
Alvin yang mendengar cerita mamahnya, ia mengepalkan tangannya karena marah. Ia tidak menyangka, jika Larasati dulu ingin melakukan percobaan pembunuhan pada mamahnya.
"Larasati dan Ibra ada di Ibukota sekarang. Alvin akan mengatakan pada papah, untuk memberikan penjagaan ekstra di sekitar mamah. Aku tidak ingin ada kejadian tidak di inginkan terjadi" ucap Alvin
Sandra terkejut mendengar orang yang ia benci, sekarang berada di ibukota. Namun ia menyikapinya dengan tenang, karena ia yakin anak, suaminya dan menantu kesayangannya akan menjaganya dari jauh.
"Kalau begitu Alvin pamit pulang dulu mah, ada sesuatu yang harus Alvin urus di mansion. Mamah berhati-hatilah jika kemana-mana, dan maafkan kesalahan Alvin dulu ya mah" ucap Alvin tulus mencium tangan mamahnya.
"Mamah sudah memaafkanmu jauh sebelum kamu minta maaf. Kamu juga harus hati-hati, jaga Alyssa juga. Mamah nggak mau dia kenapa-kenapa" ucap Sandra mengelus kepala putranya itu
"Tentu, aku akan berusaha menjaganya dengan baik. Meskipun kenyataannya dia yang justru menjadi penjaga orang-orang di sekitarnya" ucap Alvin terkekeh
"Benar, menantu kesayangan mamah memang tiada duanya, dia selalu di luar dugaan" ucap Sandra ikut tertawa.
Kemudian Alvin keluar dari kediaman lama. Di sana sudah ada Doni yang duduk di bangku taman depan rumah, sambil mengobrol bersama security.
"Ayo kita ke mansion sekarang, kita tunggu Alyssa di sana saja. Aku juga akan menceritakannya padamu tentang hal lain" ucap Alvin
"Tentu, ayo..." ucap Doni langsung menuju ke mobil.
...
Di kantor Alyssa, saat ini seorang gadis bernama Keira sedikit gemetar berdiri di depan meja sekretaris CEO, Ayu.
"Ada yang bisa saya bantu?" ucap Ayu sopan dan tersenyum
"Sa-saya di sini karena di panggil Nona Alyssa, untuk ke ruangannya setelah jam makan siang" ucap Keira jujur
"Ah, tunggu sebentar dan Silahkan duduk dulu. Saya konfirmasi dulu ke pada Nona Alyssa. Maaf, nama anda siapa?" tanya Ayu sopan dan lembut
"Keira Sasmita" ucap Keira
Ayu mengangguk, kemudian ia menghubungi Alyssa interkom yang terhubung langsung ke kantornya.
Setelah mendapatkan konfirmasi, Ayu mengantarnya ke ruangan Alyssa. Lalu ia keluar lagi untuk melanjutkan pekerjaannya.
"Silahkan duduk Keira" ucap Alyssa penuh dengan Aura kepemimpinan.
"Terima kasih Nona" ucap Keira
Tangannya sedikit berkeringat karena gugup. Sejujurnya ia bingung kenapa ia di panggil ke sini.
"Keira sasmita, Kau tahu alasan kamu di panggil ke sini?" tanya Alyssa
"Tidak nona" ucap Keira spontan
__ADS_1
"Mana aku tahu, kan anda belum mengatakannya, nona" Gumam Keira dalam hati
Alyssa terkekeh mendengar batinan Keira.
"Aku akan to the poin. Aku memanggilmu kemari, karena ingin menawarkan kamu posisi sekretaris CEO. Apa kau bersedia?" Ucap Alyssa
"Se-sekretaris CEO? Sekretaris anda? Nona, apa anda bercanda? Saya hanya lulusan SMA" ucap Keira terkejut dan tidak percaya.
"Keira Sasmita, umur 21 tahun, Lulusan Terbaik SMAN 1 Ibukota. Berhenti kuliah yang baru menginjak semester 5, di jurusan manajemen bisnis di BM University Ibukota. Yatim Piatu, Ibumu meninggal saat umurmu 10 tahun karena penyakit bawaan. Ayahmu meninggal karena serangan jantung 8 bulan yang lalu. Kamu tinggal sendirian di kontrakan 3 pintu di daerah blok G. Kamu tidak memiliki kakak, adik atau saudara di sini. Benar bukan?" ucap Alyssa
Keira yang awalnya menunduk karena gugup, seketika mendongak terkejut.
Bagaimana mungkin Alyssa bisa mengetahui rahasianya? Bahkan orang di kantor ini hanya tahu jika dirinya lulusan SMA dan seorang gadis yatim piatu.
Berbeda dengan Alyssa yang mengetahuinya secara detail. Dirinya menatap Alyssa penuh kagum.
"Bagiamana? Apa kamu bersedia?" tanya Alyssa karena Keira hanya diam saja
"Tapi saya bahkan belum lulus kuliah Nona" ucap Keira ragu
"Aku akan mendaftarkanmu kuliah lagi. Biaya kuliah, perusahaan yang menanggungnya. Tapi kau harus tetap bekerja saat tidak ada kelas. Jika kau bersedia, kau akan di training terlebih dahulu sebelum sertijab dengan sekretaris Ayu" ucap Alyssa
"Saya bersedia, Nona. Terima kasih" ucap Keira tegas dan yakin.
