Sistem Dewi

Sistem Dewi
Bagaimana bisa kalian kecolongan?


__ADS_3

Setelah membahas masalah gugatan dan ambil alih perusahaan, Hotman izin pamit pulang. Kini tersisa hanya Alyssa, Azka dan Ameera.


"Kak Azka, ikut aku ke ruanganku sekarang!!" ucap Alyssa datar, dengan tatapan mata yang tajam.


Azka yang melihat tatapan mata adiknya itu seketika merinding dibuatnya.


"Astaga, sepertinya aku melakukan kesalahan yang tidak aku sadari" batin Azka.


"Ada apa Al?" tanya Ameera


"Ada masalah kerjaan yang harus Alyssa urus mah. Mamah tunggu sebentar di sini, ya" ucap Alyssa


"Baiklah, mamah menunggu kamu di sini, tolong panggil Rara kemari untuk temani mamah ngobrol" ucap Ameera


"Iya mah" ucap Alyssa lalu melangkah keluar dari ruangan Azka.


Azka yang tidak tahu apa-apa, hanya bisa mengikuti Alyssa keluar dari tangannya dan menuju ruangan adiknya, sekaligus atasannya itu.


"Rara, kamu tolong temani mamah di ruangan Kak Azka!!" ucap Alyssa ketika mendapati Rara tengah berbincang dengan Linda.


"Baik Nona" ucap Rara


Alyssa melanjutkan langkahnya.


Krieett!!!


Alyssa langsung membuka pintu ruangannya. Di depan ruangannya ada meja kosong khusus sekretaris CEO, tentu saja karena selama ini Alyssa tidak pernah mempekerjakan seorang sekretaris.


Tapi mulai besok meja itu akan memiliki penghuninya.


Di dalam ruangan kerja Alyssa, sudah ada Alex dan Enzy yang sudah duduk di sofa menunggu Bosnya itu.


Melihat Alyssa datang, mereka berdua langsung berdiri dan membungkukkan badan, sopan.


"Duduk!!" ucap Alyssa


Mereka bertiga langsung duduk patuh saat Alyssa bicara.


"Mana data yang saya inginkan?" tanya Alyssa langsung


"Ini Nona" ucap Enzy menyerahkan setumpuk dokumen data seluruh staf bagian HRD.


Alyssa membaca satu persatu data. Alisnya naik satu saat dirinya mendapati data seseorang yang dia cari.


BRAK!!!


Alyssa melempar data tersebut di atas meja, yang membuat semua orang terlonjak kaget.


"Jelaskan padaku tentang karyawan ini!! Bagaimana cara dia bisa masuk dan menjadi pegawai di perusahaan ini?" ucap Alyssa


Enzy mengambil dan kemudian memeriksa dokumen data tentang staf yang nonanya maksud.


"Dia adalah Staf HRD yang baru saja bergabung belum genap satu bulan. Dia masuk melalui seleksi dan interview sesuai prosedur" jelas Enzy


"Siapa yang menyeleksi dia?" ucap Alyssa


"Pak Sanusi Kepala HRD" jawab Enzy

__ADS_1


"Selidiki apa hubungan Staf itu dan kepala HRD saya beri waktu 5 menit untuk kau cari tahu" ucap Alyssa pada Enzy


"Ba-baik Nona, saya permisi" ucap Enzy dan bergegas keluar dari ruangan, dan sibuk mencari apa yang bos nya ingin kan.


"Dan kau Azka" ucap Alyssa, memanggilnya tanpa embel-embel kakak, yang berarti dirinya sudah dalam mode pemimpin sekarang.


"Apa kau mengenal staf itu?" tanya Alyssa lagi


"Tidak" ucap Azka


"Staf itu bilang jika dirinya adalah calon istrimu" ucap Alyssa


"Apaa???" teriak Azka membuat Alyssa dan Alex terkejut


"Nggak usah teriak juga kali" ucap Alex yang sedari awal duduk anteng di sana, mengelus dadanya karena kaget.


