Sistem Dewi

Sistem Dewi
Di balik kecelakaan Rayhan


__ADS_3

Pagi ini Pemakaman Ibra dan Larasati di lakukan secara tertutup. Tidak ada yang tahu kecuali pihak dari Alvin dan Alyssa.


Segala bukti sudah di lenyapkan oleh Aras dan Tama, baik digital maupun bukti lain.


Kondisi mental Alvin maupun Doni sudah normal seperti tidak terjadi apa-apa. Sandra dan Erick sudah mengetahui hal itu, dan menghibur Alvin dan Doni setelah mengetahuinya.


Alyssa hari ini sedang tidak masuk kerja, sesuai janjinya ia datang ke kantor Alvin, saat jam makan siang. Dia menemani calon suaminya bekerja itu bekerja dan makan bersama.


Masalah Rayhan ia urungkan untuk membicarakannya dengan Alvin. Mengingat kejadian Ibra dan Larasati masihlah hangat di ingatan Alvin dan Doni. Jadi ia memutuskan untuk mengurus semua itu sendiri.


"Aku pulang dulu, tidak apa-apa?" ucap Alyssa pada Alvin


"Aku antar" ucap Alvin


"Nggak usah, aku bisa sendiri. Pekerjaanmu masih banyak, aku akan kembali nanti sore untuk menjemputmu" ucap Alyssa tersenyum


"Hmm, hati-hati" ucap Alvin mencium kening Alyssa lembut


Alyssa beranjak dari ruangan Alvin, di depan ia bertemu dengan Doni dan Nino yang fokus pada kerjaannya.


"Doni" ucap Alyssa


"Ya, nona" jawab Doni.


Sikapnya sudah seperti biasa, seperti tidak ada yang terjadi. Doni hanya syok melihat Ibra yang ternyata benar masih hidup. Di tambah Alvin yang membabi buta menusuk dan menyayat Ibra hingga tewas.


Namun Doni tidak benci ataupun menyalahkan Alvin, menurutnya Ibra pantas mendapatkan itu atas perbuatannya dulu. Hanya saja ia terlalu syok, melihat adegan itu yang tidak biasa itu.


"Kau tidak apa-apa?" tanya Alyssa


"Saya baik-baik saja sekarang" ucap Doni sedikit tersenyum.


Nino yang tidak tahu apa-apa hanya terdiam bingung dengan pembicaraan antara dua orang di depannya.


"Bagus, tidak usah di pikirkan, semuanya akan baik-baik saja. Aku pergi dulu, sore nanti aku kembali lagi" ucap Alyssa


"Baik, hati-hati di jalan Nona" ucap Doni tulus.

__ADS_1


...


Alyssa saat ini melajukan Mobilnya menuju Penabur internasional School. Tentu saja kedatangannya untuk menjemput Rayhan.


Karena Dion saat ini sudah kuliah di Universitas Unggulan Ibukota. Tentunya bersama Hesti dan Tiara, hanya saja ketiganya berbeda jurusan.


"Kak Ica" panggil Rayhan dari kejauhan.


Sosok nya yang tampan menjadi perhatian semua siswi di sana. Dan dia cukup populer sebagai siswa pindahan yang tampan juga pintar.


Rayhan yang menghampiri Alyssa menjadi bahan pembicaraan gosip. Bukan hal yang buruk, justru mereka takjub melihat Rayhan menghampiri wanita cantik yang ia sebut kakak itu.


Semua orang hampir familiar dengan Alyssa, meskipun Alyssa sudah tidak lagi menjadi seorang model. Mereka masih mengenalinya dan mereka terkejut, ternyata Rayhan adalah adik Alyssa.


"Ayo pulang" ucap Alyssa


"Hmm, ayo" ucap Rayhan tersenyum


Keduanya masuk ke mobil dan melaju meninggalkan area sekolah.


"Baik, semuanya lancar tidak ada kendala. Aku suka suasana sekolah di sini" ucap Rayhan berbinar dan jujur.


"Syukurlah jika kau suka" ucap Alyssa terkekeh dan mengelus kepala Rayhan.


Alyssa menghentikan mobilnya di taman dekat mansion. Mereka berdua turun dan membeli jajanan kaki lima di sana, kemudian duduk di bangku taman.


"Ray, ada yang ingin kakak tanyakan" ucap Alyssa


"Soal apa kak? Tanyakan saja, jika Rayhan punya jawabannya pasti Rayhan jawab" ucap Rayhan.


"Jika suatu hari nanti kau bertemu keluarga kandungmu. Apa yang ingin kamu lakukan?" tanya Alyssa


"Tidak ada. Lagian aku tidak tahu siapa dan di mana mereka berada saat ini. Aku tidak berharap bertemu, karena kehadiran aku tidak di inginkan, makanya aku di buang ke panti entah saat aku umur berapa. Yang jelas aku masih bayi merah saat itu, kata Bu Titik" ucap Rayhan mengingat cerita bu Titik.


