
Alyssa keluar dari lift, di lihatnya beberapa karyawan menghampirinya.
"Bu Alyssa, Bo-bolehkah saya meminta tanda tangan" ucap salah satu karyawan dengan mata berbinar.
Alyssa menahan rasa kesalnya, karyawan tidak mempunyai salah padanya, jadi dia berusaha untuk tersenyum ramah.
"Boleh, tanda tangan di mana?" ucap Alyssa tersenyum
"Ah, disini Bu" ucap karyawan sumringah.
"Saya juga bu" ucap karyawan yang lain.
Alyssa menanggapi mereka dengan ramah, dia memutuskan tanda tangannya di beberapa lembar kertas. Dan beberapa karyawan juga meminta photo bersamanya.
TING!!!
Pintu lift terbuka, Alvin bergegas keluar. Dia melihat Alyssa sedang di kelilingi karyawannya.
Melihat Bosnya datang, karyawan bergegas membubarkan diri.
Alyssa melihat Alvin, beranjak pergi, namun tangan kokoh memeluk tubuhnya dengan erat.
"Sayang, aku mohon jangan salah paham, ini tidak seperti yang kamu lihat. Aku bisa menjelaskannya" ucap Alvin
Semua karyawan memandang mereka dengan heran, ada apa dengan atasannya itu?
"Sepertinya terjadi sesuatu dengan pak bos dan bu bos"
"Sepertinya Bu Alyssa sedang marah dengan Pak Alvin"
"Benar, tapi baru saja bu Alyssa dengan ramah menanggapi kita. Sungguh kontrol emosi bu Alyssa sangat baik"
"Benar aku kagum dengan sosok Bu alyssa"
"Semoga masalah mereka bisa cepat terselesaikan"
Karyawan berbisik satu sama lain.
"Lepas, Alvin!" ucap Alyssa
"Tidak sebelum kau dengarkan penjelasanku" ucap Alvin kekeh
"Baiklah, tapi jangan disini. Kau tidak malu di lihat karyawanmu?" ucap Alyssa
"Kalau begitu, ikut aku ke ruanganku sekarang" ucap Alvin narik lembut pergelangan tangan Alyssa
Alyssa hanya pasrah mengikuti Alvin. Dan naik lift menuju kantor CEO.
Nino melihat Bosnya masuk dengan menggandeng tangan Wanita yang menurutnya sosok bidadari itu. Dia kaget dan bertanya-tanya, siapa gerangan wanita itu.
Alvin membawa Alyssa masuk ke ruangannya, di lihatnya wanita itu masih berada di sana.
__ADS_1
"Kenapa kau masih di sini? keluar kau!!" ucap Alvin marah
"Alvin, kenapa kau begitu kasar padaku?" ucap wanita itu memelas, melirik Alyssa yang berdiri di samping Alvin, dengan wajah tidak sukanya.
"Aku bilang keluar!!" teriak Alvin
"Alvin, aku jauh-jauh datang dari kota S ingin menemuimu, tapi kau malah mengusirku" ucap wanita itu
"Aku tidak mengenalmu, tadi kau bilang namamu Cinta, bukan? Aku katakan padamu, aku Alvin tidak akan tergoda oleh wanita macam kamu!" ucap Alvin
"Apa dia pacarmu? dia terlihat lebih muda dariku. Aku bisa lebih memuaskanmu dari pada dia" ucap Cinta menunjuk Alyssa.
"Beraninya kau menunjuk ke arah kekasihku!Dasar wanita gila" Teriak Alvin
"Aku tidak gila, aku mencintai kamu, dan aku tidak terima saat ada berita kamu punya calon istri. Yang akan jadi istri kamu, hanya aku Cinta Putri Bagaskara" ucap Cinta
Alyssa bagaimanapun terkejut mendengar nama wanita itu. Bukankah itu nama belakang keluarga ayahnya?
"Sinting! Kamu sepertinya sakit jiwa, Nino!!!" teriak Alvin
"Ya Pak" ucap Nino
"Seret wanita gila ini keluar, jangan pernah membiarkan dia masuk ke kantorku!!" perintah Alvin
"Baik" jawab Nino
"Alvin, kau mengusirku? Alvin aku mencintaimu, aku masa depan kamu, kamu tidak bisa melakukan ini, lepas!!" teriak Cinta.
