
Alyssa masuk kedalam mobilnya, saat menoleh ke kursi sebelahnya dia kaget melihat bungkusan plastik tergeletak.
"Astagaaa, seblakku" Teriak Alyssa, dia baru teringat akan seblaknya yang belum sempat dia makan, karena di mintai tolong Hanin.
Seblaknya sekarang sudah dingin, didalamnya sudah mengembang dan pastinya sudah tidak nikmat lagi, Alyssa hanya menghela nafasnya.
Dia kemudian melajukan Mobilnya dengan pelan, mencari sebuah tempat makan karena perutnya minta di isi. Ini sudah lewat jam makan siang karena hari sudah sore. Untung saja Alyssa tak punya riwayat sakit lambung.
Ya, kalaupun jika ia punya riwayat sakit lambung juga pasti sudah sembuh, karena Alyssa sudah mengkonsumsi Magic Liquid.
Setelah jalan cukup lama, Alyssa melihat sebuah cafe dengan ornamen menarik di pinggir jalan, dia memutuskan untuk singgah ke cafe itu.
Setelah memarkirkan mobilnya dia kemudian masuk dalam cafe itu.
"Selamat sore, ini menunya ka" ucap salah seorang pelayan yang menatap Alyssa penuh kagum.
Alyssa melihat buku menu di depannya, dia membolak-balikan menu itu, memilih. Harga makanan di cafe ini cukup terjangkau.
"Saya pesan Rice bowl, es teh manis dan air mineral" ucap Alyssa
"Baik, tunggu sebentar kak" ucap Pelayan itu
Pelayan itu kembali ke tempatnya, teman-temannya langsung menariknya mendekat.
"Apakah dia artis?" ucap pelayan yang lain
"Aku nggak tahu, itu mungkin saja. Aku lihat dari dekat dia sangat cantik, sampai-sampai aku saja yang wanita terpesona dibuatnya.
"Benar, aku aja yang lihat dia dari jauh tahu, dia wanita paling cantik yang aku lihat" ucap pelayan lain
"Udah, cepat kamu kasih catatan pesanan kakak cantik itu ke bagian dapur, biar ceoat di bikin" ucap pelayan lain lagi
Alyssa menatap layar HP nya, tidak ada pesan dari Alvin. Dia mengerti, mungkin saja sekarang Alvin sedang bekerja dan belum pulang.
"Ini Kak pesanannya, silahkan di nikmati" ucap pelayan itu dan meletakan pesanan Alyssa di atas meja.
"Terimakasih" ucap Alyssa tersenyum.
Pelayan itu tertegun melihat senyum Alyssa "Sungguh cantik" gumam pelayan itu pelan, namun masih terdengar oleh Alyssa .
__ADS_1
"Apa aku harus menggunakan masker kemana-mana?" ucap Alyssa dalam hati melihat semua orang menatapnya terpesona.
Alyssa mengabaikan itu seperti biasa, selagi mereka tak membuat masalah, Alyssa pun tak masalah. dia mulai makan makanannya. Itu terasa cukup enak, dengan harganya itu sudah sepadan.
¤
Seorang gadis memposting Photo bersama Alyssa dan mobil mewah di sampingnya.
"Hari ini aku membeli seblak di dekat AKM Mall, aku bertemu seorang Dewi disana. Dia mengendarai Supercar ini, awalnya aku pikir dia seorang artis, jadi aku minta photo bersama dengannya. Kakak cantik ini sangat ramah dan tidak sombong, padahal dia mungkin generasi kedua Super kaya" tulis caption Gadis itu di Instagram nya
[ Astagaaaa.. Cantik sekali, benar-benar seperti seorang Dewi ]
[ Apa dia seorang artis? ]
[ Aku belum pernah lihat artis yang secantik dia, kalau dia menjadi artis, aku orang pertama yang menjadi penggemarnya ]
[ Apakah ada yang tahu akun instagram atau media sosial gadis itu? ]
[ Jika aku tahu akunnya, aku akan mengikutinya ]
[ Waaahh beruntung sekali kamu ketemu kakak cantik itu ]
[ Damn it! itu Bugatti Veyron, harganya 72 Milyar ]
[ Benarkah? Waahh.. gadis itu pasti dari keluarga super kaya ]
Photo itu di banjiri komentar yang memuji kecantikan Alyssa dan juga mobil miliknya. Dan Alyssa tidak tahu itu, karena dia tidak punya akun media sosial.