"Al kamu bercandanya nggak lucu, mana mungkin kakak punya calon istri? Dekat sama cewek aja nggak! Kerjaan yang kamu kasih sudah menyita banyak waktu kakak. Bagaimana tiba-tiba kakak punya calon istri? Kalaupun iya pasti udah kakak kenalin dulun ke kamu dan Mamah" ucap Azka


Alyssa mengangguk paham, tak lama kemudian Enzy masuk.


"Nona ini data yang anda inginkan" ucap Enzy menyerahkan Flashdisk.


Alyssa langsung membuka laptopnya dan melihat data yang di dapatkan Enzy.


Alyssa mengangkat bibirnya, tersenyum sinis.


"Cih, ternyata memanfaatkan koneksi" ucap Alyssa


Data yang di dapatkan Enzy, mengenai hubungan Rani dan Sanusi. Di sana terlampir jika Rani merupakan Keponakan dari istri Sanusi.


Di lain sisi, Rani sangat tergila-gila dengan Azka. Bahkan mengklaim Azka adalah calon suaminya.


"Enzy pecat kedua orang ini!" ucap Alyssa


"Tapi nona, mereka tidak memiliki kesalahan fatal hingga harus kita akhiri kontrak kerja mereka, kita bisa di kenakan penalti karenanya. Untuk masalah pribadi mereka, kita bisa mencari solusi lain" ucap Enzy


"Tidak melakukan kesalahan Kau bilang?? Asal kau tahu, dia melakukan pungli di perusahaan!!! Saya yakin itu pasti ada campur tangan Sanusi di dalamnya. Karena bagaimanapun wanita itu tidak akan berani jika tidak punya bekingan. Sekarang jelaskan padaku, bagaimana bisa kalian kecolongan?? Apa saja kerjaan kalian sampai-sampai tikus kecil mulai bertingkah, berlagak seperti harimau?" Ucap Alyssa dengan nada yang meninggi.


"Saya tidak ingin tahu bagaimana caranya. Saya ingin kedua orang itu di pecat sekarang juga!! Saya tidak ingin keberadaan mereka menjadi parasit di perusahaan. Nama baik perusahaan bisa saja tercemar karenanya" ucap Alyssa lagi


Alyssa kemudian menyodorkan rekaman percakapan antara dirinya dengan Rani si parasit itu, saat di lift.


"Jika dia bersikeras menyangkal. Kirim bukti rekaman ini ke pengacara dan ke kepolisian. Tuntut dia dengan pasal berlapis, tentang pungli dan pencemaran nama baik. Dan kirim Video asusila keduanya di Media sosial dan kirim kopiannya pada tante wanita itu dan juga ibunya. Aku tidak ingin kejadian ini terbilang, saya ingin kalian periksa semua latar belakang karyawan sebelum penerimaan. Apa kau mengerti apa yang aku katakan?" ucap Alyssa


"Saya mengerti, Nona" ucap Enzy menunduk, dirinya merasa bersalah, karena belum bekerja dengan baik


"Tidak usah merasa bersalah. Jadikan ini sebagai pelajaran untuk kedepannya" ucap Alyssa


"Baik Nona" ucap Enzy lega Nonanya sudah tidak marah dengannya.


"Alex, bantu Enzy mengecek semua data staf perusahaan! Oh satu lagi, besok sekretarisku akan mulai masuk bekerja, aku tunjuk kau untuk membimbingnya, kau juga bisa meminta tolong sekretaris mu untuk membantu. Dan besok jam 10 pagi kumpulkan semua staf, kita akan lakukan briefing" ucap Alyssa


"Baik nona" ucap Alex


"Dan kamu Kak, jangan sampai aku mendengar kakak genit dan tebar pesona dengan karyawan kita di perusahaan" ucap Alyssa


"Astaga dek, kakak nggak pernah kaya gitu. Sudah dari sononya kakak tampan dan mempesona, wajar jika banyak yang suka" ucap Azka

__ADS_1


"Idih kepedean" ucap Alyssa kemudian keluar dari tangannya dan kembali ke ruangan Azka menemui mamahnya.


