
Kecelakaan yang di alami Ibra membuat beberapa orang tak jauh dari lokasi kejadian, berhamburan keluar untuk melihat apa yang terjadi.
Melihat orang-orang berjalan ke arahnya, membuat Ibra panik. Ia takut jika ada beberapa orang yang mengenali dirinya.
"Sial..." Gumam Ibra pelan
Dengan tergesa-gesa Ibra membuka dasbor mobil, dan mengambil masker untuk menutupi wajahnya.
Beberapa orang kemudian membantu Ibra keluar dari mobil, karena Posisi Ibra terjepit dan susah keluar. Tak lama mobil polisi dan juga ambulans datang bersamaan, Ibra yang melihat polisi semakin panik.
Namun ia tidak bisa berbuat apa-apa, dan berharap jika identitasnya selama ini ia tutup tidak terkuak dan tidak ada yang mengenali dirinya.
Mendengar kabar dari rumah sakit, jika pacarnya mengalami kecelakaan. Larasati bergegas menuju ke rumah sakit, setibanya di sana dia memarahi Ibra dengan suara tertahan.
Ia mengurus administrasi di sana terlebih dahulu. Dan berurusan dengan pihak kepolisian juga.
Beruntung luka Ibra tidaklah parah dan boleh di bawa pulang. Namun sebelum itu, ia harus mengkonfirmasi ke kepolisian. Jika itu hanya kecelakaan tunggal karena pecah ban.
Ibra dan Larasati bernafas lega karena itu semua berjalan dengan lancar. Tidak ada kendala berarti saat menyelesaikan masalah ini.
"Kenapa kau keluar rumah? Aku sudah bilang untuk diam di rumah. Kau tahu? Kau hampir mengekspos diri kamu sendiri pada orang-orang. Bagaimana jika ada yang mengenali dan membongkar semuanya. Rencana kita bisa gagal" ucap Larasati marah.
"Aku bosan di rumah, aku lalu pergi ke perusahaan kekasih Alvin untuk memantaunya secara langsung. Setelah ia keluar dari kantor, aku mengikutinya dan berencana memberikan teror dengan berpura-pura menjadi begal agar membuatnya ketakutan di tempat sepi. Namun ban mobil sialan itu tiba-tiba meledak dan oleng hingga kecelakaan itu terjadi" jelas Ibra
"Dasar bodoh, harusnya kau lebih bisa menahan diri. Gara-gara kebodohanmu itu, rencana kita bisa gagal, dasar nggak guna" ucap Larasati memaki.
"Kenapa kau memarahiku sedemikian rupa? Kenapa kau tidak ada perhatiannya denganku? Bukannya menanyakan kabar dan kondisi ku terlebih dulu. Sepertinya kau sudah tidak peduli padaku, atau jangan-jangan kau sudah tidak mencintaiku lagi" ucap Ibra dengan kesal, dengan nada tersirat kesedihan dan kekecewaan.
Menyadari itu, Larasati langsung menghela nafas. Ia tidak ingin Ibra curigavdan merusak rencananya. Ia kemudian meminta maaf..
"Maaf, aku hanya begitu khawatir hingga memarahimu. Kau tahu jika aku sangat takut kehilangan kamu Ibra" ucap Larasati berpura-pura melembut sedih dan memeluk Ibra
"Aku minta maaf juga karena meragukan kamu, honey" ucap Ibra memeluk erat wanita yang ia cintai itu.
"Cih, kalau tidak masih berguna. Aku tidak akan membiarkan kamu hidup sampai sekarang. Tapi aku harus bersabar dan memanfaatkan kebodohan juga rasa cinta mati laki-laki Bodoh ini kau padaku" Gumam Larasati dalam hati.
__ADS_1
...
Kebahagiaan menyelimuti Azka saat ini, Dokter mengatakan jika saat ini Ayu sedang berbadan dua. Kandungannya sudah berusia 2 minggu sekarang.
Ayu sebelumnya sudah menggunakan Testpack saat bangun tidur pagi tadi. Dan terlihat garis dua samar, nyaris tak terlihat.
Mereka lalu memutuskan melakukan pemeriksaan ke dokter untuk mengatakannya. Dan hasilnya, Ayu positif hamil. Azka dan Ayu tentu saja sangat senang bersyukur di beri anugerah oleh Tuhan.
"Terimakasih sayang" ucap Azka untuk kesekian kalinya sejak keluar dari rumah sakit.
