Sistem Dewi

Sistem Dewi
Tidak akan memaafkanmu


__ADS_3

Azka sedang fokus dengan dokumen yang menumpuk di depannya. Dengan cutinya Enzy, cukup menyita waktunya dalam pekerjaan.


Anak perusahaan milik adiknya itu, sangat besar dan juga sedikit merepotkan karena banyaknya cabang di berbagai kota, dan juga berbagai jenis bidang pekerjaan.


Tapi Azka menikmati pekerjaannya, selain tidak ingin mengecewakan adiknya. Dia juga belajar untuk mengelola perusahaan sebelum mengambil alih Perusahaan Bagaskara Corp.


Saat makan malam dengan pamannya, Yogi. Dirinya hampir saja terbawa emosi saat tahu, kenyataan yang di lakukan ayahnya pada ibunya belasan tahun lalu.


Untungnya Alyssa saat itu menahannya untuk tidak buru-buru menemui ayahnya. Alyssa juga memberi tahu dirinya untuk bersabar lebih lama, dan terlebih dahulu belajar mengelola perusahaan.


Agar kelak dirinya bisa mengatasi masalah kepemilikan di perusahaan milik ibunya itu dan bisa mengambil alihnya dengan kemampuannya.


Tok! Tok! Tok!


pintu ruangan kerja Azka di ketuk, setelahnya masuk seorang wanita berusia akhir 20 an.


"Permisi Pak, di depan ada tamu yang mencari bapak" ucap wanita itu


"Siapa?" tanya Azka


"Beliau mengatakan sebagai ayah Pak Azka" ucapnya lagi


Azka sedikit terkejut mendengar itu dari sekretarisnya. Jika benar, itu pasti adalah papahnya.


Tapi dari mana bajingan itu tahu jika dirinya ada di sini? pikir Azka


"Suruh dia masuk!" ucap Azka


Sekretarisnya kemudian keluar, tak lama setelahnya sekretaris dan seorang pria paruh baya masuk ke dalam ruangan kerja Azka.


"Azka" ucap Raiden berkaca-kaca


"Selamat siang Pak Raiden. Suatu kehormatan bagi saya, seorang pengusaha sukses seperti anda berkunjung ke perusahaan kecil ini. Silahkan duduk!" ucap Azka tanpa ekspresi.


Raiden mendengar itu terasa sakit di hatinya, putranya menganggapnya sebagai orang asing sekarang.


"Linda, tolong buatkan kopi untuk tamu terhormat kita" ucap Azka


"Baik, tolong tunggu sebentar" ucap Linda, dirinya sedikit bingung.


Melihat atasannya memperlakukan tamu itu sebagai orang asing, padahal tamu itu mengatakan jika dirinya adalah ayah dari atasannya itu.


Namun ia tidak memikirkannya lagi, Linda bergegas membuatkan Minuman untuk tamu itu.

__ADS_1


"Azka, kenapa kau bekerja disini? kenapa kamu tidak pulang? papah minta maaf padamu, Azka" ucap Raiden


"Tuan Raiden, tentu saja tidak ada satupun orang yang berhak melarang saya bekerja di perusahaan ini atau perusahaan lain, termasuk orang luar seperti anda. Saya pasti akan pulang dan merebut hak saya terhadap perusahaan mamah, anda tidak perlu khawatir kalau saya merusak kebahagiaan anda dengan keluarga baru anda" ucap Azka


"Azka, papah tidak akan pernah menikah lagi. Kamu salah paham nak" ucap Raiden


"Itu urusan anda mau menikah lagi atau tidak. Itu tidak ada hubungannya denganku" ucap Azka


"Tentu saja ada, kamu adalah anak papah. Dan kamu adalah yang terpenting di atas segalanya" ucap Raiden


"Aku bukan lagi anakmu tuan. Semenjak anda mengkhianati mamah saya. Aku dan Alyssa akan merebut kembali hak kami, kau hanya perlu menikmati masa dimana kamu masih bisa menikmati harta mamahku saat ini" ucap Azka


"Apa Alyssa benar-benar adikmu? putriku yang hilang?" ucap Raiden terkejut


"Dia memang adikku. Tapi dia sama sepertiku, bukan lagi anakmu setelah tahu kebenarannya" ucap Azka


"Alyssa putri kandungku? dimana dia sekarang? Ap-apa Am-Ameera juga sudah di temukan" tanya Raiden gugup


"Kau tak perlu tahu dimana mereka. Kau tidak layak intuk itu" ucap Azka


"Azka, papah mohon padamu, maafkan kesalahan papah. Papah akan menebus kesalahan papah, tolong pulanglah nak, dan bawa adikmu pulang" ucap Raiden menangis dan berlutut di depan Azka


Linda baru saja datang membawa minuman, terkejut. Melihat Raiden sedang berlutut dan menangis di depan Azka.