¤


Alyssa mengajak Ameera dan Rara yang sekarang senantiasa mendampingi Ameera, berbelanja di Mall yang berada di lantai dasar Indo Buiding.


Alyssa membelikan banyak sekali barang-barang branded untuk mamahnya. Di mulai dari Tas, pakaian, sepatu, Aksesoris dan beberapa koleksi parfum.


Alyssa juga membeli barang untuk dirinya sendiri, dan membeli beberapa pakaian untuk Alvin, kekasihnya.


Rara juga mendapatkan rezeki nomplok, karena ikut berbelanja beberapa barang dan tentunya di bayar oleh Nona nya, yang menggunakan Black Card milik kekasihnya, Alvin.


Barang yang di beli, akan di antarkan langsung oleh kurir ke mansion King's Village No.1


Alyssa hari ini berbelanja menghabiskan total Rp. 286.995.500.000,- jumlah yang sangat fantastis.


[ Selamat host Anda memicu Rabat 100x, anda telah membelanjakan uang dengan total Rp. 286.995.500.000,- Apa anda ingin menggunakan Rabat ]


Sistem di kepalanya berbunyi


"Ya" ucap Alyssa dalam hati


[ Selamat host, Rabat 100x anda mendapatkan Rp. 28.699.550.000.000,- Akan secara otomatis masuk kedalam rekening milik anda]


TING!!!


[ Bank Central Asia, Nomer Rekening 123*** pada pukul 16.23 WIB menerima uang Rp. 28.699.550.000.000 ]


Alyssa hanya tersenyum, melihat pemberitahuan dari bank.


Dia kemudian kembalibmenggerakkan jarinya di layar HP miliknya itu.


TING!!!


Ameera melihat HP miliknya, yang di berikan oleh Alyssa tepat 1 hari setelah ia di temukan di Rumah Sakit Jiwa.


[ Bank Central Asia, Nomer Rekening 777*** pada pukul 16.25 WIB menerima uang Rp. 1.000.000.000.000 ]


Ameera melonjak kaget melihat Ada SMS Banking masuk dan ia mendapati uang sebesar 1 triliun masuk ke Rekeningnya.


"Sayang, kayanya besok mamah harus ke bank deh" ucap Ameera


"Kenapa mah?" tanya Alyssa


"Ada uang nyasar ke mamah 1 triliun, mamah mau mengembalikan ke orang yang salah kirim itu. Kasihan pasti pemilik asli uang ini sangat membutuhkannya dan tertekan, melihat uang dalam nominal besar hilang dalam sekejapata" ucap Ameera.


Alyssa tersenyum melihat respon mamahnya. Memang mamahnya adalah wanita yang sangat baik dan tidak mengambil yang bukan hak nya.


"Tidak perlu mah, itu Al yang mengirim untuk mamah" ucap Alysaa agar mamahnya tidak lagi panik dan memikirkan yang tidak-tidak.


"Kamu kirim uang ini ke mamah? Tapi untuk apa yang sebanyak itu, Al?" tanya Ameera dengan mata terbelalak


"Untuk mamah belanja, pergi ke salon, jalan-jalan dan melakukan apa pun yang mamah sukai. Al sekarang belum menikah, jadi uang Al adalah milik mamah juga. Tapi walaupun Al nanti sudah menikah, mamah jangan sungkan jika mamah memerlukan bantuan apapun, Al akan selalu membantu dan mendukung mamah" ucap Alyssa


"Terimakasih sudah begitu pada mamah, sayang. Tapi mamah tidak membutuhkanbuang sebanyak ini. Jadi biar uang ini mamah simpan saja, barangkali suatu hari nanti kamu akan membutuhkannya" ucap Ameera


Ameera ingin menolak, karena dirinya sungguh tidak kekurangan uang. Namun dirinya menghargai keputusan mamahnya itu.

__ADS_1


__ADS_2