
Hanin terus menangis, dan menceritakan semuanya kepada Alyssa.
Hanin mengatakan, jika Kenan pamit untuk pulang ke Kota B, selama tiga hari. Dia juga mengabari Hanin jam 5 pagi tadi, jika dirinya sudah berada di Airport. dan pesawat akan Take off jam 05.15.
Namun berita yang mengejutkan baru saja dia terima. Dan dia segera menarik Alyssa pergi menuju ke airport.
Setelah sampai Airport, Hanin langsung berlari ke bagian informasi, ia menanyakan penumpang atas nama Kenan Adji Kusumo.
Dan setelah pihak informasi, menyampaikan jika Kenan sudah Cek in sejak jam 5 Pagi. Dan termasuk daftar penumpang pesawat yang hilang.
Kaki Hanin lemas, dan hampir terjatuh jika tidak segera di topang oleh Alyssa dari belakang.
Alyssa membawa Hanin untuk duduk di bangku yang masih kosong, tak jauh dari pusat informasi dan memberinya air minum.
"Tante, tante tenang dulu oke. Tante minum dulu, ya" ucap Alyssa
Hanin menenggak air minum itu, lalu kembali terisak.
"Al, bagaimana ini bisa terjadi? Baru saja beberapa hari yang lalu Kenan bilang akan perjuangkan perasaannya untukku. Dia berjanji untuk menunggu jawabanku, lalu kenapa dia sekarang pergi. Hiks" ucap Hanin sambil berlinang air mata.
"Tante harus banyak berdoa, semoga paman Kenan baik-baik saja" ucap Alyssa
"Kau tahu sendiri, jika korban pesawat jatuh, kemungkinan selamat adalah 0%. Hiks, kenapa hal ini terjadi pada Kenan? Aku bahkan belum memberikannya jawaban" isak Hanin
Alyssa hanya menepuk punggung Hanin, mencoba menenangkannya.
"Aku baru saja sadar, kalau aku sudah memulai menaruh rasa cinta untuknya. Aku sudah mulai menerima dia, aku-aku hiks, aku mulai bisa membuka hati untuknya hiks. Aku akan menerima cintanya jika dia kembali dengan selamat Hiks" ucap Hanin
"Yang sabar tante" ucap Alyssa, dia tetap mendengarkan ucapan tantenya. Dan dia sangat mengerti tentang kondisi itu.
Bagaimana jika itu terjadi padanya? Bagaimana kalau Alvin ada dalam kondisi sama seperti yang Kenan alami? Mungkin dia juga akan jatuh Terpuruk dalam kesedihan, seperti Hanin saat ini.
"Apakah itu benar Hanin? Apakah benar kau mulai mencintaiku dan menerimaku?" Terdengar suara yang tidak asing di telinga Hanin.
Hanin langsung melepas pelukannya pada Alyssa, dan menolehkan kepalanya, ke asal suara itu.
__ADS_1
"Kenan!" ucap Hanin terkejut, dia langsung meloncat memeluk Kenan dengan Erat sambil menangis.
"Kamu selamat!" ucap Hanin terisak
Kenan membalas pelukan hangat Hanin, dia mengelus punggung Hanin dengan lembut.
"Ya, aku selamat" ucap Kenan pelan
Hanin melepas pelukannya, dia memerah malu. Dia sadar sendiri yang melemparkan dirinya dalam pelukan Kenan, di depan umum.
Karena, tempat terlalu terbuka, mereka bertiga kemudian pergi mencari tempat ngopi terdekat, di dalam Airport.
"Paman, kok paman ada di sini? Bukannya paman sudah ada di dalam pesawat?" tanya Alyssa masih sedikit bingung.
"Ya, aku awalnya sudah cek in saat jm 5 pagi, tapi mendadak perutku terasa sakit, jadi aku pergi ke toilet dulu. Karena kelamaan aku jadi tertinggal pesawat. Maka dari itu aku memesan tiket ulang, dan mendapatkan tiket jam setengah 9 pagi. Dari pada bolak-balik, aku putuskan untuk menunggu di sini" ucap Kenan
"Paman tahu tidak, betapa paniknya tante Hanin, saat tahu pesawat yang paman tumpangi hilang kontak, dan ada kemungkinan terjatuh" ucap Alyssa
"Aku minta maaf, aku kira Hanin akan mengajar di sekolah hari ini dan tidak tahu jika pesawat itu hilang, dan dengan panik datang kesini. Tapi aku juga merasa senang saat tahu, Hanin mulai menerima dan membuka hatinya untukku" ucap Kenan dan menggenggam erat tangan Hanin, yang terdiam tak tahu harus berkata apa.
