Sistem Dewi

Sistem Dewi
Aku rela meninggalkan semuanya demi kamu


__ADS_3

Jam 11 siang, pesawat mendarat dengan selamat di ibukota.


"Kakak peri, sampai jumpa lagi, muach" ucap Nadia sambil mencium pipi kiri Alyssa


"Sampai jumpa lagi Nadia, muach muach" ucap Alyssa mencium pipi kanan dan kiri Nadia.


"Nona Alyssa, sekali lagi terimakasih atas pertolonganmu" ucap Vera


"Sama-sama" Ucap Alyssa tersenyum hangat


Mereka berpisah saat keluar dari pesawat, karena baik Alyssa maupun Enzy tidak membawa barang ketika berangkat.


Jadi begitu turun dari pesawat, mereka langsung bergegas keluar.


"Enzy, aku akan mengendarai mobilku sendiri, kamu bisa naik mobil jemputan Paman Irwan. Aku akan menyusulmu nanti, aku akan pergi menemui Alvin terlebih dahulu" ucap Alyssa


"Baik Nona" ucap Enzy


Alyssa pergi menuju area parkir airport, dia kemudian mengendarai mobil barunya Koenigsegg CCXR berwarna putih itu menuju gedung A.S.A Group, di pusat kota.


Hanya perlu waktu 30 menit untuk sampai di perusahaan milik kekasihnya itu.


Alyssa tak langsung turun, begitu sampai. Dia memarkirkan mobilnya terlebih dahulu.


Lalu dia mencoba menghubungi Alvin, dia takut Alvin sedang tidak berada di kantornya sekarang.


"Halo, Ica" ucap Alvin sedikit bersemangat dari nadanya setelah menerima telepon dari kekasihnya itu.


"Halo Alvin, apa kamu sekarang sedang berada di kantor? apa kau sudah makan siang?" tanya Alyssa


"Ya, aku sedang berada di kantorku sekarang. Mungkin sebentar lagi aku akan pergi untuk makan siang" jawab Alvin


"Aku sekarang ada di depan perusahaanmu, apa kau ingin makan siang bersama?" ucap Alyssa


"Kau ada di Ibukota? di depan perusahaanku? Sayang, apa kau tidak sedang bercanda sekarang?" ucap Alvin


"Tentu saja, aku baru saja turun dari pesawat setengah jam yang lalu, dan langsung datang menemuimu untuk mengajakmu makan siang bersama, apa kau tidak mau makan denganku?" ucap Alyssa.


"Tentu saja aku mau! Sayang, tunggu aku di depan sebentar, aku akan segera turun menemuimu, Oke" ucap Alvin setengah teriak dan meloncat kegirangan setelahnya


Doni yang mendengar teriakan Atasannya itu langsung buru-buru masuk ke dalam ruangan Alvin.


"Ada apa tuan?" tanya Doni panik


"Ah tidak ada apa-apa. Alyssa ada di dibawah sekarang, aku akan segera turun. Ah tunggu, aku akan berganti pakaian dulu." ucap Alvin bergegas mengganti bajunya dengan yang baru, lalu memakai minyak wangi di sekujur tubuhnya.


Doni hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah atasannya itu.

__ADS_1


¤


Alyssa keluar dari mobilnya, dia memutuskan untuk masuk dan menunggu Alvin di Lobby.


Security dan pekerja yang berlalu lalang karena waktu jam istirahat makan siang, meliriknya. Semuanya terpesona melihat kecantikan Alyssa.


Alyssa kemudian duduk di sofa ruang tunggu di Lobby kantor dan menanamkan HP nya.


"Hei, kenapa kau ada di sini?" ucap seorang wanita yang ternyata adalah Sonia.


Alyssa mendongakkan kepalanya, dia melihat Sonia sedang bertolak pinggang menatapnya sinis.


"Oh kau yang waktu itu datang ke Angelic Parfum bukan?" ucap Alyssa


"Ya, sedang apa kau kemari? orang sepertimu tidak di terima di sini, silahkan keluar!" ucap Sonia


Semua karyawan yang ada di sana menatap mereka berdua. Mereka merasa akan terjadi sesuatu yang menarik.


Jarang bagi mereka melihat drama secara Live, ini merupakan tontonan yang sangat menarik bagi mereka.


"Oh, apa hakmu mengusirku dari sini?" ucap Alyssa menaikan sebelah alisnya.


"Tentu saja aku punya Hak mengusirmu dari sini. Aku adalah tunangan dari pemilik perusahaan ini, aku adalah calon nyonya di sini, aku minta sekarang kamu keluar!" ucap Sonia dengan nada sombongnya


Semua orang berbisik-bisik mendengar itu semua, mereka semua mengetahui jika sudah tersebar berita, jika bos mereka bertunangan dengan Sonia, artis di bawah management perusahaan ini.


Mereka juga menyayangkan gadis secantik Alyssa, akan terkena dampak yang buruk jika ia berani menyinggung seorang Sonia.