"Apa kau begitu senangnya?" tanya Ayu
"Tentu saja, ini adalah hasil karya kita berdua, berjuang keras dengan keringat mengalir deras. Yang langsung di Accept Tuhan. Tentu saja aku sangat senang" ucap Azka tersenyum dan terus menciumi telapak tangan Ayu di genggamannya.
Ayu terkekeh geli dengan bahasa yang di gunakan Azka, ia juga sama bahagianya.
"Loh bukannya ini jalan ke rumah, bukan ke arah kantor?" tanya Ayu heran.
"Ya, kita akan pulang, aku tidak mengizinkan kamu kerja, kau ingat jika Dokter menyarankan untuk hati-hati karena kandungan kamu masih rawan karena masih terlalu muda" ucap Azka
"Tapi..." ucap Azka, namun di potong oleh Ayu
"Aku baik-baik saja, kau lupa jika Alyssa yang memberi tahumu, jika aku sedang hamil dan tidak perlu kau khawatir berlebihan. Karena Alyssa sudah memberikanku Vitamin. Agar aku dan anak kita sehat, aku yakin anak kita juga kuat seperti tantenya" ucap Ayu
"Kenapa tidak kuat sepertiku?" ucap Azka tidak terima.
"No, aku ingin anak kita kuat dan hebat seperti tantenya" ucap Ayu kekeh
Dan terjadilah perdebatan tidak penting di antara keduanya, dalam perjalanan menuju kantor. Setelahnya Azka mengalah dan membiarkan istrinya bekerja selama beberapa hari lagi.
...
Di ruang rawat inap VIP rumah sakit berbeda kota, dua orang wanita dalam waktu bersamaan terus meraung, berteriak kepanasan. Tubuh keduanya kini sangat kurus dan tidak memiliki cahaya kehidupan di wajahnya, karena kurang tidur dan kurang asuhan gizi, susah untuk makan dan bergantung pada cairan infus.
Dokter tidak bisa terus menerus memberikan obat tidur atau obat penenang. Karena pemakaian yang berlebihan, akan merusak tubuh pasien.
__ADS_1
Bahkan Dokter sudah menyerah, karena tidak menemukan penyebab pasti yang di derita wanita itu.
Bahkan salah satu keluarganya sudah memanggil dukun atau paranormal untuk mengobati mereka. Takut yang di derita putrinya karena ulah makhluk gaib. Namun tetap saja hasilnya nihil.
Arumi, rencananya sore ini akan di bawa keluarganya ke rumah. Karena sudah berbagai cara di lakukan namun tetap saja tidak memiliki hasil.
Jadi orang tuanya memutuskan untuk membawa Arumi pulang ke rumah dan merawatnya di sana.
Sedangkan Vina, masih tetap berada di rumah sakit, karena keluarganya masih berupaya untuk kesembuhan sang putri dengan penyakit anehnya yang tiba-tiba itu.
....
"Alvin" sapa Alyssa begitu ia masuk ke ruangan kerja milik Alvin
"Ica, kau di sini" ucap Alvin dengan wajah merekah senang.
Ia berdiri dari kursi kebesarannya dan menghampiri Alyssa, memeluk dan mencium keningnya lembut.
"Rindu padaku, hm?" ucap Alvin menaik turunkan alisnya menggoda
"Ya" ucap Alyssa mengalungkan tangannya ke leher Alvin dan mengecup bibir Alvin sekilas.
Alvin terkejut, tidak biasanya Alyssa berinisiatif mengakui jika ia merindukannya. Ia merasa sangat senang saat ini.
"Aku juga merindukanmu" ucap Alvin mencium lembut bibir ceri milik Alyssa, dan di balas dengan sama lembut olehnya.
Setelah ciuman mesra mereka yang begitu panjang dan menggairahkan. Alyssa melepasnya terlebih dahulu karena kehabisan nafas.
"Ayo makan di luar, aku ingin makan steak di seberang perusahaanmu" ucap Alyssa tersenyum manis ke arahnya
"Baiklah tuan putri, sesuai keinginanmu" ucap Alvin membalas senyuman Alyssa tak kalah manisnya.
Mereka berdua kemudian keluar dari ruangan, dengan jari saling menaut satu sama lain.
Pemandangan romantis itu, membuat semua karyawan dan karyawati di sana memandangnya penuh iri dan kagum.
__ADS_1