"Sepertinya Aku akan jadi obat nyamuk di sini" ucap Alyssa
"Ini sudah Jam setengah 8 lewat, apa paman jadi pulang ke kota B?" tanya Alyssa, Hanin pun memandang Kenan setelah mendengar pertanyaan Alyssa, jujur saja dia masih sedikit takut Kenan pergi naik pesawat.
"Sepertinya Aku akan membatalkan kepulangannku. Aku akan mengabari orang rumah jika aku tak jadi pulang hari ini" ucap kenan tersenyum manis di depan Hanin.
Dag-Dig-Dug Jantung Hanin berdetak cepat, dia tidak menyangka akan secepat ini jatuh dalam pesona seorang Kenan.
"Kalau begitu, Al titip tante Hanin. Jaga tante Hanin baik-baik, jika tidak, paman akan mendapatkan pelajaran dariku, ingat itu" ucap Alyssa
"Pasti aku akan menjaga tantemu, kau tenang saja" ucap Kenan, serius.
"Kalau begitu aku pamit, Paman, tante" ucap Alyssa lalu pergi dengan lembu ireng nya.
¤
__ADS_1
Raiden duduk menatap Photo yang di bingkai di atas meja kerjanya.
Disana terdapat gambar dirinya, Istri dan kedua anaknya.
Dia merenung menatap photo itu, air matanya jatuh begitu saja, tak sempat ia cegah.
"Sayang, maafkan aku. Andai aku tak melakukan kesalahan itu, andai aku bisa tegas memilih, kau tak akan menghilang dan terus berdiri di sampingku. Dan kita akan hidup bahagia, dengan keluarga kecil kita" ucap Raiden
Dia teringat dengan telepon Azka malam tadi, putranya itu menelepon dan sangat marah kepadanya.
#Flashback#
Ring! Ring! Ring!
Telepon Raiden berbunyi, terlihat dari layar tertera nama putra satu-satunya Azka.
"Halo nak, kamu dimana? Apa kau baik-baik saja? Maafkan papah, bisakah kau pulang? Papah merindukanmu, Azka" ucap Raiden begitu mengangkat teleponnya
"Oh ya? Aku tak percaya kau merindukanku" ucap Azka di seberang
"Apa yang kau katakan, Azka? Tentu saja papah sangat merindukanmu" ucap Raiden, serius.
"Aku pikir itu tidak mungkin. Karena mungkin sekarang kau sedang menikmati kebersamaanmu dengan selingkuhan dan juga putrimu yang lain" ucap Azka menyindir
"Apa maksudmu Azka?" Tanya Raiden dengan suara gemetar.
"Kau tahu maksudku. Ah, haruskah aku perjelas kata-kataku, papahku sayang? Tentu saja maksudku, selingkuhanmu dan juga putrimu dari perempuan ****** itu, sekarang ada di rumah, saat aku tidak ada di sana, benar bukan?" ucap Azka
"Az-Azka ap-apa yang kau bicarakan nak, pa-pah tidak mengerti" ucap Raiden dengan seluruh tubuh yang kini gemetar dan jantungnya seperti ingin keluar tak menyisakan nafas yang tersisa, begitu sangat menyesakkan.
"Kau tak usah berkilah, Tuan Raiden. Kau sekarang bukan lagi ayahku, sejak aku tahu kau mengkhianati ibuku saat ibuku masih ada di sampingmu!" ucap Azka dengan penuh emosi
Raiden sekarang pucat padi mendengar kata-kata Azka. Apakah putranya itu tahu sesuatu? Sejak kapan? Dari siapa dia mengetahuinya? Banyak sekali pertanyaan di benaknya Raiden saat ini.
"Kau tidak bisa menjawabnya bukan? Ah, kau tanya padaku kapan aku pulang? Tentu saja aku akan segera pulang. Tapi tidak untuk dirimu, melainkan untuk mengambil kembali hak mamah, hakku dan juga hak Adikku, Alyssa. Aku sudah tahu semuanya tuan Raiden, ku harap kau sudah siap saat aku mengambil kembali perusahaan mamah" ucap Azka lalu menutup teleponnya.
__ADS_1
Raiden tidak bersuara sedikitpun, entah dia harus bereaksi seperti apa. Putranya tahu tentang keburukannya, dan kemungkinan bukan hanya Ameera yang meninggalkannya, bahkan mungkin juga putra satu-satunya, akan pergi meninggalkannya.
#Flashback Off#