
Pagi-pagi sekali Bryan sudah rapih langsung mengarahkan Mobilnya menuju kampus.
Hari ini dia ingin mendekati calon pacarnya yaitu, karena ia tahu jadwal kelas Alyssa pagi hari ini . Dan juga Rio tidak ada mata kuliah hari ini, dan di pastikan tidak masuk.
Setelah memarkirkan Mobilnya, dia berdiri di gerbang kampus sambil menoleh ke kanan dan ke kiri.
Membuat Denis yang baru saja menghampirinya, bingung melihat kelakuan sahabatnya ini.
"Lagi ngapain lu Yan" ucap Denis
"Lagi nyariin pujaan hati gue lah, Nis. Alyssa mana ya, ko belum muncul-muncul ya?" ucap Bryan masih mencari-cari pujaan hati nya.
"Alyssa nggak masuk hari ini" ucap Denis
"Ah bohong lu, orang gue Udah pastiin dia ada kelas pagi ini" ucap Bryan dengan percaya diri.
"Yeee, orang di bilangin. Dia malah kagak percaya" ucap Denis menggelengkan kepala
"Emang lu tau dari mana, my baby honey nggak masuk kuliah hari ini?" tanya Bryan
"Tau dari Alyssa lah emangnya dari siapa lagi" ucap Denis
"Kapan lu nanyanya?" tanya Bryan penasaran.
"Ya ampun Yan, lu sendiri yang nyuruh gue cari tau hubungan Al sama Rio kemerin, kan? Nah... " ucap Denis terhenti karena Bryan memotong terlebih dahulu
"Nggak nyambung bambang" ucap Bryan menoyor kepala Denis
"Gue serius ini, Ya elah. Gue pergi juga nih!" ucap Denis kesel
"Gue juga serius Nis, abis omongan lu nggak nyambung. Apa hubungannya Alyssa nggak kuliah hari ini sama lu cari tahu hubungan mereka" ucap Bryan
"Makanya kalau ada orang ngomong, dengerin sampe selesai Setan!" ucap Denis memukul bahu Bryan dengan buku yang di bawa nya karena kesal.
"Ya, Maap, Jurig!" ucap Bryan
"Gue pergi juga nih, kesel gue!" ucap Denis
"Ya-ya-ya maaf-maaf abang Denis yang paling tampan se angkasa raya yang melalang buana, maaf ya. Sekarang, tolong ceritain maksudnya apa ya!" ucap Bryan senyum tiga jari.
"Iya, nih gue ceritain" ucap Denis
#Flashback
__ADS_1
Denis mencari-cari keberadaan Alyssa di kampus, namun tidak ia temukan di manapun.
Teleponnya juga tidak di angkat berkali-kali sejak siang. Denis pun menyerah menelepon Alyssa.
Namun saat sore hari, Alyssa menelepon balik dirinya.
"Halo Kak, tadi telepon Al ya? Maaf Al banyak kerjaan tadi. Ada apa ya?" tanya Alyssa
"Halo Al, iya nggak pa-pa. Kakak cuma mau nanya kabar aja kok, sama mau nanya sesuatu" ucap Denis
"Kabar Al baik ko Kak, emang kakak mau nanya apa ya Kak?" tanya Alyssa penasaran
"Kakak mau tanya soal hubungan kamu sama Rio. Emang bener ya, kamu pacaran sama Rio, Al?" tanya Denis to the point.
"Loh kenapa kakak nanya nya kaya gitu?" ucap Alyssa heran
"Abisnya di forum kampus ada gosip tersebar, kalau kamu sama Rio pacaran" ucap Denis
"Astaga kok bisa ya? Itu cuma gosip Kak" ucap Alyssa
"Tapi kok kamu bisa deket banget sama kutub es?" tanya Denis
"Kutub es?" tanya Alyssa bingung.