Rumah satu-satunya yang ia punya, sudah ia jual untuk membayar gaji karyawan yang belum di bayar.
[ Selamat Host anda menyelesaikan sebuah misi, menemukan sekretaris baru dalam waktu kurang dari 6 jam. Kemampuannya harus di atas rata-rata dan juga memiliki IQ dan EQ yang tinggi. Selamat anda mendapatkan hadiah : Mendapatkan saham SIC, dan undian 1x ]
[ Sertifikat SIC sudah di letakan di ruang penyimpanan ]
Alyssa tersenyum mendengar suara sistem. Ia kemudian menekan interkom.
"Ayu, ke ruangan saya sekarang!" ucap Alyssa memanggil Yu lewat interkom
"Ada yang bisa saya bantu Nona?" tanya Ayu
"Perkenalkan ini Keira, dia yang akan menggantikan pekerjaanmu sebagai sekretaris. Tolong bimbing dia sementara selama 3 hari sebelum sertijab" ucap Alyssa
Ayu terkejut, ia melihat penampilan Keira yang memakai seragam OG. Namun Ayu tidak mempertanyakannya, ia percaya jika Alyssa pasti tahu yang terbaik dan memiliki rencananya yang baik untuk perusahaan.
Karena orang yang di pilih Alyssa, biasanya adalah orang yang memiliki bakat dan kemampuan yang sangat baik di bidangnya.
Itu berarti Keira memiliki sesuatu yang luar bisa dalam dirinya, hingga membuat Alyssa tertarik menarik dirinya di sisi Alyssa sebagai sekretaris.
"Lanjutkan pekerjaanmu, kamu bisa pamit pada yang lain. Karena mulai besok kamu akan mulai training" ucap Alyssa
__ADS_1
"Baik nona" ucap Keira sumringah lalu beranjak keluar dari ruangan.
"Kak Ayu, pulang bekerja, ajak Keira untuk berbelanja perlengkapan kerja sebagai sekretaris" ucap Alyssa menyodorkan kartu berwarna Black Diamond miliknya.
"Pakai Kartu ini, kau juga bisa berbelanja semau mu, Kak. Biarkan supir yang mengantar kalian kesana nanti, jangan menyetir sendirian" ucap Alyssa pada kakak iparnya itu
"Terimakasih adikku sayang. Bolehkah kakak membeli satu set perhiasan di Lily Jewelry dan semangkuk mie pedas, pakai kartu kamu?" ucap Ayu berbinar dan penuh harap.
"Tentu boleh. Tapi sebelum itu, kirim ini data ini ke semua cabang perusahaan. Jangan terima orang yang ada di data ini di divisi manapun, jika dia melamar pekerjaan di perusahaan, langsung tolak saja. Termasuk melamar sebagai OB/OG sekalipun" ucap Alyssa menyodorkan Map pada Ayu
"Tentu, demi satu set perhiasan dan semangkuk mie pedas. Aku akan melakukannya dengan cepat" ucap Ayu bersemangat mencium kedua pipi Alyssa dan melambaikan card di tangannya.
"Jangan terlalu banyak makan pedas Kak, Ini vitamin untuk kakak. Di minum sekarang" ucap Alyssa.
Tanpa menunggu lama, Ayu menenggak cairan di botol kecil dari giok itu. Kemudian melangkah keluar dari ruangan.
Alyssa hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah kakak ipar yang di luar kebiasaannya itu.
"Aku akan memiliki keponakan yang cantik sebentar lagi" ucap Alyssa terkekeh melihat Ayu yang sudah tidak kelihatan di balik pintu.
"Hais, pekerjaan tidak ada habisnya, Yok semangat yok, lanjutkan." ucap Alyssa menyemangati dirinya sendiri.
Setelah Selesai mengerjakan dokumennya yang menggunung. Alyssa merenggangkan badannya yang sedikit kaku, karena terlalu lama berkutat pada dokumen.
Di lihatnya sudah jam 3 sore, andai saja itu orang lain, mungkin akan memakan waktu sampai tengah malam untuk menyelesaikan dokumen itu.
Mengingat waktu masih satu setengah jam lagi sebelum pulang, Alyssa memutuskan untuk pulang terlebih dahulu. Dan menelepon ke ruangan Azka sebelum ia keluar.
"Kak Azka, aku pulang duluan. Kak Ayu sore ini mau ke Mall dengan sekretarisku yang baru, untuk membeli peralatan kerja. Tenang saja, ada supir dan bodyguard yang aku minta untuk mengawasinya" ucap Alyssa
"Ya sudah kalau begitu" ucap Azka
"Oh iya Kak, sepertinya kakak topcer juga ya" ucap Alyssa ambigu
"Hah?" ucap Azka tidak mengerti.
"Aku sudah memberikan Kak Ayu vitamin. Jadi aku yakin jika dia dan keponakananku akan baik-baik saja. Jadi jangan larang ia untuk makan makanan pedas" ucap Alyssa
"Hah?" ucap Azka makin tidak mengerti
"Ah sudahlah, percuma ngomong sama kakak yang otaknya kurang se inci. Kakak tanya aja ucapanku barusan pada yang lain, aku malas menjelaskannya" ucap Alyssa kemudian menutup teleponnya.
Alyssa mengambil tas kecil miliknya, lalu keluar dari ruangan. Bersiap pulang ke mansion milik Alvin, untuk membahas masalah dan rencana yang tertunda.
...
__ADS_1