
Enzy tersadar, setelah beberapa saat ia terkejut dengan ucapan Alex. Dia mencoba melepaskan dekapan Alex di pinggangnya. Namun Laki-laki itu enggan untuk melepasnya, malah semakin mengeratkan pelukannya.
"Benar, calon istri. Dia adalah calon istriku" ucap Alex dan menatap lembut Enzy dan mengecup bibirnya sekilas.
Tentu saja, tindakannya itu membuat Enzy menegang, terbelalak kaget. Bahkan Enzy merasakan debaran karenanya.
"Kau bohong!!! Calon istrimu itu aku, bukan Dia!! Aku pacarmu, tentu saja aku yang pantas menjadi istrimu!!!" ucap Ema setengah berteriak
"Pacar?? Ha-ha-ha... Ayolah Ema, apa kau lupa jika kita sudah putus dari awal tahun lalu? Apa kau juga lupa, jika kau yang memutuskanku? Oh iya, mana laki-laki kaya pacarmu itu? Bukankah karena dia, kamu meninggalkanku, karena aku miskin dan tidak pantas untuk wanita terhormat sepertimu?" ucap Alex mencibir jijik.
"A-aku minta maaf Alex, aku sudah tidak ada hubungan dengan Petra. Aku memutuskannya karena aku sadar jika selama ini aku hanya mencintaimu. Aku datang ke sini karena aku ingin kembali bersama denganmu" ucap Ema dengan nada yang ia buat lembut.
"Sigh..! Tapi sayang nya aku tidak peduli, dan tidak ingin kembali dengan wanita menjijikkan seperti dirimu. Aku tahu kenapa kau bisa datang kemari, itu pasti karena kamu sudah mengetahui jika aku sekarang kaya, dan memiliki posisi jabatan bagus di perusahaan besar, bukan?" ucap Alex mendengus kesal
"Alex aku... " ucap Ema terpotong
"Pergi!! Aku tidak ingin melihat wajah menjijikkan kamu lagi. Jangan muncul di depanku dan jangan mengusikku ke depannya, aku tidak ingin kekasihku salah paham" ucap Alex lagi
Karena Ema tidak mau keluar, Alex meminta security untuk datang dan menyeret mantan pacar Alex itu keluar.
Enzy mencoba melepas pelukan Alex yang melingkar di pinggangnya itu. Karena ia pikir drama itu sudah berakhir. Anggap saja kali ini ia membantu Alex.
Namun Alex tidak ingin melepas pelukannya pada wanita yang ia kagumi itu.
"Lepas Alex! kau berani menciumku di depan orang, hah" ucap Enzy kesal
"Kalau kita hanya berdua, berarti boleh?" ucap Alex tersenyum
"Kau, apa yang kau bicarakan. Lepaskan aku!" ucap Enzy dengan wajah memerah, melihat sekretaris Alex masih ada di ruangan.
Karena situasi canggung, sang sekretaris memilih untuk segera keluar dari ruangan atasannya itu.
"Tidak!! Sebelum kau menjawab pertanyaanku" ucap Alex
"Pertanyaan apa?" ucap Enzy bingung
__ADS_1
"Maukah kau menikah denganku?" ucap Alex menatap Enzy bersungguh-sungguh.
"Kau gila!! Aku bukan pacarmu, kenapa aku harus menikah denganmu?? Apa karena kau ingin menunjukkan pada mantan pacarmu itu? Pernikahan bukan untuk main-main, Alex. Pernikahan adalah momen yang sakral" ucap Enzy dengan jantung yang berdebar kencang, saat Alex melamarmu secara langsung dan tiba-tiba.
"Aku tahu dan aku tidak sedang bercanda, Enzy. Ah tidak, Stella. Aku akan memanggilmu dengan nama aslimu saat kita berdua. Stella, aku sungguh mencintaimu, aku ingin kau jadi istriku. Aku akan melindungimu, membalas orang-orang yang menyakitimu dan terus berada di sampingmu hingga Tuhan mengambil jiwaku untuk kembali. Jadi apa jawabanmu maukah kau menikah denganku, Stella?" ucap Alex menatap lekat wajah Enzy.
Enzy terdiam, dia melihat kesungguhan di mata Alex. Dia kini meneteskan airmata, dia sungguh merasa bahagia karena di cintai oleh orang sehebat Alex.
