Sistem Dewi

Sistem Dewi
Membuatmu menangis


__ADS_3

Alyssa duduk kembali di kasur empuk, namun sedikit menjauh dari Alvin.


Alvin merasa sedih wanita yang di cintainya menjaga jarak dengannya. Namun ia mengerti jika Alyssa pasti sangat kecewa padanya.


"Aku tidak bermaksud menutupi atau membohongimu tentang Larasati, Ica. Larasati bukan wanita yang seperti kamu pikirkan. Aku tidak memiliki perasaan apapun padanya, apalagi hubungan romantis dengannya" ucap Alvin


Dia melihat Alyssa yang tidak bergeming dan hanya diam mendengarkan.


"Dulu saat masih aktif di militer, aku punya seorang sahabat bernama Ibra, dia 2 tahun lebih tua dariku. Dia bertaruh nyawa demi menyelamatkanku saat itu, dia menghadang peluru dengan tubuhnya saat kita sedang bertugas di perbatasan. Dia meninggal tepat di depan mataku, sebelum meninggal dia memintaku untuk menjaga adik satu-satunya yaitu Larasati" ucap Alvin, dia menghela nafasnya berat saat mengingat kematian sahabatnya itu.


"Sejak itu aku menganggap Larasati seperti adikku sendiri, karena amanat dari Ibra. Namun berbeda dengan Larasati yang melihatku sebagai seorang laki-laki, bukan sebagai seorang kakak. Aku menyadari dari dulu itu, namun aku tak menggubrisnya karena aku tidak pernah memiliki rasa cinta padanya. Sungguh hanya kamu satu-satunya wanita yang ada di hatiku, yang paling aku cintai Ica" ucap Alvin menatap Alyssa yang masih diam.


"Sampai akhirnya 4 tahun lalu dia dengan nekatnya menyatakan perasaannya padaku. Jelas aku menolaknya, dan mengatakan padanya jika aku hanya menganggapnya sebagai seorang adik. Dia marah lalu mengancam akan bunuh diri jika aku menolak cintanya. Aku tetap dalam pendirianku, aku tetap menolaknya. Namun siapa yang mengira, dia nekad memotong nadinya sendiri. Aku bingung dan terkejut karena aksi nekadnya itu, aku tak tahu harus berbuat apa lagi. Sampai akhirnya entah apa yang terjadi antara dia dan mamah Sandra, yang saat itu sangat marah pada Larasati dan mengusirnya dari rumah kami. Aku yang memiliki tanggung jawab untuk menjaganya karena amanat Ibra, mencarinya namun tetap nihil" Alvin menghela nafasnya


"Aku bahkan sudah lupa tentangnya karena sudah lama namanya tidak di sebut. Sampai kejadian hari ini aku bertemu dengan Noah, CEO Bumi Wijaya Group. Dia mengatakan ingin aku melepaskanmu dan dia akan memberiku tambang berlian sebagai gantinya. Jelas aku menolak karena kamu adalah segalanya bagiku. Lalu dia menyebut dan menambahkan informasi keberadaan Larasati sebagai tambahannya, yang membuatku sangat terkejut" ucap Alvin


Alyssa terkejut saat nama Noah di sebut, dan kemarahan saat tahu mereka membuatnya menjadi barang pertukaran.


"Lalu kau bersedia, bukan? Kalian pikir aku barang yang bisa dengan mudahnya kalian tukar?" ucap Alyssa


"Aku tidak menjawabnya, dan dia memberiku waktu untuk memikirkannya. Maafkan aku Ica, tidak ada niat sedikitpun aku menjadikanmu sebagai alat pertukaran" ucap Alvin


"Itu urusan kalian, jangan bawa-bawa aku di dalamnya. Aku punya hak menentukan sendiri kemana nasibku ku bawa" ucap Alyssa tak kuat menahan air matanya.


Alvin yang melihat Alyssa menangis, merasakan sakit. Dia membuat Wanita yang paling ia cintai menangis.


Alvin mendekat dan memeluk Alyssa, namun di tepis olehnya.


"Jangan menyentuhku!! Kau sama brengseknya dengan Noah. Kalian tidak menghargaiku sama sekali" teriak Alyssa


Alvin tetap mendekat dan memeluk Alyssa meskipun Alyssa menolak namun Alvin bersikeras membawa Alyssa dalam pelukannya.

__ADS_1


"Sayang tenanglah, maafkan aku. Aku tak bilang aku mengiyakan permintaan Noah. Aku sangat mencintaimu, aku tak ingin kehilangan kamu. Tolong percaya padaku" ucap Alvin


"Tidak, aku ingin pergi, lepaskan!!! Aku akan meninggalkan kalian semua, berengsek. Aku akan membalas kalian" teriak Alyssa


"Tidak sayang, aku tidak akan melepaskanmu, aku tak ingin kamu pergi. Tenanglah, kamu hanya salah paham" ucap Alvin


"Aku ingin kita pu...mmmhh" Alvin membungkam Alyssa dengan ciumannya agar Alyssa tidak melanjutkan ucapannya.


