Sistem Dewi

Sistem Dewi
Kesalahpahaman?


__ADS_3

Alyssa memanggil Enzy, dan menyuruhnya mengecek CCTV Hotel, saat dia melihat Alvin tidak ada di dalam Aula.


Awalnya Alyssa merasakan perasaan yang tidak enak, lalu dia mencari Alvin, namun Alvin tidak terlihat, di seluruh sudut aula.


Dia melihat Doni yang sedang makan di dekat stan makanan, kemudian menanyakan keberadaan Alvin.


Doni pun ikut panik saat mengetahui tuannya tidak ada. Kebetulan HP Alvin sedang tidak aktif, jadi tidak bisa di hubungi.


Ring! Ring! Ring!


HP Alyssa berbunyi, telepon dari Enzy


"Halo, Enzy. Bagaimana?" ucap Alyssa sedikit panik


"Nona, Tuan Alvin terlihat di CCTV keluar dari aula 10 menit yang lalu. Tuan Alvin masuk ke kamar 202 di lantai 2. Tapi terlihat dari pantauan CCTV, ada seorang gadis diam-diam mengikutinya ke kamar tuan Alvin" ucap Enzy


Alyssa yang mendengar itu, perasaannya semakin tidak enak, dia sangat khawatir terjadi sesuatu yang tidak di inginkan.


"Enzy, kamu sekarang ambil kunci cadangan kamar Alvin, aku segera kesana dengan Doni. Untuk pesta, biarkan kakakku yang mengurus itu" ucap Alyssa


Lalu dia bergegas keluar dari aula, di ikuti Doni di belakangnya.


¤


"Alvin, kamu tak perlu menahannya, aku bisa membantumu" ucap Nataha.


Natasha berjalan mendekati Alvin, dengan tubuhnya yang *********. Namun Alvin mendorong nya kencang hingga Natasha terjungkal kebelakang.


"Akhh, Alvin kenapa kau mendorongku?" ucap Natasha merintis kesakitan


"****** menjijikkan, jangan menyentuhku! keluar kau!!" teriak Alvin semakin tak kuasa menahan hasrat yang meluap, efek obatnya semakin menjadi.


"Sayang, biarkan aku membantumu, aku akan membuat kamu merasakan indahnya dunia. Aku milikmu, dan kamu milikku Alvin" ucap Natasha


Dia kemudian melangkah mendekati Alvin, lagi-lagi Alvin mendorong Natasha.


Namun di saat bersamaan, Natasha menarik Alvin hingga Alvin jatuh di atas tubuhnya, dengan posisi Bibir Alvin menempel di bibir Natasha.


BRAKK!!!


Pintu terbuka dengan keras dari luar, terlihat Alyssa bergegas masuk ke dalam kamar.


Alyssa terpaku melihat Alvin sedang mencium seorang wanita yang ********* di bawahnya.


Alvin menoleh ke arah pintu, dia melihat Alyssa berdiri mematung melihatnya. Alvin dengan sekuat tenaga, mencoba melepaskan diri dari Natasha.


"Ica, ini tidak seperti yang kamu lihat" ucap Alvin panik dan segera berdiri, namun efek obat membuatnya sedikit lemas dan terduduk di lantai.


Doni dan Enzy di belakang Alyssa juga sangat terkejut. Untungnya hanya mereka bertiga yang melihat kejadian itu.


Jika tidak, ini bisa menjadi berita yang menggemparkan.


Alyssa berjalan menuju Natasha yang tersenyum puas, meskipun dia tidak berhasil mendapatkan Alvin di bawah ************ nya, namun dia puas melihat kesalahan pahaman di antara mereka.


PLAK!!!

__ADS_1


PLAK!!!


Tanpa di duga, tamparan keras Alyssa mendarat di pipi Natasha, membuat wajahnya menjadi bengkak.


"Akhh ****** lepaskan tanganmu!!" teriak Natasha


Alyssa menarik rambut panjang Natasha dengan keras, menyeretnya turun dari kasur dan melemparnya ke tembok


BRUG!!!


Tubuh Natasha terpelanting sejauh satu setengah meter, menabrak dinding.


"Akhh..." teriak Natasha.


Bugh!


Alyssa menendang Natasha keras.


"Kau berani menyentuh priaku?" teriak Alyssa


Aura yang di keluarkan Alyssa sangat dingin. Bahkan Enzy dan Doni merinding di buatnya.


"Akh, ****** Priamu yang mendorong dan menciumku, kau sendiri melihatnya" ucap Natasha


"Kau pikir aku bodoh, Aku akan memberikanmu pelajaran untuk wanita murahan macam kamu" ucap Alyssa dengan emosi yang meluap.


"Enzy, hapus semua CCTV yang melibatkan kejadian ini. Kamu dan Doni, bawa wanita ****** ini ke markas Alvin. Paksa dia menelan Pil ini!!" Alyssa melempar satu buah Pil ke Enzy.


"Baik, Nona" ucap Enzy dan Doni bersamaan, Enzy memaksa Natasha menelan Pil Pelumpuh Saraf, kemudian menyeretnya keluar melalui Lift pribadi langsung menuju tempat parkir khusus.


