
Ben keheranan melihat ayahnya sedang ketakutan, hingga berkeringat banyak.
"Ayah, kau kenapa? Apa ayah sakit? Aku akan membawa ayah ke rumah sakit, aku tagih uang sewa dulu pada mereka" ucap Ben
"Diam!!! Minta maaf pada mereka sekarang juga!!!" ucap Wawan
"Kenapa aku harus minta maaf pada mereka? Aku tidak salah apa-apa" ucap Ben
"K-kau.. " ucap Wawan terpotong
"Mulai hari ini, kau bukan lagi pengelola dan penanggung jawab lahan ini, tuan Wawan" ucap Alyssa
"Siapa kamu?? Beraninya kau berkata seperti itu, pada ayahku" ucap Ben
PLAK!!!
"Diam!!!" teriak Wawan setelah menampar putranya.
"Ayah kenapa kau menamparku" ucap Ben tidak percaya
"Wanita di depanmu adalah bos lahan di sini. Dia adalah ketua dan CEO AL Group" ucap Wawan dengan keras
"Apa???" teriak Ben terkejut.
Bukan hanya Ben, Rayhan juga terkejut mendengarnya. Rayhan tidak menyangka jika Alyssa, kakaknya itu, sangat sukses.
"Maafkan saya nona, tolong maafkan kelakuan putra saya dan tolong jangan pecat saya. Saya akan memperbaiki cara kerja saya" ucap Wawan memohon.
"Tidak!!! Aku tidak akan meloloskan siapa pun yang sudah melanggar aturan di tempatku" ucap Alyssa tegas
"Enzy! panggil anak buah kamu, bawa mereka berempat ke kantor polisi. Cari bukti yang terkait pelanggaran di pekerjaan. Aku tidak ingin ada benalu di tempat milikku!!" ucap Alyssa menatap tajam ke arah Wawan dan Ben yang sekarang tengah ketakutan.
Mereka berdua terduduk lemas, mengetahui jika sebentar lagi mereka akan mendekam di penjara.
"Baik Nona" ucap Enzy.
Alyssa tersenyum ke arah Rayhan dan menepuk Kepala adiknya itu pelan.
"Di mana Bu Titik?" tanya Alyssa lembut
"Di dalam, kak" jawab Rayhan
Rayhan membawa Alyssa masuk ke gedung serbaguna itu. Terlihat di sana Bu Titik sedang rebahan di lantai beralaskan tikar rotan.
Alyssa langsung mendekat dan memeriksa nadi Bu Titik. Lalu ia melihat menggunakan mata tembus pandangnya, kemudian menghela nafas nya lega. Saat ia tahu Bu Titik hanya terkena tipus dan stres karena banyak pikiran.
"Bu Titik tidak apa-apa. Kamu bisa tenang, biar kakak nanti akan mengurus semuanya" ucap Alyssa
"Paman, tolong telepon Health Hospital, kirim ambulans kemari. Bilang jika ini aku yang minta datang, mereka tahu apa yang harus mereka lakukan" ucap Alyssa.
__ADS_1
"Baik" ucap Erlan.
Tak lama kemudian Ambulans datang dan membawa bu Titik untuk di rawat di rumah sakit.
Selang setengah jam, Bu Desi datang. Dia terkejut karena ada Alyssa, Erlan dan Enzy di sana.
"Ica, kamu ada di sini?" tanya Bu Desi lembut
"Iya bu" ucap Alyssa tersenyum
"Bu Desi, apa ibu sudah mendapatkan tempat tinggal yang baru?" tanya Rayhan
"Belum Han, uang ibu hanya ada 5 juta. Tidak cukup untuk menyewa rumah yang cukup besar untuk menampung kita semua" ucap Bu Desi murung.
"Kalian bisa ikut denganku, ke hotel terlebih dahulu. Biar nanti Enzy akan membantu mencari tepat tinggal yang layak, untuk di jadikan rumah panti yang baru" ucap Alyssa
"Apa tidak merepotkan kamu? Tapi uang kami hanya ada 5 juta" ucap Bu Desi tidak yakin dengan uang yang ia miliki.
"Tidak perlu memikirkan biaya, biar Ica yang akan menanggung semuanya" ucap Alyssa
"Terimakasih Ica" ucap Bu Desi menangis haru dan memeluk Alyssa erat.
"Sama-sama, kalian adalah keluarga pertama yang Ica miliki" ucap Alyssa membalas pelukan hangat Bu Desi
"Enzy kau urus semuanya! Cari tahu juga kenapa Panti bisa di gusur! Saya mau Informasi nya ada nanti malam sudah ada" ucap Alyssa
Delapan belas orang itu kemudian keluar dari gedung serbaguna, Enzy sudah meminta anak buahnya datang untuk membawa 2 mobil MPV lainnya.