"Ha-ha-ha Aduh perutku..." Alyssa tertawa di seberang
"Kak Denis nggak usah dengerin gosip, Lagian kak Rio itu sepupu Al. Wajar kan kalau deket, orang sama sepupu sendiri" ucap Alyssa lagi masih dengan kekehannya
"Ooohh, gitu ya he-he. Ya abisnya di gosip bilangnya gitu. B.T.W Besok siang kakak sama Bryan tanding basket. kami wajib datang ya Al, dukung kita biar menang" ucap Denis semangat
"Maaf Kak, Al nggak bisa. Besok Al harus pergi ke luar kota selama beberapa hari. Ada keperluan keluarga yang nggak bisa di tunda" ucap Alyssa
"Mm Oke deh nggak pa-pa, yang penting do'ain kakak sama Btyan menang ya" ucap Denis lagi
"Oke ka" balas Alyssa
Setelah percakapan itu, sambungan telepon mereka pun terputus
#Flashback off
...¤...
Pagi ini Alyssa, Ameera, Rara dan kakaknya. Sudah bersiap-siap pergi ke kota S. Dengan menggunakan pesawat khusus milik Alyssa.
__ADS_1
Ameera terkejut melihat tidak ada penumpang lain selain mereka berempat.
Pramugari yang bertugas juga, terlihat sangat sopan dan makanan yang tersaji di sana juga sangat lezat.
Berbeda dengan Azka dan Rara yang hanya biasa saja, karena sebelumnya pernah menaiki pesawat yang sama. Terlebih Rara yang yang dulunya pramugari.
Setelah satu setengah jam, pesawat mendarat dengan mulus tanpa kendala, di Bandara Kota S.
Mereka di jemput oleh bawahan Alyssa, yang mana sudah di utus oleh Enzy, kemarin.
Mereka berempat kemudian menuju penthouse Galaxy Residence, Milik Alyssa. yang jaraknya tak cukup jauh dari Airport.
"Penthouse ini milikmu sayang?" tanya Ameera takjub melihat begitu mewahnya penthouse milik putrinya itu.
"iya mah" jawab Alyssa tersenyum.
"Mamah bangga sama kamu nak" ucap Ameera tulus dan mengelus tangan Alyssa,
"Mamah nggak bangga gitu sama aku?" ucap Azka cemberut, karena di abaikan.
"Kamu juga Azka, mamah bangga sama kamu. Tapi sayangnya masih kalah jauh dengan adik kamu" ucap Ameera terkekeh
"Iya-iya Azka juga tahu mah, menggapai prestasi Al tuh suliiiitt banget. Butuh bakat dan kemauan yang keras. Sayangnya bakat Azka tertunda saat mamah lahirin Azka. Jadinya ngumpul semua ke Al" ucap Azka
"Ha-ha-ha Emang nasib kakak aja yang apes. Makanya kak, pas pembagian bakat dan otak, kakak tuh harusnya hadir. Masih untung kakak masih kebagian otak walaupun cuma dikit ha-ha-ha" ucap Alyssa tertawa senang meledek kakaknya.
"Seneng kamu ya dek!" ucap Azka manyun
Ameera dan Ara hanya menggelengkan kepalanya, melihat kelakuan kedua buah hatinya yang sangat mirip Tom & Jerry.
"Nona sama Tuan muda, kaya kucing dan tikus rebutan ikan asin ya, Nya. Nggak pernah akur he-he" ucap Rara terkekeh, yang di respons hanya tawa dari Ameera.
"Sudah dulu bercanda nya, sekarang kalian istirahat dulu! Kalian oasti capek, kan? Mamah juga sama, sudah capek ini" ucap Ameera memang ingin merebahkan dirinya untuk istirahat.
"Iya mah" ucap Alyssa dan Azka berhenti bercanda dan menjawab dengan kompak.
"Besok pagi nanti kalian harus sudah rapih ya, nanti kita ke perusahaan milik kalian" ucap Ameera
"siap, bu komandan" ucap Kedua anaknya serempak dengan tangan di kening tanda hormat.
Ameera hanya menggeleng dan tertawa saja melihatnya, dia sangat bersyukur. Tuhan masih memberikannya kesempatan, untuk dirinya menikmati kebersamaan dengan putra dan putri kesayangannya.
Dia juga menikmati momen kebersamaan dengan orang yang sangat dia sayangi. Karena banyak waktu yang terbuang sia-sia, karena perbuatan orang yang tercela.
__ADS_1
Dia berjanji akan mempertahankan kebersamaan yang sedang di jalannya sekarang, dengan orang-orang yang dia cintai.