
Alvin pulang dengan senyum bahagia menghiasi wajahnya, ia tidak sabar memberi tahu kabar gembira, tentang keputusan pengadilan tentang kasus Rudi Cristian, pada istri tercintanya.
Ia mencari keberadaan istrinya itu, Setelah mencarinya, ia mendapati Alyssa tengah duduk di taman belakang mansionnya sembari memberi makan ikan di kolam.
Grep!!!
"Bunda Baby sayang..." ucap Alvin memeluk sang istri dari belakang, dan mencium ceruk leher Alyssa. Sedangkan tangannya mengelus perut buncit sang istri.
"Eh, Tumben ayah sudah pulang? Biasanya dua jam lagi baru pulang" ucap Alyssa melihat waktu di ponselnya.
Sebenarnya Alyssa tahu kenapa Alvin pulang lebih cepat. Namun ia pura-pura tidak tahu, ia tidak mau mengecewakan dan menghilangkan rasa bangga suaminya itu.
"Aku ada kabar gembira buat kamu sayang" ucap Alvin bersemangat ingin menyampaikan berita untuk istrinya.
"Apa itu?" tanya Alyssa dengan wajah penasaran.
"Si bang*at Rudi itu kini sudah di adili, dan di vonis hukuman 20 tahun penjara" ucap Alvin antusias dengan semangat menggebu.
"Oh ya, benarkah?" ucap Alysaa pura-pura terkejut.
Alyssa terlihat sangat alami melakukannya, hingga Alvin tidak sadar jika itu hanya pura-pura terkejut demi menyenangkannya.
"Ya jelas benar dong sayang. Aku pastikan ia akan mendekam di sana tanpa bisa mengajukan banding, dan aku akan buat dia hidup bagaikan di neraka selama dua puluh tahun di penjara" ucap Alvin.
Dia tentu saja sangat marah, mengingat usaha apa yang di lakukan Rudi demi menyingkirkan istri tercinta nya, bahkan merencanakan pembunuhan dengan racun.
"Terima kasih ayah Baby, aku senang mendengarnya" ucap Alyssa tersenyum hangat dengan tulus untuk suaminya.
"Terimakasih kembali sayang, aku akan melakukan apapun untukmu. Dan aku juga tidak akan membiarkan orang lain yang berusaha mencelakai kita dan keluarga kita, lepas begitu saja" ucap Alvin
__ADS_1
"Hmm, Aku percaya padamu" ucap Alyssa tersenyum yang di balas kecupan singkat di bibir Alyssa oleh Alvin, membuat Alvin bersemu merah dan merasa bangga pada dirinya sendiri karena membuat senang istrinya.
"Oh iya, besok aku ingin mengajakmu ke suatu tempat" ucap Alvin
"Kemana?" tanya Alyssa penasaran
"Kejutan dong, nanti besok kamu juga tahu" ucap Alvin tersenyum.
Alyssa hanya menghela nafas pasrah, dan tidak ada niatan untuk mencari tahu. Terlebih batinan Alvin hanya mengucapkan akan membuat Alyssa bahagia besok.
"Memang jam berapa mengajakku keluar?" tanya Alyssa
"Besok sore" ucap Alvin
"Baiklah" ucap Alyssa
"Hmmm, ayo masuk, aku tahu kau pasti menginginkan sesuatu" ucap Alyssa.
"He-he-he kamu tahu saja" ucap Alvin tersenyum tiga jari
Tentu saja Alvin sangat ingin menengok kedua anak kembarnya, ia ingin memberikan asupan nutrisi juga untuk kedua calon anaknya. Keduanya kemudian masuk ke dalam mansion, meninggalkan taman belakang yang indah itu.
....
Di sebuah restoran daerah selatan ibukota.
"Huaaaaa" teriak semua orang terkejut dan merasa takut
"Hueekk.... Hueeeekk..." hampir 80% pengunjung muntah di tempat karena merasa mual tak tertahan.
__ADS_1
Bukan karena masakan di restoran itu tidak enak, melainkan kedatangan orang yang tidak mereka duga sebelumnya.
"Astaga jijik sekali orang gila itu. Hush...Hush... pergi sana jauh-jauh!!! Mana sih security? Kenapa restoran mewah begini sampai kecolongan, membiarkan orang gila menjijikan, mana mengerikan iihhh dan juga bau seperti ini bisa masuk ke dalam restoran? Buat selera makan semua orang hilang, bahkan perutku merasa seperti mau meledak" ucap salah satu pengunjung yang berada di aula sebuah restoran bintang 5.
Beberapa pelayan yang mendapati orang gila dengan seluruh badan melepuh. Begitu menyeramkan, sangat bau karena mengeluarkan darah dan nanah, bahkan lalat pun mengerubutinya.
Ia dengan pakaian compang camping masuk ke dalam restoran tanpa sadar, karena tidak ada yang menghentikan nya di luar.
Mereka langsung melapor ke manager, atas kejadian tidak terduga yang terjadi di restoran mereka.
Manager yang mendengar itu tentu saja kaget dan juga sangat marah, sebab kelalaian security yang membuat kesalahan fatal untuk nasib restoran kedepannya.
Ia langsung keluar dan melihat orang gila yang di maksud, ia terkejut sekaligus jijik. Baru sepersekian detik, manager juga merasa perutnya seperti di obrak-abrik ingin keluar.
Semua pelanggan komplain karena merasa tidak nyaman dengan ini. Kalau hanya orang gila biasa, mungkin pelanggan tidak akan semarah ini. Namun orang gila ini sangat merusak nafsu makan dan membuat semua isi perut pelanggan keluar karena jijik.
"Dasar tidak becus, bagaimana kalian bisa teledor dan membuat orang gila ini masuk?!! hah!!! Apa kalian hanya makan gaji buta. hueekkk!!! Cepat singkirkan, bawa orang gila ini pergi! Berikan pelajaran untuknya, si*lan!!!" teriak manager sangat marah.
Beberapa security menyeret orang gila itu pergi, di tengah jalan security memukuli orang gila itu hingga tidak berdaya dan menghembuskan nafas terakhirnya.
Begitulah akhir dari orang gila yang ternyata adalah Nimar, mantan sahabat Ameera dan juga mantan kekasih gelap Raiden.
Nasib yang sama di alami oleh Miko, namun Miko lebih parah, ia meninggal karena di lempari batu oleh orang-orang dan di bakar hidup-hidup, karena di sangka orang yang hidupnya di kutuk. Karena penampilannya mirip mayat hidup.
Begitupun nasib restoran itu setelah kejadian yang di alaminya. Berita tentang keamanan dan kenyamanan pelanggan yang sangat tidak memuaskan menjadi viral.
Dan akhirnya restoran terpaksa harus tutup dan gulung tikar. Karena tidak ada lagi pelanggan yang datang ke sana setelahnya.
...••••...
__ADS_1