Kini semuanya sudah berada di Brilliant Hotel, yang sudah di sambut oleh Retno.
Retno sangat senang bisa berjumpa lagi dengan Bosnya, yang saat ini sudah sangat sibuk dengan kuliah dan pekerjaannya yang ada di ibukota itu.
Retno sudah menyiapkan kamar enam kamar untuk anak-anak dan ibu panti. Ia juga sudah menyiapkan makanan lezat di ruangan khusus, VVIP milik Alyssa.
...¤...
Alvin masih setia dengan pekerjaannya yang menumpuk di mejanya. Besok lusa ia juga harus pergi ke Negara K, untuk mengurus kerja sama dengan perusahaan di sana.
Ia sangat merindukan Alyssa, dia memutuskan untuk menemuinya malam ini dan mengatakan jika ia harus pergi ke luar negeri untuk pekerjaan selama 5 hari.
Tok! Tok! Tok!
"Masuk" ucap Alvin
Doni masuk ke dalam ruangan kerja tuan mudanya itu. Ia datang membawa satu kantong plastik berwarna putih.
"Apa yang kau bawa?" tanya Alvin melihat Doni menenteng kantong plastik.
"Ini tadi resepsionis bilang, jika ada seorang wanita datang mengantarkan makanan untuk anda tuan" ucap Doni
__ADS_1
"Siapa?" tanya Alvin mengerutkan kening.
Ia pikir jika wanita itu tentu saja bukan Alyssa. Karena semua staf sudah tahu semua tentangnya. Dan Alyssa pasti akan datang sendiri ke ruangan atau menitipkannya langsung ke Doni atau ke Nino, jika ia sedang sibuk bekerja atau sedang meeting.
"Saya tidak tahu, tuan. Wanita itu tidak memberi tahunan namanya" ucap Doni jujur
"Kau sudah lihat di CCTV?" tanya Alvin
"Belum tuan" ucap Doni
"Cek sekarang juga! Siapa yang mengirim makanan ini. Kau tahu sendiri, aku tidak suka menerima barang atau makanan dari orang yang tidak aku kenal atau dari orang yang mencurigakan" ucap Alvin
"Baik tuan, aku akan mengeceknya" ucap Doni kemudian keluar.
Alvin langsung mendial nomer telepon tunangannya, Alyssa. Dia sudah sangat rindu, suara dari tunangannya itu.
"Halo Alvin" ucap Alyssa dari seberang telepon
"Halo sayang, kamu pulang kuliah jam berapa? Aku jemput ya" ucap Alvin lembut
"Maaf Alvin, aku lupa memberi tahumu. Aku ada di kota M sekarang. Aku sedang mengurus masalah panti di sini" ucap Alyssa
"Kau di kota M. Yah, sayang sekali, padahal aku sangat merindukan dan ingin bertemu" ucap Alvin menghela nafas kecewa
"Maaf, nanti kita bisa menghabiskan waktu berdua setelah aku pulang" ucap Alyssa lembut
"kapan kau kembali?" tanya Alvin tak kalah lembutnya
"mungkin lusa aku sudah kembali" ucap Alyssa
"Hmm, sepertinya kita tidak bisa bertemu. Aku ada perjalanan bisnis ke negara K besok lusa. Dan aku ada di sana selama kurang lebih 5 hari" ucap Alvin
"Tidak apa-apa, kita masih bisa bertemu setelah kau pulang dari perjalanan bisnismu" ucap Alyssa
"Baiklah, kau jaga diri baik-baik nanti selama aku pergi" ucap Alvin
"Tentu, kau juga harus menjaga diri baik-baik, perhatikan juga kesehatanmu" ucap Alyssa
"Iya sayang. Aku mencintaimu" ucap Alvin
Setelah memutuskan sambungan teleponnya, Doni masuk ke dalam ruangan Tuan mudanya.
"Apa kau sudah menemukan siapa yang mengirim makanan itu?" tanya Alvin
"Sudah tuan. Yang mengirim makan itu adalah Arumi, wanita yang pernah anda usir saat itu" ucap Doni
"Sial!! Doni, kau kirim photo wanita itu di Group Chat milik karyawan perusahaan. Katakan pada semuanya untuk tidak mengizinkan Wanita itu masuk, satu langkah pun ke perusahaan. Aku tidak mau dia berbuat yang tidak-tidak nantinya" ucap Alvin
"Baik tuan muda" ucap Doni
__ADS_1