"Ica, ini tidak seperti yang kamu lihat, aku sungguh tidak sengaja jatuh menimpanya" ucap Alvin


"Aku tahu, sekarang kamu telan ini" ucap Alyssa menyodorkan Pil Fresh pada Alvin.


Namun Alvin, melempar obat itu, dan malah menekan Alyssa di tempat tidur, lalu menciumnya dengan rakus.


"Ica Sayang, maafkan Aku, tolong bantu aku sekali ini saja" ucap Alvin, di sela ciuman mereka, kemudian dia menyentuh tubuh Alyssa.


"Alvin!" teriak Alyssa, mencoba mengelak


Namun Alvin, terus mencium dan menyentuh titik sendirinya. Tak lama Alyssa mulai terhanyut dalam ciuman dan sentuhan Alvin.


Karena terpengaruh efek obat, di tambah melihat Alyssa, dia semakin ON. Dia menekan Alyssa di tempat tidur, dengan sedikit kesadaran. Alvin memperlakukan Alyssa dengan lembut.


____________


Pagi harinya, Alvin perlahan membuka matanya, dia melihat Alyssa berada di dekapannya.


Melihat dirinya dan Alyssa tanpa sehelai benang, Alvin menyadari tindakannya pada Alyssa.


Segala perasaan bercampur aduk di hati dan pikirannya. Dia sangat menyesal sudah merusak kesucian Alyssa.


Namun di sisi lain, dia bersyukur melakukannya dengan Alyssa, gadis yang di cintainya. Bukan bersama Wanita ****** seperti Natasha.


Alvin mengelus pipi Alyssa dengan lembut, gerakan tangannya membuat Alyssa terbangun.

__ADS_1


"Alvin" ucap Alyssa dengan suara serak khas bangun tidur.


"Selamat pagi Ica, tidurlah lebih lama. Kau pasti kelelahan" ucap Alvin, terdengar ambigu.


Alyssa tersadar sepenuhnya, dia melihat ke dalam selimut, dia mendapati dirinya *********. Dia sangat malu dan membenamkan wajahnya ke dada bidang Alvin.


Alvin yang melihat itu terkekeh, dan mengelus punggung Alyssa yang terbuka. Hembusan nafas Alyssa di dadanya, membuat Alvin menjadi ON kembali.


"Sayang, kau membuatku Juniorku bangun" ucap Alvin


Alyssa kaget saat mendengar kata-kata Alvin, di tambah sesuatu yang keras terasa di pahanya.


Alyssa sontak ingin bangun, namun bagian bawahnya terasa sangat panas dan sakit.


"Akhh!" teriak Alyssa


Mendengar Alyssa teriak, Alvin dengan panik duduk dan memeriksa Alyssa.


"Ica, kamu kenapa?" tanya Alvin


"Bagian bawahku sakit sekali" ucap Alyssa malu


"Ah, maafkan aku, lain kali aku akan lebih lembut" ucap Alvin


Wajah Alyssa memerah mendengarnya. Lain kali? Bukankah itu berarti mereka akan melakukannya lagi.


"Tunggu sebentar, aku akan mengisi air hangat di bathup, untukmu berendam. Barangkali itu bisa meredakan sakitnya" ucap Alvin, lalu bergegas ke kamar mandi.


Setelah air hangat sudah penuh, Alyssa ke kamar mandi di gendong Alvin. Alyssa sangat malu dan menutup wajahnya.


"Tak usah malu, aku sudah melihat semuanya" ucap Alvin


Setelah selesai mandi, Alyssa keluar dari kamar mandi menggunakan bathrobe.


"Ica, maafkan aku, aku sudah mengambil hal pertamamu" ucap Alvin memegang tangan Alyssa lembut.


"Ya, tidak apa-apa. Ini bukan salahmu" ucap Alyssa


"Semalam kamu menikmatinya, bukan? Aku ingat kamu memanggilku dengan panggilan Sayang" Goda Alvin


"Alvin!" ucap Alyssa Malu


"Hahaha, maaf sayang. Tapi aku menyukai ekspresimu semalam" ucap Alvin lagi


"Jangan katakan itu lagi" ucap Alyssa cemberut dan semakin memerah wajahnya


"Alyssa, maukah kau menikah denganku? Saat ini aku tidak membawa cincin atau bunga. Tapi aku serius ingin menikahimu" ucap Alvin


"Aku tidak mau menerima lamaranmu, ini sama sekali tidak romantis" ucap Alyssa


"Aku akan mempersiapkan lamaran yang romantis untukmu" ucap Alvin serius


"Alvin, bisakah kau memberimu waktu? setidaknya Saat aku lulus. Kita masih terlalu muda sekarang" ucap Alyssa


"Baiklah, aku akan menikahimu saat kamu lulus kedokteran, bukan setelah kamu lulus dari spesialis" ucap Alvin

__ADS_1


"Baiklah, aku setuju" ucap Alyssa


__ADS_2