"Jika memang benar mereka menemukanmu dan menginginkan kamu kembali, bagaimana menurutmu? Apa kamu bersedia kembali bersama mereka?" tanya Alyssa lagi


"Tidak, aku memiliki tujuanku sendiri. Lagian aku sudah merasa bahagia dengan keadaanku yang sekarang. Aku bahagia di kelilingi oleh orang yang sayang denganku, termasuk Kak Ica. Aku tidak peduli mereka yang sudah membuangku dulu" ucap Rayhan.

__ADS_1


"Hmm, kakak ingin jujur padamu tentang sesuatu" ucap Alyssa


"Jujur gimana Kak?" ucap Rayhan bingung


"Kakak tahu keluarga kandungmu, kakak baru mengetahuinya saat kamu kecelakaan kemarin. Dan dalang dari kecelakaan kemarin adalah paman kecilmu, adik dari ayahmu" ucap Alyssa


Rayhan yang mendengar itu terkejut, namun sesaat ia tersenyum kecut dan menghela nafas berat.


"Bukankah sudah cukup membuangku, kenapa mereka masih ingin membunuhku juga?" ucap Rayhan dengan kekehan dingin penuh rasa sakit.


"Bukan mereka namun hanya pamanmu saja. Kamu adalah anak dari keluarga super kaya, ayahmu adalah komisaris besar di partai politik, kakekmu memiliki perusahaan nomor 7 terbesar di negara ini, bergerak di bidang ekspor impor barang.


Nama ayahmu adalah Alaric Setyo Diningrat. Ibumu meninggal setahun setelah kau menghilang karena depresi kehilangan kamu. Ayahmu sangat mencintai ibumu, namun ia harus menikah lagi karena perjodohan, lima tahun setelah ibumu meninggal atau saat kamu berumur 6 tahun. Tapi mereka tidak bisa mempunyai anak karena istrinya saat ini mandul.


Pamanmu Hendriko Setyo Diningrat, jarak umurnya jauh dari ayahmu, umurnya sekarang 27 tahun.


Dia menyelidikimu dan menemukan keberadaan mu, tapi ia tidak ingin kau di temukan oleh ayah dan kakekmu. Karena kau memiliki saham perusahaan 52% di perusahaan dari ayahmu. Sedangkan dirinya hanya memiliki 30% saham.


Kamu bukan di buang, melainkan dulu di culik kemudian menghilang lebih dari 17 tahun yang lalu" ucap Alyssa


Rayhan hanya mendengar dan terdiam, tidak merespon. Pikirannya berkecamuk, dia tidak tahu harus bersikap seperti apa.


"Rayhan, Kakak tidak akan memaksamu untuk menerima mereka kembali. mengambil Ataupun melepas hak kamu, itu terserah padamu. Tapi kakak akan membalas perbuatan paman kecilmu dan memberi tahu keluargamu tentang kamu masih hidup" ucap Alyssa


"Hmm, aku percaya padamu kak. Tapi, apapun itu, Ray tetap ingin seperti ini, aray ingin tinggal bersama kakak atau anak-anak panti lain. Ray akan berusaha sukses dengan usaha Ray sendiri. Ray tidak menginginkan warisan itu. Aku tidak keberatan orang itu mendapatkan pelajaran, namun aku tidak ingin dia mati. Bagaimana pun dia masih ada ikatan darah denganku" ucap Rayhan


"Baik lah, sesuai keinginanmu" ucap Alyssa mengelus kepala Rayhan.


Setelah pembicaraan itu, Alyssa dan Rayhan kembali ke mansion. Di dalam kamarnya, Rayhan merenungi ucapan Alyssa. Entah mengapa hatinya sakit mendengar kenyataan, jika paman kandungnya sendiri, tega ingin melenyapkannya. Hanya karena perihal harta semata.


Berbeda dengan Alyssa saat ini, ia sibuk memeriksa data di ruangan kerjanya. Data itu sebagai bukti kejahatan Hendriko. Dia memutuskan untuk menemui keluarga Diningrat besok.


Perbuatan kejahatan itu harus di pertanggung jawabkan di kepolisian. Namun Alyssa juga akan memberi peringatan dan pelajaran kecil untuknya, karena sudah mencoba menyakiti Rayhan.


Alyssa merenggangkan ototnya, ia melirik jam di pergelangan tangannya. Ia mengambil tas kecil miliknya dan kunci mobil, lalu melesat menuju kantor Alvin.


...

__ADS_1


__ADS_2