Melihat Enzy menangis, Alex menghapus airmata itu lalu mengecup kedua mata Enzy.
"Kenapa menangis Hmm?" ucap Alex
"Terimakasih sudah mencintaiku Alex, aku mau menikah denganmu dengan satu syarat" ucap Enzy
"Apa syaratnya?" tanya Alex
"Minta izin dengan Nona, jika dia mengizinkan, aku dengan senang hati menerima pinanganmu" ucap Enzy
"Tentu, aku akan melakukannya" ucap Alex
...¤...
Alyssa saat ini tengah memarkirkan Mobilnya, di area parkir A.S.A Group. Dia sengaja datang untuk mengirim makan siang untuk tunangannya, Alvin.
Dia hanya akan mengantar makanan lalu balik lagi. Karena ada Hanin dan Kenan di rumah, jadi dia harus balik ke mansion dan makan siang bersama dengan paman dan tantenya itu.
Alyssa langsung masuk ke dalam perusahaan yang berdiri megah itu. Security dan resepsionis menyapa dengan sopan padanya. Karena staf di sana sudah tahu, tentang calon nyonya A.S.A Group itu.
Dengan menenteng rantang makanan, Alyssa masuk ke dalam Lift menuju ruangan kerja Alvin.
TING!!!
Pintu lift terbuka, Alyssa kemudian keluar. Di lihatnya, hanya ada Nino yang sedang duduk di meja kerjanya.
"Selamat siang Nino" sapa Alyssa
__ADS_1
"Selamat siang Nona Alyssa" balas Nino dengan senyumnya yang ramah.
Nino sangat senang melihat Alyssa, baginya Alyssa adalah idolanya. Menurut Nino, Alyssa adalah seorang wanita dengan paket lengkap. Sudah cantik, baik, sukses, dan juga terkenal.
"Apa Alvin belum selesai meeting dengan klien nya?" tanya Alyssa sopan
"Belum Nona, mungkin sebentar lagi Pak Alvin kembali. Nona bisa menunggu di ruangan kerja Pak Alvin" ucap Nino
"Ah, baiklah. Aku hanya akan menaruh makanan di meja Alvin" ucap Alyssa
Dia kemudian masuk dan meletakan Rantang makanan itu di meja tunangannya. Kemudian dia kembali keluar dan berbicara dengan Nino.
"Nino, tolong beri tahu Alvin, jika aku menaruh bekal makan siang untuknya di meja kerjanya" ucap Alyssa
"Apa Nona tidak ingin menunggu Pak Alvin?" tanya Nino
"Sepertinya tidak, aku ada keperluan lain di rumah. Jadi tolong pastikan Alvin makan makan siangnya" ucap Alyssa
"Baik nona" ucap Nino
"Terimakasih Nino, saya pamit pergi" ucap Alyssa
"Sama-sama nona, Hati-hati di jalan" balas Nino tulus.
Alyssa tersenyum dan melangkah menuju ke lift karyawan. Sesaat kemudian dia sudah di lobby, dan berjalan keluar
Bertepatan dengan itu, Dua orang juga keluar dari Lift khusus. Dan keluar dari gedung mewah itu, mobil Khusus terparkir di depan pintu keluar.
Dua orang laki-laki itu masuk ke dalam mobil yang di buka oleh seorang supir. Salah satu dari Laki-laki yang sangat tampan itu menoleh ke samping kaca mobilnya. Matanya melebar dengan jantung yang berdetak kencang. Pria tampan itu terus melihat seorang wanita yang sedang berjalan menuju mobil dan masuk ke dalam mobil Lamborgini itu.
"Kawaii..." Gumam pria tampan itu mengangkat kedua sudut bibirnya.
Seseorang yang duduk di bangku depan mendengar gumaman dan melihat senyum tipis tuannya kaget. Dia mengikuti arah pandangan Bosnya itu, dia melihat sosok wanita masuk ke mobil mewah.
Dapat di akui jika wanita itu sangat cantik, bahkan Balok es seperti tuan mudanya, bisa mengatakan seperti itu dan juga tersenyum walau senyum itu tipis.
__ADS_1
Kejadian yang sangat langka itu, membuat sang asisten terkejut. Apa mungkin atasannya itu tertarik dengan wanita cantik tadi? pikirnya.