Linda kemudian meletakan minuman di meja dan segera keluar.


"Tuan Raiden, aku tidak akan pernah memaafkanmu. Bahkan aku tidak sudi melihat wajahmu lagi. Pergi dan jangan menampakkan wajah bajingan menjijikan itu di depanku. Kau tak usah khawatir, aku akan kembali ke Kota S, sesegera mungkin. Aku akan menyelidiki semuanya, jika ternyata kau terlibat, dengan hilangnya mamah, aku sendiri yang akan menyeretmu ke penjara" ucap Azka, kemudian beranjak duduk kembali di kursi kebesarannya


"Pintu keluarnya di sebelah sana, Silahkan keluar!! Kalau kau haus, kau bisa sekalian bawa kopi itu beserta dengan gelasnya. Tenang saja, aku tidak akan menuntutmu hanya karena perkara satu gelas kopi" ucap Azka.


¤


Alyssa, Enzy, Noah dan Anita masuk kedalam ruang rawat inap VIP No.2.


Terlihat di sana, Kakek Noah terbaring lemah. Mendengar pintu terbuka, Kakek Noah menoleh.


Melihat wajah Alyssa dan Enzy yang terlihat asing, Kakek Noah tersenyum ringan dan berkata lirih.


"Apa salah satu di antara mereka, ada calon cucu menantuku?" ucap Wijaya


"Kakek, kau bicara sembarangan, ini Nona Alyssa, dokter ajaib yang akan menyembuhkanmu. Dan nona di sampingnya adalah asistennya" ucap Noah malu mendengar kata cucu menantu.


Tentu saja dirinya mengharapkan jika Alyssa adalah benar-benar calon istrinya. Dia pasti akan merasa bahagia jika hal itu benar terjadi.

__ADS_1


"Aku minta maaf nona" ucap Wijaya lirih


"Tidak apa-apa, tuan. Jika anda percaya padaku, Silahkan minum ini! Ini adalah obat yang aku racik untuk menyembuhkan segala macam penyakit" ucap Alyssa menyodorkan Satu botol giok berisi Magic Liquid


"Minumlah kek" ucap Noah meyakinkan


"Baiklah, aku akan meminumnya, terimakasih" ucap Wijaya, meskipun dia ragu dengan obat Alyssa. Namun dia percaya cucunya tidak akan menyakitinya.


Wijaya menelan Magic Liquid di bantu dengan Noah yang menyangganya dari belakang.


Setelah beberapa saat meminumnya, Wajah pucat Wijaya berangsur memerah. Terasa aliran hangat menjalar di sekujur tubuhnya.


Dia merasa sangat sehat sekarang, dan juga lebih energik. Mata nya berbinar melihat ke arah Noah dan Alyssa bergantian.


"Bagaimana tuan Wijaya? Apa anda merasa ada yang tidak nyaman?" tanya Anita


"Iya, bagaimana perasaan kakek sekarang?" tanya Noah


"Ha-ha-ha, Nona Alyssa, obati sungguh hebat. Aku merasa sangat sehat sekarang, aku tidak merasakan sakit lagi" ucap Wijaya tertawa senang


"Benarkah kek?" tanya Noah antusias


"Tentu saja, aku merasa penuh dengan energi sekarang" ucap Wijaya


Grep!!!


"Alyssa, terimakasih banyak" ucap Noah tak sadar memeluk Alyssa.


Alyssa sontak kaget dan segera melepas pelukan Noah padanya. Rasanya sangat aneh di peluk orang lain.


"Ah maaf, aku tidak sengaja" ucap Noah merasa tidak enak


"Tidak apa-apa, syukurlah jika tuan sudah merasa enakan. Dokter Anita, kamu bisa melakukan pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui kondisi tuan wijaya sekarang" ucap Alyssa


"Baik, Nona" ucap Anita yang masih memandang takjub pada Bosnya itu.


"Aku permisi dulu" ucap Alyssa kemudian berjalan keluar di ikuti Enzy di belakangnya.


"Alyssa tunggu!" melihat Alyssa pergi, Noah merasa tidak enak hati dan mengejarnya keluar.


Namun setelah mengejarnya, dirinya kehilangan jejak Alyssa. Seperti hilang begitu saja.


"Kau sungguh misterius, Alyssa. Aku pasti akan mendapatkanmu, tunggu aku" Gumam Noah, kemudian berbalik kembali menuju ruang rawat kakeknya.

__ADS_1


__ADS_2