedih, aku akan menjualnya padamu" ucap Kenzo, yang membuat Semua orang di sana sangat terkejut.
Cepat sekali ia berubah pikiran hanya dengan beberapa kalimat yang keluar dari mulut Alyssa.
Alvin bagaimanapun menahan rasa cemburunya. Apalagi saat melihat wanitanya sangat senang mendapatkan apa yang dia mau.
"Benarkah, terimakasih tuan" ucap Alyssa senang
"Jangan panggil tuan, panggil saja Kenzo" ucap Kenzo lembut.
Alvin mati-matian menahan cemburu dan sesak di dadanya. Ada pria lain yang terang-terangan memberikan sinyal cinta pada wanitanya.
"Baik Kenzo, bisakah kau mengirim kapal itu ke sini. Dan harus sampai paling lama besok" tanya Alyssa
"Tentu, aku akan mengutus orang kepercayaanku untuk mengirimnya" ucap Kenzo
"Baiklah, kita akan membalas masalah harganya setelah ini" ucap Alyssa
Setelah sambungan terputus, Alyssa meminta Doni dan Nino keluar.
"Kamu cemburu hmm? Apa kau percaya padaku, harusnya kamu senang aku mendapatkan yang aku mau. Lagian aku baru kenal dengannya, dan aku bukan tipe wanita mudah jatuh cinta" ucap Alyssa
"Ya, aku cemburu, namun aku percaya padamu. Hanya saja aku kesal melihat laki-laki lain ingin dekat denganmu" ucap Alvin jujur
"Percaya lah, aku hanya milikmu" ucap Alyssa mencium bibir Alvin dengan lembut dan di balas dengan lembut pula oleh Alvin. Hingga menjadi ciuman yang panas yang begitu agresif.
...
Di tempat lain, meskipun matahari sudah meninggi, tidak membuat dua orang yang berpadu dalam kenikmatan duniawi, menghentikan aktivitasnya.
Lengguhan dan de**han saling sahut menyahut, keringat keduanya keluar dengan derasnya.
keduanya ambruk ketika memuntahkan lahar panas.
"Hah...hah... " nafas mereka memburu karena kelelahan.
"Aku tak mau tahu, secepatnya kau tangkap wanita itu, dan bawa dia ke markas" ucap sang wanita
__ADS_1
"Tentu saja nonaku sayang. Aku pasti akan membawanya ke hadapanmu" ucap seorang laki-laki, sebelum dirinya kembali menindih tubuh wanita di sampingnya.
...