"Benar, aku adalah tunangan Alvin Saga Ardhana, Pemilik A.S.A Group" ucap Sonia bangga


Alyssa sedikit mengernyit mendengar itu, dia memang belum tahu banyak tentang Alvin. Tapi di putuskan untuk percaya padanya.


"Apa buktinya jika kau benar-benar tunangan Alvin?" ucap Alyssa


"Kamu bisa tanyakan sendiri pada karyawan yang ada di sini, semua mengetahui hal itu" ucap Sonia tersenyum mengejek


Alyssa mendengar itu entah mengapa hatinya gelisah dan sakit.


"Ada apa ini, kenapa semua berkumpul disini?" ucap Alvin yang baru keluar dari lift, melihat beberapa orang berkerumun di Lobby.


"Alvin" ucap Sonia dengan senang, kemudian dia mendekati Alvin dan memeluk lengannya.


"Lepaskan tanganmu!!" ucap Alvin dingin dan menghentikan tangannya.


Sonia melepaskannya ketika merasakan tekanan dari nada bicara Alvin, yang tak suka jika dia menyentuhnya.


Saat Alvin melihat Alyssa ada di depannya dia sangat kaget.

__ADS_1


"Ica, kau menungguku disini?" ucap Alvin dengan tersenyum merekah di wajahnya, dan mendekati Alyssa


Semua orang kaget melihat Alvin, bos mereka yang sangat dingin itu bisa tersenyum pada wanita cantik di depan mereka. Mereka semua menatapnya heran.


Alyssa tak menjawab Alvin, dia hanya diam tak bersuara.


"Ica, sayang" ucap Alvin lembut melihat Alyssa tidak mengatakan satu kata pun padanya.


Semua orang terkejut lagi dan lagi melihat Alvin memanggil Alyssa dengan sebutan 'sayang' dengan sangat lembut.


"Kau sungguh berani memanggilku sayang di depan 'Tunanganmu' Alvin?" ucap Alyssa datar, dengan menekan kata tunanganmu pada katanya.


"Tunangan? Tunangan apa?" tanya Alvin bingung dengan ucapan Alyssa


"Oh, Wanita cantik yang memeluk tanganmu tadi. Dia mengatakan dia adalah tunangan pemilik perusahaan ini, Alvin Saga Ardhana. Benar begitu?" ucap Alyssa


"Tidak!!! Aku tidak punya tunangan, kalaupun punya itu hanya kamu orangnya!" ucap Alvin panik dia memegang erat tangan Alyssa.


"Alvin" ucap Sonia,


Dia kaget melihat Alvin menyangkal hubungan dengannya di depan umum.


"Kau! Apa yang kau katakan pada kekasihku?? Berani-beraninya Kau ****** mengaku sebagai tunanganku? Itu hanya dalam mimpimu!!" Bentak Alvin marah


"Alvin, kenapa kau.. " ucap Sonia meneteskan air matanya, saat Alvin membentaknya.


"Sudahlah, Alvin. Lebih baik kamu selesaikan urusanmu dengan wanita itu terlebih dahulu" ucap Alyssa, dia melangkah pergi.


"Sayang, tunggu. Kita pergi bersama, aku tidak ada urusan apapun dengan wanita ini" ucap Alvin menggenggam tangan Alyssa.


"Alvin, kamu boleh menyangkal tentang kita. Tapi aku adalah wanita yang di pilih ibumu, kau tak bisa menyangkal itu" ucap Sonia tidak terima, Alvin mempermalukannya.


"Lepaskan tanganmu Alvin!" ucap Alyssa


"Tidak! Aku tidak akan melepaskan kamu" ucap Alvin mengeratkan genggamnya, dia sangat takut kehilangan Alyssa.


Alyssa mengetahui itu dari mata Alvin, dia melihat Alvin sangat takut kehilangannya, tidak ada kebohongan di matanya.


"Aku percaya padamu Alvin, aku tahu kau mencintaiku. Tapi restu orangtua penting dalam suatu hubungan. Jika orangtuamu sudah memilihkan jodoh untukmu aku bisa apa? Aku tak ingin merusak hubungan antara orangtua dan anak" ucap Alyssa, tanpa sengaja dia menitikkan air matanya.


Alvin yang melihat itu tersentak kaget, dirinya membuat wanita yang sangat dia cintai menangis.


Alvin langsung membawa Alyssa dalam pelukannya.


"Woaaaahhhh" semua orang kaget melihat adegan itu.


"Jika mereka tidak merestui kita, aku rela meninggalkan semuanya demi kamu, asal kau jangan pergi, walau seichi pun dariku" ucap Alvin.

__ADS_1


"Siapa bilang aku tak merestui hubungan kalian?" ucap Sandra yang tiba-tiba muncul Entah dari mana.


Semua orang kaget termasuk Alvin, Alyssa dan juga Sonia, melihat Sandra berada di antara orang-orang yang berkerumun. Tidak ada yang menyadarinya.


__ADS_2