"Sayang, kamu duduk dulu" ucap Alvin dengan lembut, pada Alyssa
"Siapa wanita tadi?" tanya Alyssa
"Aku tidak tahu, siapa dia, sungguh. Tadi aku mendapat telepon dari Nino, jika ada seorang wanita berusia sekitar 19 tahun, datang ingin menemui ku. Aku pikir itu kamu, karena Nino orang baru, pasti belum mengenali kamu siapa. Lalu aku bilang padanya untuk membiarkannya masuk" ucap Alvin menjelaskan
"Lalu kenapa dia bisa duduk di pangkuanmu?" tanya Alyssa
"Aku juga kaget saat dia menghampiri dan duduk di pangkuanku, saat aku hendak mendorongnya pergi, kamu masuk dan salah paham denganku" ucap Alvin memelas
"Benarkah?" tanya Alyssa
"Sumpah sayang, aku mana mungkin berbohong padamu. Begitu dia datang aku juga terkejut, dia memperkenalkan dirinya sendiri. Aku tanya baik-baik tujuannya datang, dia bilang hanya ingin menemuiku. Dia berusaha menggodaku, aku menyuruhnya pergi, tapi dia malah nekat menghampiri dan duduk di pangkuanku" ucap Alvin
"Baiklah aku percaya padamu kali ini, kalau hal ini terulang dan ternyata kamu main serong. Aku tidak segan-segan untuk meninggalkanmu" ucap Alyssa
"Aku tidak akan melakukannya. Sayang, apa kau cemburu? Aku senang kamu cemburu. Tapi jangan salah paham dan pergi seperti tadi. Aku takut kau benar-benar meninggalkan aku" ucap Alvin
"Ya" ucap Alyssa
"Aku akan menjaga jarak dan tak akan membiarkan wanita lain mendekat" ucap Alvin
"Sebaiknya begitu" ucap Alyssa
__ADS_1
"Sayang, kau membawakanku makan siang? Apa kau memasaknya sendiri?" tanya Alvin tersenyum, Alyssa hanya mengangguk
"Terimakasih, sudah peduli denganku, ayo kita makan bersama" ucap Alvin tersenyum dan mengecup pipi Alyssa
Mereka berdua kemudian makan siang bersama, Alyssa juga menyampaikan jika besok dia akan pergi ke Kota M, selama beberapa hari.
Alvin merasa tidak rela di tinggal Alyssa lama. Namun dia juga tidak bisa melarang Alyssa.
¤
Cinta di seret Nino sampai pintu keluar, dia juga memperingatkan resepsionis dan juga security agar tidak membiarkannya masuk, di kemudian hari.
"Beraninya kau menyeretku keluar? Aku adalah calon nyonya di perusahaan ini" teriaknya
Para karyawan yang melihat itu mulai berbisik.
"Siapa wanita itu, mengaku sebagai calon nyonya, apa dia gila?"
"Kau ingat kejadian Bos memeluk Bu Alyssa di sini? Mungkin bu Alyssa salah paham karenanya"
"Benar, pasti wanita ini mencoba menggoda Bos kita"
"Sepertinya bos menyuruh sekretarisnya mengusir wanita itu pergi"
"Baguslah, dasar gadis tak tahu malu. Memang pantas untuk di usir"
Karyawan berbisik menggosip di sana, Doni yang mendengar keributan keluar dari kantor keuangan.
"Ada apa ini?" tanya Doni
"Saya di minta Pak Alvin mengusir wanita ini keluar, Pak" ucap Nino
"Oh, mungkin ini salah satu ****** yang mencoba menggoda bos, Security bawa dia keluar!!" ucap Doni
"Baik" ucap security
"Akhhh, lepaskan aku, aku bisa keluar sendiri" ucap Cinta, lalu beranjak meninggalkan perusahaan Alvin dengan kemarahan.
"Nino apa yang terjadi?" tanya Doni
Nino menceritakan pada Doni, tanpa terlewat satu pun. Doni yang mendengar itu mengerutkan keningnya.
Dia menduga jika wanita yang sedang bersama Alvin saat ini, adalah Alyssa. Karena tidak ada wanita lain yang dekat dengan tuan mudanya selain Alyssa.
"Nino, kerjamu bagus. Tapi yang harus kamu ingat, jangan membiarkan sembarang wanita masuk ke ke ruangan tuan muda. Dan kamu ingat wanita yang bersama Tuan saat ini?" ucap Doni
"Ya, dia sangat muda dan juga cantik seperti bidadari" ucap Nino dengan wajah penuh kekaguman.
"Hilangkan mimik wajah itu, apa kau tahu wanita itu siapa?" tanya Doni, Nino menggelengkan kepalanya
"Dia nona Alyssa, pacar sekaligus calon istri Tuan Alvin" ucap Doni
__ADS_1
Nino mendadak terkejut dan bengong, pantas saja Tuan muda sangat lembut padanya.