Alyssa menutup bibirnya dan memberontak sekuat tenaga.


Namun Alvin tetap menciumnya dan menggigit Bibir Alyssa yang membuka jalan untuk Lidahnya membelit lidah Alyssa.


Perlahan Alyssa berhenti memberontak, dan hanya diam. Air mata Alyssa mengalir di pipinya.


Alvin melepas ciumannya dan menghapus airmata Alyssa dan mencium kedua matanya ringan.


"Maaf aku menyakitimu, jangan pernah bilang Putus atau meninggalkanku. Dengarkan aku! Demi Tuhan, aku tidak ada niat sedikitpun untuk meninggalkanmu. Apalagi menjadikan kamu alat tukar. Tolong jangan salah paham sayang. Aku hanya bingung memikirkan bagaimana cara aku mengetahui informasi keberadaan Larasati tanpa harus melepaskan kamu. Aku tahu Noah adalah orang yang nekad, juga karena aku berhutang nyawa pada kakaknya Larasati. Namun jika aku tidak menemukan caranya, aku tetap tidak akan menjadikan kamu sebagai pertukaran, aku memilih untuk mengingkari janjiku pada Ibra. Karena kamu adalah satu-satunya alasanku untuk tetap hidup. Aku mencintai kamu Alyssa Cecilia Yanuar, selamanya hanya kamu. Dan aku tidak akan meninggalkan kamu, meskipun kamu mendorongku untuk pergi" ucap Alvin


Alyssa mendengar itu hanya menangis, dirinya sangat lemah, sangat rapuh. Ternyata dirinya tidak sekuat itu.


Alyssa lelah menangis dan tertidur dalam pelukan Alvin.


Alvin merebahkan Alyssa di ranjangnya, dia ikut berbaring dan membawa Alyssa dalam pelukannya.


Dia mengusap wajah cantik di depannya itu. Entah apa jadinya jika dia benar-benar kehilangan Alyssa.


Dia sungguh sangat mencintainya.


Alvin ikut tertidur setelah sekian lama memikirkan cara untuk menemukan keberadaan Larasati, tanpa harus meninggalkan Alyssa, wanita yang sangat ia cintai.


¤

__ADS_1


Alvin mengerjapkan matanya terbangun dari tidurnya. Dia menoleh ke samping, tak mendapati Alyssa di sana.


Dia terduduk dan melihat sekelilingnya, dan kamar mandi, namun nihil.


Alvin seketika itu panik, ia langsung keluar dari kamarnya dan berteriak memanggil kekasihnya itu.


"Ica! sayang! kamu di mana?" teriak Alvin.


Kemudian dia berkeliling ke rumahnya mencari keberadaan Alyssa, lalu dirinya menangkap sebuah siluet wanita duduk di tepi kolam.


Alvin langsung menghampiri dan mendekap Alyssa setelah menemukannya.


"Aku pikir kamu pergi, aku sangat takut" ucap Alvin memeluk Alyssa dengan erat.


Alyssa membalas memeluk Alvin, dia merasa bersalah membuat Alvin ketakutan mengira dia pergi meninggalkannya.


"Kau sudah tak marah lagi kan sayang?" ucap Alvin ketika melepas pelukannya dan menatap Alyssa.


"Aku masih marah padamu, seharusnya kamu jujur dari awal agar aku tidak salah paham" ucap Alyssa


"Maafkan aku, saat itu aku sangat bingung dan tak tahu harus bagaimana. Bayangan Ibra yang tertembak tepat di depan mataku, selalu membayangiku. Namun aku juga takut kau pergi meninggalkanku. Jika itu terjadi, apa yang harus aku lakukan untuk tetap hidup? Karena kamu separuh dari nyawaku" ucap Alvin


"Aku akan membantumu, aku akan mencari tahu keberadaan Larasati, agar kau bisa tenang" ucap Alyssa


"Sebenarnya, aku hanya ingin tahu keadaannya dan menjaganya dari jauh, setidaknya aku menepati janjinya pada Ibra untuk menjaganya. Sampai dia menemukan pasangan hidupnya" ucap Alvin


"Aku mengerti" ucap Alyssa


"Sayang, maaf sudah membuatmu menangis" ucap Alyssa


"Aku juga minta maaf sudah meragukanmu" ucap Alyssa

__ADS_1


"Tapi dari mana kamu tahu tentang Larasati?" tanya Alvin


"Ah, itu... " ucap Alyssa bingung menjawab pertanyaan dari Alvin.


__ADS_2