¤
Hanin dan sebagian murid, datang menjenguk ibu Murti di Health Hospital. Di sana baik Darna, Murti dan Bagus, semuanya mengucapkan terimakasih pada Hanin.
"Terimakasih Bu, Kalau bukan karena Bu Hanin yang meminta bantuan pada Nona Alyssa, Ibu saya belum bisa sadar dan juga belum sembuh sampai sekarang, " ucap Bagas menitikkan air mata haru.
"Apa Alyssa yang mengobati ibumu?" tanya Hanin, meskipun ia tahu jika Alyssa pasti bisa melakukannya.
"Benar, nona Alyssa yang menyembuhkan istri saya. Dia sungguh gadis ajaib, bahkan dokter sudah mendiagnosis istri saya Kanker pankreas stadium 3. Bahkan jika melakukan operasi hanya ada kemungkinan 10% berhasil, tapi Nona Alyssa, dia hanya menggunakan obat berbentuk cair untuk menyembuhkan istri saya, dan ajaibnya, hanya dalam hitungan detik istri saya sadar dan juga sembuh total" ucap Darna
Semua orang yang ada disana termasuk Hanin terkejut. Hanin tahu Alyssa hebat dalam meracik obat, tapi dia tidak menyangka akan sehebat itu.
__ADS_1
_________________
Jam 8 pagi ini, Alyssa dan Enzy sudah berada di airport. Dia akan berkunjung ke Kota B, memenuhi undangan dari Kakek Haryo.
Alyssa sudah meminta Enzy untuk memesankan tiket untuknya dan Enzy ke Kota B pada hari jumat, setelah mendapat undangan dari kakek Haryo.
Alyssa sudah memberi tahu Alvin, jika jumat ini dia akan ke kota B, dan kembali ke Kota M pada Minggu sore.
Alvin juga mengatakan akan menyusulnya ke kota B saat pekerjaannya sudah selesai.
Jarak Kota M ke Kota B, hanya butuh waktu 1 jam melalui perjalanan udara. Sedangkan 12-13 jam jika menggunakan jalur Darat.
Pesawat akan take off jam 9 pagi. Alyssa kini sedang ada di ruang tunggu VIP.
"Sistem buka undian yang kumiliki" ucap Alyssa dalam hati, yang mengingat dia punya 1x undian dari hasil naik levelnya.
[ Selamat Host mendapat 1 unit Apartement mewah Di Green Tower Kota B]
[ Sertifikat dan kartu akses sudah di letakan di ruang penyimpanan ]
Alyssa cukup terkejut mendengarnya. Dia sekarang akan pergi ke Kota B, dan dia mendapat tempat tinggal juga disana.
"Enzy apa kamu sudah memesan Hotel untuk menginap?" tanya Alyssa
"Belum Nona, saya pikir anda akan menginap di kediaman Tuan Haryo. Apa saya harus memesan kamar hotel sekarang?" ucap Enzy
"Tidak perlu, saya punya Apartement di Kota B, kita akan tinggal disana selama Kota B" ucap Alyssa
Enzy terkejut mendengarnya. Sebelumnya Alyssa juga memberi tahu dia, untuk menghubungi dan mengecek perusahaan lain seperti Hills Villa, Health Hospital, Lily Jewelry, dan sekarang dia mendengar jika Nonanya memiliki properti lain berupa Apartement di kota B.
Sungguh Nonanya adalah gadis yang sungguh luar biasa. Enzy sangat kagum.
Airport Announcement untuk boarding terdengar, Alyssa dan Enzy berjalan masuk. Enzy sudah memesankan tiket kelas satu.
Tak lama pesawat pun Take Off, Alyssa mulai memejamkan matanya sebentar. Namun dia sedikit terganggu karena sepasang mata menatapnya sejak dia mulai memejamkan matanya.
Dengan menggunakan mata tembus pandangnya, dalam kondisi menutup mata Alyssa bisa melihat orang yang menatapnya.
Dia seorang pria berusia sekitar 30 tahunan. Memakai Kemeja biru laut dan menggunakan topi juga kacamata hitam.
__ADS_1
Tapi karena Alyssa tak melihat gelagat aneh selain hanya menatapnya, Alyssa pun mengabaikan itu.